0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
423 tayangan97 halaman

Evaluasi Logging Sumur dan Jenis Log

Evaluasi Logging Sumur memberikan informasi tentang tiga jenis logging utama yaitu: 1) Log litologi seperti Gamma Ray dan SP untuk mengidentifikasi jenis batuan, 2) Log resistivitas untuk mengetahui resistivitas batuan, dan 3) Log porositas seperti Neutron dan Density untuk menentukan porositas batuan. Ringkasan ini memberikan gambaran tingkat tinggi tentang jenis-jenis logging yang digunakan untuk menganalisis sumur.

Diunggah oleh

adi
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
423 tayangan97 halaman

Evaluasi Logging Sumur dan Jenis Log

Evaluasi Logging Sumur memberikan informasi tentang tiga jenis logging utama yaitu: 1) Log litologi seperti Gamma Ray dan SP untuk mengidentifikasi jenis batuan, 2) Log resistivitas untuk mengetahui resistivitas batuan, dan 3) Log porositas seperti Neutron dan Density untuk menentukan porositas batuan. Ringkasan ini memberikan gambaran tingkat tinggi tentang jenis-jenis logging yang digunakan untuk menganalisis sumur.

Diunggah oleh

adi
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

EVALUASI LOGGING SUMUR

Review Peralatan Open Hole Logging


1. Log Litologi
2. Log Resistivitas

Dosen:

Ir. H. Avianto Kabul Pratiknyo, MT


LOGGING
adalah kegiatan untuk merekam karakteristik
batuan sebagai fungsi kedalaman.

1. Pencatatan ketika kegiatan pemboran masih berjalan, dengan media lumpur, sering
disebut sebagai MUD LOGGING.
Data yang diperoleh: Jenis Batuan, Kekerasan Batuan, Kandungan Fluida.

2. Pencatatan setelah kegiatan pemboran selesai, media yang digunakan adalah kabel,
disebut WIRELINE LOGGING.
Data yang didapat: Resistivity Batuan, Beda Potensial ketebalan mud cake, Densitas
Batuan, Sifat Radioaktif Batuan, Sifat Rambat Suara, Temperatur Formasi, dll
Basic Well Logging Tools
• Lithology Tools
– Spontaneous Potential
– Gamma Ray
• Fluids Identification Tools
– Resistivity
• Laterolog
• Induction
• Petrophysical Tools
– Porosity
• Neutron
• Density
• Sonic
• Auxiliary Tools
– Caliper
WIRELINE LOGGING
1. OPENHOLE LOGGING
Logging yang dilakukan pada sumur/lubang bor yang belum dilakukan
pemasangan casing.
Semua jenis log dapat dilakukan.

2. CASEDHOLE LOGGING
Logging yang dilakukan pada sumur/lubang bor yang sudah dilakukan
pemasangan casing.
Hanya log tertentu:
- Gammaray
- Caliper
- NMR
- CBL
Analisa Data yang diperoleh dari Wireline
Log
Tujuan:
Melakukan interpretasi baik kualitatif maupun
kuantitatif dari data logging sehingga dapat
diidentifikasi adanya lapisan produktif.
INTERPRETASI KUALITATIF
Didasarkan pada bentuk/defleksi kurva dari log yang
tergambar/terekam pada slip log yang dipengaruhi oleh
faktor lithologi dan kandungan.

 Dapat menentukan lithologi/susunan perlapisan batuan.


 Dapat membedakan lapisan porous/permeabel
 Dapat memperkirakan kandungan fluida dalam batuan
- Memperkirakan lapisan minyak, gas dan air.
- Memperkirakan letak GOC/WOC
 Sebagai dasar dalam melakukan interpetasi kuantitatif
INTERPRETASI KUANTIATIF
Dengan menggunakan persamaan/chart
menghitung parameter-parameter reservoir dari
data-data logging (Rw, Rt, ρb, ρf, ρm , dll)

