Anda di halaman 1dari 27

TEORI AKUNTANSI

Biaya
Kelompok 5:
Desy Retma (201310170311001)
Auliyah Afifah (201310170311025)
Andry Pratama (201310170311066)
Muhammad Ali Nizar (201310170311076)
Aditya Khairulsani (201310170311081)
Hori Susanto(201310170311089)
Alvian Zulfikar (201310170311099)
Shofiyatul Munawaroh (201310170311248)

Pendahuluan
Pendahuluan
Aset sebagai potensi jasa atau manfaat ekonomik
direpresentasikan dengan kos sebagai pengkuantifikasi
besar-kecilnya (magnituda) potensi tersebut. Oleh Karena
itu, secara konseptual atas dasar konsep kontinuitas
usaha, kos akan diperlakukan mula-mula sebagai asset
dan baru kemudian diperlakukan sebagai beban
pendapatan atau biaya. Walaupun demikian, secara
teknis dapat saja kos langsung dibebankan (didebit) ke
biaya
yang
nantinya
langsung
menjadi
beban
pendapatan.

Definisi
Cost is foregoing, a sacrifice made to secure benefit,
and is measured by an exchange price. Expense is the
decrease in net assets as a result of the use of
economic services in the creation of revenues or the
imposition of taxes by governmental unit. (Sprouse &
Moonits, 1962 ; 8-9)
(Kos adalah suatu nilai prasyarat, suatu pengorbanan
untuk memperoleh manfaat dan diukur dengan harga
pertukaran. Biaya adalah penurunan aset bersih
sebagai akibat dari kegiatan ekonomi untuk
memperoleh pendapatan atau pengenaan pajak oleh
unit pemerintah).

Karakteristik Biaya
Karakteristik Utama

Aliran Keluar atau Penurunan Aset.

Operasi Utama yang Menerus.

Karakteristik Pendukung

Kenaikan Kewajiban

Penurunan Ekuitas.

Aliran Fisis atau Moneter.

Rugi.

Biaya vs Rugi
IAI/IASC tidak mendifini rugi (losses) sebagai elemen
yang terpisah dengan biaya (expenses).
Rugi dicakupi dalam satu definisi biaya (expenses).
FASB memisahkan biaya dan rugi sebagai elemen yang
berdiri sendiri.

*IAI menyebut expense sebagai beban

Makna yang terkandung dalam


definisi Rugi
1. Penurunan ekuitas (asset bersih)
2. Transaksi periferal atau insidental
3. Selain apa yang didefinisi sebagai biaya atau selain
distribusi ke pemilik

Karakteristik Sumber Rugi


1. Periferal atau insidental
2. Transfer nontimbal-balik
3. Penahanan aset
4. Faktor lingkungan

Pengakuan biaya
Pencatatan nilai rupiah biaya secara formal ke dalam
system pembukuan, sehingga jumlah tersebut terefleksi
dalam statemen keuangan.

Kriteria Pengakuan:
Konsumsi manfaat (consumtion of benefits)
Banyaknya manfaat atau berkurangnya manfaat masa datang
(loss or lack of future benefits)

Kaidah pengakuan APB


Mengasosiasi sebab dan akibat
Alokasi sistematik dan rasional
Pengakuan segera

Hubungan kos dan biaya


Kos adalah pengukur biaya atau biaya direpresentasi
dengan kos sehingga secara teknis dan praktis biaya
sering disebut dengan kos saja. Memang biaya sering
disebut dengan kos karena kos melekat didalamnya,
tetapi kos tidak selalu dapat disebut dengan biaya karena
kos juga dapat merepresentasikan aset.

Proses dan konsep penandingan


Proses penandingan adalah proses penentuan
laba dengan cara mengukur atau menakar dahulu
pendapatan untuk suatu perioda dan barulah
kemudian dapat menentukan biaya yang
berkaitan dengan pendapatan tersebut. Konsep
atau prinsip penandingan adalah dasar pemikiran
untuk menghubungkan pendapatan dan biaya
sehingga laba yang dihasilkan bermakna.
Untuk
mendapatkan
laba
periodik
yang
bermakna, pendapatan yang diakui untuk suatu
perioda harus ditandingkan (diasosiasi) dengan


Kelayakan Ekonomik.
Kos suatu faktor jasa yang digunakandalam
operasi hanya akan dibebankan ke pendapatan
sebanding dengan produk yang dianggap telah
menghasilkan pendapatan.

Menandingkan bukan
Mengkompensasi
Ada kalanya biaya komisi penjualan, biaya angkut
pengiriman barang (ekspedisi) dan biaya-biaya
lain yang bersangkutan dengan transaksi
penjualan dikurangkan langsung dengan hasil
penjualan dan hanya jumlah rupiah nettonya
dicatat dalam akun Penjualan dan penjualan
dilaporkan sebesar jumlah nettonya.

Asosiasi Sebab dan Akibat


Penyerahan produk menimbulkan pendapatan, sehingga kos
yang melekat pada produk yang diserahkan merefleksi
biaya.
Disebut juga penandingan langsung (direct matching) atau
penandingan produk (product matching)

Asumsi/syarat:
Semua komponen kos (produksi, pemasaran, dan
administrative) dapat dilekatkan pada produk.

