Askep Cholelitiasis

CHOLELITHIASIS ( BATU EMPEDU ) I. a. b. c. d. II. Pengertian : Batu saluran empedu : adanya batu yang terdapat pada sal. empedu (Duktus Koledocus ). Batu Empedu(kolelitiasis) : adanya batu yang terdapat pada kandung empedu. Radang empedu (Kolesistitis) : adanya radang pada kandung empedu. Radang saluran empedu (Kolangitis) : adanya radang pada saluran empedu.

Penyebab: Batu di dalam kandung empedu. Sebagian besar batu tersusun dari pigmen-pigmen empedu dan kolesterol, selain itu juga tersusun oleh bilirubin, kalsium dan protein. Macam-macam batu yang terbentuk antara lain: 1. Batu empedu kolesterol, terjadi karena : kenaikan sekresi kolesterol dan penurunan produksi empedu. Faktor lain yang berperan dalam pembentukan batu:  Infeksi kandung empedu  Usia yang bertambah  Obesitas  Wanita  Kurang makan sayur  Obat-obat untuk menurunkan kadar serum kolesterol 2. Batu pigmen empedu , ada dua macam;  Batu pigmen hitam : terbentuk di dalam kandung empedu dan disertai hemolisis kronik/sirosis hati tanpa infeksi  Batu pigmen coklat : bentuk lebih besar , berlapis-lapis, ditemukan disepanjang saluran empedu, disertai bendungan dan infeksi 3. Batu saluran empedu Sering dihubungkan dengan divertikula duodenum didaerah vateri. Ada dugaan bahwa kelainan anatomi atau pengisian divertikula oleh makanan akan menyebabkan obstruksi intermiten duktus koledokus dan bendungan ini memudahkan timbulnya infeksi dan pembentukan batu. Pathofisiologi : Batu empedu hampir selalu dibentuk dalam kandung empedu dan jarang pada saluran empedu lainnya. Faktor predisposisi yang penting adalah : Perubahan metabolisme yang disebabkan oleh perubahan susunan empedu Statis empedu Infeksi kandung empedu Perubahan susunan empedu mungkin merupakan faktor yang paling penting pada pembentukan batu empedu. Kolesterol yang berlebihan akan mengendap dalam kandung empedu . Stasis empedu dalam kandung empedu dapat mengakibatkan supersaturasi progresif, perubahan susunan kimia dan pengendapan unsur tersebut. Gangguan kontraksi kandung empedu dapat menyebabkan stasis. Faktor hormonal khususnya selama kehamilan dapat

III.

  

dikaitkan dengan perlambatan pengosongan kandung empedu dan merupakan insiden yang tinggi pada kelompok ini. Infeksi bakteri dalam saluran empedu dapat memegang peranan sebagian pada pembentukan batu dengan meningkatkan deskuamasi seluler dan pembentukan mukus. Mukus meningkatkan viskositas dan unsur seluler sebagai pusat presipitasi. Infeksi lebih sering sebagai akibat pembentukan batu empedu dibanding infeksi yang menyebabkan pembentukan batu. IV. Perjalanan Batu Batu empedu asimtomatik dapat ditemukan secara kebetulan pada pembentukan foto polos abdomen dengan maksud lain. Batu baru akan memberikan keluhan bila bermigrasi ke leher kandung empedu (duktus sistikus) atau ke duktus koledokus. Migrasi keduktus sistikus akan menyebabkan obstruksi yang dapat menimbulkan iritasi zat kimia dan infeksi. Tergantung beratnya efek yang timbul, akan memberikan gambaran klinis kolesistitis akut atau kronik. Batu yang bermigrasi ke duktus koledokus dapat lewat ke doudenum atau tetap tinggal diduktus yang dapat menimbulkan ikterus obstruktif. V. Gejala Klinis Penderita batu saluran empedu sering mempunyai gejala-gejala kronis dan akut. GEJALA AKUT 1. 2. GEJALA KRONIS

TANDA : TANDA: Epigastrium kanan terasa nyeri dan spasme 1. Biasanya tak tampak gambaran pada abdomen Usaha inspirasi dalam waktu diraba pada 2. Kadang terdapat nyeri di kwadran kanan atas kwadran kanan atas 3. Kandung empedu membesar dan nyeri 4. Ikterus ringan GEJALA: Rasa nyeri (kolik empedu) yang Menetap 2. Mual dan muntah 3. Febris (38,5C) 1. GEJALA: Rasa nyeri (kolik empedu), Tempat : abdomen bagian atas (mid epigastrium), Sifat : terpusat di epigastrium menyebar ke arah skapula kanan Nausea dan muntah Intoleransi dengan makanan berlemak Flatulensi Eruktasi (bersendawa)

1.

2. 3. 4. 5.

VI. 1. 2. 3. 4. 5.

Pemeriksaan penunjang Tes laboratorium : Leukosit : 12.000 - 15.000 /iu (N : 5000 - 10.000 iu). Bilirubin : meningkat ringan, (N : < 0,4 mg/dl). Amilase serum meningkat.( N: 17 - 115 unit/100ml). Protrombin menurun, bila aliran dari empedu intestin menurun karena obstruksi sehingga menyebabkan penurunan absorbsi vitamin K.(cara Kapilar : 2 - 6 mnt). USG : menunjukkan adanya bendungan /hambatan , hal ini karena adanya batu empedu dan distensi saluran empedu ( frekuensi sesuai dengan prosedur diagnostik)

6.

Endoscopic Retrograde choledocho pancreaticography (ERCP), bertujuan untuk melihat kandung empedu, tiga cabang saluran empedu melalui ductus duodenum. 7. PTC (perkutaneus transhepatik cholengiografi): Pemberian cairan kontras untuk menentukan adanya batu dan cairan pankreas. 8. Cholecystogram (untuk Cholesistitis kronik) : menunjukkan adanya batu di sistim billiar. 9. CT Scan : menunjukkan gellbalder pada cysti, dilatasi pada saluran empedu, obstruksi/obstruksi joundice. 10. Foto Abdomen :Gambaran radiopaque (perkapuran ) galstones, pengapuran pada saluran atau pembesaran pada gallblader.

