Anda di halaman 1dari 6

UJI IDENTIFIKASI

KARBOHIDRAT
Uji karbohidrat

Pengamatan
mikroskopi Uji Kimiawi
amilum
IDENTIFIKASI MELALUI PENGAMATAN
MIKROSKOPIS BUTIR AMILUM
IDENTIFIKASI KIMIAWI
Uji Molish Uji Seliwanoff Uji Tollens

Uji Anthrone Uji Benedict Uji Barfoed

Uji Pikrat Uji Asam


Uji Fehling
Musat

Uji Iodin
Prinsip reaksi ini adalah dehidrasi
senyawa karbohidrat oleh asam
Pipet 1 ml
larutan uji, sulfat pekat menjadi
masukkan ke
dalam tabung
monosakarida.
reaksi
Dehidrasi heksosa menghasilkan
senyawa hidroksi metil furfural,
sedangkan dehidrasi pentosa
Tambah 3 tetes
larutan α-naftol, menghasilkan senyawa fulfural.
dicampur

Uji positif adalah timbul cincin merah


Miringkan tabung
dan tambahkan
ungu yang merupakan hasil
H2SO4 pekat kondensasi antara furfural atau
sebanyak 10 tetes
dengan hati-hati hidroksimetil furfural dengan a-
melalaui dinding
tabung
naftol dalam pereaksi molish.
Uji ini untuk semua jenis karbohidrat.
Uji positif bila terjadi
piringan merah ungu
Mono-, di-, dan polisakarida akan
pada perbatasan memberikan hasil positif.
kedua cairan
IDENTIFIKASI KARBOHIDRAT

• Uji Seliwanof : Mengetahui / membedakan Ketosa dan aldosa


• Uji Anthrone : Karbohidrat atau bukan
• Uji Benedict : Gula pereduksi atau non (aldehid dan alpha hidroksi keton)
• Uji Iodium : Polisakarida atau bukan (membedakan)
• Uji Barfoed : Monosakarida (+) dan
Disakarida (-)
• Uji Osazon : Aldehida atau Keton Bebas
• Uji Pikrat : Gula pereduksi atau non
• Uji Tollens : Membedakan Aldehid dengan Keton
• Uji Fehling : Karbonil aldehid atau Keton (Uji generic Monosakarida)
• Uji Asam Musat : Galaktosa atau glukosa (monosakarida gugus aldehid)