 Porositas
 Saturasi air
 Saturasi Hidrokarbon tersisa (Shr)
 Saturasi Hidrokarbon yang dapat brgerak (Shm)
 Cadangan Hidrokarbon mula-mula secara Volumetris
(OOIP/IOIP)
JENIS LOG
1. LOG LITHOLOGI
2. LOG RESISTIVITAS
3. LOG POROSITAS
LOG LITHOLOGI
Adalah jenis log yang bertujuan untuk
mengetahui lithologi yang ditembus oleh lubang
bor:
- Log SP
- Log Gamma Ray
- Log Caliper
LOG RESISTIVITAS
Adalah jenis log yang bertujuan untuk mengetahui
harga resistivity batuan.
- Log Normal
- Microlog
- Microlaterolog
- Laterolog
- Induction Log
- MSF
LOG POROSITAS
Adalah jenis log yang bertujuan untuk
menentukan/mengetahui harga porositas
batuan.
- Log Density
- Log Neutron
- Log Sonic
Borehole
Effects
on
Resistivity
Logs
LOG LITHOLOGI
SP Log
Mengukur beda potensial
antara elektroda yang
bergerak sepanjang
lubang bor dengan
elektroda tetap
dipermukaan. Pada
prinsipnya mengukur
tegangan lapisan dengan
fungsi kedalaman.
SP Log
Chart SP Log
Vsh SP
SPLog
VshSP  1 
SSP
Keterangan :
SP Log = pembacaan kurva SP pada formasi yang
dimaksud
SSP = harga pembacaan SP maksimal
SP Log
Merupakan pencatatan perbedaan potential
antara elektroda tetap dipermukaan dengan
elektroda yang bergerak didalam lubang bor
terhadap kedalaman lubang bor

Satuan “milivolt”
Memerlukan lumpur yang konduktif
Bentuk dan defleksi SP
Defleksi (-), terjadi apabila salinitas
kandungan lapisan > salinitas lumpur
Defleksi (+), terjadi apabila salinitas
kandungan lapisan < salinitas lumpur
Defleksi (sama), terjadi apabila salinitas
kandungan lapisan = salinitas lumpur

Besarnya defleksi kurva SP selalu diukur


dari garis shale base line
Shale base line, pada lapisan permeabel
yang tebal dan bersih, defleksi kurva
akan konstan

Bentuk dan besarnya defleksi dipengaruhi


oleh : ketebalan lapisan, tahanan shale
pada formasi, tahanan lapisan batuan
dan lumpur bor, diameter lubang bor,
invasi mud filtrate, kandungan fluida
dalam formasi
Bentuk defleksi SP dan Analisa
Kemiringan kurva setiap kedalaman adalah sebanding dengan
intensitas arus SP dalam lumpur, sehingga kemiringan dari
kurva SP adalah maksimum pada batas- batas tersebut

Garis SBL kadang-kadang bergeser, ini terjadi bilamana air


formasi dengan kadar garam yang berbeda dipisahkan oleh
lapisan serpih yang bukan merupakan suatu membran ion yang
sempurna

Jika terdapat lapisan serpih untuk memisahkan perbedaan kadar


garam pada lapisan permeabel, maka garis dasar juga akan
bergeser. Pada lapisan ini, kurva SP menunjukkan tidak adanya
variasi pada kedalaman diman kadar garamnya berubah
Faktor yang mempengaruhi defleksi kurva SP
Log
• Rasio dari filtrasi lumpur dengan resisitivitas
air, Rmf/Rm
• Ketebalan dan Rt dari lapisan permeabel
• Rxo dan di dari daerah rembesan oleh filtrate
lumpur
• Rs dari formasi yang berdekatan
• Rm dan dh dari lubang bor
Spontaneous Potential - SP
• If Rmf > Rw
– Shales will have a low SP
and clean sandstones will
have a higher SP.

• If Rmf < Rw
– Shales will have a high SP
and clean sandstones will
have a lower SP.

• If Rmf = Rw
– Little SP will be developed
and the SP log will have
very little character.
Spontaneous Potential - SP
• Shaliness indicator
– SPshale = -10 mV
– SPsand = -40 mV
– SPlog = SP reading from the
log = -25 mV
– The percentage of shale will
be :
• SPlog - SPshale / SPsand -
SPshale =
– 15/-30 = .5 or 50% shale
• Fresh and saltwater interface
• Correlation
SP Log Response
SP
Shale
Impervious
nonshale
Reservoir
bed
Impervious
nonshale
Reservoir
bed
Shale
SP Log
001) BONANZA 1
GRC ILDC RHOC DT
0 150 0.2 200 1.95 2.95 150 us/f 50
SPC SNC CNLLC
-160 MV 40 0.2 200 0.45 -0.15
ACAL MLLCF
6 16 0.2 200

10700

SP
Log
10800

10900
Gamma Ray Log
Menunjukkan besaran
intensitas radioaktif yang ada
dalam formasi dengan cara
mencatat radioaktif alamiah
yang dipancarkan oleh oleh 3
unsur radioaktif dalam
batuan yaitu; Uranium,
potassium ,dan thorium.
Semua unsur tersebut secara
kontinyu memancarkan sinar
gamma ray yang memiliki
radiasi tinggi.
GAMMA RAY TOOL