Daftar Pustaka : 1. 2. 3. 4. 5. 6. Soeparman, Ilmu Penyakit Dalam, Jilid II, Balai Penerbit FKUI 1990, Jakarta, P: 586-588. Sylvia Anderson Price, Patofisiologi Konsep Klinis Proses-Proses Penyakit. Alih Bahasa AdiDharma, Edisi II.P: 329-330. Marllyn E. Doengoes, Nursing Care Plan, Fa. Davis Company, Philadelpia, 1993.P: 523536. D.D.Ignatavicius dan M.V.Bayne, Medical Surgical Nursing, A Nursing Process Approach, W. B. Saunders Company, Philadelpia, 1991. Sutrisna Himawan, 1994, Pathologi (kumpulan kuliah), FKUI, Jakarta 250 - 251. Mackenna & R. Kallander, 1990, Illustrated Physiologi, fifth edition, Churchill Livingstone, Melborne : 74 - 76.

VII. 1.   2.  3.  

Pengkajian Aktivitas dan istirahat: subyektif : kelemahan Obyektif : kelelahan Sirkulasi : Obyektif : Takikardia, Diaphoresis Eliminasi : Subektif : Perubahan pada warna urine dan feces Obyektif : Distensi abdomen, teraba massa di abdomen atas/quadran kanan atas, urine pekat . 4. Makan / minum (cairan) Subyektif : Anoreksia, Nausea/vomit.  Tidak ada toleransi makanan lunak dan mengandung gas.  Regurgitasi ulang, eruption, flatunasi.  Rasa seperti terbakar pada epigastrik (heart burn).  Ada peristaltik, kembung dan dyspepsia. Obyektif :  Kegemukan.  Kehilangan berat badan (kurus). 5. Nyeri/ Kenyamanan : Subyektif :  Nyeri abdomen menjalar ke punggung sampai ke bahu.  Nyeri apigastrium setelah makan.

D. b. pernafasan pendek. teraba otot meregang /kaku hal ini dilakukan pada pemeriksaan RUQ dan menunjukan tanda marfin (+). Pembatasan intake Gangguan koagulasi. A. Mis Interpretasi imformasi. Mencegah/mengurangi komplikasi.  Pengaruh bahan kimia (empedu) ditandai dengan :  adanya gangguan kulit. prosedur pembedahan. prosedur. a. 8. prognosa dan pengobatan Tujuan Asuhan Perawatan : Ventilasi/oksigenasi yang adekwat. cenderung perdarahan ( defisiensi Vit K ). Meningkatkan fungsi pernafasan. kelemahan/ kelelahan. Keamanan : Obyektif : demam menggigil. Belum/tidak kenal dengan sumber imformasi. kulit kering dan pruritus . Obyektif : Cenderung teraba lembut pada klelitiasis. nafas dangkal. waktu beku lama. sehubugan dengan : Menanyakan kembali tentang imformasi.    Kurangnya pengetahuan tentang prognosa dan kebutuhan pengobatan. rasa tak nyaman. c. Prioritas Perawatan : a. .  Perubahan metabolisme.     C. 7. 6. contoh : protrombon menurun. Nyeri tiba-tiba dan mencapai puncak setelah 30 menit. Penurunan integritas kulit/jaringan sehubungan dengan  Pemasanagan drainase T Tube.      B. ditandai dengan : Takipneu Perubahan pernafasan Penurunan vital kapasitas. Juga pada riwayat DM dan gangguan / peradangan pada saluran cerna bagian bawah. kerusakan otot. Muntah. Mencegah komplikasi. Pernafasan tambahan Batuk terus menerus Potensial Kekurangan cairan sehubungan dengan : Kehilangan cairan dari nasogastrik. Belajar mengajar : Obyektif : Pada keluarga juga pada kehamilan cenderung mengalami batu kandung empedu. prognosis dan pengobatan Diagnosa Perawatan: Pola nafas tidak efektif sehubungan dengan nyeri. Mengerti tentang proses penyakit. b. Respirasi : Obyektif : Pernafasan panjang. Jundice. c. Memberi informasi/pengetahuan tentang penyakit.

D. Panas naik turun hingga menggigil.P: 523536. klien tidak terjadwal dalam memenuhi pola istirahat dan tidur. B.ditandai : . Kallander. Asuhan keperawatan : Indentitas klien : Nama :Tuan IL . Sylvia Anderson Price. 1991. Melborne : 74 . Mackenna & R. nyeri bila menarik nafas. bila nyeri klien menjadi sesak. Kolesistitis. sedangkan makanan yang tidak disukai adalah gorengan dan makanan yang mengandung santan. Diagnosa Masuk : Kolangitis. Saunders Company.V.P: 329-330. tak ada alergi terhadap makanan dan obat-obatan . FKUI.          II. Balai Penerbit FKUI 1990. Nursing Care Plan. nafsu makan baik. Riwayat Kesehatan yang lalu : Pada usia 12 tahun klien pernah bengkak diseluruh tubuh dan tidak pernah berobat. Marllyn E. Fa. . Suber informasi : Klien dan istri. nyeri seperti ditusuk. IV. 1990.251. sembuh sendiri. Doengoes. permintaan terhadap informasi. Status : Kawin. Churchill Livingstone. Soeparman. Frehuensi makan 3x sehari . Kolelitiasis. Klien merokok 1/2 bungkus per hari dan minum kopi 2x sehari. 38 tahun. 10. Kien terbiasa minum obat sendiri bila sakit tak pernah berobat ke dokter atau ke puskesmas . selama di rumah diberikan obat promag keluhan hilang tetapi hanya sementara. W. tak ada keluhan dalam eliminasi. Patofisiologi Konsep Klinis Proses-Proses Penyakit. pernyataan yang salah. 9. fifth edition. 1993. Jakarta 250 . sehari sebelum masuk RS dirasa nyeri timbul lagi shg klien. Philadelpia. Medical Surgical Nursing. Philadelpia. Riwayat lingkungan . belum pernah operasi dan dirawat di RS. laki-laki. 12. Jilid II. A Nursing Process Approach. 23. 11.76. Klien merasa nyeri perut kanan atas.Bayne. Tak ada makanan yang pantangan. sedangkan kencing rata-rata 6 x sehari. berat badan waktu masuk ke RS 50 kg. Davis Company.00 Kegiatan waktu luang membuat meja dan kursi. Pathologi (kumpulan kuliah). Status Kesehatan saat ini : Alasan kunjungan/ keluhan utama : 1 bulan sebelum masuk RS. Agama : Islam Pendidikan : SMP Pekerjaan : Pedagang. kadang-kadang sampai pk. Sutrisna Himawan. Illustrated Physiologi. Tanggal masuk RS : 29 April 1998. 2 orang laki-laki dan 2 orang perempuan.Ignatavicius dan M. Jakarta. Frekuensi bab 1 x sehari konsistensi padat. nyeri tidak menjalar. 8. I. Alih Bahasa AdiDharma. 1994. . Alamat : Jalan Makmur. III.D. Daftar Pustaka : 7. Klien hidup bersama seorang istri dan 4 orang anaknya. P: 586-588. Edisi II. Ilmu Penyakit Dalam. Tidak mengikuti instruksi. Bekasi. makanan yang disukai supermi.

