Anda di halaman 1dari 96

KONSEP DASAR

KOMUNIKASI
Ns. Hairuddin Safaat
DASAR-DASAR
KOMUNIKASI
Ns. Hairuddin Safaat
DEFENISI KOMUNIKASI
• Istilah komunikasi atau dalam bahasa inggris Communication berasal dari
kata latin communicatio, dan bersumber dari kata communis yang berarti
sama. Sama disini maksudnya adalah sama makna
• Sebuah proses penyampaian pikiran atau informasi dari seseorang kepada
orang lain melalui suatu cara tertentu sehingga orang lain tersebut mengerti
betul apa yang dimaksud oleh penyampai pikiran-pikiran atau informasi”.
(Komaruddin, 1994;Schermerhorn, Hunt & Osborn, 1994; Koontz & Weihrich,
1988)
PROSES KOMUNIKASI
• Komunikasi dapat efektif apabila pesan diterima dan dimengerti
sebagaimana
dimaksud oleh pengirim pesan, pesan ditindaklanjuti dengan sebuah
perbuatan
oleh penerima pesan dan tidak ada hambatan untuk hal itu (Hardjana,
2003).
TUJUAN KOMUNIKSI
• Menyampaikan ide / informasi / berita
• Mempengaruhi orang lain
• Merubah perilaku orang lain
• Memberikan pendidikan
• Memahami (ide) orang lain
Umpan balik Ya, saya mengerti
O… dia mengerti

Decoding

Encoding
KOMUNIKATOR PESAN SALURAN KOMUNIKAN

Gangguan
BENTUK / JENIS KOMUNIKASI
• Komunikasi Verbal
• Komunikasi Non Verbal
MODEL PROSES KOMUNIKASI
FAKTOR-FAKTOR YANG
MEMPENGARUHI KOMUNIKASI
• Komunikator : performance, pengetahuan, language mastery, Opportunity
• Pesan / Informasi : relevan, Clearly, Simple
• Komunikan : performance, sikap
• Umpan Balik
TINGKATAN KOMUNIKASI
• Intrapersonal Communication
• Interpersonal Communication
• Group Communication (Komunikasi dalam kelompok kecil)
• Organizational Communication
• Public Communication (Komunikasi kepada khalayak / umum)
• Cross-culture Communication (Komunikasi antara orang dr budaya yg
berbeda)
• Mass Communication
12

ELEMEN DASAR
• Pengetahuan
• Ketulusan
• Semangat
• Praktek
13

PENGETAHUAN
• Perawat yang memiliki pengetahuan yang luas akan lebih mudah
berkomunikasi daripada wawasan pengetahuannya terbatas.
14

KETULUSAN
• Dalam melaksanakan tugas setiap harinya seorang perawat sering
berhadapan denagn pasien yang memiliki bermacam-macam sifat dan
tabiat
• Penampilan seorang perawat yang tulus tercermin dari sikapnya yang
sederhana, mau mendengarkan keluhan-keluhan pasien tanpa bermaksud
untuk melecehkannya atau mencemoohnya
15

SEMANGAT
• Seorang perawat dengan naluri keibuan haruslah bijaksana terutama
dalam mengubah kekangan perasaan pasien dengan memberikan
dorongan
• Semangat hidup yang tinggi dapat mempengaruhi semangat pasien,
penyakit yang diderita oleh pasien lebih cepat sembuh bila nasihat dan
saran-saran serta anjuran dokter ditaati sepenuhnya oleh pasien.
16

PRAKTEK
• Pribadi yang tampil utuh sebagai seorang perawat bukanlah suatu hal yang
mudah, agar lebih luwes namun sigap serta tidak kaku dalam berbicara
maka latihan intensif salah satu jalan keluarnya.
• Latihan ini bisa berupa menyebutkan konsonan huruf hidup A, I, U, E, O tiap
sehabis bangun tidur. Bisa juga dengan menghitung dari 1 sampai 100 dan
kebalikannya dari seratus mundur hingga mencapai angka satu.
• Dengan latihan praktek demikian ditambah lagi praktek berbicara di depan
umum akan menghilangkan rasa cemas hingga tidak kaku dan berani
tampil
17

KOMUNIKASI EFEKTIF
• Pesan harus direncanakan
• Pesan menggunakan bahasa yang dapat dimengerti kedua belah pihak
• Pesan itu harus menarik minat dan kebutuhan pribadi penerima
• Pesan harus berisi hal-hal yang mudah difahami
• Pesan yang disampaikan tidak samar-samar
18

