Anda di halaman 1dari 34

OSTEOMIELITIS

Pembimbing:
Dr. Khomeini, Sp. B
DEFINISI
OSTEOMYELITI
S
OSTEOMYELITIS
HEMATOGENIK AKUT

suatu proses inflamasi akut dari tulang dan struktur-


struktur disekitarnya akibat infeksi dari kuman-kuman
piogenik ataupun non piogenik
INSIDEN
ANAK-ANAK (DEKADE I – II)

LAKI-LAKI > PEREMPUAN


TERSERING
TULANG-TULANG PANJANG : femur, tibia, radius,
humerus, ulna, dan fibula.

ETIOLOGI
Staphylococcus aureus (89-90%), Streptococcus (4-7%),
Haemophilus influenza (2-4%), Salmonella typhii dan Eschericia
coli (1-2%).
ETIOLOGI
PATOLOGI DAN
PATOFISIOLOGI
BAKTERI
Masuk dalam tubuh
(HEMATOGEN) UJUNG METAFISIS
ANAK-
infeksi didekatnya ataupun dari
ANAK Tulang panjang
struktur lain yang jauh, /selama
pembedahan /terpapar dengan merupakan tempat predileksi
lingkungan sekitarnya. untuk osteomielitis hematogen.

DEWASA
end-artery bermuara pada vena-vena rendahnya tekanan oksigen
sinusoidal yang berukuran jauh lebih besar, menurunkan aktivitas fagositik dari
sehingga menyebabkan terjadinya aliran sel darah putih
darah yang lambat dan berturbulensi
*predisposisikan bakteri untuk bermigrasi melalu
celah pada endotel dan melekat pada matriks
tulang

Dengan maturasi, ada osifikasi total lempeng fiseal dan ciri aliran darah yang
lamban tidak ada lagi.
PATOLOGI DAN
PATOFISIOLOGI(2)
INFEKSI trombosis area nekrosis
pembuluh ABSES
HEMATOGEN avaskular
darah lokal

Akumulasi pus dan peningkatan tekanan lokal akan


menyebarkan pus hingga ke korteks melalui sistem
Havers dan kanal Volkmann

terkumpul dibawah periosteum

pus keluar dari korteks, pus rasa nyeri Abses subperiosteal kemudian
tersebut akan dapat lokalisata akan menstimulasi
menembus soft tissues pembentukan involukrum
disekitarnya hingga ke periosteal (fase kronis).
permukaan kulit, membentuk
suatu sinus drainase.
MANIFESTASI KLINIS & DIAGNOSIS

Riwayat trauma Dalam 24 jam terdapat


lokal pada 50% tanda2 septikemia:
penderita anak malaise, anoreksia, dan
demam

Riwayat infeksi
bakteri sebelumnya
baik pada kulit
ataupun saluran peningkatan
pernapasan atas jumlah leukosit
dan LED
OSTEOMYELITIS

Nyeri hebat &


Nyeri gerak lokal Radiologi
KLASIFIKASI
WAKTU

AKUT SUBAKUT KRONIS


Onset 7-14 hari. Onset 14 hari- 3 MO 3 MO
Infeksi akut umumnya Kondisi ini berhubungan dengan
berhubungan dengan proses adanya nekrosis tulang pada
hematogen pada anak. Pada episentral yang disebut sekuester
dewasa juga dapat berkembang yang dibungkus involukrum..
infeksi hematogen akut khususnya
setelah pemasangan prosthesa
dan sebagainya.

WALDVOGEL: Mengkategorisasikan infeksi muskuloskeletal berdasarkan etiologi dan


kronisitasnya
HEMATOGEN PENYEBARAN KRONIK
KONTINYU
KLASIFIKASI(2)
CIERNY-MADER sistem staging untuk osteomielitis yang diklasifikasikan berdasarkan
penyebaran anatomis dari infeksi dan status fisiologis dari penderitanya

STADIUM 1 – MEDULAR

STADIUM 2 – KORTEKS

STADIUM 3 – MEDULAR
DAN KORTIKAL YANG
TERLOKALISASI

STADIUM 4 – MEDULAR
DAN KORTIKAL DIFUS
PEMERIKSAAN PENUNJANG
RADIOLOGI

AWAL tidak ditemukan kelainan

7-10 HARI dapat ditemukan adanya area osteopeni, yang


mengawali destruksi cancellous bone

Osteomielitis kronik diidentifikasi dengan adanya detruksi tulang yang masif dan
adanya involukrum, yang membungkus fokus sklerotik dari tulang yang nekrotik
yaitu sequestrum
* gas gangrene: Akibat infeksi

