Anda di halaman 1dari 15

KAS

Aplikasi Pengauditan
Kasus PT. Bina Citra Pesona

Kelompok 1:
Khairunnisa C1C113230
Irma Yulia Oktaviani C1C113236
Anny Rasyada C1C113244
Aulia Rahmi Anami C1C113245
Pengertian kas adalah modal kerja yang sifatnya sangat
likuid (lancar). Semakin besar jumlah nominal kas yang
terdapat pada suatu perusahaan artinya makin tinggi
tingkat likuiditasnya.
Ikatan Akuntansi Indonesia (IAI) mengungkapkan
pengertian kas sebagai berikut:
Kas terdiri atas saldo kas (Cash On Hand), rekening
giro, atau setara kas (Cash Equivalent) adalah sebuah
investasi yang bersifat sangat likuid, berjangka pendek
dan bisa dengan cepat dijadikan kas dalam jumlah
tertentu tanpa menghadapi resiko atas perubahan nilai
yang signifikan.
PT. Bina Citra Pesona memiliki dua buah rekening (giro) bank,
yaitu: (1) rekening giro di Bank Ganesha dan (2) rekening giro
di Bank Dago. Rekening nomor 101, Kas di Bank Ganesha,
digunakan untuk penerimaan dan pengeluaran kas secara
umum, sedangkan rekening nomor 102, rekening kas di Bank
Dago, digunakan untuk pembayaran gaji. Menjelang
pembayaran gaji, PT. Bina Citra Pesona mentransfer kas dari
giro di Bank Ganesha ke rekening giro di Bank Dago sebesar
gaji yang akan dibayarkan. Setiap transfer antar bank selalu
dicatat dalam jurnal penerimaan kas maupun jurnal
pengeluaran kas.
KEKUATAN-KEKUATAN
PENGAWASAN INTERN ATAS
PENERIMAAN KAS
PT. BINA CITRA PESONA
SISTEM PENERIMAAN KAS
Kekuatan-kekuatan Pengawasan Intern
Kekuatan-kekuatan Pengujian Substantif yang Dapat Ditempuh

Otorisasi : Adanya pengawasan semua surat masuk Pengecekan terhadap dokumen daftar surat masuk
secara memadai. Hal ini menunjukkan bahwa otorisasi Melakukan vouching
juga dilaksanakan dengan memadai. Observasi kelengkapan

Pemisahan Fungsi : Karena adanya pemisahan fungsi Observasi terhadap tugas


dalam pembuatan daftar surat masuk di antara petugas Wawancara
yang menangani dan yang tidak menangani kas,
sehingga informasi yang dihasilkan menjadi lebih
akurat

Pembandingan : Direktur akuntansi melakukan Pengecekkan dokumen rekonsiliasi daftar surat


rekonsiliasi daftar surat masuk secara independen masuk dengan catatan akuntansi
sehingga data-data yang ada dapat saling dibandingkan Pengecekan langsung
dan dicocokkan.
PT. BINA CITRA PESONA
SISTEM PENERIMAAN KAS
Kekuatan-kekuatan Pengawasan Intern
(LANJUTAN)
Kekuatan-kekuatan Pengujian Substantif yang Dapat Ditempuh

Pembandingan : Direktur akuntansi melakukan Pengecekkan dokumen rekonsiliasi daftar surat


rekonsiliasi daftar surat masuk secara independen masuk dengan catatan akuntansi
sehingga data-data yang ada dapat saling Pengecekan langsung
dibandingkan dan dicocokkan.

Pemisahan Fungsi Pencatatan : Penerimaan bukti setor Observasi tentang pemisahan fungsi antara
terpisah dengan penyetor, hal ini untuk pencatat piutang
mempermudah dan sebagai bukti pencatatan oleh Kasir
bagian akuntansi. Wawancara
PT. BINA CITRA PESONA
SISTEM PENERIMAAN KAS
Kekuatan-kekuatan Pengawasan Intern
(LANJUTAN)
Kekuatan-kekuatan Pengujian Substantif yang Dapat Ditempuh

Pembandingan Pencatatan : Karena adanya Pengecekan langsung


pencatatan penjualan tunai secara independen, Observasi
agar resiko kecurangan dapat diminimalisir. Wawancara

Perbedaan adanya rekonsiliasi tranksaksi Pengecekan dokumen


secara independen dengan ketepatan periode Pengecekan langsung
akuntansi Pengecekan atas ketetapan periode
akuntansi
Wawancara
KELEMAHAN-KELEMAHAN
PENGAWASAN INTERN ATAS
PENERIMAAN KAS
PT. BINA CITRA PESONA
SISTEM PENERIMAAN KAS
Kelemahan-kelemahan Pengawasan Intern
Kelemahan-kelemahan Kesalahan yang dapat terjadi Pengujian Substantif yang Dapat
Ditempuh
pencatatan : petugas penerimaan berpotensi terjadi rekayasa dapat melakukan observasi fisik
surat tidak melakukan pencatatan, dengan memeriksa daftar surat
itu berarti belum ada suatu otorisal masuk yang diterima
penugasan

