Anda di halaman 1dari 14

8 ETOS KERJA PROFESIONAL

By Jansen Sinamo
8 ETOS KERJA PROFESIONAL
JANSEN SINAMO dikenal sebagai
Mr. Ethos & Guru Etos Indonesia
telah mengembangkan 8 Etos
Kerja Profesional dalam 10 tahun
terakhir.

Berbasiskan konsep ini ia telah


menjadi pembicara publik dan
trainer pada lebih dari 1000
seminar publik mau pun in-house
training, yang diselenggarakan
berbagai lembaga, perusahaan
domestik mau pun multinasional
di Tanah Air.
Untuk Apa Kita Bekerja?
8 ETOS KERJA PROFESIONAL

Kerja adalah rahmat

Kerja adalah amanah

Kerja adalah panggilan

Kerja adalah aktualisasi

Kerja adalah ibadah

Kerja adalah seni

Kerja adalah kehormatan

Kerja adalah pelayanan

ALLPPT.com _ Free PowerPoint Templates, Diagrams and Charts


Kerja adalah rahmat

 Rahmat adalah kebaikan yang kita terima tanpa syarat.

 Rahmat disebut kasih karunia,kebaikan yang kita terima karena


kasih sayang sang pemberi.

 Rahmat adalah pertolongan Illahi yang tidak diminta tetapi


diberikan untuk kebaikan manusia (secara cuma-cuma).

 maka bagi manusia penerima rahmat harus berbagi juga pada


manusia yang lain. kalau kita baik dan menjadi rahmat bagi
sesama, maka kebaikan dan rahmat akan selalu bersama kita.

maka dalam spirit kerja harus mempunyai tekad bahwa:

“Aku harus bekerja dengan tulus dan penuh syukur”


Kerja adalah amanah

Amanah adalah titipan berharga yang dipercayakan kepada


kita penerima kerja jangan dipandang sebagai beban, tetapi
amanah yang penuh kemuliaan.

maka dengan demikian seorang pekerja harus mempunyai


etos bahwa:

“Aku harus bekerja dengan penuh tanggung jawab”


Kerja adalah panggilan

 Panggilan adalah suara eksternal (sang pemanggil) yang


menyapa dan mengundang kita. maka dalam melakukan kerja
yang tulus, didasari oleh panggilan jiwa tersebut.

 Bagi seorang pekerja yang ingin unggul Ia harus mempunyai


etos kerja:

“Aku harus bekerja tuntas dengan penuh integritas”

*)Integritas berarti bekerja memenuhi tuntutan tugas dengan


segenap hati, segenap pikiran, dan segenap tenaga kita; secara
total, utuh, menyeluruh dan integral.
Kerja adalah aktualisasi

 Aktualisasi ialah mengubah potensi menjadi realita;


1). Proses “be coming” (proses menjadi)
2). Proses “the will to grow" (proses akan tumbuh).

 Bekerja adalah proses untuk mewujudkan sesuatu yang kita


inginkan, kitam impikan.

 Dengan bekerja membuat orang semakin kuat dalam meraih


cita-citanya. Sebaliknya menganggur membuat cita-cita
menjadi semakin tenggelam.

 maka harus ditanamkan dalam diri pegawai, etos kerja bahwa:

“Setiap waktu aku bekerja keras dengan penuh semangat!”


Kerja adalah ibadah

 Ibadah dalam hal ini adalah sikap hidup yang pasrah diri
secara total dan penuh cinta kepada Sang Maha Kuasa dan
sejarah telah membuktikan, bahwa karya yang ikhlas yang
akan terus “berbekas” di kelak kemudian hari.

 Maka agar menghasilkan produk yang unggul sepanjang masa,


perlu kiranya kita mempunyai etos:

“Aku bekerja serius penuh kecintaan terhadap Tuhan, dedikasi


total, darma bakti sepenuh hati, dan pengabdian sepenuh hati
kepada Tuhan.”
Kerja adalah seni

 Seni adalah ekspresi ataupun aplikasi kreatif dari imajinasi.

 Fungsi imajinasi adalah memberi bentuk yang definitif terhadap


sebuah ide, maka dengan memandang bekerja adalah bagian dari
berkesenian, seorang tidak akan merasa jenuh dengan bidang yang
digarapnya.

 Bahkan ia akan merasa tertantang mencari ide-ide baru yang lebih


fresh dan orisinil.

maka seorang pekerja unggul sesungguhnya adalah seorang pencari


sejati dan perlu menanamkan etos kerja:

“Aku bekerja cerdas dengan penuh daya kreativitas!”


Kerja adalah kehormatan

 Jansen Sinamo : Kehormatan adalah mahkota jiwa kita,


pengertian harga diri, martabat, high respect, high
esteem.

 Kehormatan ada 2:
1) Vanity: ingin dihormati tanpa kinerja unggul.
2) Dignity: menampilkan kinerja unggul (sejati).

 Dimana rasa kehormatan, martabat atau harga diri Anda


dipertaruhkan? Bagaimana cara mempertahankan?
Kerja adalah pelayanan

Hukum pelayanan :
1). Transaksional: memberikan pelayanan senilai materi yang
diterima (fairness).

2). Conveteal: memberikan pelayanan tanpa mengharapkan


materi atas pelayanannya (more-cinta kasih)

Musuh pelayanan adalah feodalisme:


 Lebih mementingkan status dari pada prestasi
 Ingin dihormati tanpa mau menghormati orang lain.
 Hubungan atasan-bawahan satu arah
 Kekuasaan dianggap sama dengan kebijaksanaan
 Pimpinan yang dipilih bukan karena mutu, pengetahuan atau
kecakapannya, tetapi karena kedekatannya dengan penguasa
FREE PPT TEMPLATES
INSERT THE TITLE
OF YOUR PRESENTATION HERE

ALLPPT.com _ Free PowerPoint Templates, Diagrams and Charts