The gamma ray tool records the natural 0 GR API 150


radioactivity of the formation without
regard to the source Shale

The spectral gamma ray tool identifies


the source and gives the contribution of
each elements (potassium, uranium, and Sand
thorium ) to the overall spectrum. Also, it
is useful in identifying fractures Shale

Sand

Shale
GAMMA RAY LOG IDENTIFICATION
0 GR (API) 100
GR  GRmin
Vsh = GR max
GRmax  GRmin
GR min

Vsh = Shale volume

GR = GR log reading

GRmax = GR log at shale zone

GRmin = GR log at clean sand zone

50%
GR Log: shale

Lithology identification (Reservoir,


Non-reservoir) 0%
Evaluation of Vshale shale

Well-to-well correlation
100%
shale
Gamma Ray Log
Chart Gamma Ray Log
Gamma Ray Log
Merupakan pengukuran yang menghasilkan
kurva dimana kurva tersebut menunjukkan
besarnya intensitas radioaktive yang ada dalam
formasi
(mendeteksi dan mengevaluasi endapan endapan
mineral radioaktive seperti pothassium, uranium,
Thorium)
40 232 238
K , Th ,U
Fungsi Gamma Ray :
Korelasi batuan
Evaluasi kandungan lempung
Prinsip kerja
Sonde dari log sinar
gamma yang terdiri dari sebuah
detector yang memancarkan
emisi sinar gamma yang
dipancarkan oleh formasi,
kemudian ditransmisikan
kepermukaan dengan kabel
sebagai impuls listrik dan
dicatat sebagai fungsi
kedalaman

Detector terdiri dari


Ionization chamber
Geiger muller counter
Scintilation counter
• Unsur radiokative banyak terkandung pada lapisan shale,
sehingga gamma ray dalat dipergunakan untuk mengetahui
besar kecilnya kandungan shale dalam lapisan permeabel

GRread  GRmin
Vclay 
GRmax  GRmin

GRread  hasil pembacaan log


GRmax  hasil pembacaan log maksimal
GRmin  hasil pembacaan log minimum
• Perbedaan sifat radioaktive dari berbagai batuan dapat
dipergunakan untuk membedakan jenis batuan yang terdapat
dalam formasi (lithology log)
IDENTIFIKASI MINERAL dari KANDUNGAN K, Th & U
Gamma Ray
Gamma Ray Tools detect the naturally
occurring radiation within the rock
Potassium (K)
Uranium (U)
Thorium (Th)

Radioactive elements tend to


concentrate in clays and shales
Gamma Ray
• In sedimentary formations, the
GR log reflects the clay or shale
content

• Clean formations, such as


sandstones or limestones, usually
have a very low level of
radioactivity

• In general, the lower the Gamma


Ray reading, the cleaner the sand

• Gamma Ray logs can be run in


cased holes, but the data will be
suppressed
Example GR Log
001) BONANZA 1
GRC ILDC RHOC DT
0 150 0.2 200 1.95 2.95 150 us/f 50
SPC SNC CNLLC
-160 MV 40 0.2 200 0.45 -0.15
ACAL MLLCF
6 16 0.2 200

10700

GR
Log

10800

10900
LOG RESISTIVITAS
Resisitivity Log
Suatu alat yang mengukur tahanan batuan formasi
beserta isinya.

Tujuan :
Resistivitas formasi adalah salah satu parameter utama
yang diperlukan untuk menentukan saturasi HC pada
suatu formasi
Log Resistivitas merupakan log yang dapat mengukur
tahanan batuan formasi beserta isinya, pengukuran
tahanan yang terekam dipengaruhi oleh adanya
besaran porositas efektif, salinitas air formasi, dan
banyaknya kandungan hidrokarbon dalam pori-pori
batuan.
Pengukuran resistivitas dapat melalui log-log berikut
ini :

a) Normal log device.


b) Lateral log device.
c) Induction log.
d) Laterolog.
e) Microresistivity log
Normal Log

