Anda di halaman 1dari 11

MAKALAH SCADA ( Supervisory Control and Data Acquisition )

Dibuat Untuk Memenuhi Tugas Mata Pelajaran Otomasi Gedung dan Industri

Disusun oleh :

Nama : Bayu Yuda Pratama NIM : 3.31.09.0.04 Kelas : LT 3A

PROGRAM STUDI D3 TEKNIK LISTRIK JURUSAN TEKNIK ELEKTRO POLITEKNIK NEGERI SEMARANG

2012

BAB I PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG Pengertian SCADA secara harfiah merupakan kependekan dari Supervisory Control and Data Acquisition. Sedangkan secara definisi menurut ISA (The Instrumentation, Systems and Automation Society), SCADA merupakan teknologi yang memberikan kemudahan bagi pengguna untuk mendapatkan data dari satu atau lebih dari beberapa fasilitas yang berjauhan dan/atau mengirimkan beberapa instruksi supervisi ke beberapa fasilitas tersebut. Seiring dengan berkembangnya teknologi yang cukup cepat saat ini maka teknologi SCADA pun juga ikut berkembang semakin pesat. Sehingga SCADA sebenarnya bukan merupakan teknologi baru melainkan hanya suatu sistem dan/atau aplikasi yang memanfaatkan teknologi yang sudah ada. Sistem SCADA lebih dititik beratkan pada teknologi informasi dan komunikasi data sehingga diperlukan media yang mendukung komunikasi data secara cepat dan murah dalam jarak jauh. Salah satu media komunikasi tanpa kabel (wireless) yang cukup mudah untuk didapatkan di pasaran bebas adalah media komunikasi Radio Rf. Dalam waktu tertentu, para pengguna SCADA menginginkan adanya informasi yang dikirimkan ke pusat data secara otomatis tanpa harus datang ke Master Station atau menghubungi operator sistem plant yang ada di lapangan. Oleh karena adanya keperluan tersebut di atas maka diperlukan suatu penambahan sistem aplikasi SCADA menggunakan media komunikasi Radio Rf yang dapat mengirimkan informasi penting yang diperlukan untuk pemonitoran suatu sistem plant jarak jauh. Penerapan teknologi ini dapat diterapkan di industry, gedung perkantoran, pertambangan. Saat ini, teknologi elektro merupakan aspek penting
dalam sistem SCADA, karena peralatan-peralatan

proses berbasis elektrik, seperti motor listrik, Inverter, kontaktor, relay dan yang sering digunakan yaitu Programmable Logic Controller (PLC). PLC diperkenalkan pertama kali pada tahun 1989 oleh Modicon (sekarang bagian dari Schneider Electric), kemudian beberapa perusahaan seperti Rockwell Automation, General Electric, GEC, Siemens dan Westinghouse memproduksi dengan harga standar dan kemampuan kerja tinggi. Pemasaran PLC dengan harga rendah didominasi oleh perusahaan Jepang seperti Mitsubishi, Omron, dan Toshiba. Dengan adanya PLC, Jaringan komunikasi dan perangkat-perangkat pendukung SCADA lainnya diharapkan dapat membantu memberikan informasi yang cepat dan akurat meskipun tanpa harus datang ke master station.

1.2 1.

2.

3.

TUJUAN Memudahkan operator untuk memantau keseluruhan jaringan tanpa harusmelihat langsung ke lapangan. Memudahkan pemeliharaan, terutama yang memerlukan pemadaman. Mempercepat pemulihan gangguan.

BAB II
PEMBAHASAN
SCADA merupakan singkatan dari Supervisory Control and Data Acquisition, merupakan pendukung utama dalam sistem ketenagalistrikan, baik pada sisi

pembangkit, transmisi, maupun distribusi. Adanya sistem SCADA memudahkan

operator untuk memantau keseluruhan jaringan tanpa harus melihat langsung ke lapangan. Sistem SCADA sangat

sistem

pengoperasian

jaringan

dan

pelayanan gangguan. Untuk hal itu, maka sistem pengendali dilengkapi dengan ini

dirasakan manfaatnya terutama pada saat pemeliharaan dan saat penormalan bila terjadi gangguan. Sistem SCADA tidak dapat berdiri sendiri, namun harus macam

seperangkat

SCADA.

