Anda di halaman 1dari 1

Uji Kandungan Bahan Organik Tanah

Kandungan bahan organic dalam tanah sangat penting perannya. Semakin tinggi kandungan bahan organiknya maka semakin subur pula tanah tersebut. Bahan organic tanah dihasilkan dari proses biologis bagian tanaman / mahluk hidup yang mati kemudian di urai oleh bakteri (mikroorganisme tanah) untuk menjadi unsur yang dapat di pergunakan oleh tanaman tanpa mencermari tanah dan air. Mikroorganisme tanah inilah yang amat penting dalam pembentukan bahan organic penyedia unsur hara utama seperti Nitrogen, Phospor, maupun Kalium dan unsur-unsur mikro lainya. Tanah yang baik adalah tanah yang memiliki kandungan bahan organic lebih tinggi dari anorganik. http://gbkppontianak-serbaserbi.blogspot.com/2009/05/petani-pun-dapat-menganalisa-tanah-nya.html
METODE DAN TEKNIK ANALISIS TANAH - TANAMAN 3(2-3) Soil And Plant Analysis Technique Analisis tanah : tujuan analisis tanah, penelaahan dan pendekatan metode analisis tanah sebagai alat evaluasi potensi sumberdaya tanah, pengambilan contoh tanah, berbagai metode analisis tanah yang biasa digunakan (ph, kebutuhan kapur, n, p serta k, dan sebagainya), percobaan rumah kaca, dan pengenalan alat. analisis tanaman : tujuan analisis, penetapan kadar air bahan kering, kadar abu, serta penetapan n, p, dan k tanaman.

http://www.faperta.unpad.ac.id/akademik/mata-kuliah/ilmu-tanah/konsentrasi--ilmu-kesuburan-tanah-dan-gizitanaman Hama dan penyakit tanaman padi Penyakit blas (Pyricularia grisea) merupakan penyakit penting terutama pada padi gogo tersebar di seluruh daerah pengahsil padi gogo di Indonesia. Daerah endemik penyakit blas di Indonesia adalah Lampung, Sumatera Selatan, Jambi, Sumatera Barat, Sulawesi Tangah, Sulawesi Tenggara, dan Jawa Barat bagian selatan (Sukabumi dan Garut). Akhir-akhir ini penyakit blas khususnya blas leher menjadi tantangan yang lebih serius karena banyak ditemukan pada beberapa varietas padi sawah di Jalur Pantura Jawa Barat. Penyebab penyakit dapat menginfeksi tanaman pada semua stadium tumbuh dan menyebabkan tanaman puso. Pada tanaman stadium vegetatif biasanya menginfeksi bagian daun, disebut blas daun (leaf blast). Pada stadium generatif selain menginfeksi daun juga menginfeksi leher malai disebut blas leher (neck blast) Gejala penyakit blas dapat timbul pada daun, batang, malai, dan gabah, tetapi yang umum adalah pada daun dan pada leher malai. Gejala pada daun berupa bercak-bercak berbentuk seperti belah ketupat dengan ujung runcing. Pusat bercak berwarna kelabu atau keputih-putihan dan biasanya memmpunyai tepi coklat atau coklat kemerahan. Gejala penyakit blas yang khas adalah busuknya ujung tangkai malai yang disebut busuk leher (neck rot). Tangkai malai yang busuk mudah patah dan menyebabkan gabah hampa. Pada gabah yang sakit terdapat bercak-bercak kecil yang bulat. Usaha pengendalian penyakit blas yang sampai saat ini dianggap paling efektif adalah dengan varietas tahan. Varietas Limboto, Way Rarem, dan Jatiluhur di beberapa tempat di Purwakarta, Subang, dan Indramayu tergolong tahan terhadap penyakit blas leher. Patogen P. grisea sangat mudah membentuk ras baru yang lebih virulen dan ketahanan varietas sangat ditentukan oleh dominasi ras patogen. Hal ini menyebabkan penggunaan varietas tahan sangat dibatasi oleh waktu dan tempat. Artinya varietas yang semula tahan akan menjadi rentan setelah ditanam beberapa musim dan varietas yang tahan di satu tempat mungkin rentan di tampat lain. Ketahanan varietas yang hanya ditentukan oleh satu gen (monogenic resistant) mudah terpatahkan. Untuk itu pembentukan varietas tahan yang memiliki lebih dari satu gen tahan (polygenic resistant) sangat diperlukan. Penggunaan varietas harus disesuaikan dengan kondisi struktur populasi ras yang ada. Pergiliran varietas dengan varietas unggul lokal yang umumnya tahan terhadap penyakit blas sangat dianjurkan. Penyakit blas merupakan penyakit yang terbawa benih (seed borne pathogen), maka untuk mencegah penyakit blas dianjurkan tidak menggunakan benih yang berasal dari daerah endemis penyakit blas. http://bbpadi.litbang.deptan.go.id/index.php/in/penyakit-padi-karena-jamur/200--penyakit-blas-