USG & CT SCAN


PEMERIKSAAN
RADIOLOGI
PENUNJANG(2)
OSTEOMYELITIS

-Osteolitik
-Periosteal reaction
-Soft tissue swelling
TERAPI
Antibiotik
Bed rest & berikan analgetik untuk mengurangi
nyeri
dekompresi surgikal dapat dilakukan untuk
mengurangi tekanan intraoseus dan mengambil
pus untuk dikultur.
KOMPLIKASI & PROGNOSIS
TERDAPAT 4 FAKTOR YANG MENENTUKAN
JANGKA PENDEK: KEBERHASILAN TERAPI ANTIBIOTIK DAN
kematian KEMAJUAN PROGNOSIS:
terbentuknya abses
artritis septik 1. Interval waktu antara onset infeksi dan
penanganan awal pada infeksi tersebut.
JANGKA PANJANG: Semakin cepat maka prognosis semakin
osteomielitis kronik, baik persisten atau baik.
rekuren 2. Efektivitas obat AB.
fraktur patologis 3. Dosis antibiotik.
kontraktur sendi 4. Durasi pemberian antibiotik. Penghentian
gangguan pertumbuhan tulang yang terapi yang kurang dari 3-4 minggu dapat
terinfeksi menyebabkan terjadinya osteomielitis
berulang atau kronik
JENIS
OSTEOMYELITIS LAIN
OSTEOMYLITIS
KRONIK
DEFINISI
OSTEOMYELITIS
KRONIK

Terapi yang tidak adekuat pada osteomielitis hematogenik


akut menyebabkan terjadinya infeksi yang menetap dan menjadi
kronik, atau relatif berhenti untuk kemudian muncul kembali di lain
waktu (rekuren).
OSTEOMYELITI
S INSIDEN
KRONIK
Angka kejadian penyakit ini tergantung dari angka
kegagalan penanganan osteomielitis
hematogenik akut, akibat:

1) Kegagalan / keterlambatan diagnosa


2) Kegagalan terapi antibiotik
3) Kegagalan tindakan bedah yang diperlukan saat fase
akut

ETIOLOGI
Staphylococcus aureus (89-90%), Streptococcus (4-7%),
Haemophilus influenza (2-4%), Salmonella typhii dan Eschericia
coli (1-2%).
OSTEOMYELITI
S
KRONIK PATOLOGI

fragmen tulang yang telah


Tulang mati terinfeksi, yang
mati dan terinfeksi
selalu terpisah
Tulang mati yang STERIL akan
Infeksi akan terus (SEKUESTERASI)
mengalami revaskularisasi, resorbsi,
lalu diganti dengan TULANG HIDUP berlangsung selama
sekuestrum tidak
dihilangkan
MANIFESTASI KLINIS & DIAGNOSIS

Anak sudah melewati Laboratorium:


fase septikemia akibat anemia persisten
osteomielitis akut dan peningkatan
LED

Gejala sistemik lebih OSTEOMYELITIS


KRONIK
ringan dibanding akut

Radiologi
Terdapat nyeri lesi residual
disertai pembengkakan,
nyeri tekan, dan terdapat
satu atau beberapa sinus
PEMERIKSAAN PENUNJANG
OSTEOMYELITI
S
KRONIK
RADIOGRAFIK:
tampak gambaran sekuestrum, rarefaksi lokal, sklerosis, dan
pembentukan tulang periosteal. Mirip dengan gambaran osteosarkoma
dan Ewing’s sarcoma.

Abses Broadie juga akan tampak seperti lesi osteolitik neoplasma.

SINOGRAM (PADA SINUS) juga dapat ditentukan lokasi infeksi pada


tulang.
PEMERIKSAAN PENUNJANG
OSTEOMYELITI
S
KRONIK
OSTEOMYELITI
S TERAPI
KRONIK

Osteomielitis kronik tidak akan pernah sembuh selama sekuestrum


belum dihilangkan. Baik secara alami (melalui pembentukan sinus) ataupun melalui
sekuesterektomi.