Perangkat

digunakan sebagai sarana untuk memantau dan mengendalikan sistem tenaga secara terpusat dari pusat pengendali. Fungsi sistem SCADA bagi pengatur jaringan (Dispatcher) yaitu untuk mengetahui: Buka/tutup switch pada jaringan yang diawasi. Besaran tegangan, arus, dan

didukung

oleh

berbagai

infrastruktur yaitu Media telekomunikasi, Master station, Remote Terminal Unit (RTU), dan Power Suplay. SCADA adalah salah satu sistem pengendalian pengoperasian yang jaringan mengefisienkan tenaga listrik.

frekuensi di setiap penyulang pada jaringan. Indikasi alarm, seperti Ground Fault, Over Current, Suplly Fault, Over/Under Voltage. Melakukan Remote Control

Karena dengan sistem SCADA jaringan dapat dimonitoring, dikendalikan dan

dimanuver secara remote. Tujuan utama pengoperasian sistem adalah untuk

mempertahankan keadaan normal selama mungkin. Bila terjadi gangguan, operator harus bertindak cepat untuk memulihkan sistem menjadi normal kembali, sedangkan dalam keadaan gawat dispatcher harus mampu mengambil tindakan yang sesuai sehingga pemulihan terlaksana dengan baik dan cepat. Pengendalian berbasis SCADA operator bertujuan untuk membantu sistem 2.1

buka/tutup switch. Grafik langganan beban/tegangan sehingga dapat diperkirakan beban beberapa jam kemudian.

mendapatkan

pengoperasian optimum dan pengendalian sistem tenaga listrik yang lebih mudah. Dalam distribusi mengelola lamanya sistem waktu jaringan pemulihan

Perangkat Lunak Salah satu software SCADA yang

terdapat di pasaran adalah Vijeo Citect yang diproduksi oleh Telemecanique. Software ini memiliki beberapa kelebihan daripada software-software sejenis antara

gangguan merupakan kriteria penting yang digunakan untuk menilai kinerja pada

lain jumlah driver untuk PLC yang cukup lengkap untuk semua vendor PLC dan berkembang secara kontinyu untuk

memperbaiki kekurangannya tanpa harus mendesain ulang software versi terdahulu. Fiturnya dapat ditampilkan seperti gambar 2.1 sebagai berikut :

datanya dari sensor-sensor dan mengirimkan perintahlangsung ke peralatan di lapangan. 3. Unit master SCADA (Master Terminal Unit - MTU). Merupakankomputer yang digunakan sebagai pengolah pusat dari sistem SCADA.Unit master ini menyediakan HMI (Human Machine Iterface) bagi pengguna, dan secara otomatis mengatur sistem sesuai dengan masukan-masukan (dari sensor) yang diterima. 4. Jaringan komunikasi, merupakan medium yang menghubungkan unitmaster SCADA dengan RTU-RTU di lapangan 2.3 Hubungan Yang Terjadi Dalam SCADA
2.3.1 Akuisisi Data

Gambar 2.1 Software SCADA

2.2

komponen scada Sebuah sistem SCADA memiliki 4 (empat) fungsi , yaitu: 1. Akuisisi Data 2. Komunikasi data jaringan, 3.Penyajian data, dan 4. Kontrol (proses). Fungsi-fungsi tersebut didukung sepenuhnya melalui 4 (empat) komponenSCADA, yaitu: 1. Sensor (baik yang analog maupun digital) dan relai kontrol yang langsung berhubungan dengan berbagai macam aktuator pada sistem yang dikontrol. 2. RTU (Remote Telemetry Units). Merupakan unit-unit komputer kecil(mini), maksudnya sebuah unit yang dilengkapi dengan sistem mandiriseperti sebuah komputer, yang ditempatkan pada lokasi dan tempat-tempattertentu di lapangan. RTU bertindak sebagai pengumpul data lokal yangmendapatkan

