Anda di halaman 1dari 12

INTERAKSI DENGAN ATMOSFER &

RADIASI TARGET

Widya Septiani 23-2014-001


Nadia Fiscarina 23-2014-039
Rizki Ahmad Faturochman 23-2014-043
Interaksi dengan Atmosfer
Sebelum radiasi mencapai permukaan bumi, di atmosfer radiasi mengalami
‘gangguan’ atau berinteraksi dengan keadaan atmosfer. Partikel dan gas-gas
di atmosfer dapat mempengaruhi proses radiasi. Efek ini disebabkan oleh
mekanisme hamburan (scattering) dan serapan (absorption).

hamburan serapan
Hamburan (Scattering)
terjadi ketika partikel atau gas molekul berukuran besar terdapat pada
atmosfer yang berinteraksi dengannya dan menyebabkan radiasi
elektromagnetik dihamburkan.

- Hamburan Rayleigh
 Hamburan yang terjadi di atmosfer yang cerah, terutama
mengandung butir-butir gas nitrogen dan oksigen (atmosfer rayleigh).
 Hamburan rayleigh biasa terjadi apabila partikel kecil atmosfer garis
tengahnya lebih kecil daripada panjang gelombang radiasi yang
berinteraksi.
 Besarnya hamburan rayleigh (H) berbanding terbalik terhadap
pangkat empat panjang gelombang :
1 sehingga panjang gelombang pendek akan
H 
 dihamburkan lebih kuat daripada panjang gelombang
4

yang panjang.
 Contoh hamburan rayleigh :
langit berwarna biru (karena biru panjang gelombangnya lebih
pendek)
- Hamburan Mie
Hamburan Mie terjadi apabila garis tengah partikel atmosfer
sama dengan panjang gelombang radiasi yang berinteraksi.
Penyebab utama hamburan mie adalah uap air dan debu di
atmosfer.

- Hamburan Non-selektif
Hamburan non-selektif terjadi apabila garis tengah partikel
atmosfer lebih besar daripada panjang gelombang radiasi
yang berinteraksi.
Penyebab hamburan non selektif adalah hujan.
Hamburan non-selektif ini tidak tergantung pada panjang
gelombang. Pada spektrum tampak, cahaya biru, hijau dan
merah dihamburkan dengan jumlah yang sama, dan
menyebabkan kabut dan awan tampak putih.
Serapan (Absorption)
merupakan mekanisme lainnya yang terjadi saat radiasi
elektromagnetik berinteraksi dengan atmosfer. Tidak seperti
pada scattering, fenomena ini menyebabkan molekul-
molekul pada atmosfer menyerap energi pada panjang
gelombang yang bervariasi. Ozon, karbon dioksida, dan
uap air adalah tiga jenis utama material yang menyerap
radiasi.
Ozon menyerap radiasi ultraviolet dari matahari yang
berbahaya.
Tanpa lapisan ozon di atmosfer maka kulit kita bisa terbakar.
Jendela Atmosfer
Spektrum elektromagnetik itu sangat luas, namun hanya sebagian kecil yang dapat
digunakan dalam penginderaan jauh.
Contohnya sinar Gamma dan sinar X, keduanya tidak dapat dapat digunakan
dalam penginderaan jauh. Mengapa?
Jawaban : kedua sinar tersebut terserap oleh atmosfer.
Selain sinar gamma dan sinar X, spektrum elektromagnetik apa yang tidak dapat
dan yang dapat digunakan dalam penginderaan jauh?
Jawaban :
Yang tidak dapat digunakan adalah : ultraviolet 0,03 - 0,3 mm ; gelombang radio.
Yang dapat digunakan : photographic ultraviolet 0,3 - 0,4 mm ; cahaya tampak;
infrared; gelombang mikro.
Apa yang dimaksud dengan jendela atmosfer?
Jendela atmosfer adalah bagian-bagian spektrum
elektromagnetik yang dapat melalui atmosfer dan mencapai
permukaan bumi.
Radiasi - Target
Radiasi elektromagnetik yang tidak diserap atau dihamburkan di atmosfer
akan dapat mencapai dan berinteraksi dengan target di permukaan bumi.
Terdapat 3 bentuk interaksi yang terjadi, yaitu :

1. Absorption (A) : terjadi ketika energi diserap ke dalam target


2. Transmission (T) : terjadi ketika target meneruskan radiasi
3. Reflection (R) : terjadi ketika radiasi dipantulkan oleh target
Jika permukaan halus maka karakteristik
Reflection permukaan tersebut adalah seperti cermin
dimana hampir semua energi dipantulkan
dengan arah yang sama (specular reflection).

SPECULAR REFLECTION Sedangkan ‘diffuse reflection’ terjadi jika


permukaan kasar dimana energi dipantulkan
secara merata ke semua arah.

Hampir semua permukaan bumi mempunyai


karakteristik antara ‘perfectly specular’ atau
DIFFUSE
REFLECTION ‘perfectly diffuse’ reflectors.
Apakah target tertentu memantulkan secara specular maupun diffuse
tergantung pada sifat permukaan itu sendiri (surface roughness) dan
perbandingannya dengan panjang gelombang radiasi datang.

Jika panjang gelombang jauh lebih kecil/pendek daripada variasi


permukaan atau ukuran partikel pembentuk permukaan tersebut maka
pantulan diffuse yang akan dominan.

Sebagai contoh, ‘fine-grained sand’ akan tampak agak halus pada


gelombang mikro, tetapi agak kasar pada gelombang cahaya tampak.
Pola Respon Spektral
Dengan pengukuran energi yang
dipantulkan atau dipancarkan oleh target di
permukaan bumi maka dapat dibuat respon
spektral target tersebut.
Dengan membandingkan pola respon dari
beberapa target berbeda maka dapat
diidentifikasi karakteristik masing-masing
target.
Sebagai contoh, air dan vegetasi (tumbuh-tumbuhan) kemungkinan
mempunyai sifat pantulan yang mirip pada rentang cahaya tampak tetapi
akan sangat berbeda pada rentang gelombang infra-red.
Respon spektral bisa bervariasi bahkan pada target yang sama, waktu dan
lokasi. Untuk itu perlu mengetahui dan memahami karakteristik spektral
suatu target sehingga dapat melakukan koreksi-koreksi terhadapnya.