Pemisahan Fungsi : Penyetoran Adanya penyelewengan Melakukan observasi


uang ke bank dilakukan oleh setoran
petugas yang juga menyiapkan
setoran

penerimaan kas tidak perlu selalu kesalahan pencatatan wawancara


disetor ke bank setiap hari kesalahan dalam laporan observasi dengan memeriksa
sehingga dapat disimpulkan bahwa rekonsiliasi bank daftar penerimaan kas
pelaksanaan tranksaksi kurang lapping memeriksa laporan rekonsiliasi
memadai. penyelewwengan kas bank.
perusahaan
KEKUATAN-KEKUATAN
PENGAWASAN INTERN ATAS
PENGELUARAN KAS DAN SALDO
KAS
PT. BINA CITRA PESONA
SISTEM PENGELUARAN KAS DAN SALDO KAS
Kekuatan-kekuatan Pengawasan Intern
Kekuatan-kekuatan Pengujian Substantif yang Dapat Ditempuh

Otorisasi : adanya otorisasi oleh dewan komisaris atas Pengecekan dokumen


penandatanganan cek. Wawancara ( mengenai keabsahan tanda tangan )
Pemeriksaan terhadap cek yang digunakan atau
melakukan observasi atas penggunaan cek.

Otorisasi : setiap cek memerlukan adanya dua buah Wawancara


tanda tangan Pengecekan dokumen

Pencatatan : cek yang digunakan bernomor urut Pengecekan terhadap dokumen terkait, yaitu
cetak. dengan memeriksa nomor urut yang digunakan
dengan menguji keabsahan nomor urut cek yang
bersangkutan.
PT. BINA CITRA PESONA
SISTEM PENGELUARAN KAS DAN SALDO KAS
Kekuatan-kekuatan Pengawasan Intern
(LANJUTAN)
Kekuatan-kekuatan Pengujian Substantif yang Dapat Ditempuh

Pelaksanaan Tranksaksi : penggunaan cek untuk semua Wawancara


pengeluaran kas ( kecuali pengeluaran kas kecil ) PeObservasi
Vouching
Pengecekan dokumen
meriksaan semua cek masuk dan keluar

Pembandingan : adanya pembuatan rekonsiliasi bank Pengecekan langsung


setiap bulan

Pelaksanaan Tranksaksi : Laporan bank dikirim secara Pengecekan langsung


langsung kepada petugas yang membuat rekonsiliasi
bank.
KELEMAHAN-KELEMAHAN
PENGAWASAN INTERN ATAS
PENGELUARAN KAS DAN SALDO
KAS
PT. BINA CITRA PESONA
SISTEM PENGELUARAN KAS DAN SALDO KAS
Kelemahan-kelemahan Pengawasan Intern
Kelemahan-kelemahan Kesalahan yang dapat terjadi Pengujian Substantif yang Dapat
Ditempuh

Pemisahan fungsi : tidak adanya Adanya rekayasa pembayaran Melakukan vouching


pemisahan fungsi atau rekayasa dalam Melakukan konfirmasi dengan
penandatanganan cek dengan pengeluaran kas pihak terkait
fungsi persetujuan pembayaran Melakukan
observasi/pengamatan secara
berkelanjutan

Pemisahan fungsi : tidak adanya Pengeluaran Vouching


pemisahan fungsi kas/penandatanganan cek Wawancara
penandatanganan cek dengan telah dilakukan tapi belum Penelusuran
fungsi akuntansi dicatat dalam jurnal Observasi
pengeluaran kas.
Adanya rekayasa
Pengeluaran kas dicatat pada
periode yang salah
PT. BINA CITRA PESONA
SISTEM PENGELUARAN KAS DAN SALDO KAS
Kelemahan-kelemahan Pengawasan Intern
(LANJUTAN)
Kelemahan-kelemahan Kesalahan yang dapat terjadi Pengujian Substantif yang Dapat
Ditempuh
Pencatatan : rekonsiliasi bank dibuat Rekayasa laporan Wawancara
Kesalahan penjumlahan dalam
oleh petugas yang tidak independen Vouching
rekonsiliasi bank
Penelusuran
Adanya post setoran dalam perjalanan
fisik
Adanya cek-cek yang masih beredar
yang dihapuskan dari rekonsiliasi bank
untuk menutupi kekurangan kas.

Pencatatan : rekonsiliasi bank dibuat Rekayasa laporan Wawancara


Kesalahan penjumlahan dalam
oleh petugas yang tidak independen Vouching
rekonsiliasi bank
Penelusuran
Adanya pos setoran dalam perjalanan
fisik
Adanya cek-cek yang masihberedar
yang dihapuskan dari rekonsiliasi bank
untuk menutupi kekurangan kas.