Anda di halaman 1dari 27

dr.

Khansa Haura
*
Nama : Ny. N
Umur : 44 thn
Jenis Kelamin : Wanita
Alamat : Gunung Puyuh
Pekerjaan : Ibu Rumah Tangga
Suku : Sunda
Agama : Islam
Pendidikan Terakhir : SMA
Status Pernikahan : Menikah
No. Rekam Medis : 016183
Masuk Rumah Sakit : 12 Oktober 2016
*
Keluhan utama
Sesak nafas

Riwayat Penyakit Sekarang


Pasien datang dengan keluhan sesak nafas disertai batuk sejak 2 hari lalu
yang semakin memberat sekitar 6 jam SMRS. Pasien juga mengeluhkan
adanya mual dan muntah darah sebanyak 1 kali. Tidak ada panas badan,
BAB dan BAK dalam batas normal. Pasien saat ini sedang dalam
pengobatan TB paru bulan ke 2
*
Riwayat TB : Riwayat TB 2 tahun yang lalu
mendapatkan pengobatan dengan disuntik selama 2 bulan dan
minum OAT selama 8 bulan ; saat ini sedang dalam pengobatan TB
bulan ke 2
Riwayat Asma : ada (sejak 10 tahun lalu)

Riwayat Hipertensi : disangkal

Riwayat Penyakit Jantung : disangkal

Riwayat DM : disangkal

Riwayat Alergi Obat : disangkal


*
Keadaan Umum : sakit sedang
Kesadaran : Compos Mentis, E4 V5 M6

Tanda-tanda Vital
* Tekanan darah : 100/60 mmHg
* Nadi : 100x/menit
* Laju napas : 26x/menit
* Suhu : 36 C (axila)
* SpO2 : 97
*
Kepala/leher
Rambut tidak tampak kusam dan tidak mudah rontok,
konjungtiva anemis (-/-), sklera ikterik (-/-), pupil
3mm/3mm, isokor, refleks cahaya (+/+) kesan normal,
nafas cuping hidung (+), bibir sianosis (-), trakea terletak
di tengah, pembesaran tiroid (-), pembesaran KGB (-/-),
JVP tidak meningkat.

Cor:
* I = Ictus cordis tidak terlihat
* P = Ictus cordis tidak teraba
* P = kanan : ICS III parasternal line dextra
Kiri : ICS VI 2 jari lateral midclavicula line sinistra
* A = S1 S2 normal, reguler, murmur (-), gallop (-)
Paru-Paru

Inspeksi Pergerakan dinding dada simetris kanan kiri

Sonor pada hemitoraks kanan, kiri sedikit


Perkusi menurun

Tidak teraba massa pada seluruh lapang paru


Palpasi Fremitus vocal melemah pada hemithoraks kiri

Suara nafas dasar : vesikuler kiri lebih lemah


disbanding vesikuler kanan
Auskultasi Rh (+/+)
Wh (+/+)
*
Abdomen
*I = Flat
*A = Bising usus (+)
*P = timpani, asites (-)
*P = Distended (-), defans muskular (-), nyeri tekan (-),
organomegali (-)

Ekstremitas
* Superior = Akral hangat, edema (-/-), sianosis (-/-)
* Inferior = Akral hangat, edema (-/-), sianosis (-/-)
RESUME

Seorang wanita usia 44 tahun datang ke IGD dengan keluhan


batuk dan sesak nafas sejak 2 hari lalu dan memberat sekitar 6
jam SMRS. Pasien mengeluhkan adanya muntah darah
sebanyak 1 kali, tidak ada keluhan panas badan. Pasien saat
ini sedang dalam pengobatan TB paru bulan ke 2 dan 2 tahun
lalu pasien sudah pernah mendapatkan terapi TB kategori 2.
Pada pemeriksaan fisik didapatkan wheezing dan ronkhi di
paru kiri dan kanan.
*
Darah Rutin Hasil Satuan Nilai Rujukan
Hemoglobin 14.7 g/dl 14-18
Hematokrit 45 % 35-45
Lekosit 4940 /mm3 4.000-9.000
Trombosit 268.000 /mm3 150.000-350.000