KOMUNIKASI NON-VERBAL
TERAMATI PADA
1. Metakomunikasi
• Komunikasi tidak hanya tergantung pada pesan tetapi juga pada
hubungan antara pembicara dengan lawan bicaranya.
• Metakomunikasi adalah suatu komentar terhadap isi pembicaraan dan sifat
hubungan antara yang berbicara, yaitu pesan di dalam pesan yang
menyampaikan sikap dan perasaan pengirim terhadap pendengar.
Contoh: tersenyum ketika sedang marah
19

2. Penampilan Personal
• Penampilan seseorang merupakan salah satu hal pertama yang diperhatikan
selama komunikasi interpersonal. Kesan pertama timbul dalam 20 detik sampai 4
menit pertama. Delapan puluh empat persen dari kesan terhadap seserang
berdasarkan penampilannya (Lalli Ascosi, 1990 dalam Potter dan Perry, 1993).
• Bentuk fisik, cara berpakaian dan berhias menunjukkan kepribadian, status sosial,
pekerjaan, agama, budaya dan konsep diri. Perawat yang memperhatikan
penampilan dirinya dapat menimbulkan citra diri dan profesional yang positif.
• Penampilan fisik perawat mempengaruhi persepsi klien terhadap
pelayanan/asuhan keperawatan yang diterima, karena tiap klien mempunyai citra
bagaimana seharusnya penampilan seorang perawat. Walaupun penampilan tidak
sepenuhnya mencerminkan kemampuan perawat, tetapi mungkin akan lebih sulit
bagi perawat untuk membina rasa percaya terhadap klien jika perawat tidak
memenuhi citra klien.
20

3. Intonasi (Nada Suara)


• Nada suara pembicara mempunyai dampak yang besar terhadap arti
pesan yang dikirimkan, karena emosi seseorang dapat secara langsung
mempengaruhi nada suaranya.
• Perawat harus menyadari emosinya ketika sedang berinteraksi dengan klien,
karena maksud untuk menyamakan rsa tertarik yang tulus terhadap klien
dapat terhalangi oleh nada suara perawat
21

3. Ekspresi wajah
• Hasil suatu penelitian menunjukkan enam keadaan
emosi utama yang tampak melalui ekspresi wajah:
terkejut, takut, marah, jijik, bahagia dan sedih.
• Ekspresi wajah sering digunakan sebagai dasar
penting dalam menentukan pendapat interpesonal.
Kontak mata sangat penting dalam komunikasi
interpersonal. Orang yang mempertahankan kontak
mata selama pembicaraan diekspresikan sebagai
orang yang dapat dipercaya, dan memungkinkan
untuk menjadi pengamat yang baik.
• Perawat sebaiknya tidak memandang ke bawah
ketika sedang berbicara dengan klien, oleh karena itu
ketika berbicara sebaiknya duduk sehingga perawat
tidak tampak dominan jika kontak mata dengan klien
dilakukan dalam keadaan sejajar
22

A
Is that my expression?
23

Is that my expression?
24

C
Is that my expression?
25

D
Is that my expression?
JARAK FISIK 26

• Jarak menunjukkan tingkat hubungan (akrab; dekat;


formal)
• Jarak/space  intim: 45 cm, personal: 1.5 m, sosial:
1.5-18 m (Hein, 1980)
• Pembicara ~ pendengar berdekatan beberapa
puluh cm hingga < 1 m  keduanya telah saling
mengenal (akrab)
• Pembicara ~ pendengar berjarak lebih jauh 
hubungan formal (umumnya dilakukan diantara
teman sejawat di tempat kerja)
• Pembicara mengambil jarak lebih jauh dari
pendengar  hubungan formal diantara keduanya
(kuliah; seminar)
27

4. Sikap tubuh dan langkah


• Sikap tubuh dan langkah menggambarkan sikap; emosi, konsep diri dan
keadaan fisik.
• Perawat dapat mengumpulkan informasi yang bermanfaat dengan
mengamati sikap tubuh dan langkah klien.
• Langkah dapat dipengaruhi oleh faktor fisik seperti rasa sakit, obat, atau
fraktur
28

5. Sentuhan
• Kasih sayang, dukungan emosional, dan perhatian
disampaikan melalui sentuhan.
• Sentuhan merupakan bagian yang penting dalam hubungan
perawat-klien, namun harus mnemperhatikan norma sosial.
Ketika memberikan asuhan keperawatan, perawat menyentuh
klien, seperti ketika memandikan, melakukan pemeriksaan fisik,
atau membantu memakaikan pakaian.
• Perlu disadari bahwa keadaan sakit membuat klien tergantung
kepada perawat untuk melakukan kontak interpersonal
sehingga sulit untuk menghindarkan sentuhan.
• Bradley & Edinburg (1982) dan Wilson & Kneisl (1992)
menyatakan bahwa walaupun sentuhan banyak bermanfaat
ketika membantu klien, tetapi perlu diperhatikan apakah
penggunaan sentuhan dapat dimengerti dan diterima oleh
klien, sehingga harus dilakukan dengan kepekaan dan hati-
hati.
29

DIMENSI HUBUNGAN
Ketrampilan tertentu dibutuhkan perawat
untuk mencapai dan mempertahankan
hubungan terapeutik.