Asumsi pengukuran dilakukan pada medium yang


mengelilingi elektroda–elektroda adalah homogen
dengan tahanan batuan sebesar R (ohm-meter).
Elektroda A dan B merupakan elektroda potensial,
sedangkan M dan N merupakan elektroda arus.
Setiap potensial (V) ditransmisikan mengalir
melingkar keluar melalui formasi
Jarak antara A ke M dapat disebut spacing, untuk
normal log dapat dikelompokkan menjadi dua
spacing, yaitu :
Short normal device, dengan spacing 16 inchi.
Long normal device, dengan spacing 64 inchi.
Skema Rangkaian Dasar Normal Log
Pemilihan spacing ini dipengaruhi jarak penyelidikan
yang diinginkan. Short normal device digunakan
untuk mengukur resistivitas pada zona terinvasi,
sedang long normal device digunakan untuk
mengukur resistivitas formasi yang tidak terinvasi
filtrat lumpur atau true resistivity (Rt).
Lateral Log

Tujuan lateral log adalah mengukur Rt, yaitu


resistivitas formasi yang tidak terinvasi. Alat ini
mempunyai tiga electrode.
Skema Dasar Laterolog Device
GAMBAR LATEROLOG
Pada kenyataannya resistivitas yang dicatat oleh
resistivity log merupakan resistivitas semu, bukan
nilai resistivitas yang sebenarnya (Rt). Hal ini
disebabkan karena pengukuran dipengaruhi oleh
beberapa faktor teknis antara lain : diameter lubang
bor (d), ketebalan formasi (h), tahanan lumpur (Rm),
diameter invasi air filtrat lumpur (Di), tahanan zona
invaded (Ri) dan uninvaded (Rt), tahanan lapisan
batuan di atas dan di bawahnya (Rs).
Pembacaan yang baik didapatkan pada lapisan tebal
dengan resistivitas yang relatif tinggi. Log ini
digunakan secara optimal pada susunan lapisan
batupasir dan shale yang tebal dengan ketebalan
mulai 10 ft dan kisaran resistivitas optimum setara 1-
500 ohm-m.
Laterolog (Guard Log)

Pengukuran dengan laterolog adalah untuk


memperkecil pengaruh lubang bor, lapisan yang
berbatasan dan pengukuran pada lapisan yang tipis
serta kondisi lumpur yang konduktif atau salt mud
Prinsip kerja

suatu arus Io yang konstan ditransmisikan melalui


electrode Ao lewat electrode A1 dan A2 dimana arus
tersebut diatur secara otomatis oleh kontak
pengontrol sehingga dua pasang electrode penerima
M1M2 dan M’1M’2 mempunyai potensial yang
sama. Perbedaan potensial diukur di antara salah
satu electrode penerima dengan electrode di
permukaan. Apabila perbedaan antara potensial
pasangan M’1M’2 dan M1M2 dibuat nol, maka tidak
ada arus yang mengalir dari Ao. Arus listrik dari Ao
dipaksa mengalir secara horizontal ke arah formasi
Jenis Laterolog

 Laterolog-7
 Laterolog-3
 Laterolog-8
 dual Laterolog-9

Perbedaan dari keempat jenis laterolog tersebut


adalah pada jumlah elektrodanya, dan ketebalan
lapisan yang diinvestigasi.
Laterolog ini hanya dapat digunakan dalam jenis
lumpur water base mud. Dianjurkan pada kondisi
Rt/Rm dan Rt/Rs besar (salt mud, resistivitas tinggi
untuk formasi yaitu lebih besar dari 100 ohm-m) dan
tidak berfungsi di dalam oil base mud, inverted mud,
lubang berisi gas, atau sumur sudah dicasing.
Skema Rangkaian Dasar Laterolog 7
Optimasi penggunaan Laterolog 7 adalah untuk
mengukur Rt pada kondisi-kondisi berikut : di dalam
batuan karbonat dengan lumpur salt mud, ketebalan
lapisan lebih besar dari 3 ft dengan kisaran
resistivitas batuan sekitar 1–10000 ohm-m.
Sedangkan optimasi Laterolog 3 adalah untuk
mengukur Rt pada kondisi batuan karbonat dengan
salt mud, ketebalan lapisan lebih dari 2 ft dan kisaran
resistvitas batuan antara 1 – 200 ohm-m. Apabila
Rmf rendah dan ketebalan formasi mencapai 5 ft
atau lebih maka pencatatan resitivitas mendekati
harga Rt dan dapat dianggap Rt tanpa koreksi
Kurva Laterolog
Microresistivity Log