Kimia Klinik Hasil Satuan Nilai Rujukan


AST (SGOT) 53 U/L 10-31
ALT (SGPT) 61 U/L 9-36
DIAGNOSA KERJA IGD

1. Tb paru
2. Asma serangan sedang
3. Drug induced liver injury
TERAPI IGD
IVFD RL
02 3 L/menit
Ceftriaxone 2x1 IV
Omeprazole 1x1 IV
Ondansetron 2x1 IV
Nebu Combivent 3x1
Dexametason 2x1 IV
As. Tranexamat 2x1 IV
Salbutamol 2x1 po
Follow-up pasien di ruangan
Tanggal 14 Oktober 2016
Subjektif : sesak (+) berkurang, batuk, pilek
Objektif : Tensi 120/80 mm Hg
Nadi 102x/menit
RR 22x/menit
Suhu 37 C
Thorax : ronkhi di kanan dan kiri paru
Assesment : Destroyed lung lobus sinistra
Bekas TB
SOPT
ISPA
Plan terapi : stop OAT
Asering + aminofilin drip 1 ampul 20 gtt/menit
Combivent nebu 3x1
Dexametason 3x1
Fludan 3x1
Episan 3x2

Tanggal 15 Oktober 2016

Kimia Klinik Hasil Satuan Nilai Rujukan


AST (SGOT) 25 U/L 10-31
ALT (SGPT) 31 U/L 9-36
Permasalahan Pada Pasien
1. Berdasarkan anamnesis pada pasien, pasien 2 tahun lalu
mendapat terapi TB kategori 2 tanpa sebelumnya pernah
minum OAT, bagaimana panduan terapi pasien TB ?

2. Bagaimana mekanisme terjadinya obstruksi saluran


nafas pada pasien ini ?
Panduan Terapi TB
Kategori Kasus Paduan obat yang diajurkan Keterangan
I Kasus baru TB paru 2 RHZE / 4 RH atau
BTA +, BTA - , lesi luas 2 RHZE / 6 HE
pada foto thorax 2RHZE / 4R3H3
(termasuk luluh paru)

II - Kambuh -RHZES / 1RHZE / sesuai hasil uji Bila streptomisin


- Gagal pengobatan resistensi atau 2RHZES / 1RHZE / 5 RHE alergi, dapat diganti
-3-6 kanamisin, ofloksasin, etionamid, kanamisin
sikloserin / 15-18 ofloksasin, etionamid,
sikloserin atau 2RHZES / 1RHZE / 5RHE
II - TB paru putus berobat Sesuai lama pengobatan sebelumnya, lama
berhenti minum obat dan keadaan klinis,
bakteriologi dan radiologi saat ini (lihat
uraiannya) atau
*2RHZES / 1RHZE / 5R3H3E3
III -TB paru BTA neg. lesi 2 RHZE / 4 RH atau
minimal 6 RHE atau
*2RHZE /4 R3H3
IV - Kronik RHZES / sesuai hasil uji resistensi
(minimal OAT yang sensitif) + obat lini 2
(pengobatan minimal 18 bulan)
IV - MDR TB Sesuai uji resistensi + OAT lini 2 atau H
seumur hidup
Sindrom Obstruksi Pasca TB
* Di negara dengan prevalensi TB paru yang tinggi,
terdapat sejumlah
besar penderita yang sembuh setelah pengobatan TB.

* Kelompok penderita tersebut dimasukkan dalam kategori penyakit


Sindrom Obstruksi Pasca Tuberculosis (SOPT).
Patogenesis SOPT
Obstruksi bronkus
Fibrosis
Penekanan pada bronkial akibat limfadenopati TB
Proses TB -> destruksi parenkim paru -> peningkatan kebutuhan O2
Infeksi mikrobakteri menyebabkan perubahan vaskular -> penurunan
perfusi -> fungsi pertukaran udara menurun
TB paru merupakan infeksi menahun sehingga sistim imunologis
diaktifkan untuk jangka lama, akibatnya proses proteolisis dan oksidasi
sangat meningkat untuk jangka lama sehingga destruksi matriks alveoli
terjadi cukup luas.
Patogenesis Destruksi Parenkim Paru

aktifitas ezim
Matrix
metalloproteinase
meningkat

Komponen
antigenic dinding
M.tuberculosis , Penghancuran
lioparabinomannan kolagen dan elastin
(LAM), struktur parenkim
menstiimulasi paru
pelepasan MMP-1,
MMP-9
Destroyed Lung
PENYEBAB

Tuberkulosis paru (83,3%)


Karsinoma bronkogenik (12,1%)
Tumor mediastinum (3%)
Luluh paru tuberkulosis dihasilkan dari TB progresif
selama bertahun-tahun dan pengobatan yang tidak
adekuat

Penyebab kematian pada TB dengan luluh paru adalah


hemoptisis masif dan gagal napas pada TB yang
tereaktivasi dan/atau superinfeksi bakteri.

Gambaran radiologik luluh paru terdiri dari atelektasis,


ektasis/ multikaviti dan fibrosis parenkim paru
For many persons with tuberculosis,
microbiological cure is just the beginning,
not the end of their illness

Pengobatan TB yang adekuat Mencegah terjadinya luluh paru