Ketrampilan ini menggabungkan


ketrampilan verbal dan non verbal serta
sikap dan perasaan dibalik sikp perawat.

Ketrampilan ini dibagi 2 dimensi :


Dimensi Responsif dan Tindakan
30

DIMENSI RESPONSIF
 KESEJATIAN
 HORMAT
 EMPATI
 KONKRIT
31

DIMENSI TINDAKAN

 KONFRONTASI
 KESEGERAAN
 KETERBUKAAN
 EMOSIONAL KATARSIS
 BERMAIN PERAN
32

1. KONFRONTASI
• Pengekspresian perawat terhadap perbedaan pada perilaku klien yang
bermanfaat untuk memperluas kesadaran diri klien. Carkhoff mengidentifikasi tiga
kategori konfrontasi yaitu:
1. Ketidak sesuaian antara konsep diri klien (ekspresi klien tentang dirinya) dan ideal
diri (cita-cita/keinginan klien)
2. Ketidak sesuaian antara ekspresi non verbal dan perilaku klien
3. Ketidak sesuaian antara pengalaman klien dan perawat
• Konfrontasi seharusnya dilakukan secara asertif bukan agresif/marah. Oleh karena
itu sebelum melakukan konfrontasi perawat perlu mengkaji antara lain: Tingkat
hubungan saling percaya dengan klien, waktu yang tepat, tingkat kecemasan dan
kekuatan koping klien.
• Konfrontasi sangat berguna untuk klien yang telah mempunyai kesadaran diri tetapi
perilakunya belum berubah
33

2. KESEGERAAN
• Terjadi jika interaksi perawat-klien difokuskan pada dan digunakan untuk
mempelajari fungsi klien dalam hubungan interpersonal lainnya.
• Perawat harus sensitif terhadap perasaan klien dan berkeinginan membantu
dengan segera
34

3. KETERBUKAAN PERAWAT
• Tampak ketika perawat memberikan informasi tentang diri, ide, nilai,
perasaan dan sikapnya sendiri untuk memfasilitasi kerjasama, proses belajar,
katarsis, atau dukungan klien.
• Penelitian Johnson bahwa peningkatan keterbukaan antara perawat-klien
menurunkan tingkat kecemasan perawat klien
35

4. KATARSIS EMOSIONAL
• Klien didorong untuk membicarakan hal-hal yang sangat mengganggunya
untuk mendapatkan efek terapeutik.
• Dalam hal ini perawat harus dapat mengkaji kesiapan klien untuk
mendiskusikan maslahnya. Jika klien mengalami kesulitan mengekspresikan
perasaanya, perawat dapat membantu dengan mengekspresikan
perasaannya jika berada pada situasi klien
36

5. BERMAIN PERAN
• Membangkitkan situasi tertentu untuk meningkatkan penghayatan klien
kedalam hubungan antara manusia dan memperdalam kemampuannya
untuk melihat situasi dari sudut pandang lain; juga memperkenankan klien
untuk mencobakan situasi yang baru dalam lingkungan yang aman
37

KESIMPULAN
• Kemampuan menerapkan tehnik komunikasi terapeutik memrlukan latihan
dan kepekaan serta ketajaman perasaan, karena komunikasi terjadi tidak
dalam kemampuan tetapi dalam dimensi nilai, waktu dan ruang yang turut
mempengaruhi keberhasilan komunikasi yang terlihat melalui dampak
terapeutiknya bagi klien dan juga kepuasan bagi perawat.
• Komunikasi juga akan memberikan dampak terapeutik bila dalam
penggunaanya diperhatikan sikap dan tehnik komunikasi terapeutik.
• Hal lain yang cukup penting diperhatikan adalah dimensi hubungan.
Dimensi ini merupakan faktor penunjang yang sangat berpengaruh dalam
mengembangkan kemampuan berhubungan terapeutik.
38