10. klien merasa nyaman. Aspek PsikoSosial : Pola pikir sangat sederhana karena ketidaktahuan informasi dan mempercayakan sepenuhnya dengan rumah sakit. Sekarang ia mengalami perawatan hari ke delapan . kulit agak kering Tampak plebitis (kemerahan) pada bekas infus dilengan kiri dan kanan Klien telah dilakukan operasi Cholecistektomi tanggal 30 April 1998. Pengkajian Fisik : Aktivitas/istirahat: Klien merasakan lemah.   7.100. Tube. nyeri tidak timbul sehubungan telah dilakukan tindakan cholesistektomi.5 C (subfebris) Sklera tampak icterik. Kadang-kadang terganggu oleh keramaian pasien lain.7Kg) Nyeri/Kenyamanan Tidak timbul rasa nyeri.48 ) Leukosit : 154.00 . konsistensi lembek. keluar cairan kurang lebih 200 cc/24 jam Diet cair (DH I) dihabiskan . 1200 kalori dalam 900 cc /24 jam Minum air putih 1500 cc/24 jam Peristaltik normal (20 30 kali/menit) Selama tujuh hari intake scara parenteral . suhu subfebris 37. Klien beragama Islam. V.00) 1. 6.        5. tinggal dirumah dengan lingkungan yang ramai (padat bukan karena polusi atau kendaraan bermotor). dengan enam kamar. hanya kadang-adang sakit. Makan/minum ( cairan ) Sering regurgitasi. 3. Respirasi : Respirasi normal : 20 kali /menit Klien merasa nyaman bernafas bila duduk. Dirumah sakit klien tidak sholat karena menurutnya ia sakit. Persepsi diri baik.00 ( 50. Sore tidur 2 jam. sholat lima wakt. 1.7 (13-16) Hematokrit : 31 ( 40 . dengan bahasa indonesia yang cukup baik.00. kondisi rumah luas. Keamanan : Suhu klien 37. 4.    8. malam tidur mulai jam 10.5 c . Sirkulasi : Sinus normokardia.Kebersihan. Terpasang drainase T.lingkungan cukup. Klien pasrah terhadap tindakan yang dilakukan oleh rumah sakit asal cepat sembuh. 2. merasa sakit pada lokasi drain bila posisi berubah dari berbaring ke duduk. Eliminasi Klien bab 1 kali sehari. pada waktu perubahan posisi dari baring ke duduk. hanya kadang-kadang ia lakukan. yaitu amilase dan RD tidak kembung Klien tampak kurus (BB: 47. Denyut nadi :90 kali permenit. akomodatif.    . mobilisasi duduk. Klien tidak mengeluh tentang biaya pengobatan/perawatan karena klien sudah menyiapkan sebelum masuk rumah sakit. produksi cairan hijau pekat 500cc/24 jam Pemeriksaan Penunjang Pemeriksaan laboratorium tanggal 29 April 1998 : H B . jumlah urine 1500 cc/24 jam. Hubungan klien dan perawat baik. warna kuning.

di kultur belum ada hasil ekstrasi batu.00 ( 200.2) Globulin : 3.8 (</= 0.5 . C (IV) Persepsi klien terhadap penyakitnya : Klien merasa optimis untuk sembuh dengan upaya pembedahan dan saat ini tidak merasakan sakit atau nyeri seperti sebelum operasi.500.5.0 (1. SGPT : 58 (< 41 ) Natrium darah :132 (135 .         Trombosit : 328. Potensial gangguan keseimbangan cairan 2.R DENGAN CHOLELITIASIS POST PTBD .6) Bilirubin total :7.2 (3.5 ) Klorida darah : 105 (100 .7 ) Amilase darah :108 (17 . QRS rate 60/menit ST.2.8 ) Albumin :2. dipasang T-tube dan CBD (Commond Bile Duct) Pengobatan : 2 x 1 gr Cefobid (IV) 1 x 2 cc Vit B Comp (IM) 1 x 200 mg Vit. dan mempunyai motivasi untuk sembuh Kesimpulan : Dari data yang didapatkan dapat disimpulkan masalah yang ada saat ini adalah: 1.00) Bilirubin Direck : 6.0) Protein total : 5.7.106) Pemeriksaan Diagnostik lain: Ultrasonografi tanggal: 24 April l998 Kesan:Batu pada CBD yang menyebabkan obstruksi Cholesistitis Cholesistografi tanggal 29 April 1998 Hasil : Tampak selang T-tube setinggi Thoracal XII kanan 3.7 ( 6 .115) SGOT : 70 ( < 37). Cholesistektomy. keluar batu besar dan kecil dan lumpur.            2.00 .4) Bilirubin Indireck : 1. Kesan perawat terhadap klien : Klien koperatif dan komunikatif.7 ( 4 . Gangguan integritas kulit 3. Elektro kardiografi tanggal: 28 April 1998 Hasil : SR. T Changes negatif 4.1.147) kalium darah :3. Kurangnya pengetahuan tentang penyakit prognosis dan program pengobatan LAPORAN KASUS ASUHAN KEPERAWATAN PADA NY.3 . 29 April 1996 : keluar pus 10 cc.1 ( </= 0.3 .5.9 (0.

