Anda di halaman 1dari 27

BAB IV

INFORMASI AKUNTANSI
DIFERENSIAL
DALAM PERENCANAAN LABA
JANGKA PENDEK
Chapter 1

2001, Akuntansi Manajemen: Konsep, Manfaat, dan rekayasa,


Mulyadi

OVERVIEW
1/42

Berhasil atau tidaknya perusahaan pada


umumnya ditandai dengan kemampuan
manajemen dalam melihat kemungkinan dan
kesempatan di masa yang akan datang
Ukuran untuk menilai berhasil atau tidaknya
manajemen adalah laba yang diperoleh
perusahaan. laba dipengaruhi oleh 3 faktor:
volume produk yang dijual, harga jual produk
dan biaya

TOPIK PEMBAHASAN
2/42

Perencanaan Laba Jangka Pendek


Rekayasa Parameter Untuk Perencaan Laba
Jangka Pendek
Analisis Biaya Volume Laba

PERENCANAAN LABA JANGKA


PENDEK

3/42

Dalam pengambilan keputusan jangka pendek,


manajemen memerlukan informasi akuntansi
diferensial sebagai salah satu dasar pemilihan
alternatif.
Dalam proses perencanaan laba jangka pendek
tersebut, manajemen memerlukan informasi
akuntansi diferensial yang terdiri dari informasi
pendapatan diferensial, biaya diferensial untuk
melihat dampak perubahan volume penjualan,
harga jual, dan biaya terhadap laba
perusahaan.

PERENCANAAN LABA JANGKA


PENDEK

3/42

Dalam proses penyusunan anggaran induk


perusahaan, laporan laba rugi yang disusun
dengan metode variabel costing sangat
membantu
manajemen
puncak
dalam
mempertimbangkan berbagai usulan kegiatan
yang diajukan oleh manajemen menengah. Dari
laporan lagba rugi yang disusun, manajemen
dapat memperoleh berbagai parameter :
impas, margin of safety, shut down point,
degree of operating leverage, dan laba
kontribusi per unit

PERENCANAAN LABA JANGKA


PENDEK

3/42

Laba Kontribusi
Merupakan kelebihan pendapatan penjualan di
atas biaya variabel. Informasi laba kontribusi
memberikan gambaran jumlah yang tersedia
untuk menutup biaya tetap dan menghasilkan
laba. Semakin besar laba kontribusi, semakin
besar kesempatan yang diperoleh perusahaan
untuk menutup biaya tetap dan menghasilkan
laba bersih

PERENCANAAN LABA JANGKA


PENDEK
Perubahan:

Pendapatan
Diferensial

Harga jual
Volume Penjualan
Usulan
Kegiatan

Perubahan:
Biaya

Laba
Diferensial
Biaya
Diferensial

PERENCANAAN LABA JANGKA


PENDEK

3/42

Laba Kontribusi per Unit

PERENCANAAN LABA JANGKA


PENDEK

3/42

Laba Kontribusi per Unit


Merupakan laba kontribusi dibagi dengan volume
penjualan. Dalam perusahaan yang menghasilkan
> 1 macam produk yang dihubungkan dengan
penggunaan sumber daya yang langka,
manajemen akan memperoleh informasi
kemampuan berbagai macam produk untuk
menghasilkan laba. Informasi ini memberikan
landasan bagi manajemen dalam pemilihan
produk yang mampu menghasilkan laba tertinggi
dalam memanfaatkan sumber daya yang langka.

PERENCANAAN LABA JANGKA


PENDEK

3/42

Laba Kontribusi per Unit

REKAYASA PARAMETER UNTUK


PERENCANAAN LABA JANGKA PENDEK
3/42

Impas
Keadaan suatu usaha yang tidak memperoleh
laba dan tidak menderita rugi, artinya jumlah
pendapatan sama dengan dengan jumlah biaya.
Analisis impas digunakan untuk mengetahui
volume penjualan minimum agar suatu usaha
tidak menderita rugi dan juga belum
memperoleh laba. Ada 2 cara untuk menentukan
impas, yaitu dengan pendekatan persamaan dan
pendekatan grafik

REKAYASA PARAMETER UNTUK


PERENCANAAN LABA JANGKA PENDEK
3/42

Impas Pendekatan Persamaan


Dilakukan dengan mendasarkan persamaan
pendapatan sama dengan biaya ditambah laba

REKAYASA PARAMETER UNTUK


PERENCANAAN LABA JANGKA PENDEK

Volume Penjualan 1.000 unit

REKAYASA PARAMETER UNTUK


PERENCANAAN LABA JANGKA PENDEK
3/42

Impas Pendekatan Grafik


Dilakukan dengan menentukan titik pertemuan
antara garis pendapatan penjualan dengan garis
biaya dalam suatu grafik. Titik pertemuan
tersebut merupakan titik impas.

