Pokja TKRS
SK 001/RS EMCT/DIR/SK/X/2017
MISI – VISI
MISSION
”EMC inspires better life, accessible for
everyone, through healthcare
integration and advancement”
”EMC menginspirasi kehidupan yang lebih
baik dan tersedia untuk semua kalangan
melalui layanan kesehatan yang terintegrasi
dan terkini”
VISION
”EMC strives to be a trusted and
transformative healthcare provider with
noble purposes”
”EMC berupaya menjadi penyedia layanan
kesehatan yang terpercaya, transformatif dan
bertujuan mulia”
SKPengangkatan Direktur RS :
002/DIR/UPM/SK/X/2017
SKStruktur Organisasi :
003/RS EMCT/DIR/SK/X/2017
Andya Daniswara, BSBA
Komisaris
Lucia Sungkoro
Direktur Andya Daniswara, BSBA
Utama
Direktur Sri Dewi, SE, Dipl. Fin, MPA
Direktur
dr Clara Pelita Sri Hexanini
Rumah Sakit
Direktur Rumah
sakit
Keuangan &
Medik dan Sumber Daya Akuntansi dan
Keperawatan Manusia dan Umum Teknologi
Informasi
Pelayanan Medik Penunjang Medik Keperawatan
Dr. Clara Pelita
Anik Handayani, Timbul
Dr. Hamdi Koesyanto Napitupulu, SE
M.Pd
Ns. Ari
Dr. Ira Wahyuni, Dr. Ira Wahyuni, Kusmayanti,
MKK MKK S.Kep
Kepala Divisi bertanggung jawab untuk
menjalankan misi dan membuat rencana
serta regulasi yang dibutuhkan untuk
melaksanakan misi
Ada laporan pelaksanaan program secara berkala
Pemilikatau representasi pemilik menerima
laporan program peningkatan mutu & keselamatan
pasien tepat waktu
KPI (Key Perform Index)
Sejak peralihan kepemilikan coporate telah memandu dan
membantu langsung untuk membuat KPI. KPI menjadi target
seluruh unit di RS.
KPI menjadi KPI individu para leader
Menjadi tolak ukur performance appraisal bagi para
leader.
Dalam survey akreditasi saat tinjauan lapangan (WAWANCARA) yang dinilai adalah
Medis : 21 KPI Pengadaan =
Penunjang Medik : 29 KPI HRD = 9 KPI
Keperawatan : 21 KPI IT =
Umum : 14 KPI
Keuangan : 27 KPI
Parakepala bidang/divisi di RS bertanggung
jawab untuk mengkaji/review, memilih,
serta memantau kontrak klinis & kontrak
manajerial
Kontrakdapat juga berhubungan dengan staf
profesional kesehatan
Harus menyebutkan bahwa staf profesional
tersebut memenuhi persyaratan yg
ditetapkan rumah sakit & peraturan
perundang-undangan.
Kontrak & perjanjian lainnya dievaluasi sebagai
bagian dari program PMKP rumah sakit.
RS perlu mendapatkan informasi mutu dari
pelayanan yg disediakan berdasar atas kontrak atau
perjanjian lainnya.
Pelayanan yg disediakan berdasar atas kontrak &
perjanjian lainnya perlu mencantumkan indikator
mutu yg dapat dipergunakan untuk mengukur mutu
pelayanan yg disediakan berdasar atas kontrak tsb.
RS punya regulasi tentang monitoring mutu pelayanan
yg disediakan berdasar atas kontrak / perjanjian
lainnya.
Pelayanan klinis memastikan bahwa dokter
praktik mandiri yg bukan merupakan staf RS
memiliki izin & kredensial yg tepat sesuai
dengan pelayanan yg diberikan kepada
pasien
Pengadaan & penggunaan sumber daya dengan
mempertimbangkan mutu & keselamatan.
RS perlu menyusun regulasi penggunaan
teknologi medik dan obat baru yang masih dalam
taraf uji coba (trial).
Melakukan kajian implikasi terhadap mutu &
keselamatan pasien dari pelaksanaan uji coba
(trial) tersebut.
Pelaksanaan uji coba (trial) dapat dilakukan bila
persetujuan sudah keluar.
Kepalabidang / divisi telah melakukan evaluasi
mutu & keselamatan pasien terhadap hasil dari
pengadaan & penggunaan teknologi medik
serta obat menggunakan indikator mutu &
laporan insiden keselamatan pasien
Khusus untuk pembelian alat kesehatan, bahan medis habis pakai,
dan obat yang berisiko termasuk vaksin maka rumah sakit agar
memperhatikan hal-hal sebagai berikut :
1. akte pendirian perusahaan dan pengesahan dari Kementerian
Hukum dan Hak Azasi Manusia
2. Surat Izin Usaha Perusahaan (SIUP)
3. NPWP
4. Izin Pedagang Besar Farmasi–Penyalur Alat Kesehatan (PBF–PAK)
5. Perjanjian Kerja Sama antara distributor dan prinsipal serta
rumah sakit
6. Nama dan Surat izin Kerja Apoteker untuk apoteker
penanggung jawab PBF
7. Alamat dan denah kantor PBF
8. surat garansi jaminan keaslian produk yang didistribusikan
(dari prinsipal).