Anda di halaman 1dari 17

ANTIHIPERGLIKEMIKA

ELIASA GUSTIN HARSANTI (1031511025)


INDAH PUJI CAHYANI (1031511038)
NETTA ISWARA GUSEN (1031511060)
SINTA DEVI RAHMAWATI (1031511076)
DASAR TEORI
 Hiperglikemia adalah istilah medis untuk keadaan di mana
kadar gula dalam darah lebih tinggi dari nilai normal. Dalam
keadaan normal, gula darah berkisar antara 70 – 100 mg/dL.
Kadar gula biasanya sedikit meningkat dari nilai normal
sesaat sesudah makan, tapi keadaan ini tidak dianggap
hiperglikemia.
• Hiperglikemia dapat disebabkan oleh berbagai hal, tetapi
yang paling sering adalah oleh penyakit diabetes mellitus.
Pada diabetes mellitus, gula menumpuk dalam darah karena
gagal masuk ke dalam sel. Kegagalan tersebut terjadi akibat
hormon yang membantu masuknya gula darah, yaitu hormon
insulin, jumlahnya kurang atau cacat fungsi. Hormon insulin
diproduksi oleh pankreas.
• Selain penyakit diabetes mellitus, gula darah juga dapat
meningkat pada keadaan berikut:
1. Gangguan pankreas, misalnya peradangan atau kanker
pankreas
2. Stres kejiwaan
3. Penyakit berat seperti serangan jantung, stroke, kanker dll
• Hiperglikemia tidak menimbulkan gejala yang signifikan
kecuali jika kadarnya sudah diatas 200 mg/dL.
Hiperglikemia berat biasanya akan menyebabkan gejala-
gejala berupa :

• Poliurin
• Polifagi
• Polidipsi
• Pandangan Kabur
• Rasa Lelah
• Susah Berkonsentrasi

Jika hiperglikemia berlangsung lama maka akan timbul


komplikasi berupa kerusakan saraf, kerusakan sistem
kekebalan tubuh, pandangan kabur, kerusakan pembuluh
darah, dan kerusakan ginjal.
ALAT DAN BAHAN
ALAT
1. Jarum oral (sonde)
2. Beaker glass
3. Neraca ohauss
4. Glucotest

BAHAN
1. CMC Na
2. Glibenclamid
3. Metformin
4. Glukosa
CARA KERJA
Tiap kelompok dibagi masing-masing 5 hewan uji (tikus)

Ditimbang masing-masing tikus dan di tes darahnya dengan glucotest

Diberikan pemberian obat secara peroral (Glibenclamid/Metformin)

Setelah 30’ dari pemberian, diberi glukosa secara p.o dengan dosis
2,14 g/kg BB

Setelah 2 jam dari pemberian glukosa, diambil lgi darahnya dan di


tes dengan glucotest
TABEL PENIMBANGAN
No B.Tara + B. Tara B. Kertas (g)
. Tikus (g) Kosong (g)
1. 253 67 186

2. 275 67 208

3. 275 67 208

4. 305 67 238

5. 257 67 190
DATA PENGAMATAN
PERHITUNGAN DOSIS
Dosis glibenklamid 1,89 mg/kg BB tikus
I. 168g/1000g x 1,89 mg = 0,3515 mg
II. 208g/1000g x 1,89 mg = 0,3931 mg
III. 208g/1000g x 1,89 mg = 0,3931 mg
IV. 238g/1000g x 1,89 mg = 0,4498 mg
V. 190g/1000g x 1,89 mg = 0,3591mg

C Stock = 0,4498g/½.5ml
=0,1799mg/ml
=4,498mg/25ml
Bobot rata2 tablet =0,6060g/3
=0,2023g/tab ~ 202,3mg/tab

Yg ditimbang =4,498mg/5mg x202,3mg


=181,98mg

Range 10% (163,79mg – 200,17mg)

Koreksi C stock
B. Kertas + zat =0,7248g
B. Kertas + sisa =0,5258g
B. Zat =0,1992g ~ 199,2mg
C stock = 199,2mg/ 203,3 mg x 5 mg
= 4, 9234 mg/ 25ml
= 0,1969 mg/ ml
VOLUME PEMBERIAN
GLIBENCLAMID
Volume pemberian glibenklamid
Vp I = 0,3515mg/0,1969mg/ml = 1,78ml ~ 1,80ml
Vp II = 0,3931mg/0,1969mg/ml = 1,99ml ~ 2,00ml
Vp III = 0,3931mg/0,1969mg/ml = 1,99ml ~ 2,00ml
Vp IV = 0,4498mg/0,1969mg/ml = 2,28ml ~ 2,30ml
Vp V = 0,3591mg/0,1969mg/ml = 1,82ml ~ 1,80ml
PERHITUNGAN DOSIS GLUKOSA 2,14G/KG BB

238g/1000g x 224g = 0,5093g ~ 509,3mg

C stock = 509,3g /½.5ml


=203,72mg/ml

Volume pemberian =509,3mg/203,27mg x 1ml


= 2,5ml

Larutan stock =2,5ml x 15 = 37,5ml ~ 50ml


203,72mg/1ml x 50ml =10.186mg ~ 10,186g
Range(9.167,4g – 11.204,6g)

B. Kertas + zat =11,1948g


B. Kertas + sisa =1,0211g
B. Zat =10.1737g ~ 10.1737mg/50ml
= 203,4mg/ml
Dosis glukosa
I. 168g/1000g x 2140mg = 398,04mg
II. 208g/1000g x 2140mg = 445,12mg
III. 208g/1000g x 2140mg = 445,12mg
IV. 238g/1000g x 2140mg = 509,32mg
V. 190g/1000g x 2140mg = 406,6mg

Volume pemberian glukosa


Vp I = 398,04mg/203,4mg/ml = 1,95ml
Vp II = 445,12mg/203,4mg/ml = 2,188ml ~ 2,20ml
Vp III = 445,12mg/203,4mg/ml = 2,188ml ~ 2,20ml
Vp IV = 509,32mg/203,4mg/ml = 2,50ml
Vp V = 406,6mg/203,4mg/ml = 1,99ml ~ 2,00ml
PERHITUNGAN ANAVA
GLUKOSA
GLIBENCLAMID METFORMIN
(KONTROL)
52 53 80
69 57 70
49 73 105
69 78 119
59 83 146

n=5 n=5 n=5



𝜖𝑥²𝑏𝑔 =(
𝜖𝑥𝐼
𝑛
)² + (
𝜖𝑥𝐼𝐼
𝑛
)² + (
𝜖𝑥𝐼𝐼𝐼
𝑛
)² - (
𝜖𝑥𝑇
𝑁

298 344 520 1162
= ( )² + ( )² + ( )² - ( )²
5 5 5 15
= 5491,7333
𝜀𝑥²𝑤𝑔 = 𝜀𝑥²𝑡 - 𝜀𝑥²𝑏𝑔
= 10253,7333 - 5491,7333
= 4762
5491,7333
Rjk bg =
𝑘 −1
5491,7333
=
3−1
= 2745,8667
4762
Rjk wg =
𝑁 −𝑘
4762
=
15 −3
= 396, 8333
𝑟𝑗𝑘 𝑏𝑔
F hitung =
𝑟𝑗𝑘 𝑤𝑔
2745,8667
=
396, 8333
= 6, 9194
F tabel = 8, 74
Kesimpulan f hitung < f tabel maka tidak ada
perbedaan yang siginifikan antar kelompok sehingga
tidak perlu menghitung uji pasca anava