Anda di halaman 1dari 23

Pengaruh Bedrock Terhadap

Kandungan Endapan Bauksit di


Kalimantan Barat
OUTLINE

 Pendahuluan
 Pengertian Bauksit
 Endapan Bauksit Dunia
 Endapan Bauksit Kalimantan Barat
 Studi Kasus
 Kesimpulan
PENDAHULUAN

 Laterit adalah produk hasil proses pelapukan kuat


pada daerah tropis, lembab, dan hangat
 Endapan laterit berperan penting dalam aspek
ekonomi karena mengandung logam alumunium
 Bauksit adalah batuan yang terdiri dari mineral
alumunium hidroksida
 Bijih bauksit digunakan sebagai sumber utama
logam alumunium
Maksud dan Tujuan

 Maksud:
Mengetahui karakterisitik, genesa, dan sifat bedrock terhadap
pembentukan endapan bauksit
 Tujuan:
Menjelaskan pengaruh jenis bedrock terhadap kandungan endapan
bauksit di dunia, khususnya di Kalimantan Barat berdasarkan
karakteristik, genesa, dan faktor-faktor yang mempengaruhi
Pengertian Bauksit

 Terdapat 3 (tiga) tipe bauksit menurut


Patterson,dkk. (1986), yaitu:
Trihidrat (Al2O3.3H2O) -> gibsit (AlOH3)
Monohidrat (Al2O3.H2O) -> buhmit, diaspor (AlOOH)
Mixed bauksit
 Klasifikasi bauksit:
Sifat genetik, umur, komposisi (Valeton, 1972)
Model endapan (Lefond, dkk., 1983)
Genesa (Selang, 1960)
Klasifikasi Bauksit

Klasifikasi bauksit
berdasarkan model
endapan (Lefond,dkk.,
1983, dalam Paterson,dkk.,
1986)
 Blanket deposit
 Pocket deposit
 Interlayered deposit
 Detrital deposit

Gambar: model endapan bauksit


(Patterson,dkk., 1986)
Laterisasi

Endapan laterit yang dapat mengandung bijih


apabila dalam kondisi (Lefond,dkk., 1986; Harder,
1952, dalam Patterson,dkk., 1986)
 Batuan mudah dilarutkan air
 Ada vegetasi dan bakteri
 Pergantian musim panas dan dingin
 Waktu untuk pelapukan
 Porositas batuan besar
 pH tanah 5-7
 Ada perbedaan ketinggian permukaan batuan
 Lempeng tektonik stabil
 Curah hujan tinggi
Gambar: Analisis kimia bauksit berdasarkan batuan induk (Patterson,dkk., 1986)
Karakteristik Bauksit

 Bijih bauksit dan karakteristiknya menurut


Patterson,dkk. (1986), yaitu:
Gibsit -> daerah tropis (Kenozoik)
Buhmit -> batuan karbonat (Kapur, sedikit Paleozoik)
Mixed bauksit -> Paleozoik & Mesozoik

Gambar:
Gambar: Sifat-sifat
Sifat-sifat fisik
mineral dari(Newsome
bauksit mineral utama bauksit
et al, 1960, (Lefond,dkk.,
dalam 1983)
Patterson,dkk., 1986)
Endapan Bauksit Dunia

 Patterson,dkk. (1986) menjelaskan bahwa sumberdaya


bauksit utama yang ada dunia berada di Afrika, Amerika
Serikat, Australia, Asia, dan Eropa

Guinea 7,400
Australia 6,200
Brazil 2,600
Jamaika 2,000
India 590
Indonesia 1,000
Guyana 850
China 830
Yunani 250
Suriname 580
Vietnam 2,100
Russia 200

Gambar : Cadangan bauksit di berbagai negara (USGS, 2016)


Endapan Bauksit Dunia

Batuan Umur Cadang Sumber Komposisi rata-rata Grade Bijih


induk Endapa an daya bauksit
n Al2O3 SiO2 Fe2O3

Guinea Dolerit, Paleozoik 7,4 8-10 >45% <5% <5% High Gibsit,
batupasir milyar milyar minor
,sekis ton ton buhmit
Australia Basal, Paleozoik 6,2 6,5-7,5 >45% <10% >10%% High-low Gibsit,
batupasir - milyar milyar buhmit
arkos, Kenozoik ton ton
batugam
ping
China Batugam Paleozoik 0,83 1,45 >45% >10% >10% High-low Buhmit,
ping, - milyar milyar diaspor,
serpih Kenozoik ton ton sedikit
gibsit
Indonesi Batusaba Mesozoik 1,00 2,5 <45% >10% >5% High-low Gibsit
a k, - milyar milyar
granitoid Kenozoik ton ton
Bauksit Kalimantan Barat