KOMUNIKASI NON-VERBAL
• Komunikasi non-verbal adalah pemindahan pesan tanpa menggunakan
kata-kata.
• Merupakan cara yang paling meyakinkan untuk menyampaikan pesan
kepada orang lain.
• Perawat perlu menyadari pesan verbal dan non-verbal yang disampaikan
klien mulai dari saat pengkajian sampai evaluasi asuhan keperawatan,
karena isyarat non-verbal menambah arti terhadap pesan verbal.
• Perawat yang mendektesi suatu kondisi dan menentukan kebutuhan
asuhan keperawatan.
39

KOMUNIKASI NON-VERBAL
• Komunikasi non-verbal adalah pemindahan pesan tanpa menggunakan
kata-kata.
• Merupakan cara yang paling meyakinkan untuk menyampaikan pesan
kepada orang lain.
• Perawat perlu menyadari pesan verbal dan non-verbal yang disampaikan
klien mulai dari saat pengkajian sampai evaluasi asuhan keperawatan,
karena isyarat non-verbal menambah arti terhadap pesan verbal.
• Perawat yang mendektesi suatu kondisi dan menentukan kebutuhan
asuhan keperawatan.
KESADARAN DIRI PERAWAT DALAM 40

KOMUNIKASI TERAPEUTIK

• Perawat merupakan profesi yang menolong


manusia untuk beradaptasi secara positif
terhadap stres yang dialami.
• Pertolongan yng diberikan harus bersifat
terapeutik.
• Instrumen utama yang dipakai adalah DIRI
PERAWAT SENDIRI
• Analisa diri sendiri merupakan dasar utama
untuk dapat memberikan asuhan yang
berkualitas
41

FOKUS ANALISA DIRI


• KESADARAN DIRI
• KLARIFIKASI NILAI
• EKSPLORASI NILAI
• KEMAMPUAN MENJADI MODEL
42

1. KESADARAN DIRI

• Perawat perlu menjawab “SIAPA SAYA”

Kaji perasaan, reaksi, perilaku


sebagai:
- pribadi
- pemberi pelayanan

Kesadaran diri:
P-akan menerima perbedaan
dan keunikan Klien
43

2. KLARIFIKASI NILAI
• Hubungan P-K adalah:
“ hub timbal balik”
tapi utamakan kebutuhana K-
Konflik P- perlu menyadari dan
Tidak puas mengklarifikasi

Rasa tidak aman


atasi,
sadari kelemahan
dan kekurangan

Tidak mempengaruhi
hub P-K
44

3. EKSPLORASI PERASAAN
P-perlu terbuka, sadar terhadap perasaanya,
mengontrol
“menggunakan diri secara terapeutik”

4. KEMEPUAN MANJADI MODEL


Masalah pribadi hub. Interporsonal terganggu

memepengaruhi hub terapeutik

“Perawat” dapat memenuhi dan memuaskan kehidupan pibadinya, tidak


didominasi oleh konflik dan stres

SIAPA SAYA?
45

JOHARI WINDOW
(1) (2)
DIKETAHUI DIRI HANYA DIKETAHUI
SENDIRI DAN OLEH ORANG LAIN
ORANG LAIN

(3) (4)
HANYA DIKETAHUI TIDAK DIKETAHUI
OLEH DIRI SENDIRI OLEH SIAPAPUN
46
2 tokoh idola

2 cita-cita 2 keberhasilan

3 kata yang 2 kegagalan


menggambarkan saya
47

LATIHAN MENGENAL KONSEP DIRI


DAN PANDANGAN ORANG LAIN
• Tujuan: Meningkatnya Kesadaran Diri
• Meluaskan area kuadran 1
• Cara: mendengarkan diri sendiri
• Mengecilkan kuadran 2
• Cara: mendengarkan dan belajar dari orang lain
• Mengecilkan kuadran 3
• Cara: membuka diri
48

• SI SADAR
• KUADRAN 1 LEBIH LUAS
• Banyak hal dan sifat Soima yang
diketahui oleh orang lain dan dirinya
sendiri
• Orang lain dapat memprediksi apa
yang dirasakan dan apa yang
dilakukan oleh Soima ketika terjadi
sesuatu
49

• SI EGO : KUADRAN 2 lebih luas


• Banyak sifat angkuh, sombong, sok tahu,
keras kepala yang hanya diketahui oleh
oran lain, namun dirinya sendiri tidak
menyadari.
• Penilaian tentang diri sendiri suka
berlawanan dengan orang lain.
• Tidak mau mendengarkan orang lain,
dan sangat mampu melihat kekurangan
orang lain
50
51

• Si MISTERIUS : KUDRAN 3 LEBIH LUAS


• Dikenal penuh rahasia
• Sangat susah untuk diprediksi dan
dipahami
• oleh teman-temannya.
• Dapat sering terjadi
• perselisihan
52