Riwayat penyakit dahulu .00 WIB Identitas Pasien Nama No. KARIADI SEMARANG A. b. R : 6415096 : 33 tahun : Perempuan : Indonesia / Islam Status Pekerjaan Pendidikan Bahasa yang dikuasai Alamat Tanggal masuk rumah sakit Diagnose medis : Menikah : Pedagang :: Indonesia dan jawa : Depok Sari Raya 14 A Rt : 8 Rw : 27 : 14 September 2010 : Cholelitasis post PTBD Identitas Penanggungjawab Nama Umur Hubungan dengan pasien : Tn. Pengkajian Tanggal pengkajian : 11 November 2010 Jam : 08. Registrasi Umur Jenis Kelamin Suku / agama : Ny.DI RUANG BEDAH WANITA DAN ANAK RUMAH SAKIT UMUM PUSAT Dr. Riwayat keperawatan Keluhan utama Pasien mengatakan nyeri di pinggang kirinya. a. S : 39 tahun : suami 1.

namun tidak ada perkembangan. tidak ada pembengkakan : rambut kusut. c. 1) 2) 3) Head to toe Kepala Rambut Kulit kepala : : mesosepal. Riwayat kesehatan keluarga Pasien mengatakan. tanggal 14 September 2010. Ketika dikaji. a. reguler : sklera ikterik. kering : tidak ada lesi. bersih. Riwayat penyakit sekarang Pasien mengatakan. Kemudian dibawa ke rumah sakit dan menginap di ruang bedah wanita dan anak. mual dan muntah. kemudian dilakukan ERCP. tidak ada sekret. sebelumnya pernah dirawat di rumah sakit swasta dengan sakit yang sama. tidak ada nyeri tekan : mukosa bibir kering. dibawa lagi ke Rumah Sakit Umum Pusat dr. mudah dicabut. tidak ada pembesaran tonsil : tidak ada lesi. tidak ada cuping hidung : kanan dan kiri simetris. dalam keluarganya tidak ada yang memiliki sakit cholelitiasis. dengan status kesadaran compos mentis : TD : 100/70 mmHg Nadi : 100 x/menit.Pasien mengatakan. Kariadi dan menginap di ruang penyakit dalam. : Pengembangan dan getaran paru kanan dan kiri sama P : Suara sonor di seluruh lapang paru A : Suara dasar vesikuler. kaki tidak bisa digerakkan.0 0C RR c. Kariadi dengan keluhan perut besar. tidak ada pembesaran tiroid. dan tidak ada suara ronkhi. diabetes maupun hipertensi . Pasien mengatakan pernah dilakukan operasi PTBD dan operasi ERCP. reguler Suhu : 37. tidak ada sekret 5) 6) 7) Hidung Telinga Mulut : cavum nasi. d. tidak ada whezing Jantung :I : ictus cordis tidak terlihat . b. pasien mengeluh nyeri pada daerah pinggang kirinya. 2. tidak ada deviasi trakhea 9) P Dada Paru-paru :I : Simetris pada saat statis dan dinamis. konjungtiva anemis. tidak ada luka. kemudian di pindah ke Rumah Sakit Umum Pusat dr. Pemeriksaan Fisik Keadaan umum Tanda – tanda vital : baik. tidak ada ketombe : 22 x/menit. Pasien mengatakan tidak memiliki sakit hipertensi dan diabetes.

karena Ny. Ny. Pola fungsi gordon Pola persepsi dan tata laksana hidup sehat Ny.R makan tiga kali sehari dengan porsi sesuai diit rumah sakit dan tidak selalu habis karena merasa mual. tidak ada gallop : Terlihat balutan luka post draine hari ke 15.R tidak suka dengan telur. R tidak memiliki pantangan dalam mengkonsumsi makanan. Berat badan 60 kg dan tinggi badan 158 cm. perut datar.R mendapatkan diit TKTP. dia selalu pergi ke dokter di daerahnya untuk berobat.R tidak memiliki alergi terhadap makanan. b. turgor kulit < 2 detik. luka bersih. sayur. Ketika sakit.R makan dua kali sehari dengan porsi setengah piring dan komposisi : nasi. lauk. keluarga membawanya ke rumah sakit di daerahnya.R tidak pernah merasa mual ketika makan. Ny.warna kulit sawo matang 3. a. Ny. Ny. R ketika sakit 40 kg. Ny. Berat badan Ny.P : Ictus cordis teraba pada Space Intercosta ke V 2cm medial line mide clavicula sinistra P : Konfigurasi jantung dalam batas normal A :I : Suara jantung I/II murni. R mengatakan ketika sakit.R tidak merasa mual. Ny. Ketika dikaji.R sangat suka mengkonsumsi mie ayam dan goreng-gorengan. Tidak ada suara tambahan . tidak memerah A P P : Bising usus 24 x/menit : Suara timpani : Terdapat nyeri tekan pada kuadra kanan atas 11) Ekstremitas Superior Dextra Infus Cianosis Capileri Refil Kekuatan otot Luka 12) Genitalia < 2 detik 3 Sinistra 20 tpm < 2 detik 3 Dextra < 2 detik 2 Inferior Sinistra < 2 detik 2 - : Tidak terpasang Dower Cateter : kulit lembab. kondisi luka tidak ada pus. Ketika sakit cholelitiasis. Ny. 1) Pola nutrisi dan metabolism Makan Sebelum sakit. Ny. .

Ketika sakit.0 – 24.49 = 16.R pernah mengkonsumsi obat pencahar ketika sulit buang air besar. Ny. Ny.R mampu untuk makan sendiri. feses Ny. Ketika sakit. Pola aktivitas dan latihan Sebelum sakit. dengan bau khas. dengan konsistensi lembek.06 Keterangan : IMT normal = 18. Ny.dan tidak terasa nyeri ketika buang air kecil.R buang air besar 1 kali sehari. Ny. berjualan. Ny. Ketika sakit. c. Ny. Pola tidur dan istirahat Sebelum sakit dan ketika sakit.R tidur selama 10 jam pada siang dan malam hari. Ny. Ny. Ny. makan. warna kekuningan. dengan konsistensi lembek. Ny.R perlu bantuan keluarga ataupun perawat. Pola eliminasi Buang air besar Sebelum sakit. tetapi warna feses terlihat pucat.R mengatakan kepalanya terasa gatal pagi ini karena belum keramas selama 3 hari.R tidak mempunyai gangguan dengan tidurnya.IMT = 40/(1. bau khas dan tidak ada keluhan nyeri dan tidak keluar darah ketika buang air besar. 1) 2) Buang air kecil Sebelum sakit.0 2) Minum Sebelum sakit. warna kekuningan. berwarna kuning gelap. e. d. tidak terasa nyeri ketika buang air besar dan tidak keluar darah ketika buang air besar.R Buang air besar 1 kali sehari.R sudah mulai berwarna kekuningan.58)2 = 40/2.R minum air putih sebanyak 1500 ml per hari dan teh 3 gelas sehari. ketika tidak merasa nyeri. minum secara mandiri. No 1 2 3 Makan Eliminasi Mandi Aktivitas 0 v V v 1 2 3 4 .R buang air kecil 3 kali sehari. Ketika sakit. namun dalam hal mobilisasi dan mandi. dan tidak ada nyeri dan tidak keluar darah ketika buang air kecil. Ny.R dapat melakukan aktivitas mencuci. Ny. bau khas. Ny. R minum air putih 6 gelas per hari dan teh 2 gelas per hari. Ketika dikaji.R buang air kecil 3 kali sehari dengan konsentrasi tidak pekat.