 Sabuk laterit pertama kali ditemukan


oleh PT Alcomin pada tahun 1974
 Daerah sabuk laterit meliputi
wilayah Ketapang, Sanggau, Landak,
Kubururaya, Pontianak,
Bengkayang, dan Singkawang
(Surata, dkk., 2010)
 Salah satu eksplorasi di daerah
Tayan oleh PT Antam sejak tahun
2007 menemukan potensi tambang
bauksit sekitar 104 juta ton dengan
Al2O3 46%, SiO2 13%, Fe2O3 12%,
(Surata,dkk., 2010)
 Penyebaran bauksit mengikuti jalur
busur laterit dari barat laut-tenggara
Gambar: Kenampakan sabuk laterit di
Kalimantan Barat (Surata, 2010)
Geologi Regional

Gambar Lokasi busur vulkanik di Kalimantan Barat (Katli, 1974, dalam Surata et al, 2010)
Karakteristik Bedrock

Faktor yang mempengaruhi kualitas bauksit:


 Iklim tropis
 Curah hujan tinggi
 Kelembaban tinggi
 Tektonik stabil
 Topografi landai bergelombang
 Banyak vegetasi

Kandungan bauksit:
 Kadar rata-rata endapan sebesar < 45 % Al2O3, > 5% SiO2, > 5%
Fe2O3
 Mineral alumina yang umum dijumpai berupa gibsit
Karakteristik Bedrock

Gibbsite
(52.70%)
Overburden
Plagioclase and T-Al2O 3
(48%)
Feldspars (53.29%) (43.50%)

Mineral lempung
(12,8%)
Iron oxides
(19.52%)
Quartz
(10.56%)
Quartz (18.57%) Crude Bauxite etc. (4.6%) T-SiO2
(48%) (25.66%)

Mafic Fraction -12 #


minerals (25.71%)
(50%) Fe2 O3
(7.57%)
Caolinite
etc.(1.86%) (4%)
TiO 2 (0 .5%)

Granodiorit
Diorite Bauxite Mineralogy composition Chemical composition
of bauxite of bauxite

Surata,dkk. (2010)

Gambar: Diagram perubahan volume dan mineral dari granidiorit ke bauksit di Tayan, Kalimantan Barat
Karakteristik Bedrock

Gibbsite
Overburden (62.20%)
Plagioclase and (48%)
Feldspars (53.29%)
T-Al2O 3
(47.88%)

Iron Oxides
(17.99%)
Quartz (0.90%)
Quartz (18.57%) Crude Bauxite etc. (3.28%)
(50%)
T-SiO2
(4.13%)
Mafic Fraction -12 #
minerals (25.71%) Fe2 O3
(46%)
(19.69%)
etc. (1.86%) Caolinite
(4%) TiO2 (1.40%)

Gabro
Diorite Bauxite Mineralogy composition Chemical composition
of bauxite of bauxite

Surata,dkk. (2010)

Gambar: Diagram perubahan volume dan mineral dari gabro ke bauksit di Tayan, Kalimantan Barat
STUDI KASUS

DISCOVERY AND ITS GENETIC


RELATIONSHIP OF BAUXITE DEPOSIT IN
MEMPAWAH AND LANDAK REGENCY
WEST KALIMANTAN PROVINCE

Made Surata, Oki Suksiano, Markus Pratomo, Supriyadi


2010
Lokasi Penelitian

Gambar: Lokasi penelitian wilayah


Mempawah dan Landak (Surata et al,
2010)

Gambar: Peta Geologi wilayah Mempawah dan Landak – Kalimantan


Barat (P3G Bandung, 1993, dalam Surata et al, 2010)
Hasil Penelitian

 Ditemukan dua karakteristik bauksit berbeda,


yaitu:
Anggota Gunungapi Raya (Klr) memiliki komposisi
dominan andesitik dengan perbandingan Fe2O3 / T-SiO2> 1
Anggota Granodiorit Mensibau (Klm) memiliki komposisi
dominan granitik dengan perbandingan Fe2O3 / T-SiO2 < 1
Anggota Gunungapi Raya (Klr) menghasilkan endapan
bauksit berwarna coklat tua dan keras, ditemukan di
Mempawah
Anggota Granodiorit Mensibau (Klm) menghasilkan
endapan bauksit berwarna coklat muda dan tidak solid,
ditemukan di Landak
Hasil Penelitian

