Anda di halaman 1dari 5

LAPORAN PENDAHULUAN

SECTIO CAESAREA ATAS INDIKSI HIPERTENSI

Disusun oleh :

SELA ANDELA

NIM : P27220018212

KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

POLTEKKES KEMENKES SURAKARTA

JURUSAN KEPERAWATAN

PRODI NERS

2018
a. Pengertian Sectio Caesaria
Sectio caesaria adalah suatu persalinan buatan dimana janin dilahirkan
melalui suatu insisi pada dinding depan perut dan dinding rahim dengan
syarat rahim dalam keadaan utuh serta berat janin di atas 500 gram
(Sarwono, 2009).
Sectio Caesaria ialah tindakan untuk melahirkan janin dengan berat
badan diatas 500 gram melalui sayatan pada dinding uterus yang utuh
(Gulardi & Wiknjosastro, 2006).
Sectio caesaria adalah pembedahan untuk melahirkan janin dengan
membuka dinding perut dan dinding rahim (Mansjoer, 2002).
b. Hipertensi
Hipertensi kronik dalam kehamilan ialah hipertensi yang didapatkan
sebelum timbulnya kehamilan. Apabila tidak diketahui adanya
hipertensi sebelum kehamilan, maka hipertensi kronik didefinisikan
bila didapatkan tekanan darah sistolik 140 mmHg atau tekanan darah
diastolic > 90 mmHg sebelum umur kehamilan 20 minggu. (Sarwono
Prawirohardjo, 2010)
c. Etiologi
Hipertensi kronik dapat disebabkan oleh :
1. Hipertensi Primer atau idiopatik 90% ( yang tidak diketahui
penyebabnya ).
2. Hipertensi Sekunder 10% (brhubungan dengan penyakit ginjal,
vaskuler kolagen, endokrin, dan pembuluh darah). (Sarwono
Prawirohardjo, 2010)
d. Tanda dan Gejala
Hipertensi kronik yang diperberat oleh kehamilan akan memberi tanda:
1. Kenaikan mendadak tekanan darah, yang akhirnya disusul proteinuria.
2. Tekanan darah sistolik > 200 mmHg, diastolic > 130 mmHg, dengan
akibat segera terjadi gangguan ginjal. (Sarwono Prawirohardjo, 2010)
Pada sebagian besar penderita, hipertensi tidak menimbulkan gejala;
meskipun secara tidak sengaja beberapa gejala terjadi bersamaan dan
dipercaya berhubungan dengan tekanan darah tinggi (padahal
sesungguhnya tidak). Gejala yang dimaksud adalah sakit kepala,
perdarahan dari hidung, pusing, wajah kemerahan dan kelelahan; yang
bisa saja terjadi baik pada penderita hipertensi, maupun pada seseorang
dengan tekanan darah yang normal. (Irfan Arif. 2007)
D. Patofisiologi
Meningkatnya tekanan darah didalam arteri bisa terjadi melalui
beberapa cara :
1. Jantung memompa lebih kuat sehingga mengalirkan lebih banyak cairan
pada setiap detiknya.
2. Arteri besar kehilangan kelenturannya dan menjadi kaku, sehingga
mereka tidak dapat mengembang pada saat jantung memompa darah
melalui arteri tersebut. Karena itu, darah pada setiap denyut jantung
dipaksakan untuk melalui pembuluh yang sempit dari pada biasanya
dan menyebabkan naiknya tekanan.
3. Bertambahnya cairan dalam sirkulasi bisa menyebabkan meningkatnya
tekanan darah, hal ini terjadi jika terdapat kelainan fungsi ginjal
sehingga tidak mampu membuang sejumlah garam dan air dari dalam
tubuh. Volume darah dalam tubuh meningkat sehingga tekanan darah
juga meningkat. (Djoko Merdikoputro, 2011).

E. Penatalaksanaan
Tujuan pengobatan hipertensi adalah untuk mencegah terjadinya
morbiditas dan mortalitas akibat hipertensi. Morbiditas yang bisa terjadi
yaitu stroke, ginjal, jantung kongetif, dan aneurisme.
1. Olahraga teratur dapat dihubungkan dengan pengobatan hipertensi
karena olahraga isotonic (seperti joging) yang teratur dapat
memperlancar peredaran darah sehingga dapat menurunkan tekanan
darah.
2. Istirahat yang cukup.
3. Diet garam, dan
4. Makan-makanan yang tidak memicu hipertensi seperti daging merah,
hati, dll. (Djoko Merdikoputro, 2011).

Jenis antihipertensi yang digunakan pada hipertensi kronik, ialah:


1. Metildopa : Dosis awal 500 mg x perhari, maksimal 3 garam
perhari
2. Nifedipin : Dosis bervariasi antara 30-90 mg perhari.
3. Diuretik Thiazide
Tidak diberikankarena mengganggu volume plasma sehingga
mengganggu alira darah utero-plasenta. (Srawono Prawirohardjo, 2010)
DAFTAR PUSTAKA
Prawihardjo, Sarwono. 2010. Ilmu Kebidanan. Jakarta

Kurniawan.Dr.Anie.MSC.2002.Gizi seimbang untuk mencegah Hipertensi.


Fk. Yarsi. Yogyakarta.

Arief, Irfan. 2007. Hipertensi Penyebab Utama Penyakit Jantung.

Kurniawan, Anie. 2002. Direktorat Gizi Masyarakat.

Santi Martini, Lucia Y. 2004. Hendrati Perbedaan Risiko Kejadian Hipertensi


Menurut Pola Merokok.

Sunarti, Sri. 2002. Hubungan Antara Stres Dengan Kejadian Hipertensi Di RSUI
Kustati. Surakarta