Terapi antibiotik diterapkan secara sistemik dan lokal

Untuk membersihkan abses residual dapat dilakukan operasi saucerization,


di mana permukaan tulang dibuka hingga ke dasar abses membentuk mangkuk.
Setelah dilakukan sekuesterektomi dan sauserisasi maka larutan obat AB dialirkan
ke dalam ruang tsb menggunakan infus yg kontinu, dan pus dialirkan dengan
drainase.
OSTEOMYELITI
S
KRONIK KOMPLIKASI
Kontraktur sendi
Fraktur patologis
Amyloid disease
Degenerasi maligna pada epidermis
(karsinoma epidermoid) akibat terbentuknya
sinus selama bertahun-tahun
OSTEOMYLITIS TUBERCULOSA
DEFINISI
OSTEOMYELITIS
TUBERCULOSA

Merupakan infeksi mikobakterium yang berasal dari darah dan


selalu bersifat sekunder terhadap lesi primernya di bagian tubuh yang
lain. Biasanya mengenai anak. Paling sering menyerang tulang vertebra
dibanding bagian metafisis tulang panjang (seperti pada osteomielitis
hematogenik akut).
Osteomielitis tuberkulosa hematogenik dapat terjadi pada epifisis tulang
panjang dan dapat menyebar ke sendi sehingga terjadi artritis
tuberkulosa
OSTEOMYELITI
S INSIDEN
TUBERCULOSA
Osteomielitis Tuberkulosa vertebra / Pott’s Disease:

1) Mencakup lebih dari separuh kasus tuberkulosis


tulang dan sendi, biasanya terjadi selama masa anak.
2) Tempat paling sering adalah vertebra torakal bawah
dan lumbal atas.
3) Kemungkinan akibat tuberkulosis traktus urinarius
yang menyebar melalui plexus Batson (vena
paravertebra).

ETIOLOGI
Mycobacterium tuberkolusa yang berasal dari lesi
primer di jaringan lain, lewat melalui darah dan masuk ke tulang
PATOLOGI
OSTEOMYELITI
S Deksturksi
TUBERCULOSA Progresif

INFEKSI membentuk
TUBERKULOSIS abcess
paravertebral

destruksi tulang membentuk segmen


progresif lambat tulang avaskular
(osteolisis lokal) (sekuestrum tuberkulosa)

Lesi
osteoporosis
kaseosa(perkejuan)
regional menyebar menghambat
pembentukan tulang reaktif
MANIFESTASI KLINIS & DIAGNOSIS
nyeri punggung belakang dan Laboratorium:
tidak nyaman saat duduk tegak, Peningkatan LED (+),
berdiri tegak, atau saat tes tuberkulin (+)
membusungkan perut/dada.

Terdapat nyeri tekan OSTEOMYELITIS


TUBERCULOSA
dan ditemukan
adanya spasme otot
yang jelas.

Diagnosis dapat dikonfirmasi dengan


Ditemukan gejala klinis sistemik aspirasi pus paravertebral, lalu
penyakit kronik dan biasanya sampel dilihat dengan mikroskop
merupakan tanda terjadinya untuk dicari basili tuberkel dan dapat
infeksi tuberkulosis paru atau diinokulasi ke guinea pig.
traktus urinarius.
PEMERIKSAAN PENUNJANG
OSTEOMYELITI
S
TUBERCULOSA

Tahap awal: lesi osteolitik anterior korpus vertebra, osteoporosis regional,


dan penyempitan diskus intervertebralis di sekitarnya

Tahap lanjut: destruksi luas anterior vertebra, kerusakan vertebra lainnya,


dan terbentuknya abses paravertebral
OSTEOMYELITI
S TERAPI
TUBERCULOSA
Konservatif
Pemberian obat antituberkulosis (dosis harian)
Rifampicin : 10 mg/kgBB
Isoniazid : 5 mg/kgBB
Pirazinamid : 25 mg/kgBB
Tirah baring
Diet cukup & bergizi (tinggi protein & tinggi karbohidrat)
Local rest of the spine by a turning frame or a plaster bed

Rehabilitasi Bedah
Di negara yang memiliki Setelah dilakukan terapi obat dan istirahat
keterbatasan fasilitas bedah, selama 1 bulan, lesi spinal akan lebih efektif
tatalaksana alternatif yaitu dengan diperbaiki dengan metode bedah untuk
pemberian obat antituberkulosa mengevakuasi “pus” tuberkulosa,
jangka panjang dikombinasi menyingkirkan sekuestra tuberkulosa,
dengan spinal brace atau gips. membersihkan tulang yang sakit, dan
menyatukan (fusi) segmen2 yang terkena
penyakit tsb.
OSTEOMYELITI
S
TUBERCULOSA KOMPLIKASI
komplikasi yang paling serius dari
tuberkulosis vertebra adalah paraplegia
yang dapat muncul pada onset awal atau
lanjut dari penyakit tsb.
Komplikasi yang lebih jarang adalah ruptur
abses paravertebral toraks yang menembus
pleura sehingga menyebabkan terbentuknya
empiema tuberkulosa
TERIMAKASIH

Anda mungkin juga menyukai