Anda di halaman 1dari 22

VIRUS INFLUENZA

Sejarah Virus Influenza


Etimologi
Kata influenza berasal dari bahasa Italia yang berarti pengaruh hal ini merujuk pada penyebab penyakit; pada awalnya penyakit ini disebutkan disebabkan oleh pengaruh astrologis yang kurang baik. Perubahan pendapat medis menyebabkan modifikasi nama menjadi influenza del freddo, yang berarti pengaruh dingin. Kata influenza pertama kali dipergunakan dalam bahasa Inggris untuk menyebut penyakit yang kita ketahui saat ini pada tahun 1703 oleh J Hugger dari Universitas Edinburgh dalam thesisnya yang berjudul "De Catarrho epidemio, vel influenza, prout in India occidentali sese ostendit".

Sejarah Virus Influenza


Pandemi
Nama pandemi Kematian
Waktu

Tingkat kematian
0,15% 2%

Subtipe yang berperan

Tingkat Beratnya Pandemi

Flu (Rusia) Asia 1889 1890 Pandemi flu 1918 (Spanish flu) Flu Asia Flu Hong Kong 1918 1920 1957 1958 1968 1969 2009 2010

1 juta 20 hingga 100 juta 1 hingga 1,5 juta

Possibly H3N8 H1N1

NA 5

0,13%

H2N2 H3N2

2 2

0,75 hingga 1 <0,1% juta 18.000 0,03%

Pandemi flu 2009

H1N1

NA

VIRUS INFLUENZA
Virus influenza pertama yang berhasil diisolasi berasal dari unggas, saat pada tahun 1901 agen yang menimbulkan penyakit yang disebut fowl plague dilewatkan melalui filter Chamberland, yang memiliki pori yang ukurannya terlalu kecil untuk dilalui oleh bakteria. Etiologi influenza, famili virus Orthomyxoviridae, pertama kali ditemukan pada babi oleh Richard Shope pada tahun 1931. Penemuan ini segera diikuti oleh isolasi virus dari manusia oleh sekelompok peneliti yang dipimpin oleh Patrick Laidlaw dari Konsili Penelitian Brtainia Raya pada tahun 1933. Namun, pada tahun 1935, saat Wendell Stanley pertama kali mengkristalisasikan tobacco mosaic virus barulah sifat non seluler dari virus diketahui.

Pada tahun 1901 virus influenza pertama berhasil diisolasi, agen pembawanyanya adalah fowl plague. Ditemukan pada unggas yang dilewatkan pada filter Chamberland

Richard Shope pada tahun 1931 menemukan famili virus Orthomyxoviridae pada babi

Patrick Laid law mengisolasi virus dari manusia pada tahun 1933

Wendell Stanley mengkristalkan TMV pada tahun 1935

Pengembang vaksin mati virus influenza pertama pada tahun 1944 adalah Thomas Francis, Jr..

Ciri dan Deskripsi Virus Influenza


Merupakan bakteri patogen Menyebar melalui udara. Berukuran ultra mikroskopis Parasit sejati/parasit obligat Bagian isi tersusun atas asam inti, yakni RNA saja. bentuk yang pleomorfik, dari bentuk bulat dengan garis tengah rata-rata 120 nm sampai berbentuk filament. dikelompokkan menjadi klas A, B dan C berdasarkan, perbedaan antigenik protein nukleoprotein dan matriks protein.

VIRUS INFLUENZA
Virus influenza adalah virus dengan genom asam ribo-nukleat (RNA)

serat tunggal dan berpolaritas negatif yang terpisah dalam 8 dari Familia.
Virus-virus dari keiuarga ini dikelompokkan menjadi klas A, B dan C

berdasarkan perbedaan antigenik protein nukleoprotein dan matriks protein.


Struktur virus influenza A sangat mirip satu dengan lainnya. Dengan

mikroskop elektron, virus ini mempunyai bentuk yang pleomorfik, dari bentuk bulat dengan garis tengah rata-rata 120 nm sampai berbentuk filament. Protein virus influenza lain tampaknya juga sangat berperan dalam patogenitas strain.

Protein-protein dalam V. Influenza


M1, M2, IMP, tiga enzim polymerase RNA kompleks (PB1,

PB2, dan PA), IMS2, NA dan HA Protein IMS1 hanya terdapat pada sel terinfeksi dan tidak diintegrasikan dalam partikel virus yang berfungsi menekan fungsi interferon hewan/manusia. Dua protein yang menentukan patogenitas dan kekebalan suatu virus influenza, serta sangat mudah mengalami mutasi, yaitu HA dan NA Kedua protein ini adalah glikoprotein yang vital bagi biologi virus, dalam hal menginduksi kekebalan yang protektif, protein-protein ini tampaknya juga tidak dapat diabaikan. protein yang lain berperan dalam menginduksi kekebalan berperantara sel.

VIRUS INFLUENZA
Struktur antigen virus influenza berubah secara bertahap oleh karena mutasi dan rekombinasi atau secara drastis karena reassortment. Mutasi terjadi karena enzim RNA-polimerase virus tidak mempunyai kemampuan memperbaiki kesalahan. cekaman imunologis pada HA dan NA dalam inang dikatakan sebagai "motor" penggerak terjadinya hanyutan antigenik. Proses mutasi berlangsung setiap saat padahal mutasi 1 struktur glikoprotein menyebabkan terjadinya antigenik yang signifikan.

VIRUS INFLUENZA
terdapat 15 subtipe hemaglutinin yang berbeda dan

9 subtipe neuraminidase. Setiap perbedaan tipe akan menghasilkan virus dengan strain yang berbeda juga. Sebagai contoh virus flu burung, AH5N1. A untuk tipe virus influenza jenis A, hemagglutinin tipe 5, dan neuraminidase tipe 1. Dan virus ini akan terus bermutasi menghasilkan virus-virus baru. Diketahui bahwa yang paling mematikan adalah strain virus H5 dan H7 yang dapat menimbulkan kematian yang luas pada hewan ternak. Virus influensa yang menyerang unggas disebut virus Avian Influensa (AI).

Penyebaran dan Akibat yang ditimbulkan oleh Virus Inluenza


Penyebaran Influenza

UDARA

Akibat yang Ditimbulkan dari Virus Influenza


Demam dan perasaan dingin yang ekstrem (menggigil, gemetar) Batuk Hidung tersumbat Nyeri tubuh, terutama sendi dan tenggorok Kelelahan Nyeri kepala Iritasi mata, mata berair Mata merah, kulit merah (terutama wajah), serta kemerahan pada mulut, tenggorok, dan hidung Pada anak, gejala gastrointestinal seperti diare dan nyeri abdomen, (dapat menjadi parah pada anak dengan influenza B) Dalam kasus yang lebih serius, influenza menyebabkan pneumonia, yang bisa berakibat fatal, terutama bagi kaum muda dan orang tua.

Pencegahan Terhadap Virus Influenza

vaksin, contohnya TIV (vaksin influenza trivalen)

Sinar matahari, disinfektan dan deterjen

Sering minum vitamin

memakai masker

Oleh Kelompok 8 Mira Hartanti (M0411042) Muhammad Arif R (M0411043) Naditya Fitriani H (M0411044) Nia Rakhmayanti (M0411045) Niarda Arifiani (M0411046)

Matur muhun