• SI HILANG AKAL : KUADRAN 4 LEBIH


LUAS
• Tidak mengetahui aspek yang ada
pada dirinya sendiri.
• Terlebih lagi buat orang lain
53
TAHAPAN HUBUNGAN P-K 54

TERAPEUTIK

 PRA INTERAKSI
 PERKENALAN ATAU ORIENTASI
 KERJA
 TERMINASI
ANALISA ALASAN KLIEN MINTA BANTUAN
55
Alasan Klien Pendekatan Kep. Yg Contoh Respons
Sesuai

Perubahan Rumah ke Rumah •Penekanan pada lingkungan •Ceritakan apa yang


Sakit, mendapat: terapeutik dirasakan di rumah/
• Perlindungan tempat kerja
• Kenyamanan
• Istirahat
• Kebebasan dari rumah
& tempat kerja
Perawatan, menginginkan: •Menerima/mengakui •Kami/saya akan
• Seseorang merawat kebutuhan klien membantu anda
• mengobati penyakit •Yakinkan/jelaskan bantuan agar lebih baik
• kesehatan lebih baik perawatan yg tersedia

Kontrol •Tawarkan/jelaskan tindakan •Kami akan


• Menyadari ketidak yang direncanakan melakukan
mampuan mengontrol ...............
gejala yg dirasakan •Ibu dpt berpartisipasi dalam . . . .
..........
ANALISA ALASAN KLIEN MINTA BANTUAN
56

Alasan Klien Pendekatan Kep. Contoh Respons


Yang Sesuai
Tanda/Gejala •Lakukan klarifikasi •Saya melihat apa yg
•Klien menjelaskan •Kaji pengalaman anda rasakan, dptkah
gejala yg dirasakan & kehidupan klien anda menceritakan lbh
ingin mengatasinya jauh tentang . . . . . . . .

Penyelesaian masalah •Ajak klien melihat •Sudah berapa hari


•Klien mengidentifikasi masalah scr obyektif anda panas?
masalah/konflik •Gunakan pendekatan •Apa yg sudah anda
•Klien menjelaskan apa penyelesaian masalah lakukan
yang telah dilakuakn

Mencari bantuan •Konfirmasi fakta-fakta yg •Saya lihat anda kesal/


•Keluarga, teman atau dirasakan klien bingung
petugas kesehatan •Fakta yg ada perlu •Saya harap anda akan
menganjurkan ke RS bantuan merasa baikan
•Klien mungkin ambivalen •Jelaskan bantuan yang
marah bingung sesuai
Tahapan Hubungan terapeutik 57

• Prainteraksi
Eksplorasi perasaan,fantasi dan ketakutan diri
Analisa kekuatan & kelemahan profesional diri
Dptkan data klien & rencanakan pertemuan I

• Perkenalan atau orientasi


Tentukan alasan minta pertolongan
Bina Hub. Saling percaya,rumuskan kontrak &
eksplorasi fikiran dan perbuatan klien.
• Kerja 58

Eksplorasi stressor yg tepat


Dorong perkembangan kesadaran diri klien &
pemakaian koping yang konstruktif
Atasi penolakan perilaku adaptif

• Terminasi
Ciptakan realitas perpisahan
Bicarakan proses terapi dan pencapaian tujuan
Saling eksplorasi perasaan kehilangan.
59

POSISIS DASAR SESEORANG JIKA BERKOMUNIKASI


ANTARPRIBADI SECARA EFEKTIF

1. Saya OK, kamu OK (I’m OK., you’re OK)


2. Saya OK, kamu tidak OK (I’m OK, you’re not OK)
3. Saya tidak OK, kamu OK (I’m not OK, yo/ire OK)
4. Saya tidak OK, kamu tidak OK (I’m not OK, you’re not OK).
ANALISIS TRANSAKSIONAL

@ Transaksi komplementer (sejajar) 60

Transaksi terjadi apabila penerima pesan


memberi respon sesuai dengan “ego statet “
yang diharapkan oleh pengirim pesan.

Klien Perawat
oT oT
D D
A A
@ Transaksi silang
Transaksi terjadi apabila penerima pesan
memberi respon diluar “Ego Statet “ yang 61

diharapkan oleh pengirim.


Klien Perawat
OT OT

D D

A A
@ Transaksi Tersembunyi
Transaksi terjadi apabila pengirim pesa
menyampaikan pesan dari “Ego Statet ” tertentu 62

tetapidibalik itu ia menyampaikan pesan dari


“Ego Statet ” yang lain.
Klien Perawat
OT OT

D D

A A
63

KEBUNTUAN TERAPEUTIK
Pengertian
Hambatan kemajuan hubungan Perawat-Klien.
Penyebabnya dari berbagi alasan dan terjadi dalam
bentuk yang berbeda.