REKAYASA PARAMETER UNTUK


PERENCANAAN LABA JANGKA PENDEK
3/42

Impas Pendekatan Grafik

Pendapatan & Biaya

Titik
Impas

Garis Pendapatan
Penjualan

Daerah Laba

Garis Total Biaya

Garis Biaya Tetap


Daerah Rugi

Volume Penjualan

REKAYASA PARAMETER UNTUK


PERENCANAAN LABA JANGKA PENDEK
3/42

Impas Pendekatan Grafik

Pendapatan & Biaya

Titik
Impas

Garis Pendapatan
Penjualan

Daerah Laba

Biaya Tetap
Daerah Rugi

Volume Penjualan

Garis Total Biaya

Garis Biaya
Variabel

REKAYASA PARAMETER UNTUK


PERENCANAAN LABA JANGKA PENDEK
3/42

Impas
Usaha pokok manajemen perusahaan yang biaya
tetapnya tinggi adalah memaksimumkan
pendapatan. Untuk memaksimumkan pendapatan
dapat dilakukan misalnya dengan memberikan
potongan tarif namun menghasilkan laba
kontribusi
Sedangkan perusahaan yang biaya tetapnya
rendah, usaha yang dapat dilakukan adalah
memperbaiki hubungan antara biaya dan harga
jual agar titik impasnya dapat diturunkan
sehingga daerah laba menjadi luas

REKAYASA PARAMETER UNTUK


PERENCANAAN LABA JANGKA PENDEK
3/42

Impas Dalam Lingkungan Manufaktur Maju


Karakteristik biaya produksi dalam lingkungan
manufaktur maju ditandai dengan berkurangnya
BTKL dan membesarnya proporsi biaya overhead
pabrik. Di samping itu, teknologi manufaktur
maju memungkinkan perusahaan melakukan
diversifikasi produk yang diproduksi &
menyebabkan besarnya proporsi biaya overhead
yang tidak berkaitan dengan unit produk yang
diproduksi (non unit related overhead cost)

REKAYASA PARAMETER UNTUK


PERENCANAAN LABA JANGKA PENDEK
3/42

Impas Dalam Lingkungan Manufaktur Maju

Facility Sustaining
Activity Cost
Product Sustaining
Activity Cost

Non Unit Related


Cost

Batch Related
Activity Cost
Unit Level Activity
Cost

Unit Related
Cost

REKAYASA PARAMETER UNTUK


PERENCANAAN LABA JANGKA PENDEK
3/42

Impas Dalam Lingkungan Manufaktur Maju

REKAYASA PARAMETER UNTUK


PERENCANAAN LABA JANGKA PENDEK
3/42

Grafik Laba Satuan


Pada Umumnya grafik impas disusun atas dasar
total pendapatan penjualan dan biaya. Agar
manejemen dapat mengetahui pengaruh biaya
tetap terhadap biaya per satuan, maka
disusunlah grafik laba satuan. Dalam grafik
tersebut digambarkan pendapatan, biaya
variabel, dan total biaya per satuan produk.
Biaya tetap per satuan berperilaku berubah
sesuai dengan perubahan volume kegiatan
sedangkan biaya variabel per satuan konstan

REKAYASA PARAMETER UNTUK


PERENCANAAN LABA JANGKA PENDEK
3/42

Margin Of Safety
Analisis impas memberikan informasi mengenai
berapa jumlah volume penjualan minimum agar
perusahaan tidak menderita rugi. Jika angka
impas dihubungkan dengan angka pendapatan
penjualan yang dianggarkan maka akan
memperoleh informasi berapa volume penjualan
yang dianggarkan boleh turun agar perusahaan
tidak menderita rugi

REKAYASA PARAMETER UNTUK


PERENCANAAN LABA JANGKA PENDEK
3/42

Titik Penutupan Usaha (shut down point)


Ditinjau dari sudut biaya, pengambilan keputusan
untuk menutup usaha dilakukan dengan
mempertimbangkan
pendapatan
penjualan
dengan biaya tunai (cash cost / out of pocket
cost).
Suatu
usaha
dihentikan
apabila
pendapatan yang diperoleh tidak dapat menutup
biaya tunainya.

REKAYASA PARAMETER UNTUK


PERENCANAAN LABA JANGKA PENDEK
3/42

Degree Of Operating Leverage


Yaitu memberikan ukuran dampak perubahan
pendapatan penjualan terhadap laba bersih pada
tingkat penjualan tertentu. Dengan parameter
tersebut manajemen akan dengan cepat
mengetahui dampak setiap usulan kegiatan yang
menyebabkan perubahan pendapatan penjualan
terhadap laba bersih perusahaan.

REKAYASA PARAMETER UNTUK


PERENCANAAN LABA JANGKA PENDEK
3/42

Asumsi yang mendasari Analisis Impas

Varibilitas biaya dianggap akan mendekati pola perilaku yang


diramalkan

Hargajual produk dianggap tidak berubah-ubah pada berbagai


tingkat kegiatan

Kapasitas produksi pabrik dianggap konstan

Harga faktor produksi dianggap tidak berubah

Efisiensi produk dianggap tidak berubah

Perubahan jumlah persediaan awal dan akhir dianggap tidak


signifikan

Komposisi produk yang akan dijual dianggap tidak berubah

Volume merupakan faktor satu-satunya yang mempengaruhi biaya

ANALISIS BIAYA VOLUME LABA


3/42

Jika dalam analisis impas titik berat analisis


diletakkan pada penaksiran tingkat penjualan
minimum yang menghasilkan laba sama dengan
nol, maka dalam analisis biaya volume laba ini
titik berat analisis diletakkan pada sampai
seberapa besar perubahan-perubahan biaya,
volume dan harga jual berdampak terhadap laba
perusahaan

ANALISIS BIAYA VOLUME LABA


3/42

Manfaat Analisis Hubungan Biaya Volume Laba


Bagi Manajemen
Hubungan
antara
biaya,
volume,
laba
dipengaruhi oleh faktor harga jual per satuan,
volmue penjualan, komposisi produk yang dijual,
biaya variabel per satuan dan biaya tetap,
sehingga
memungkinkan
manjemen
memperkirakan pengaruh kegiatan atau usahausaha yang akan dilaksanakan dan pengaruh
kondisi pasar terhadap laba.