Anda di halaman 1dari 14

Definisi

Anemia Aplastik adalah anemia normokromik

normositik yang disebabkan oleh disfungsi sumsum tulang sedemikian sehingga sel-sel darah yang akan mati tidak dapat diganti. Anemia Aplastik mungkin hanya mengenai sel sel darah merah, mungkin berkaitan dengan defesiensi semua sel darah (pansitopenia)

Etiologi
a.
b. c.

d.
e. f.

Faktor Genetik Obat obatan dan bahan kimia Infeksi Radiasi Kelainan imunologis. Anemia Aplastik pada keadaan penyakit lain.

3.
1)

Klasifikasi

Klasifikasi menurut penyebab


Idiopatik bila penyebabnya tidak diketahui ditemukan pada 50 % penyebab. 2) Sekunder bila penyebabnya diketahui. 3) Konstitusional adanya kelainan DNA yang diturunkan.

4.

Patofisiologi

Anemia Aplastik adalah suatu gangguan pada sel-sel induk

di sumsum tulang dapat menimbulkan kematian, pada keadaan ini jumlah sel yang dihasilkan tidak memadai. Penderita mengalami pansitopenia yaitu kekurangan sel darah merah, sel darah putih dan trombosit. Secara morfologi sel-sel darah merah terlihat normositik dan normokrom, hitung retikulosit rendah atau hilang, dan biopsi sumsum tulang menunjukan suatu keadaan yang disebut fungsi kering dengan hipoplasia yang nyata dan terjadi dengan penggantian jaringan lemak. Langkah-langkah pengobatan terdiri dari mengidentifikasi dan menghilangkan agen penyebab dan keadaan ini disebut idiopatik. Beberapa kasus seperti ini diduga merupakan keadan imunologis

5.

Manifestasi Klinis

Peningkatan denyut jantung karena tubuh berusaha

memberi oksigen lebih banyak ke jaringan. Peningkatan kecepatan pernafasan klien karena tubuh berusaha untuk menyediakan lebih banyak oksigen pada darah. Pusing akibat berkurangnya aliran darah ke otak. Rasa lelah karena meningkatnya oksigen berbagai organ termasuk organ, otot jantung dan rangka. Kulit pucat karena berkurangnya oksigen. Mual akibat penurunan aliran darah saluran cerna dan susunan saraf pusat. Penurunan kualitas rambut dan kulit.

6.
a.
1) 2)

Pemeriksaan Diagnostik
Pemeriksaan darah Sel Darah Merah (Eritrosit) Laju Endap Darah Faal Hemotasis Sumsum tulang Virus Tes Hemolisis Sukrosa. Kromosom. Defesiensi imun.

3)
4) 5) 6) 7) 8)

b.

Pemeriksaan radiologi. 1. Noclear Manetik Resonance Imaging (NMRI). 2. Radio Noklid Bonemarrow Imaging (Bonemarow Skening)

7.
a)

Penatalaksanaan

Identifikasi dan eliminasi penyebab. b) Pengobatan suportif terhadap infeksi dan anemia. c) Mempercepat penyembuhan dan mengatasi pansitopenia dapat melalui imunosupresif, transplantasi sumsum tulang, obat-obat anabolic, dan kostenoid pansitopenia yang relatif ringan cukup di observasi.

Asuhan Keperawatan
1.

Pengkajian 1) Aktvitas / istirahat 2) Sirkulasi 3) Integritas Ego 4) Eliminasi 5) Makanan / cairan 6) Neurosensori 7) Nyeri / Kenyamanan 8) Pernafasan 9) Keamanan 10) Interaksi Sosial

2.

Diagnosa Keperawatan

1. Perubahan perfusi jaringan berhubungan dengan

penurunan komponen seluler yang diperlukan untuk pengiriman oksigen/ nutrien ke sel. 2. Intoleransi aktivitas berhubungan ketidakseimbangan antara suplai oksigen (pengiriman) dan kebutuhan. 3. Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan kegagalan untuk mencerna atau ketidakmampuan mencerna makanan/ absorbsi nutrien yang diperlukan untuk pembentukan SDM normal.

4. Resiko kerusakan integritas kulit berhubungan

dengan perubahan sirkulasi dan neurologi (Anemia), gangguan mobilitas, defisit nutrisi. 5. Konstipasi atau diare berhubungan dengan penurunan masukan diet; perubahan proses pencernaan, efek samping terapi obat.

Wassalam