ia jarang menjalankan aktivitas rohaninya.R merasa nyeri setelah post PTBD.R tidak mempunyai masalah dengan keluarganya.R dengan keluarga. Pola persepsi dan konsep diri Respon secara umum baik. Pola mekanisme / penanggulangan stress dan koping Ny. Dan ia berjanji setelah sembuh akan rutin beribadah lagi.R mengatakan belum pernah mengalami masalah dalam menstruasi.R menganggap sakitnya adalah cobaan dari Allah SWT. f.R tidak merasa malu dengan dirinya sekarang. berkurang ketika melakukan massage pada daerah nyeri Q R S T h. . k. dengan durasi 10 menit. Ny. g. i. Hubungan Ny. Selama sakit. Pola tata nilai dan kepercayaan Ny. j. R adalah seorang perempuan berumur 33 tahun dengan 2 anak.R adalah seorang pemeluk agama islam. Ny. dengan kriteria nyeri : P : bertambah ketika mengerakkan badan ke kanan. beliau sering bercerita kepada suaminya dan ibunya. : nyeri seperti dicubit : hanya pada pinggang sebelah kiri : skala nyeri 1 : nyeri muncul kadang – kadang.R merasa perannya sebagai istri dan ibu rumah tangga seperti hilang.R merintih sakit dan mengelus-elus daerah nyeri. biasanya Ny.R tetap mencoba berlatih agar bisa berjalan seperti sebelum sakit. Ny. sebelum dan ketika sakit tetap baik. Ny. Ny. ketika sakit.R mengatakan apabila ia sedang punya masalah.R tidak merasakan ada gangguan pada penglihatan dan pendengarannya. Pola hubungan dan peran Ny.R merasa malu dan rendah diri. tingkat ketergantungan pasien adalah parsial care atau perlu bantuan orang lain. Ny. Ketika nyeri timbul. terbukti suami dan ibunya selalu menunggui dan menjaganya.4 Mobilisasi v Jadi. Pola seksual dan reproduksi Ny. Kemampuan mobilisasi yang menurun tidak membuat Ny. Pola sensori dan kognitif Ny.

14:05 ) Albumin 3.20 111 86 mg/dL mg/dL u/i u/i 0.1 98-107 KETERANGAN Kimia klinik ( 25 oktober 2010 .00-96.0-47.10 6.00-36.00-15.76 5.0 Hematologi ( 20 oktober 2010 .00-11.0 3. a.5 35. Pemeriksaan Diagnostik Laboratorium PEMERIKSAAN HASIL SATUAN NILAI NORMAL Kimia klinik ( 26 oktober 2010 .00 L Kimia klinik ( 14 september 2010 .00 150.5-5.60 27.80 4.00-0. 12:02 ) Natrium Kalium Chlorida 137 4.00 4.4-5.0 12. 14:02 ) Bilirubin total Bilirubin direk SGOT (AST) SGPT (ALT) 5.00 29.00 35.0 76.0-32.90 5.5 gr/dL 3.00 0.0 11.0 3.50 gr % % Juta/mmk pg fL g/dL Ribu/mmk Ribu/mmk % fL 12.0-400.00-11.00-1. 12:04 ) Hematologi paket Hemoglobin Hematokrit Eritrosit MCH MCV MCHC Lekosit Trombosit RDW MPV 10.60-14.4.90 29.30 88.90-5.00 399.7 106 Mmol/L Mmol/L Mmol/L 136-145 3.30 15-37 30-65 H H H H .50 33.

Rontgen Pemeriksaan PTBD repaire ( 15 oktober 2010 ) Kesan : telah dilakukan penggantian kateter PTBD dengan ujung di pangkal duktus hepatikus komunis dan dihubungkan dengan urine bag. b. c. f. Program Terapi Infus RL 20 tetes per menit Ceftriaxon Injeksi 1×2 gr Ranitidin Ijeksi 2 × 50 mg Metoclopramid Injeksi 2 × 10 mg Diit TKTP Off infus tanggal 11 november 2010 Rencana pulang tanggal 13 november 2010 . d. e. 5. a.b. g.

58)2 ` = 40/2.10 belum diganti Do : 1. Lekosit 6 ribu/mmk Kassa terlihat bersih Ds : klien mengatakan jika makan timbul rasa mual Do : A : Lila : 21 cm BB : 40 kg TB : 158 cm IMT = 40/(1. Luka tidak memerah Suhu tubuh 370C Daerah luka tidak terasa nyeri 5. 3. 7.06 B : Hemoglobin 10.R : 33 tahun : 6415096 No 1 Tgl / jam Data fokus 11-11.10 Anoreksia dan kerusakan metabolism protein dan lemak Gangguan kebutuhan nutrisi kurang dari kebutuhan Ari .Ds : Klien mengatakan terasa gatal pada 2010 daerah luka dan kassa 09.DAFTAR MASALAH Nama Umur No.5 gr% C : konjungtiva anemis D : TKTP Etiologi Terbukanya insisi jaringan Masalah Resiko infeksi Ttd Ari 2 11-112010 09.Registrasi : Ny. Terlihat luka bersih pada pinggang kanan 2.49 = 16. 4. Pembengkakan tidak terlihat 6.