Gambar: Distribusi peta sumberdaya bauksit di wilayah Mempawah dan


Landak (Surata et al, 2010)
Kesimpulan

 Faktor yang mempengaruhi bedrock terhadap pembentukan kualitas bauksit di


Kalimantan Barat yaitu iklim tropis, vegetasi melimpah, topografi
bergelombang, tatanan tektonik stabil, serta curah hujan dan kelembaban
tinggi.
 Bedrock yang banyak mengandung feldspar dan mengalami pelapukan intensif
akan menghasilkan endapan bauksit yang high grade (Al2O3 >45%, SiO2 <5%,
dan Fe2O3 <5%), seperti syenit, gabro, batupasir arkos, dan batuan metamorf
 Jenis bedrock yang membentuk endapan bauksit di Kalimantan Barat
umumnya bertipe granitoid yang kaya SiO2 seperti granit, granodiroit, dan
andesit, dan ada pula ditemukannya batuan mafik seperti gabro
 Bedrock gabro menghasilkan kadar Al2O3>45%, SiO2<5%, dan Fe2O3 >5%
 Bedrock andesit dan granodiorit menghasilkan kadar Al2O3<45%, SiO2>5%,
dan Fe2O3 >5%
 Bedorck granit menghasilkan kadar Al2O3 <45%, SiO2>5%, dan Fe2O3 <5%
Daftar Pustaka

 Donaldson, D., and Raahauge, B.E., 2016, Alumina and Bauxite: Switzerland, Springer International Publishers
 Erzagian, E., Setijadji, L.D., dan Warmada, I.W., 2016, Studi Karakteristik dan Petrogenesis Batuan Beku di Daerah
Singkawang dan Sekitarnya Provinsi Kalimantan Barat, Proceedings of Seminar Nasional Kebumian ke – 9, p. 421 –
432
 Gow, N.N., and Gian, P.L., 1993, Bauxites: Ore Deposits Model, v. 2, p. 135 – 142
 Kesler, S.E., and Simon, A.C., 2016, Mineral Resources, Economics and The Environment, Cambridge University Press.
 Patterson, S.H., Kurtz, H.F., Olson, J.C., and Neeley, C.L., 1986, World Bauxite Resources: Washington, U.S.
Government Printing Office.
 Prasiddha, A.S.W., 2013, Karakteristik Mineralogi dan Geokimia Endapan Bauksit Tambang Tayan, Kalimantan
Barat. S.T. Skripsi, Universitas Gadjah Mada, tidak dipubilkasikan.
 Rafiato, R.I., Cahyono, H.A., Yudhaswita, A., Matano, A., and Marta, Y., 2016, Beneficiation and Mineralogical Study
of Bauxite Deposits in Ketapang, West Kalimantan fot Optimum Bayer Alumina Refinery Process, Proceedings of
Unconventional Exploration Target and Latest Techniques and New Tools in Mineral and Coal Exploration, p. 96-104
 Setijadji, L.D., Basuki, N.I., and Prihatmoko, S., 2010, Kalimantan Mineral Resources: An Update On Exploration And
Mining Trends, Synthesis On Magmatism History And Proposed Models For Metallic Mineralization, Proceedings of
PIT IAGI Lombok.
 Soto-Viruet, 2012, Minerals Yearbook 2010, USGS
 SRK Consulting, 2016, Antam Bauxite Project Mineral Resource Estimate.
 Surata, M., Suksiano, O., Pratomo, M., and Supriyadi, 2010, Discovery and Its Genetic Relationship of Bauixte Deposit
in Mempawah and Landak Regency West Kalimantan Province, Proceedings of Kalimantan Coal and Mineral
Resources, p. 107 – 116
 Surata, I.M., Wibawa, R.R., Sunjaya, D., and Semedie, T., 2014, Geological Prospect and Bauxite Resource Estimation
at Toho Mempawah West Kalimantan, Proceedings of Sundaland Resources, p. 107 – 116
 Tse, 2015, Minerals Yearbook 2013, USGS
 Wulansari, D., Setijadji, L.D., dan Warmada, I.W., 2016, Karakteristik Kandungan Mineral dalam Bauksit dengan
Metode XRD Semi – Kuantitatif di Kawasan Tambang Tayan Kalimantan Barat, Proceedings of Seminar Nasional
Kebumian ke – 9, p. 612 – 623
 Valeton, I., 1972, Bauxites: Amsterdam, Elsevier.
TERIMA KASIH