Log ini dirancang untuk mengukur resistivity


formasi pada flush zone (Rxo) dan sebagai
indikator lapisan porous permeable yang
ditandai oleh adanya mudcake. Hasil
pembacaan Rxo dipengaruhi oleh tahanan
mudcake (Rmc) dan ketebalan mudcake (hmc).
Ketebalan dari mudcake dapat dideteksi dari
besar kecilnya diameter lubang bor yang
direkam oleh caliper log.
Ada tiga microresistivity yang umumnya
digunakan, yaitu:

• Microlog (ML),
• Microlaterolog (MLL),
• Proximity Log (PL).
1. Microlog (ML)
Microlog dirancang untuk mengukur resistivitas
secara tepat pada lapisan batuan yang tipis dan
permeabel, karena dengan pengukuran ini dapat
ditentukan secara tepat net pay dalam suatu
interval total.
Pada prinsipnya microlog menggunakan tiga
electrode dengan ukuran kecil yang dipasang di
dalam lempeng (pad) karet, tujuannya agar tetap
dapat mengikuti variasi bentuk lubang bor. Alat ini
mempunyai tiga electrode yang mempunyai jarak 1
inci. Elektroda–elektroda tersebut yaitu Ao, M1, dan
M2 yang dipasang pada salah satu baris pada rubber
(gambar 3.26).
Skema Prinsip Pengukuran Microlog
Skema Posisi Microlog Di Dalam Sumur
Microlog tidak akan memberikan keterangan yang
berarti apabila arus yang ditransmisikan hanya
berada di sekitar mudcake (short circuit). Hal ini
dapat terjadi jika resistivitas formasi sangat tinggi
dan tidak berfungsi pada keadaan oil base mud.
Apabila SP log tidak menghasilkan kurva yang baik,
microlog dapat digunakan untuk mengidentifikasi
zona-zona atau lapisan-lapisan yang porous dan
permeable.
Hasil Rekaman Microlog
Kriteria-kriteria yang harus dipertimbangkan agar
pengukuran microlog optimal yang pertama sebagai
indikator lapisan porous permeable di dalam lapisan
batupasir-shale dengan kisaran tahanan batuan
formasi 1–200 ohm-m, porositas batuan lebih besar
dari 15 %, Rxo/Rmc lebih kecil dari 15, ketebalan
mud cake kurang dari ½ inci dan kedalaman invasi
lumpur lebih besar atau sama dengan 4 inci.
Microlog juga bermanfaat dalam memperkirakan
porositas, menghitung faktor formasi (F),
menunjukkan lapisan batuan permeable dan
memperkirakan water-oil contact di bawah kondisi
tertentu. Microlog dapat juga dipakai untuk
menentukan batasan-batasan yang akurat dari batas
lapisan dan deliniasi dari daerah produktif dan
daerah non produktif.
Microlaterolog (MLL)

Digunakan untuk menentukan Rxo pada formasi


batuan yang keras, dengan lumpur yang digunakan
mempunyai kadar garam yang tinggi. Sehingga
dengan mengetahui Rxo maka nilai F dapat
ditentukan berdasarkan persamaan F = Rxo/Rmf,
selanjutnya besarnya porositas efektif dapat
ditentukan.
MLL hanya dapat merekam satu kurva yaitu
resistivitas daerah flush zone (Rxo). MLL mempunyai
4 elektroda yaitu sebuah elektroda pusat (Ao) dan 3
elektroda cincin M1, M2, dan A1 yang letaknya
berpusat terhadap Ao
Skema Prinsip Pengukuran Microlaterolog (MLL)
Prinsip kerja MLL

sejumlah arus konstan Io yang diketahui


intensitasnya ditransmisikan melalui elektroda pusat
Ao dan lainnya dialirkan melalui elektroda paling luar
A1. Kemudian arus listrik secara otomatis dan
kontinyu diatur sedemikian rupa sehingga perbedaan
potensial antara elektroda M1 dan M2 akan sama
dengan nol sehingga tidak ada arus yang mengalir
dari Ao tapi dari M1 dan M2. Maka arus dari Ao
dipaksa mengalir secara horizontal ke arah formasi.
Resistivitas yang diukur adalah sebanding dengan
potensial yang dicatat pada kurva MLL.
Microlaterolog merupakan Rxo tool yang terbaik pada kondisi
salt mud dan batuan formasi yang mempunyai resistivitas
relatif besar, MLL hanya dapat digunakan dalam kondisi water
base mud khususnya salt mud, dan tidak berfungsi di dalam
oil base mud inverted emulsion mud serta keadaan lubang bor
yang terisi gas atau sudah dicasing. Jika invasi lumpur terlalu
dangkal (kurang dari 4”) MLL mungkin mengukur tahanan
batuan zone uninvaded (Rt) karena MLL digunakan untuk
daerah penyelidikan hingga 4”. Ketebalan mudcake dapat
mempengaruhi pembacaan harga Rxo.
Apabila defleksi kurva mengarah ke kiri (negatif)
maka lapisan tersebut diperkirakan air asin. Jika
defleksi kurva ke kanan (positif) maka lapisan
tersebut diperkirakan air tawar. Kisaran tahanan
Microlaterolog berkisar 0,5 – 100 ohm-m sehingga
gambar defleksi lebih rapat jika dibandingkan dengan
Microlog.
Proximity Log (PL)

