Anda di halaman 1dari 11

Asimilasi Sulfur

Oleh : Ali Fauzan


Gede Cakra Wahyu P
Eduart Niko Siahaan
A. Pengertian Asimilasi

Asimilasi adalah transport komponen metabolik terlarut


dari luar ke dalam lingkungan sel, baik secara pasif
(difusi) maupun transport aktif.

Osmotrof
Sel yang mendapatkan
semua komponen
metabolic melalui asimilas

Asimilasi dipenuhi dengan mekanisme transportasi dengan energi pasif (energi netral)
dan energi aktif (energi konsumsi).
Transport pasif
Dilakukan berdasarkandriving forceyang berupa gradient
konsentrasi, dengan mekanisme difusi.

Proses ini bersifat spontan, tidak membutuhkan energi


dari luar dan akan berlangsung sampai konsentrasi di area
perbatasan sel dengan daerah luar menjadi homogen .
Transport pasif akan terjadi hanya ketika molekul mampu
berdifusi melalui membran sel.
B. Asimilasi
Sulfur
Sulfur
Komponen asam amino yang dibutuhkan untuk sintesis protein.
Nutrisi utama bagi semua organisme.

Asimilasi oleh tumbuhan memainkan peran penting dalam siklus S di alam, dan
metabolisme S berasimilasi menyediakan berbagai senyawa yang bermanfaat bagi
hewan, termasuk manusia.

Beberapa organisme dapat memperoleh sulfur melalui


asimilasi reduksi sulfat, sebagian lagi memperoleh sulfur
melalui reduksi senyawa sulfur seperti H.
Sulfur terdapat dalam bentuk sulfat anorganik.
Sulfur direduksi oleh bakteri menjadi sulfida dan kadang-
kadang terdapat dalam bentuk sulfur dioksida atau hidrogen
sulfida.
Hidrogen sulfida ini seringkali mematikan mahluk hidup di
perairan dan pada umumnya dihasilkan dari penguraian bahan
organik yang mati.
Tumbuhan menyerap sulfur dalam bentuk sulfat (SO4).
Perpindahan sulfat terjadi melalui proses rantai makanan, lalu
semua mahluk hidup mati dan akan diuraikan komponen
organiknya oleh bakteri.
Beberapa jenis bakteri terlibat dalam daur sulfur, antara lain:
Desulfomaculum
Desulfibrio

Bakteri tersebut mereduksi sulfat menjadi sulfida dalam bentuk hidrogen


sulfida (H2S). Kemudian H2S digunakan bakteri fotoautotrof anaerob seperti
Chromatium dan melepaskan sulfur dan oksigen.
Sulfur di oksidasi menjadi sulfat oleh bakteri kemolitotrof seperti
Thiobacillus.
Selain proses tadi, manusia juga berperan dalam siklus sulfur. Hasil pembakaran pabrik
membawa sulfur ke atmosfer. Ketika hujan terjadi, turunlah hujan asam yang membawa
H2SO4 kembali ke tanah. Hal ini dapat menyebabkan perusakan batuan juga tanaman.
Dalam daur belerang, mikroorganisme yang bertanggung jawab
dalam setiap trasformasi adalah sebagai berikut :
1. H2S S SO4; bakteri sulfur tak berwarna, hijau dan ungu.
2. SO4 H2S (reduksi sulfat anaerobik), bakteri desulfovibrio.
3. H2S SO4 (Pengokaidasi sulfide aerobik); bakteri thiobacilli.
4. S organik SO4 + H2S, masing-masing mikroorganisme
heterotrofik aerobik dan anaerobik.
C. Peranan Sulfur terhap
pertumbuhan tanaman
Peranan Sulfur
Pada umumnya belerang dibutuhkan tanaman dalam pembentukan asam-asam amino
sistin, sistein, dan metionin. Disamping itu S juga merupakan bagian dari biotin,
tiamin, ko-enzim A dan glutationin. Diperkirakan 90% S dalam tanaman ditemukan
dalam bentuk asam amino, yang salah satu fungsi utamanya adalah penyususn
protein yaitu dalam pembentukan ikatan disulfide antara rantai-rantai peptide.
Belerang merupakan bagian (constituent) dari hasil metabolisme senyawa-senyawa
kompleks. Belerang juga berfungsi sebagai activator, kofaktor atau regulator enzim
dan berperan dalam proses fisiologi tanaman. Selain fungsi yang dikemukakan di
atas, peranan S dalam pertumbuhan dan metabolisme tanaman sangat banyak dan
penting, diantaranya (1) merupakan bagian penting dari ferodoksin, suatu complex
Fe dan S yang terdapat dalam kloroplas dan terlibat dalam reaksi oksidoreduksi
dengan transfer elektron serta dalam reduksi nitrat dalam proses fotosintesis, (2) S
terdapat dalam senyawa-senyawa yang mudah menguap yang menyebabkan adanya
rasa dan bau pada rumput-rumputan dan bawang-bawangan.
Belerang dikaitkan pula dengan pembentukan klorofil yang erat
hubungannya dengan proses fotosintesis dan ikut serta dalam
beberapa reaksi metabolisme seperti karbohidrat, lemak, dan
protein. Belerang juga dapat merangssang pembentukan akar
dan buah serta dapat mengurangi serangan penyakit.
Tanaman sangat membutuhkan blerang karena pada umumnya
belerang yang dibutuhkan untuk pertumbuhan optimal tanaman
bervariasi antara 0.1 sampai 0.5% dari bobot kering tanaman.
Spencer (1975) membagi 3 kelompok tanaman berdasarkan
tingkat kebutuhan S, yaitu:
- tanaman dengan tingkat kebutuhan S yang banyak (20-80 kg
S/ha)
- tanaman dengan tingkat kebutuhan S sedang (10-50 kgS/ha)
- tanaman dengan kebutuhan S rendah (5-25 kg S/ha).
D. Devisiensi Unsur Belerang

Kekurangan unsur hara Belerang (S)


Daun-daun muda mengalami klorosis (berubah menjadi kuning), perubahan warna
umumnya terjadi pada seluruh daun muda, kadang mengkilap keputih-putihan dan kadang-
kadang perubahannya tidak merata tetapi berlangsung pada bagian daun selengkapnya
Perubahan warna daun dapat pula menjadi kuning sama sekali, sehingga tanaman tampak
berdaun kuning dan hijau, seperti misalnya gejala-gejala yang tampak pada daun tanaman
teh di beberapa tempat di Kenya yang terkenal dengan sebutanTea Yellow atauYellow
Disease
Tanaman tumbuh terlambat, kerdil, berbatang pendek dan kurus, batang tanaman berserat,
berkayu dan berdiameter kecil
Pada tanaman tebu yang menyebabkan rendemen gula rendah
Jumlah anakan terbatas.