15 Pasien menghabiskan ½ porsi yang diberikan Ds : klien mengatakan kakin kanan dan kiri terasa lemas dan sulit digerakkan Do : 1. Ekstremitas atas Gradasi Kekuatan Otot :3 5. Ekstremitas bawah Gradasi Kekuatan . otot kaki kanan dan kiri Gangguan mobilisasi fisik Ari 4 11-112010 09. Pasien terlihat lemah 2. shampoing Ari 1.15 Ds : Pasien mengatakan dalam melakukan aktifitas dibantu oleh keluarganya Do : Kelemahan Fisik Defisit Perawatan diri personal hygine . Rambut terlihat kusut dan kering 4. klien terlihat sering berbaring 2.3 11-112010 09. Pasien mengatakan rambutnya sudah 3 hari belum dikeramas dan terasa gatal di kulit kepala 3. aktivitas perlu bantuan keluarga ataupun perawat kekuatan otot kaki kanan dan kiri 2 Penurunan kekuatan .

Otot :2 .

3. 4. Keperawatan Tujuan Intervensi Ttd 1 11-112010 09. Kaji TTV setiap 8 jam sekali Kaji kondisi luka Lakukan perawatan luka dengan menggunakan NaCl dan kassa setiap hari Jaga kebersihan lingkungan tempat tidur klien : ganti sprei setiap 3 hari sekali Ari selama 2x24 jam. diharapkan tidak ada tanda-tanda infeksi.80C 6. Luka bersih Luka tidak memerah 4. dengan Kriteria Hasil : 1. tindakan keperawatan 2.d terbukanya insisi jaringan Setelah dilakukan 1. Suhu tubuh 36. Registrasi : Ny.30 Resiko infeksi b. Daerah luka tidak gatal 2. Balutan terlihat bersih 6. Pembengkakan tidak terlihat 5.Lakukan tindakan keperaatan selama pengkajian nutrisi dan timbang berat badan tiap hari Ari dari 2x24 jam keluhan . 5.R : 33 tahun : 6415096 No Tgl/jam Dx.00 Gangguan kebutuhan nutrisi kurang Setelah dilakukan 1. 3.RENCANA KEPERAWATAN Nama Umur No. Off infus sesuai program Kolaborasi dengan medis untuk pemeriksaan lekosit setiap 2 hari sekali 2 11-112010 10.

kebutuhan b. Setelah dilakukan 1. mual muntah pasien bisa teratasi dengan kriteria hasil : Pasien menghabiskan 2. berjalan 3. BB pasien naik 1 ons/hari 3. 2.Kolaborasi gizi dalam pemberian diit TKTP dan makanannya 2. dengan Kriteria Hasil: Klien mengatakan 4.d Penurunan kekuatan . Kaji tingkat kemampuan perawatan diri klien Bantu klien untuk . otot kaki kanan dan kiri 1. kaki kanan dan kiri tidak terasa lemas 2. Setelah dilakukan 1. diharapkan klien 3. tindakan keperawatan selama 1x24 jam. Pasien terlihat lebih segar 3 11-112010 10. Kaji kekuatan otot Ari klien Lakukan ROM pada kaki klien Motivasi klien untuk berlatih menggerakkan kaki .d Anoreksia dan kerusakan metabolism protein lemak 1. Anjurkan klien makan sedikit tapi sering 4.Kaji makanan yang disukai dan tidak disukai klien 3.00 Defisit Perawatan diri personal hygine.30 Gangguan mobilisasi fisik b. tindakan keperawatan selama 2x24 jam. Kekuatan otot kaki kanan dan kiri 3 2. berjalan Anjurkan klien untuk berlatih menggerakkan kaki minimal 2 kali sehari 4 11-112010 11. mampu melakukan mobilisasi. Klien terlihat berlatih menggerakkan kaki .

Klien mampu melakukan perawatan diri shampoing secara mandiri 3. shampoing Anjurkan klien untuk melakukan perawatan diri secara mandiri sesuai kemampuan .shampoing b. Klien tidak merasakan gatal di kulit kepala 3.d kelemahan fisik kebutuhan perawatan diri shampoing terpenuhi. Rambut tidak kusut dan tidak kering 2. dengan kriteria hasil : 1.

Terlihat luka bersih pada pinggang kanan 2. Keperawatan Implementasi Respon Ttd Kamis. Luka tidak memerah 3.CATATAN KEPERAWATAN Nama Umur No.35 2.30 Resiko infeksi 1. Registrasi : Ny. Mengkaji kondisi luka Ds : klien mengatakan gatal didaerah luka dan kassa belum diganti Do : 1. Mengkaji TTV Ds : klien mengatakan badannya tidak panas Do:TD =100/70 mmHg Suhu = 370C Nadi = 100 x/menit RR = 22 X/menit 09. 11 November 2010 1 Pagi 09.d terbukanya setiap 8 jam sekali insisi jaringan . Pembengkakan Ari Ari b.R : 33 tahun : 6415096 No Tgl / Jam Dx. Suhu tubuh 370C Daerah luka tidak terasa nyeri 5. 4.

Mengukur tandatanda vital Ds : klien mengatakan badannya tidak panas Do :TD :110/80 mmHg N : 90 Ari Murtadho Murtadho Ari . Lekosit 6 ribu/mmk 7.10 6. Jaga kebersihan lingkungan tempat tidur klien : ganti seprei 3 hari sekali Ds : klien mengatakan suadah 3 hari seprai belum diganti Do: seprai terlihat kotor Sore 17.40 3.tidak terlihat 6.30 5. Kassa terlihat bersih 09. Melakukan off infuse sesuai progam Ds : klien mengatakan bersedia di off infusnya Do : klien terlihat menganggukkan kepalanya 08.28 4. Melakukan perawatan luka dengan menggunakan NaCl dan kassa setiap hari Ds : klien mengatakan tidak terasa gatal pada daerah luka Do: daerah luka sudah terlihat bersih dan kassa terlihat bersih 10.