Pada kenyataannya, kita membutuhkan pemantauan yang jauh lebih banyak dan kompleks untuk pengukuran terhadap masukan dan beberapa sensor digunakan untuk pengukuran terhadap keluaran (tekanan, massa jenis, densitasdan lain sebagainya). Beberapa sensor bisa melakukan pengukuran kejadian secara sederhanayang bisa dideteksi menggunakan saklar ON/OFF, masukan seperti ini disebutsebagai masukan diskrit ataumas ukan digital. Misalnya untuk mengetahui apakah sebuah alat sudah bekerja (ON) atau belum (OFF) konveyornya sudah jalan (ON) atau belum (OFF), mesinnya sudahmengaduk (ON) atau belum (OFF), dan lain sebagainya. Beberapa sensor yanglain bisa melakukan pengukuran secara kompleks, dimana angka atau nilaitertentu itu sangat penting, masukan seperti ini disebut masukan analog, bisadigunakan untuk mendeteksi perubahan secara kontinu pada, misalnya, tegangan,arus, densitas cairan, suhu, dan lain sebagainya.Untuk kebanyakan nilainilai analog, ada batasan tertentu yangdidefinisikan sebelumnya, baik batas

atas maupun batas bawah. Misalnya, sudah tersedia panel-panel kontrol yang Andaingin mempertahankan suhu antara TouchScreen. 30 dan 35derajat Celcius, jika suhu ada2.3.2.3.4 Kontrol di bawah atau diatas batasan tersebut, maka akan memicu alarm (baik Kita bisa melakukan penambahan lampudan/atau bunyi-nya). Terdapat empat kontrol ke dalam sistem SCADAmelalui alarm batas untuk sensor analog: HMI-nya. Major Under, Minor Under, Minor Over, dan Bisa dilakukan otomasi kontrol atau Major Over Alarm. otomasi proses, tanpamelibatkan campur tangan manusia. 2.3.2 Komunikasi Data 2.3.4 Istilah-istilah dalam SCADA
Pada awalnya, SCADA melakukan komunikasi data melalui radio,modem atau jalur kabel serial khusus. Saat ini data-data SCADA dapat disalurkanmelalui jaringan Ethernet atau TCP/IP. Untuk alasan keamanan, jaringankomputer untuk SCADA adalah jaringan komputer lokal (LAN - Local Area Network) tanpa harus mengekspos datadata penting di Internet.Komunikasi SCADA diatur melalui suatu protokol, jika jaman dahuludigunakan protokol khusus yang sesuai dengan produsen SCADA-nya, sekarangsudah ada beberapa standar protokol yang ditetapkan, sehingga tidak perlukhawatir masalah ketidakcocokan komunikasi lagi.Karena kebanyakan sensor dan relai kontrol hanyalah peralatan listrik yang sederhana, alat- alat tersebut tidak bisa menghasilkan atau menerjemahkan protokol komunikasi. Dengan demikian dibutuhkan RTU yang menjembataniantara sensor dan jaringan SCADA. RTU mengubah masukanmasukan sensor keformat protokol yang bersangkutan dan mengirimkan ke master SCADA, selain itu RTU juga menerima perintah dalam format protokoldan memberikan sinyal listrik yang sesuai ke relai kontrol yang bersangkutan.

a.

b.

c.

d. e.

2.3.3

Penyajian Data Sistem SCADA melakukan pelaporan status berbagai macam sensor (baik analog maupun digital) melalui sebuah komputer khusus yang sudah dibuatkanHMI-nya (Human Machine INterface) atau HCI-nya (Human Computer Interface). Akses ke kontrol panel ini bisa dilakukan secara lokal maupun melaluiwebsite. Bahkan saat ini

f.
g.

ASCII : American Standard Code for Information Interchange. ASCIImendefinisikan pola rangkaian bit yang menotasikan karakter-karakter alfanumeris, kontrol, dan simbol-simbol khusus. COM : Communication. Port Com adalah suatu port yang digunakan untuk menyediakan komunikasi serial. EEPROM: Electrically Erasable Programmable Read Only Memory. EEPROM dapatmenyimpan data walau satu dayanya off. Data bisa dihapus dengan suatu sengatanlistrik. IO : Input and Output. IP : Internet Protocol. Suatu protocol yang bersifat packet switched yangmembentukbasis transmisi data pada Internet. K B: Kilo Bytes. Satu kilobyte = 1024 bytes.
PIC : Programmable Interrupt Control.

h.

i.
j.