Kebuntuan ini menimbulkan perasaan tegang baik bagi


perawat maupun klien, terdiri dari Resisten, Transferens,
Kontertransferens, Pelanggaran Batasan.
64

RESISTENS
Resisten adalah upaya Pasien untuk tetap tidak
menyadari penyebab ansietas yang dialaminya.

Resisten utama sering terjadi akibat


dari ketidaksediaan pasien untuk berubah
ketika kebutuhan untuk berubah telh dirasakan.

Perilaku Resistens biasanya terjadi pada fase


kerja
TRANSFERENS
65

Transferens adalah respons tidak sadar


dimana pasien mengalami perasaan
dan sikap terhadap perawat yang
pada dasarnya terkait dengan tokoh
dalam kehidupannya yang lalu.
Sifat yang paling menonjol adalah
ketidaktepatan respons pasien dalam
intensitas dan penggunaan mekanisme
koping (displacement ) yg maladaptif.
Ada 2 jenis utama : REAKSI BERMUSUHAN DAN
TERGANTUNG
66

KONTERTRANSFERENS
Kontertransferens yaitu Kebuntuan terapeutik yang dibuat oleh
Perawat.

Kontertranferens merujuk pada respon emosional spesifik oleh


perawat terhadap pasien yang tidak tepat dalam isi maupun konteks
hub. terapeutik atau ketidaktepatan dalam intensitas emosi.

Reaksi kontertransferens berbentuk : Reaksi sangat mencintai, reaksi


sangat bermusuhan/membenci, reaksi sangat cemas.
67

PELANGGARAN BATASAN
Hal ini terjadi jika perawat melampaui batasan hubungan yang terpeutik
dan membina hubungan sosial, ekonomik, atau personal dengan pasien.

Perawat melakukan atau memikirkan sesuatu yang khusus, berbeda atu


tidak biasa terhadap pasien.
•Kesimpulan…………… 68

• Komunikasi merupakan metode utama dalam


mengimplementasikan proses keperawatan, karena
kepuasan klien terhadap asuhan keperawatan
dipengaruhi oleh sikap perawat saat berkomunikasi
dengan klien.
• Oleh karena itu perawat harus mengerti konsep dan
proses komunikasi serta menerapkan keterampilan
komunikasi.
69

KOMUNIKASI DALAM KONTEKS SOSIAL


DAN BUDAYA SERTA KEYAKINAN
70

KOMUNIKASI
• Komunikasi merupakan suatu hal yang paling penting dan merupakan
aspek yang paling kompleks dalam kehidupan manusia.
• Kehidupan kita sehari-hari memang sangat kuat dipengaruhi oleh
komunikasi dengan orang lain, baik melalui pesan-pesan yang diterima dari
orang lain yang bahkan tidak dikenal baik, dan juga komunikator yang
dekat maupun jauh jaraknya.
71

KOMUNIKASI DALAM KONTEKS


SOSIAL
• Dalam konteks sebagai makhluk sosial, manusia tidak
dapat hidup tanpa manusia lain. Karena itu, dalam
menjalin hubungan dengan manusia lain memerlukan
komunikasi.
• Komunikasi yang digunakan terdiri dari berbagai
macam bentuk. Ada yang melalui Audio, Visual,
Audiovisual, dan sebagainya.
72

• Perbedaan perlakuan antara kaya dan miskin, atasan dan


bawahan, ahli dan awam menjadi hambatan-hambatan
komunikasi dalam konteks sosial
• Sebagai seorang perawat yang professional, perbedaan-
perbedaan tersebut haruslah dihapuskan
73

• Seorang perawat professional harus berlaku


adil dalam memenuhi hak-hak klien dan
pada setiap asuhan keperawatan yang
diberikan kepada klien, serta tidak perduli
terhadap perbedaan posisi yang ada.
• Seorang perawat professional harus mengerti
tentang komunikasi yang efektif, efisien dan
tepat sasaran yaitu terapeutik.
74

• Seorang perawat harus bisa menjalin kerja


sama tidak hanya kepada orang-orang
dalam bidang kesehatan, tapi juga kepada
seluruh lingkungan tempat dia bekerja.
Seperti pasien, keluarga pasien dan lain-lain.
• Dengan begitu komunikasi yang dilakukan
akan bisa berjalan dengan lancar dan tepat
sasaran.
75