80C 2 09.x/menit RR : 22 x/menit Suhu : 36.06 B : Hemoglobin 10.d Anoreksia dan kerusakan metabolism protein lemak dan .49 = 16.5 gr% C : konjungtiva anemis D : TKTP Pasien menghabiskan ½ porsi yang Suci nutrisi kurang menimbang berat dari kebutuhan badan tiap hari b.58) ` = 40/2.10 Gangguan kebutuhan 1.80C Malam 05. Mengukur tandatanda vital Ds : klien mengatakan badannya tidak panas Do :TD :120/70 mmHg N : 94 x/menit RR : 20 x/menit Suhu : 36. Melakukan pengkajian nutrisi dan Ds : klien mengatakan jika makan timbul rasa mual Do : A : Lila : 21 cm BB : 40 kg TB : 158 cm IMT = 2 40/(1.05 7.

diberikan 09. Mengkaji makanan yang disukai dan yang tidak disukai Ds : klien mengatakan suka makan sayur dan ikan laut. Melakukan Ds : ahli gizi kolaborasi dengan ahli mengatakan klien gizi dalam pemberiaan diit TKTP telah diberikan diit TKTP Do : terlihat untuk Ny.15 2. Sore 18. Menganjurkan untuk makan sedikit tapi sering Ds : klien mengatakan bersedia Do : klien terlihat menghabiskan makanannya sedikit-sedikit 11. Klien mengatakan tidak suka makan telur Do : Klien terlihat menutup hidung jika dekat dengan telur 09.R memperoleh diit TKTP di buku diit.30 4.18 3.00 5. Menganjurkan klien untuk makan sedikit tapi sering Ds : klien mengatakan ya Do :klien terlihat menghabiskan makanannya sedikit-sedikit. .

kekuatan otot kaki kanan dan kiri 2 Ari b. berjalan Ds : klien mengatakan “ya” Do : klien terlihat berlatih menggerakkan kaki dengan berjalan dan pegangan pada tempat tidur pasien Ari Siang 15. Melakukan ROM pada kaki klien Ds : klien mengatakan bersedia Do : klien terlihat mengikuti dengan serius Ari 10.d kekuatan . perawatan diri klien . otot kaki dan kiri kanan 10.00 Defisit 1. Mengkaji kekuatan otot klien Ds : klien mengatakan kaki kanan dan kiri terasa lemas Do : klien terlihat sering berbaring.30 Gangguan mobilisasi fisik Penurunan 1. Memotivasi klien untuk berlatih menggerakkan kaki . Mengkaji tingkat Ds : klien mengatakan tidak bisa berjalan ke kamar mandi Perawatan diri kemampuan personal hygine.30 4.50 3.3 Pagi 10. Menganjurkan klien untuk berlatih menggerakkan kaki minimal 2 kali sehari Ds : klien mengatakan bersedia Do : klien terlihat berlatih berjalan pada pagi dan sore hari Galih 4 Pagi 11.35 2.

Pembengkakan tidak terlihat 6. Menganjurkan klien untuk melakukan perawatan diri secara mandiri sesuai kemampuan Ds : klien mengatakan “ya” Do : klien terlihat mengangguk Jumat. 12 November 2010 1 Pagi 09.80C 4. Klien terlihat rileks 3. Mengkaji kondisi Ds : klien mengatakan kassa belum diganti Do : 1.45 Resiko infeksi 1. Lekosit 6 Ari b. Luka tidak memerah 3. Daerah luka tidak terasa nyeri 5. Suhu tubuh 36.d kelemahan fisik 2.d terbukanya luka insisi jaringan .shampoing b. Membantu klien untuk shampoing Do : klien terlihat berbaring di tempat tidur Ds : klien mengatakan kulit kepala tidak terasa gatal Do : Rambut terlihat tidak kusut. Terlihat luka bersih pada pinggang kanan 2.

50 2.5 kg Ari . Menganjurkan untuk makan sedikit tapi sering Ds: klien mengatakan selalu menghabiskan makanannya sedikit-sedikit Do: klien terlihat menghabiskan makanan 3 Pagi 10.00 Gangguan kebutuhan nutrisi kurang dari kebutuhan b.ribu/mmk 7.d Anoreksia dan kerusakan metabolism protein dan lemak 10.d 1. Melakukan perawatan luka dengan menggunakan NaCl dan kassa setiap hari Ds : klien mengatakan tidak terasa gatal pada daerah luka dan luka terlihat bersih Do : daerah luka sudah terlihat bersih dan kassa terlihat bersih 2 Pagi 10. Mengkaji kekuatan otot klien Ds : klien mengatakan kaki kanan dan kiri terasa lemas Ari 1.05 2. Kassa terlihat bersih 09. Menimbang berat badan tiap hari Ds : klien mengatakan bersedia ditimbang Do : BB : 40.20 Gangguan mobilisasi fisik Penurunan b.

d kelemahan fisik . shampoing b.25 2. berjalan Ds : klien mengatakan “ya” Do : klien terlihat berlatih menggerakkan kaki dengan berjalan dan pegangan pada tempat tidur pasien Ari 4 Defisit Perawatan diri personal hygine. Memotivasi klien untuk berlatih menggerakkan kaki .35 3. Melakukan ROM pada kaki klien Ds : klien mengatakan bersedia Do : klien terlihat mengikuti dengan serius Ari 10.kekuatan . kekuatan otot kaki kanan dan kiri 2 10. otot kaki dan kiri kanan Do : klien terlihat sedang berbaring.

.

CATATAN PERKEMBANGAN Nama Umur No.80C Balutan terlihat bersih A : masalah resiko infeksi masih mengancam P : Lanjutkan intervensi : a. Lakukan perawatan luka dengan menggunakan NaCl dan kassa setiap hari b.d infeksi S : klien mengatakan tidak terasa gatal pada Ari terbukanya daerah luka dan luka terlihat bersih O : Luka bersih Luka tidak memerah Pembengkakan tidak terlihat Suhu tubuh 36.10 Gangguan kebutuhan S : klien mengatakan selalu menghabiskan makanannya sedikit-sedikit nutrisi kurang O : Klien terlihat lebih segar dari kebutuhan b.5 kg TB : 158 cm B : Hemoglobin 10. Keperawatan Catatan Perkembangan Ttd 1 12-11-2010 10.5 gr% C : konjungtiva anemis D : TKTP Klien terlihat menghabiskan makanannya A : masalah teratasi sebagian .d Anoreksia dan kerusakan metabolism protein dan lemak A : Lila : 21 cm BB : 40.00 Resiko b. Registrasi : Ny. Ajarkan teknik perawatan luka ketika klien pulang insisi jaringan 2 12-11-2010 10.R : 33 tahun : 6415096 No Tgl / jam Dx.

shampoing b. Lakukan ROM pada kaki klien 2.P : Lanjutkan intervensi : a.d Penurunan O : Kekuatan oto kaki kanan dan kiri 2 kekuatan . Motivasi klien untuk berlatih menggerakkan kaki . otot A : masalah mobilisasi belum teratasi kaki kanan dan P : Lanjutkan intervensi : kiri 1.40 Gangguan mobilisasi fisik S : klien mengatakan kaki kanan dan kiri masih Ari lemas b. Anjurkan klien untuk makan sedikit tapi sering 3 12-11-2010 10. berjalan 2 kali sehari Defisit Perawatan diri personal hygine. Timbang berat badan tiap hari b.d kelemahan fisik .

colesistitis MAKALAH disusun untuk memenuhi tugas mata ajaran KMB I olehPaian Tua PROGRAM STUDI DIII KEPERAWATANSEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN SANTOBORROMEUS2009 K M B I P a g e 1 .LAPORAN KASUS ASUHAN KEPERAWATAN PADA NY.R DENGAN CHOLELITIASIS POST PTBD DI RUANG BEDAH WANITA DAN ANAK RUMAH SAKIT UMUM PUSAT Dr. KARIADI SEMARANG Askep Colelitiasis.

