Anda di halaman 1dari 17

KAIDAH DASAR

BIOETIKA
Sistem Endokrin dan Metabolik
FK UPN Veteran Jakarta 2012

Kasus 1

Seorang wanita, 50 tahun datang ke IGD


dengan luka dikaki yang membusuk.
Setelah dilakukan konsultasi ke dokter
bedah dan penyakit dalam, maka
disarankan dilakukan amputasi cito.
Pasien setuju dengan keputusan dokter,
namun keluarga menolak karena ingin
menunggu kesepakatan keluarga besar

NHB 2012

Kasus 2

Seorang laki-laki, 38 tahun, didiagnosa


DM tipe 2. Ia menanyakan kepada
dokter, apakah penyakit ini ditularkan
oleh istrinya. Dokter lalu menjelaskan
hingga ia mengerti bahwa penyakit ini
bukan merupakan penyakit menular.
Apakah yang telah dilakukan oleh dokter
diatas?

NHB 2012

Kasus 3

Seorang anak usia 3 tahun didiagnosa


kretinisme. Ibu sang anak sedang hamil
3 bulan. Ia galau karena takut janin yang
ia kandung akan seperti sang kakak
yakni menderita kretinisme.
Sesuai dengan kaidah dasar bioetika,
sebagai dokter, apakah yang anda harus
lakukan?

NHB 2012

Kasus 4

Seorang anak, 3 tahun didiagnosa DM


Tipe 1. Oleh dokter umum yang merawat
ia diberikan obat hiperglikemik oral yakni
metformin 3 x 500 mg peroral.
Berdasarkan keilmuan anda, apakah
yang telah dokter diatas lakukan?
Berdasarkan kaidah dasar bioetika,
apakah yang dokter diatas telah
lakukan?
NHB 2012

Kasus 5

Seorang wanita, 23 tahun datang dengan


keluhan sering berkeringat banyak, dan
tidak tahan udara panas.
Oleh dokter, ia diberikan suplementasi
propilthiourasil (PTU) sebutir sehari.
Apakah yang telah dilakukan oleh dokter
diatas berdasarkan keilmuan anda?
Apakah yang telah dilakukan oleh dokter
diatas berdasarkan kaidah dasar bioetika?
NHB 2012

Kasus 6

Anda sedang bakti sosial di daerah


gunung kidul ketika menemukan banyak
sekali anda menemukan penduduk
dengan GAKI.
Anda lalu berinisiatif untuk memberikan
garam beryodium gratis dan meminta
penduduk menggunakan garam
beryodium.

NHB 2012

Kasus 7

Seorang wanita pasca tiroidektomi,


mengeluh demam tinggi dan muntah.
Dari pemeriksaan ditemukan nampak
jaundice, hipertensi, hiperpireksia, dan
penurunan kesadaran.
Oleh dokter, ia diberikan metimazole
dan propanolol.
Apakah yang dokter tersebut telah
lakukan?
NHB 2012

Kasus 8

Daus mini berencana untuk memiliki


anak. Ia datang kepada anda untuk
berkonsultasi, akankah anaknya akan
memiliki tubuh yang kecil sepertinya.
Anda sebagai dokter menjawab bahwa
hal tersebut tergantung dari kuasa Tuhan
Yang Maha Esa.
Apakah yang telah anda lakukan?

NHB 2012

Kasus 9

Seorang wanita 45 tahun didiagnosa DM


Tipe 2. Oleh dokter ia diberikan obatobatan herbal untuk menurunkan gula
darahnya.
Apakah yang telah dokter tersebut
lakukan?

NHB 2012

Kasus 10

Seorang remaja datang dengan keluhan


perut membuncit, muka membulat,
tengkuk meninggi seperti ada punuk. Ia
rutin mengkonsumsi jamu anti alergi.
Dokter lalu menyalahkan pasien yang
meminum jamu secara sembarang.

NHB 2012

Kasus 11
Dido mengantar ayahnya yang sudah 65
th berobat ke dokter.
Saat dokter menyerahkan resep, Dido
bertanya tentang obat yang diresepkan
dan cara meminum obat, tetapi dokter
menyarankan bertanya pada petugas
apotik tempat mengambil obat karena
masih banyak pasien yang harus
diperiksa

Kasus 12
Seorang anak laki-laki berseragam sekolah yang
mengalami kecelakaan lalu lintas datang
( dengan darah berceceran ) diantar seorang
pedagang kaki lima ke UGD saat dokter sedang
tidak berada di tempat karena makan siang dan
sholat.
Perawat yang menerima pasien berkata bahwa
orang tua pasien harus segera datang agar
pasien mendapatkan pengobatan dan
meninggalkan pasien menuju meja tulis di pojok
UGD.
Saat dokter datang, pasien masih dalam kondisi
yang sama dengan saat datang.
Dokter yang cekatan segera memeriksa pasien
sambil bertanya tentang bagian-bagian tubuh
yang dirasa sakit kepada pasien kecilnya.
Dokter menghibur pasien kecil agar tidak
menangis dengan mengatakan bahwa sang ibu

Kasus 13
Baru tiba dari berbelanja ikan di pasar
tradisional, Dr. Tita mendapatkan berita
bahwa terjadi kecelakaan massal di jalur
lintas sumatra dan jumlah pasien yang
banyak tak memungkinkan tertangani
oleh dokter piket jaga.
Dengan bimbang karena hari itu akan
kedatangan tamu yang akan disuguhinya
ikan bakar yang hendak dimasaknya, dr.
Tita segera datang bergegas ke Rumah
Sakit memenuhi panggilan dan membantu
dr. Rani, sejawat yang kewalahan
memeriksa pasien.

Kasus 14

Dr. Siara merasa galau. Musim hujan dan


badai laut segera datang. P Pempawas
pasti tak kan terjangkau olehnya, karena
perahunya pasti tak kan dapat
menjangkaunya.
Kepalanya berpikir keras agar sinyal
radio telekomunikasi yang sedang
diusahakannya untuk memantau
puskesmas pembantu ( pustu ) di pulau
tersebut dapat beroperasi, sehingga
perawat Didi, satu-satunya tenaga medis

Kasus 15
Bertugas di RSU Kabupaten dr. Nina seringkali bertemu
dengan sales Representative perusahaan farmasi. Sebuah
kondisi yang lazim. Tugas tambahan untuk mengelola
instalasi farmasi membuka beberapa peluang imingiming. Beberapa tawaran iming-iming penggunaan obat
dengan target pemakaian yang dapat mendatangkan bonus
seringkali berdatangan. Untuk penggunaan pribadi, dr. Nina
berhasil menepisnya.
Akan tetapi kondisi RS yang serba minim membuatnya
berpikir menerima tawaran bonus dari beberapa Rep untuk
mendanai pengadaan AC, TV, Dispenser dsb bagi R UGD RS
tetapi menolak pentargetan penggunaan obat, apalagi
mengingat bahwa kondisi masyarakat yang menjadi pasien
Rumah Sakitnya kebanyakan adalah pasien menengah ke
bawah. Masyarakat dengan kondisi ekonomi menengah ke
atas lebih memilih berobat di Jakarta, karena sekalipun
kabupatennya berada di luar P Jawa, akan tetapi Jakarta
dapat dicapai hanya dalam waktu 3 jam.

Kasus 16
Bertugas di suatu RS Umum Kabupaten yang berada di tepi
jalan lintas antar propinsi dengan kepadatan lalu lintas
yang padat, membuat dr. Fina seringkali berhadapan
dengan pasien kecelakaan lalu lintas. Dr Fina merasa
bahagia manakala pasien-pasien yang pada umumnya
sedang dalam perjalanan berada jauh dari keluarga
berhasil dirawatnya hingga sembuh.
Kadangkala HP berpulsa pribadinya juga ikut sibuk
menghubungi keluarga-keluarga pasien tersebut.
Perasaan bahagia berubah menjadi kemasygulan, karena
seringkali harus dibuatnya resep-resep fiktif guna menutup
biaya transportasi pengurusan ke ibukota propinsi, biaya
materai maupun biaya ambulans untuk merujuk pasien
yang seringkali jumlah nominalnya lumayan besar.