KOMUNIKASI DALAM BUDAYA


• Makna suatu pesan baik verbal maupun nonverbal pada dasarnya terikat
budaya.
• Jika dua orang melakukan komunikasi berasal dari suku yang sama,
pendidikan yang sama, maka ada kecenderungan dua pihak tersebut
mempunyai bahan yang sama untuk saling dikomunikasikan. Kedua pihak
akan mempunyai makna yang sama terhadap simbol-simbol yang saling
dipertukarkan.
76

Bahasa, pembawaan, nilai, dan


gerakan tubuh merefleksikan asal
budaya.
Dalam keperawatan, budaya
mempengaruhi cara klien dan
perawat melakukan hubungan satu
sama lain dalam berbagai situasi.
Perawat belajar untuk mengetahui
makna budaya dalam proses
komunikasi. Pengaruh budaya
menetapkan batas bagaimana
seseorang bertindak dan
berkomunikasi.
77

KOMUNIKASI DALAM KEYAKINAN


• Keyakinan agama dan Keyakinan Spiritual adalah
bagian integral dari keyakinan budaya seseorang dan
dapat memperngaruhi keyakinan klien mengenai
penyebab penyakit, praktek penyembuhan, dan
pilihan tabib atau pemberi perawatan kesehatan.
78

• Keyakian spiritual dan agama dapat


menjadi sumber kekuatan dan
kenyamanan bagi klien.
• Perawat yang memiliki keyakinan
yang sama dengan kliennya
cenderung lebih mudah memahami
dan mengambil tindakan untuk
menangani kliennya.
79

Perawat professional harus bisa memahami,


mengantisipasi dan mengambil tindakan yang
tepat terhadap klien yang berbeda keyakinan
terhadap perawat tersebut.
Contoh : Klien yang menolak memakan daging
dikarenakan oleh keyakinan yang dimiliki oleh
agamanya.
Perawat harus mengambil tindakan yang tepat
bagaimana cara membujuk pasien tersebut
untuk memakan daging tersebut.
Misalnya diberikan penjelasan yang kuat
mengenai alasan kenapa pasien tersebut harus
makan daging.
80

KESIMPULAN
Komunikasi sangatlah penting dalam setiap konteks kehidupan manusia.
Sebagai perawat, kita sudah semestinya mempelajari dan memahami
berbagai macam komunikasi dalam konteks-konteks yang berbeda sehingga
memudahkan kita dalam melakukan tindakan keperawatan yang benar dan
tepat terhadap pasien.Dengan telah mengetahui peran komunikasi secara
tidak langsung melalui pembelajaran ini yaitu konsep komunikasi dalam
konteks sosial,dan budaya, serta keyakinan.
TAHAPAN HUBUNGAN P-K 81

TERAPEUTIK

 PRA INTERAKSI
 PERKENALAN ATAU ORIENTASI
 KERJA
 TERMINASI
ANALISA ALASAN KLIEN MINTA BANTUAN
82
Alasan Klien Pendekatan Kep. Yg Contoh Respons
Sesuai

Perubahan Rumah ke Rumah •Penekanan pada lingkungan •Ceritakan apa yang


Sakit, mendapat: terapeutik dirasakan di rumah/
• Perlindungan tempat kerja
• Kenyamanan
• Istirahat
• Kebebasan dari rumah
& tempat kerja
Perawatan, menginginkan: •Menerima/mengakui •Kami/saya akan
• Seseorang merawat kebutuhan klien membantu anda
• mengobati penyakit •Yakinkan/jelaskan bantuan agar lebih baik
• kesehatan lebih baik perawatan yg tersedia

Kontrol •Tawarkan/jelaskan tindakan •Kami akan


• Menyadari ketidak yang direncanakan melakukan
mampuan mengontrol ...............
gejala yg dirasakan •Ibu dpt berpartisipasi dalam . . . .
..........
ANALISA ALASAN KLIEN MINTA BANTUAN
83

Alasan Klien Pendekatan Kep. Contoh Respons


Yang Sesuai
Tanda/Gejala •Lakukan klarifikasi •Saya melihat apa yg
•Klien menjelaskan •Kaji pengalaman anda rasakan, dptkah
gejala yg dirasakan & kehidupan klien anda menceritakan lbh
ingin mengatasinya jauh tentang . . . . . . . .
Penyelesaian masalah •Ajak klien melihat •Sudah berapa hari
•Klien mengidentifikasi masalah scr obyektif anda panas?
masalah/konflik •Gunakan pendekatan •Apa yg sudah anda
•Klien menjelaskan apa penyelesaian masalah lakukan
yang telah dilakuakn
Mencari bantuan •Konfirmasi fakta-fakta yg •Saya lihat anda kesal/
•Keluarga, teman atau dirasakan klien bingung
petugas kesehatan •Fakta yg ada perlu •Saya harap anda akan
menganjurkan ke RS bantuan merasa baikan
•Klien mungkin ambivalen •Jelaskan bantuan yang
marah bingung sesuai
Tahapan Hubungan terapeutik 84

• Prainteraksi
Eksplorasi perasaan,fantasi dan ketakutan diri
Analisa kekuatan & kelemahan profesional diri
Dptkan data klien & rencanakan pertemuan I

• Perkenalan atau orientasi


Tentukan alasan minta pertolongan
Bina Hub. Saling percaya,rumuskan kontrak &
eksplorasi fikiran dan perbuatan klien.
• Kerja 85

Eksplorasi stressor yg tepat


Dorong perkembangan kesadaran diri klien &
pemakaian koping yang konstruktif
Atasi penolakan perilaku adaptif

• Terminasi
Ciptakan realitas perpisahan
Bicarakan proses terapi dan pencapaian tujuan
Saling eksplorasi perasaan kehilangan.
86

POSISIS DASAR SESEORANG JIKA BERKOMUNIKASI


ANTARPRIBADI SECARA EFEKTIF

1. Saya OK, kamu OK (I’m OK., you’re OK)


2. Saya OK, kamu tidak OK (I’m OK, you’re not OK)
3. Saya tidak OK, kamu OK (I’m not OK, yo/ire OK)
4. Saya tidak OK, kamu tidak OK (I’m not OK, you’re not OK).
ANALISIS TRANSAKSIONAL

@ Transaksi komplementer (sejajar) 87

Transaksi terjadi apabila penerima pesan


memberi respon sesuai dengan “ego statet “
yang diharapkan oleh pengirim pesan.

Klien Perawat
oT oT
D D
A A
@ Transaksi silang
Transaksi terjadi apabila penerima pesan
memberi respon diluar “Ego Statet “ yang 88

diharapkan oleh pengirim.


Klien Perawat
OT OT

D D

A A
@ Transaksi Tersembunyi
Transaksi terjadi apabila pengirim pesa
menyampaikan pesan dari “Ego Statet ” tertentu 89

tetapidibalik itu ia menyampaikan pesan dari


“Ego Statet ” yang lain.
Klien Perawat
OT OT

D D

A A
90

KEBUNTUAN TERAPEUTIK
Pengertian
Hambatan kemajuan hubungan Perawat-Klien.
Penyebabnya dari berbagi alasan dan terjadi dalam
bentuk yang berbeda.

Kebuntuan ini menimbulkan perasaan tegang baik bagi


perawat maupun klien, terdiri dari Resisten, Transferens,
Kontertransferens, Pelanggaran Batasan.
91

RESISTENS
Resisten adalah upaya Pasien untuk tetap tidak
menyadari penyebab ansietas yang dialaminya.

Resisten utama sering terjadi akibat


dari ketidaksediaan pasien untuk berubah
ketika kebutuhan untuk berubah telh dirasakan.

Perilaku Resistens biasanya terjadi pada fase


kerja
TRANSFERENS
92

Transferens adalah respons tidak sadar


dimana pasien mengalami perasaan
dan sikap terhadap perawat yang
pada dasarnya terkait dengan tokoh
dalam kehidupannya yang lalu.
Sifat yang paling menonjol adalah
ketidaktepatan respons pasien dalam
intensitas dan penggunaan mekanisme
koping (displacement ) yg maladaptif.
Ada 2 jenis utama : REAKSI BERMUSUHAN DAN
TERGANTUNG
93

KONTERTRANSFERENS
Kontertransferens yaitu Kebuntuan terapeutik yang dibuat oleh
Perawat.

Kontertranferens merujuk pada respon emosional spesifik oleh


perawat terhadap pasien yang tidak tepat dalam isi maupun konteks
hub. terapeutik atau ketidaktepatan dalam intensitas emosi.

Reaksi kontertransferens berbentuk : Reaksi sangat mencintai, reaksi


sangat bermusuhan/membenci, reaksi sangat cemas.
94

PELANGGARAN BATASAN
Hal ini terjadi jika perawat melampaui batasan hubungan yang terpeutik
dan membina hubungan sosial, ekonomik, atau personal dengan pasien.

Perawat melakukan atau memikirkan sesuatu yang khusus, berbeda atu


tidak biasa terhadap pasien.
•Kesimpulan…………… 95

• Komunikasi merupakan metode utama dalam


mengimplementasikan proses keperawatan, karena
kepuasan klien terhadap asuhan keperawatan
dipengaruhi oleh sikap perawat saat berkomunikasi
dengan klien.
• Oleh karena itu perawat harus mengerti konsep dan
proses komunikasi serta menerapkan keterampilan
komunikasi.
96