2001) Jadi Cholelitiasis adalah adanya pembentukan batu empedu di dalamkandung empedu atau di duktus koledokus atau dikedua-duanya b .ASUHAN KEPERAWATAN CHOLELITIASIS 1. A n a t o m i F i s i o l o g i Hepar (Hati) . 1996) Cholelitiasis adalah penyakit batu empedu yang dapat ditemukandi dalam kandung empedu atau di dalam duktus koledokus. Pengertian Cholelitiasis adalah adanya batu di kandung empedu Cholelitiasis adalah adanya pembentukan batu empedu(Kamus Kedokteran Dorlan. atau pada kedua-duany (Syamsuhidayat.BAB II TINJAUAN TEORETIS A.Konsep Penyakit Cholelitiasis a.

Letaknya: bagian atas dalam rongga abdomen disebelahkanan bawah diagfragma. ahirnya keluar sebagai vena hepatica. Vena Porta . Aeteri Hepatika . cabangvena porta arteri hepatica dan saluran empedu di bungkus bersama dengansebuah balutan dan membentuk saluran porta. Pembuluh darah halus berjalan diantara lobulus hati disebut venainterlobuler Dari sisi cabang-cabang kapiler masuk ke dalam bahan lobulusyaitu vena lobular Pembuluh darah ini mengalirkan darah dari vena lain yang di sebutvena sublobuler Yang satu sama lain membentuk vena hepatica Langsung masuk ke dalam vena cava inferior Empedu di bentuk dalam sela-sela kecil di dalam sel hepar melalui kapiler empedu yang halus/korekuli.selanjutnya hati dibagi 4 belahan: lobus kanan. darah ini mempunyai kejenuhan 70%sebab beberapa O2 telah diambil oleh limfe dan usus. yang membuat cabang pembuluh darah ke hati. Hati dibagi atas 2 lapisan utama: Permukaan atas berbentuk cembung. warnanyacokelat dan beratnya kurang lebih1 setengah kg.Darah berasal dari vena porta bersentuhan erat dengan sel hati dan setiaplobulus di saluri oleh sebuah pembuluh sinusoid darah atau kapiler hepatica. keluar dari aorta dan memberi 1/5 darah pada hati. guna darah inimembawa zat makanan ke hati yang telah di absorpsi oleh mukosa danusus halus. yang terbentuk dari lienalis dan vena mesenterika superior mengantarkan 4/5 darahnya ke hati. lobus kaudatadan lobus quadratus. Dengan cara berkontraksi. Besarnya kira-kira 1 mm. dinding perut berotot pada saluran ini mengeluarkan empedu dalam hati Fungsi hati . terdiri dari : . Yang satu dengan yang lain terpisaholeh jaringan ikat. K M B I P a g e 2 Pembuluh darah pada hati Hati mempunyai 2 jenis peredaran darah yaitu arteri hepatica dan vena porta. lobus kiri. Permukaan bawah tidak rata dan memperlihatkan lekukan fisuratransfersus. terletak dibawah diagfragma. darahini mempunyai kejenuhan 95%100% masuk ke hati dan membentuk jaringan kapiler setelah bertemu dengan kapiler vena.Fisura longitudinal memisahkan belahan kanan dan kiri dibagian atas hati.Organ yang paling besar dalam tubuh kita.

panjangnya 812 cm berisi 60 cm 3 . Duktus venosus tertutup menjadi pitafibrosa Omentum minus.lletaknya dalam sebuah lobus di sebelah permukaan bawah hati sampai pinggir depannya.Lapisan empedu . hati menerima asam amino di ubah menjadiureum. suatu pita fibrosa yang merupakan sisa duktus venosusmelekat pada cabang kiri vena porta. vitamindan besi. berjalan masuk ke fisura yang terdapat pada permukaan visceral hati bersatu dengan cabang kiri vena porta Ligament venosum.Mengubah zat makanan yang diabsorpsi dari usus dan di simpan disuatu tempat dalam tubuh. garam empedu di buat di hati di bentuk di sistemretikulo endothelium di alirkan di empedu Membentuk ureum. merupakan lipatan peritonium berlapis ganda berjalan ke atas dari umbilikalis menuju ke hati berjalan ke permukaananterior dan superior hati Ligamentum teres hepatis. di keluarkannya sesuai dengan pemakaiannya dalam jaringan Mengubah zat buangan dalam bahan racun untuk di eksresikan dalam bentuk empedu dan urin K M B I P a g e 3 Menghasilkan enzim glikogenik glukosa menjadi glikogen Sekresi empedu.vitamin yang larut dalam minyak dan lemak di simpan di hatiHati membantu mempertahankan suhu tubuh sebab luasnya organ ini dan banyaknya kegiatan metabolisme yang berlangsung mengakibatkan banyaknya darah mengalir melalui organ ini sehingga menaikan suhu tubuh. berasal dari pinggir porta hepatis dan fisura yang melewatiligamentum venosum dan berjlan ke bawah menuju kurvatura minor lambung Kandung Empedu Sebuah kantong berbentuk terang dan merupakan membrane berotot. Perlekatan peritoneal dan ligamentum hati Ligamnetum falsiformis. dikeluarkan dari darah oleh ginjal dalam bentuk urin Menyiapkan lemak untuk pemecahan terakhir asam karbonat dan air Penyimpanan dan penyebaran bahan termsuk glilkogen lemak.

Lapisan serosa atau parietal Lapisan otot bergaris Lapisan dalam mukosa atau visceral disebut juga membrane mukosa K M B I P a g e 4 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful