Anda di halaman 1dari 7

 Pendahuluan, pengertian dan ruang lingkup

hukum maritim
 Lingkup Hukum maritim aspeknya luas; tidak
sekedar masalah pelayaran, perkapalan
maupun kepelabuhan, melainkan segala
aspek pengangkutan dan perdagangan baik
lingkup hukum perdata maupun hukum
publik
Dalam hukum maritim dikenal konsep-konsep
jurisdiksi sebagai berikut:
 Jurisdiksi negara bendera (flag state
jurisdiction)
 Jurisdiksi negara pantai (coastal state
jurisdiction)
 Jurisdiksi negara pelabuhan (port state
jurisdiction)
 Jurisdiksi atas transportasi laut.
 Menurut hukum internasional negara yang
benderanya berkibar di atas sebuah kapal
mempunyai jurisdiksi atas kapal tersebut.
Kapal tersebut mempunyai nasionalitas
negara bendera tersebut. Ketentuan ini diatur
di dalam pasal 5 Konvensi Laut Bebas 1958
dan pasal 92 Konvensi Hukum Laut 1982.
 Yurisdiksi negara pantai meliputi kewenangan
negara untuk mengawasi kegiatan-kegiatan
kapal asing di perairannya, termasuk laut
teritorial dan zona yang bebatasan.
Kewenangan negara di sini termasuk
mengawasi hal lintas yang dilakukan oleh
kapal-kapal asing di perairannya dimana
negara pantai dapat mengambil langkah yang
diperlukan di perairan teritorialnya untuk
mencegah lintas yang tidak damai dari kapal
asing.
 Negara pantai juga mempunyai kewenangan
untuk mengawasi kegiatan kapal-kapal asing
di pelabuhan atau di tempat-tempat berlabuh
lainnya seperti off-shore terminals dan
wilayah teritorialny.a Kekuasaan negara
tersebut mencakup kewenangan untuk
memeriksa sertifikat-sertifikat kapal, kapal
itu sendiri, dan dalam hal-hal tertentu negara
berwenang untuk melakukan penahanan atas
kapal tersebut.
 Kewenangan negara pantai atas wilayahnya yang
berhubungan dengan pelayaran termasuk juga
untuk melakukan pengaturan di bidang
transportasi laut baik nasional maupun
penyelenggaraan angkatan laut ke/dari luar
negeri. Untuk penyelenggaraan angkutan laut
dalam negeri, didasarkan pada azas kabotase.
Asas kabotase (cabotage) didefinisikan sebagai
pengangkutan orang dan barang melalui laut,
udara, daratan dan perairan pedalaman antara
dua tempat yang terletak di wilayah negara yang
sama.