Anda di halaman 1dari 24

ANATOMI ORGAN

REPRODUKSI WANITA
KELOMPOK 7
ANGGOTA :
»FARIHATUNNISA
»FITRI NURJANAH
»IKA SUGIYANTI PRATIWI
»NABELLA AYU J. F.
»NUR KHOLIFAH
Pengertian
• Sistem reproduksi adalah suatu rangkaian dan
interaksi organ dan zat dalam organismeyang
dipergunakan untuk berkembang biak. Sistem
reproduksi pada suatu organisme berbeda
antara jantan dan betina. Sistem reproduksi pada
perempuan berpusat di ovarium.
• Jadi anatomi fisiologi sistem reproduksi
perempuan merupakan ilmu pengetahuan
yang mempelajari tentang susunan suatu
rangkaian dan interaksi organ dan zat
dalam organisme yang dipergunakan untuk
berkembang biak.
Anatomi Sistem Reproduksi
Perempuan
A. Alat Kelamin Luar (Genetalia Eksterna)

1. Mons Pubis Mons Veneris


Mons pubis adalah bagian menonjol yang
melingkari di depan simpisis pubis yang dibentuk
oleh jaringan lemak di bawah kulit, meliputi daerah
simpisis yang ditumbuhi rambut pada masa
pubertas.
2. Labia Mayora (Bibir Besar)
Labia mayora adalah lipatan kulit yang menonjol
secara longitudinal yang memanjang ke bawah dan
ke belakang dari mons pubis dan membentuk batas
lateral yang banyak mengandung saraf.
3. Labia Minora (bibir kecil)
Labia minora adalah lipatan kecil yang terdapat
di antara labia mayora. Masing-masing labia minora
terbagi menjadi:
• Bagian atas: melalui klitoris bergabung dengan yang
lain membentuk lipatan yang menggantung pada
glans klitoris.
• Bagian bawah: melalui bawah klitoris dan
membentuk permukaan bawah yang saling
berhubungan dinamakan frenolum klitoris.
4. Klitoris
Klitoris adalah tonjolan kecil yang melingkar
berisi jaringan erektil yang sangat sensitif, terdapat
di bawah kommisura labia anterior dan sebagian
tersembunyi di antara ujung anterior labia minora,
dan banyak mengandung saraf.
Klitoris terdiri atas:
• Korpus kavernosus: mengandung jaringan erektil
yang ditutupi oleh lapisan padat.
• Membran fibrosa: bergabung sepanjang permukaan
medial oleh septum pektini formis.
5. Vestibulum vagina (serambi)
Celah yang terletak di antara labia minora dan di
belakang glans klitoris. Di dalamnya terdapat
orifisium uretra 2,5 cm yang terletak di belakang
glans klitoris diikuti dengan vagina yang merupakan
muara duktus vestibularis mayor, liang senggama,
kelenjar Bartholini dan kelenjar Skene kiri dan
kanan.
6. Himen (selaput dara)
Himen (selaput dara) adalah lapisan tipis yang
menutupi sebagian liang senggama. Pada bagian
tengah terdapat lubang tempat keluarnya
menstruasi, bentuknya bervariasi dan bila tegang
akan membentuk cincin. Pada waktu koitus (coitus)
pertama, himen robek di beberapa tempat dan
pada sisi himen yang telah ruptur ditemukan
penonjolan kecil disebut karunkula mirtiformis
(caruncula mirtiformis). Di antara himen dan
frenolum labia terdapat lekukan kecil yang disebut
fossa navikularis (fossa naviculari).
7. Orifisium vagina
Orifisium vagina adalah celah yang terdapat di
bawah belakan muara uretra, ukurannya tergantug
pada himen

8. Bulbus vestibularis (bulbus vaginalis)


Terdiri atas dua masa erektil dari masing-masing
sisi orifisium vagina yang disebut pars intermedia,
masing-masing massa lateralis memiliki panjang 2,5
cm.
9. Glandula Vestibularis mayor (Bartholini Gland)
Terdiri atas dua bagian melingkar dengan warna
merah kekuning-kuningan pada orifisium vaginalis
ujung posterior dari masing-masing dari bulbus
vestibuli dengan panjang duktus 2 cm.

10. Perineum
Terletak diantara vulva dan anus, panjang sekitar
4 cm.
B. Alat Kelamin Dalam (Genetalia Interna)

Merupakan alat kelamin yang tidak dapat


dilihat dari luar, terletak disebelah dalam dan
hanya dapat dilihat dengan alat khusus atau
dengan pembedahan.
1. Vagina (liang sanggama)
Vagina merupakan penghubung antara genitalia
eksterna dengan genitalia interna. Bagian depan
vagina berukuran 6,5 cm, sedangkan bagian
belakang berukuran 9,5 cm

Fungsi penting vagina adalah :


• Saluran keluar untuk mengalirkan darah haid dan
sekret lain dari rahim.
• Alat untuk bersenggama.
• Jalan lahir pada waktu bersalin.
2. Uterus (rahim)
Uterus pada orang dewasa merupakan organ tebal
seperti buah alpukat atau buah peer yang sedikit
gepeng, terletak dalam rongga pelvis antara rektum
dan kandung kemih. Ukuran uterus adalah panjang 7-
7,5 cm, lebar 5 cm, dan tebal 2,5 cm.

Kavum uteri dilapisi oleh selaput lendir yang kaya


dengan kelenjar, bagian apeks dibentuk oleh orifisium
interna uteri dimana kavum uteri bergabung dengan
kanalis sevisi (canalis cervicis) melalui orifisium uteri
uteri interna, terdiri dari:
• Endometrium
• Miometrium
• Perimetrium (lapisan luar)
3. Tuba Falopii
Saluran telur yang mengangkut ovum dari ovarium
ke kavum uteri, panjangnya ±11-14 cm.

4. Ovarium (indung telur)


Kelenjar yang terletak di kanan kiri uterus terikat
oleh ligamentum uterus. Ovarium berhubungan dengan
uterus melalui ligamentum ovarii propium yang terletak
pada lapisan belakang ligamentum latum.

Fungsi Ovarium
• Mengeluarkan hormon estrogen dan progesterone,
• Mengeluarkan telur setiap bulan.
ANATOMI MAMAE
A. Kelenjar mamae
Pada wanita kelenjar mamae mulai berkembang
pada permulaan masa pubertas (adoles cence) pada
umur 11-12 tahun. Kelenjar mamae tumbuh menjadi
besar pada bagian lateral linea aksilaris anterior/media
sebelah kranial ruang interkostalis VII-VIII.

B. Struktur Payudara
Payudara (mammae, susu) adalah kalenjar yang
terletak di bawah kulit, di atas otot dada. Fungsi dari
payudara adalah memproduksi susu untuk menutrisi
bayi. Manusia mempunyai sepasang kalenjar payudara,
yang beratnya lebih 200 gram, saat hamil 600 gram dan
saat menyusui 800 gram.
• Pada payudara terdapat tiga bagian utama, yaitu :
– Korpus (badan), yaitu bagian yang membesar.
– Areola, yaitu bagian yang kehitaman di tengah.
– Papilla atau puting, yaitu bagian yang menonjol di
puncak payudara
Gangguan pada Sistem Reproduksi Wanita
• Gangguan menstruasi
• Kanker genitalia
• Endometriosis
• Infeksi vagina
• Penyempitan Saluran Telur/Oviduk
• Kanker Cerviks (Mulut Rahim)
• Kanker Ovarium