RS-232 : Suatu protokol komunikasi serial yang umum digunakan. RTUs : Remote Telemetry Units.
TCP :

Transmission Control Protocol. Suatu protokol koneksi primer padaInternet, berada di atas IP.

2.4 Contoh Aplikasi SCADA Secara Umum Dengan membuat suatu sistem SCADA yang murah dan dapatdiaplikasikan pada berbagai aplikasi SCADA dengan sedikit pemrograman sertadengan menambahkan peralatan yang sesuai, akan menghasilkan suatu sistemSCADA yang sangat berguna bagi berbagai aplikasi industri maupun organisasi. Biaya yang mahal dari banyak aplikasi SCADA disebabkan oleh penggunaan sarana komunikasi yang khusus. Dengan digunakannya saranakomunikasi yang sudah tersedia secara luas, yaitu pada kasus ini adalah jaringankomunikasi bergerak, tidak hanya harga yang bisa dikurangi, namun juga akandidapatkan sifat skalabilitas dan sifat generik dari sistem ini. Jaringan komunikasi bergerak yang telah beroperasi di Indonesia umumnya ada dua macam, yaitu yangmenggunakan teknologi GSM yang sudah lebih dulu ada dan yang menggunakanteknologi CDMA yang lebih murah. Kedua teknologi di atas samasamamempunyai empat metode komunikasi yaitu: 1.Komunikasi Bit Tunggal 2.SMS 3.Data Call 4.GPRS / Paket Data. 2.4.1 Komunikasi Bit Tunggal Sistem komunikasi ini adalah teknologi paling sederhana yang hanyamenggunakan data satu bit bernilai on/off. Komunikasi terjadi dengan cara pengguna memanggil sebuah nomor telepon yang merupakan bagian dari

sistem PABX yang terhubung dengan sebuah komputer. Komputer di sini digunakanuntuk mengelola sebuah basis data yang bertugas mencocokkan nomor pemanggil, nomor terpanggil, dan perintah yang relevan. Contoh aplikasinyaadalah beroperasinya suatu vending machine yang mengeluarkan minuman bilasuatu nomor telepon dipanggil. Hal ini dimungkinkan karena vending machine tadi disambungkan ke komputer yang terhubung ke Internet.

2.4.2 SMS Sistem komunikasi ini dapat menyediakan lalu lintas data yang lebih besar dibanding komunikasi bit tunggal, yang menggunakan mode Asynchronous namuntanpa jaminan terkirim. Sebuah komputer yang dengan kabel serial terhubung ketelepon/modem bergerak dapat digunakan untuk mengotomatisasi pengiriman dan penerimaan SMS. Dengan cara ini pesan-pesan yang datang dapat dianalisa olehsuatu program komputer, demikian halnya pesan dapat dibangkitkan padakomputer dan dikirimkan ke sebuah telepon bergerak.

2.4.3 Data Call Komunikasi ini memungkinkan lalu lintas data yang besar. Sistem inimeminta alokasi satu slot untuk setiap percakapan, walaupun pada saat itu tidak ada transfer data.Begitu suatu percakapan tersambung, akan terjamin bahwa data bisa terkirimkan.

Proses pengiriman data ini menggunakan sistem Data Over Voice, di mana data akan diubah ke sinyal frekuensi dengan menggunakan DTMF encoder yang nantinya pada telepon bergerak penerima diubah kembali ke datadengan DTMF decoder Untuk itu diperlukan bahasa pemrograman J2ME yang memang memungkinkan proses DTMF encoder /decoder Biaya tergantung dari jumlah waktu sambungan percakapan. Komunikasi ini sangat cocok untuk sistemyang tidak memerlukan data waktu nyata, serta tidak memerlukan komunikasiyang kontinyu, namun secara khusus sangat cocok untuk lalu lintas data besar yang memerlukan waktu transfer singkat.