Masalah Berkaitan dengan


Penandingan Produk



Identifikasi kos produk.


Produk usang dan musiman.
Idetifikasi kos non produk.
Biaya antisipasian.

Alokasi Sistematik dan Rasional


Proses penandingan dengan perioda sebagai penakar
pendapatan dan biaya. Proses ini sering disebut penandingan
perioda (period matching).
Alasan yang mendukung:
Berkaitan walaupun tidak langsung
Sulit mencari kaitan langsung antara biaya-biaya tertentu
dengan pendapatan
Penundaan kurang tepat
Bila kejadian sifatnya normal, terjadi tepat-tanding secara
rupiah sehingga tidak mempengaruhi laba
Secara teknis kos harus dialokasi/dipecah

Masalah Berkaitan dengan


Alokasi Sistematis
Kriteria penangguhan
Alokasi bergabung/bersama
Alokasi bukan sarana pemerataan laba
Pendekatan nonalokasi

Pembebanan Arbitrer
Kos dibandingkan dengan pendapatan secara arbitrer.
Konsep yang melandasi pembebanan semacam ini
semata-mata adalah kepraktisan.

Sediaan
Penentuan besarnya kos barang terjual untuk
ditandingkan dengan penjualan sehingga dapat
ditentukan besarnya laba perusahaan. Penentuan ini
melibatkan berbagai metoda asosiasi sebagai dasar
pemecahan kos produksi menjadi kos yang melekat
pada barang terjual.
Penentuan nilai sediaan sebagai aset lancar
perusahaan. penentuan nilai aset sediaan sangat
penting untuk menilai likuiditas operasi perusahaan.

Metode Asosiasi Sediaan


Identifikasi khusus
Masuk pertama keluar pertama (MPKP)
Rata-rata berbobot
Sediaan normal/minimal
Masuk terakhir keluar pertama (MTKP)

Fasilitas Fisis
1. Karakteristik dan Tujuan Pelaporan
.Berwujud fisis dan dikuasai oleh perusahaan untuk mengolah
dan memperlancar operasi perusahaan.
.Pada umumnya berumur panjang walaupun terbatas sehingga
perlu penggantian.
.Bernilai bagi perusahaan lantaran kekuasaan atau hak
perusahaan untuk menggunakannya bukan lantaran hak
miliknya.
.Pada umumnya merupakan aset nonmoneter dan manfaat
yang dapat diberikan berupa potensi jasa bukan daya beliatau
ketertukarannya.

Fasilitas Fisis
2. Variasi Istilah
.Aset tetap (fixed assets)
.Aset tetap berwujud (fixed tangible assets)
.Aset berwujud (tangible assets)
.Aset operasi (operating assets)
.Aset berumur panjang (long-lived assets)
.Aset jangka panjang (long-term assets)
.Tanah, bangunan, dan perlengkapan (property, plant and
equipment)
.Fasilitas fisis (plant assets)

Fasilitas Fisis
3. Basis Pembebanan

Fasilitas fisis memberi kontribusi jasa ke operasi berupa kapasitas atau


daya (misalkan dalam bentuk daya giling untuk mesin giling). Oleh Karena
itu, kos daya atau kapasitas fasilitas fisis tersebut jelas harus diserap
menjadi bagian kos produksi dan akhirnya menjadi beban pendapatan.
4. Makna Depresiasi

Depresiasi merupakan suatu proses alokasi kos secara sistematis dan


rasional dan jumlah rupiahnya diukur atas dasar bagian kos potensi jasa
yang dianggap telah dimanfaatkan sekaligus dalamk perioda terjadinya.
Depresiasi sebagai biaya tidak berbeda dengan jenis biaya operasi
lainnya.

Makna Deprisiasi Lain


Depresiasi sebagai proses akumulasi dana.
Depresiasi sebagai pemulihan investasi.
Depresiasi sebagai proses penilaian.

Tanah
Sebagai tempat usaha dan hak milik permanen, fungsi
tanah bersifat permanen sehingga tidak didepresiasi.
Tanah bukan hak milik permanen dapat didepresiasi.
Bagian kos tanah yang merepresentasi manfaat
produktif dapat didepresiasi.
Akuntansi tanah diatur dalam PSAK No. 47.

Aset Takberwujud
Dari segi asosiasi dengan pendapatan, sama seperti fasilitas
fisis.
Kos aset takberwujud harus dialokasi secara sistematis
sepanjang umur yuridis/ekonomik.
Umur ekonomik lebih unggul/layak untuk mengarmotisasi
asset tak berwujud daripada umur yuridis.
Goodwill dapat diinterpretasi sebagai kemampuan melaba
di atas normal, atribut spesifik yang dapat dapat dipisahkan,
atau akun penilaian induk.
Kos organisasi harus segera mulai diamortisasi manakala
ada tanda-tanda penurunan atau penciutan yang berlanjut
baik dalam laba, lingkup kegiatan, ataupun modal

Terimakasi
Mari
Berdiskusi
h