Anda di halaman 1dari 19

Sari Pustaka

Alergi Susu Sapi Pada Anak


Agnes Amelia Elim
03012006

Pembimbing: dr. Kirana Kamima, Sp. A

Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Anak


RSUD Budhi Asih
Pendahuluan
Susu sapi dianggap sebagai penyebab alergi
makanan pada anak-anak yang paling sering dan
paling awal dijumpai dalam kehidupan.

Prevalensi alergi susu sapi pada anak-anak pada


tahun pertama kehidupan sekitar 2%.
Definisi
Penyakit reaksi imunologis yang timbul sebagai
akibat pemberian susu sapi atau makanan yang
mengandung susu sapi, dan reaksi ini dapat
terjadi cepat atau lambat.
Epidemiologi
Prevalensi sekitar 1-17,5% terjadi pada anak
balita, 1-13,5% terjadi pada anak-anak usia 5
16 tahun, dan 1-4% terjadi pada usia dewasa.

Prevalensi alergi susu sapi pada usia neonates


adalah sekitar 0,21% dan 0,35% pada bayi
premature.
Etiologi
Protein susu sapi
Casein
-1 kasien (29%)
-2 kasien (8%)
-kasien (27%)
-kasien (10%)
Whey
-laktalbumin (5%)
-laktoglobumin (10%)
Patogenesis
Sensitisasi
IgE antibodi terhadap protein susu sapi disekresi.
Antibodi tersebut mengikat pada permukaan sel
mast dan basofil
Aktivasi
IgE bergabung dengan sel mast mengikat epitop
alergi terdapat pada protein susu dan melepaskan
mediator inflamasi
Alergen tersebut dipinositosis dan diekspresikan
oleh antigen presenting sel (APC).
Interaksi antara APC dan limfosit T
mempromosikan modulasi dan aktivasi limfosit B.
Interaksi antara alergen pada sel mast atau basofil
dan antibodi IgE mempromosikan proses sinyal
intraseluler dengan degranulasi sel dan pelepasan
histamin, PAF dan mediator inflamasi lain.
Manifestasi Klinis
60% gejala keluhan saluran cerna
50-60% keluhan kelainan kulit
20-30% keluhan saluran napas
9% mengalami gejala anafilaksis
Penegakkan Diagnosis
Anamnesis
Pemeriksaan penunjang
Skin prick test
Atopy patch test
IgE RAST
Oral food challenge
Oral food challenge
Pemeriksaan OFC melibatkan pemberian susu
sapi kepada anak dalam dosis tertentu yang
dapat memicu reaksi alergi.
Jika timbul reaksi alergi maka hasil OFC disebut
positif atau OFC gagal, dan jika tidak timbul
reaksi alergi disebut OFC negative atau OFC
berhasil.
Keluhan objektif:

Urtikaria generalisata
Ruam eritematous dengan rasa gatal
Muntah dan nyeri abdominal
Kongesti nasal
Bersin-bersin berulang
Rhinnorhea
Rhinoconjungtivitis
Perubahan nada suara
Laringospasme
Stridor
Batuk dengan disertai wheezing
Perubahan tingkah laku
Penurunan tekanan darah lebih dari 20%
dari pemeriksaan tekanan darah awal
Peningkatan denyut nadi lebih dari 20%
(namun dapat disebabkan karena anxietas)
Pingsan
Syok anafilaktik.
Tatalaksana
ASI Lanjutkan ASI, eliminasi susu sapi dan produknya pada makanan ibu selama 2-4 minggu. Bila
gejala menghilang setelah eliminasi, ibu dapat konsumsi kembali nutrisi yang mengandung
protein susu sapi. Bila gejala muncul kembali, maka dapat ditegakkan diagnosis susu sapi.
Bila gejala tidak menghilang setelah eliminasi, maka perlu dipertimbangkan diagnosis lain.
Ibu harus menghindari susu sapi dan produk turunannya pada makanan sehari-harinya
sampai usia bayi 9-12 bulan atau minimal selama 6 bulan. Setelah kurun waktu tersebut, uji
provokasi dapat diulang kembali, bila gejala tidak timbul kembali berarti anak sudah toleran
dan susu sapi dapat dicoba diberikan kembali. Bila gejala timbul kembali maka eliminasi
dilanjutkan kembali selama 6 bulan dan seterusnya.

Susu formula Ganti susu formula dengan:


-eHF untuk pasien dengan gejala yang ringan - sedang
-AAF untuk pasien dengan gejala yang berat
-Formula susu kedele untuk bayi (usia diatas 6 bulan)
Bila gejala hilang setelah eliminasi, perkenalkan kembali protein susu sapi. Bila gejala timbul kembali, maka
dapat ditegakkan diagnosis alergi susu sapi. Jika gejala menetap setelah eliminasi, maka dapat
dipertimbangkan diagnosis lain.
Penggunaan formula khusus ini dilakukan sampai usia bayi 9-12 bulan atau minimal 6 bulan. Setelah kurun
waktu tersebut, uji provokasi dapat diulang kembali. bila gejala tidak timbul kembali berarti anak sudah
toleran dan susu sapi dapat diberikan kembali. Bila gejala timbul kembali maka eliminasi dilanjutkan
kembali selama 6 bulan dan seterusnya
Formula Tidak untuk terapi alergi susu sapi
terhidrolisasi
sebagian (pHF)
Formula eHF digunakan untuk terapi alergi susu sapi untuk gejala ringan-sedang.
terhidrolisasi secara
ekstensif (eHF)
Formula susu kedelai Formula susu kedelai tidak termodifikasi tidak bisa digunakan untuk
terapi alergi susu sapi

Susu lainnya Pasien alergi susu sapi tidak harus mengkonsumsi susu mamalia lainnya
(seperti susu kambing atau domba)

Formula susu kedele Formula susu kedele terhidrolisasi dapat digunakan sebagai terapi alergi
terhidrolisasi (HSF) susu sapi pada bayi diatas 6 bulan

Formula asam amino Ini direkomendasikan pada terapi alergi susu sapi terutama pada pasien
(AAF) dengan gejala yang berat
Prognosis
Alergi susu sapi biasanya adalah sebuah kondisi
sementara. Hal ini ditunjukkan bahwa pada usia
3 tahun, 85% anak-anak kembali mengalami
toleransi terhadap protein susu sapi.