2.5

GRAFIK

Pada bagian ini adalah bagaimana membuat halamangambar atau tampilan gambar dari SCADA yang akan dibuat. Sebelum menentukan jenis gambar yang digunakan maka sebelumnya harus menentukan halaman tampilan project sebagai bentuk tampilan SCADA. Langkah-langkahnya dapat dilihat pada gambar 2.34 yaitu double klik pada citec graphics builder dan klik new page icon.

Gambar : Tampilan Citec Graphics Builder 2.4.4 GPRS atau Paket DataSistem komunikasi ini berprinsip bahwa satu slot percakapan sebenarnya bisa digunakan oleh beberapa pengguna secara simultan dengan time divisionmultiplexing . Seorang pengguna hanya menggunakan lebar pita saat loading halaman web, bukan saat membaca halaman yang telah di-load. Biaya tergantungdari jumlah data terkirim, bukan tergantung dari jumlah waktu sambungan,sehingga sangat cocok untuk sistem yang memerlukan data waktu nyata, sertamemerlukan komunikasi yang kontinyu.
Selanjutnya klik page button

Gambar : Tampilan setting page

Gambar : Tampilan U se Template Pada gambar di atas terdapat jenisjenis tampilan halaman. Antara lain adalah bottom, standar, top, version2 dan xp_style. User dapat memilih jenis halaman yang akan digunakan dalam sebuah project yang sesuai.

GAmbar :Tampilan halaman Style_XP

Gambar : SACADA System for Mixing and Water Distribution

Setelah menentukan jenis halaman yang kan digunakan sebagai tampilan SCADA maka langkah selanjutnya harus disimpan. Halaman tersebut disimpan didalam database project. Gambar diatas adalah contoh dari salah satu jenis halaman tipe style_xp.

BAB III
PENGAPLIKASIAN DAN VISUALIZATION SCADA

3.1

Motor Pengaduk

Using Special BUS Using TCP/IP

3.2.1 Using RS-232 (Standard Serial Port)

Gambar : SCADA Visualization 3.2.2 Using RS-485 (Multidrop)

3.2.3

Using Special BUS

3.2.4 Gambar : SCADA aplication power plant 3.2 Koneksi antara SCADA dan PLC Using RS-232 (Standard Serial Port) Using RS-485 (Multidrop)

Using TCP/IP

Control(LFC) yang mengatur pembebanan pembangkit berdasar setting yang dihitungterhadap simpangan frekuensi. DAFTAR PUSTAKA http://www.scribd.com/doc/58739662/Ma kalah-SCADA http://www.scribd.com/doc/79664690/41 /Tahapan-pembangunan-sistemSCADA Krutz, Ronald L (2006). Securing SCADA Systems. Willey Publishing. Inc. Indiana.

BAB IV
PENUTUP 4.1
Kesimpulan
Pada sistem tenaga listrik, media komunikasi yang dipergunakan adalahPower Line Communication (PLC), Radio Data, Serat Optik dan kabel pilot.Pemilihan media komunikasi sangat bergantung kepada jarak antar site,media yang telah ada dan penting tidaknya suatu titik (gardu).Pengaturansistem tenaga listrik yang komplek, sangat bergantung kepada SCADA. Tanpaadanya sistem SCADA, sistem tenaga listrik dapat diibaratkan seperti seorang pilot membawa kendaraan tanpa adanya alat instrumendihadapannya.Pengaturansistem tenaga listrik dapat dilakukan secara manual ataupun otomatis.

- http//www.google.com

Pada pengaturan secara manual, operat ormengatur pembebanan pembangkit dengan melihat status peralatan listrik yang mungkindioperasikan misalnya Circuit Breaker (CB), beban suatu pembangkit, bebantrafo, beban suatu transmisi atau kabel dan mengubah pembebanan sesuai denganfrekuensi sistem tenaga listrik. Pengaturan secara otomatis dilakukan denganaplikasi Automatic Generating Control (AGC) atau Load Frequency