Dirancang untuk mengukur daerah yang lebih


dalam lagi zona investigasinya, yaitu pada
penyelidikan 16” dan tidak dipengaruhi oleh
ketebalan mud cake yang terbentuk pada dinding
lubang bor.
Karakteristik utama Proximity log

• Dapat mengukur Rxo tanpa dipengaruhi oleh


mudcake sampai ketebalan mud cake antara ¾ - 1
inci.
• Mempunyai radius investigasi yang lebih jauh
dibandingkan ML maupun MLL.
• Kurang sensistif terhadap heterogenitas lubang bor.
• Umumnya alat ini diturunkan bersama-sama
dengan Microlog untuk mendeteksi adanya
mudcake yang terbentuk di dinding lubang bor.
Dalam pembacaan Proximity log banyak dipengaruhi
oleh besarnya harga tahanan batuan zona uninvaded
(Rt). Oleh karena itu harus diadakan koreksi.
Proximity log akan mengukur Rt jika invasi filtrat
lumpur sangat dangkal, sehingga secara praktis harga
RPL = Rt.
Konfigurasi Elektroda Pada Proximitylog
Operasi pengukuran dengan Proximity log akan
memperoleh hasil yang optimal pada kondisi batuan
invaded karbonat atau batupasir, kisaran tahanan
batuannya antara 0,5–100 ohm-m invasi lumpur
dalam dan ketebalan mudcake lebih kecil dari ¾ inci
Lateralog
Induction log
Resistivitas batuan adalah : tahanan yang terukur antara dua sisi
permukaan sebuah bahan pada temperatur tertentu

Resistivitas air formasi tergantung pada :


• Resistivitas air formasi
• Jumlah air formasi yang ada
• Struktur geometri pori

Resistivitas formasi diukur dengan cara :


• Mengirimkan arus bolak – balik langsung keformasi (lateralog)
• Menginduksi arus listrik kedalam formasi (induction log)

Analisa dan prinsip kerja :


Arus dikirim/diinduksi kedalam formasi, sehingga terjadi kontak
dengan formasi sehingga dapat direkam /diketahui seberapa besar
resisitivitas dari formasi itu, yang diwujudkan dengan pencatatan
suatu defleksi kurva resisitivity yang mencerminkan jenis
kandungan fluida yang terkandung dalam formasi tersebut
Increasing Conductivity
Free water
Salt water
Rock
Gas
Oil
Increasing Resistivity
Resistivity Tools
• Induction Tools
– Run in nonconductive or low-conductivity muds
– Dual Induction - DIL: Is the earlier version of induction tool
which read a Shallow (SFL) and deep measurement
– Phasor Induction - DIT-E: Is an enhanced Induction tool
giving Shallow, Medium, and Deep measurements
– Array Induction - AIT: Is the newer generation of Induction
tools giving 5 curves with set depths of investigation: 10”
(shallow), 20”, 30”, 60”, 90”.
• Laterolog Tools
– Run in highly conductive muds (salt based)
– HRLA
Resistivity

• Resistivity of the salt water is Resistivity of the Oil is high


low (highly conductive) (Poor conductor)
Resistivity

• Dry, nonmetallic minerals (rock matrix) have a very high resistivity


Resistivity

• The resistivity of a rock is a measurement of the resistivity


of the rock matrix as well as the resistivity of the fluid
within the porous volume of the rock.
Induction
Resistivity Profiles
• Depth of Investigation:
– Logging tools are designed to measure
resistivity at different depths radially
from the wellbore to determine the
resistivity of the flushed zone and the
virgin zone.
– Flushed zone - is closest to the wellbore
and has been invaded by drilling fluids
(original fluids have been flushed out).
– Virgin zone - is farthest from the
wellbore and has not been invaded by
drilling fluids. Clients will want to use
Virgin zone measurements
Invasion
• Resistivity profile is the
radial distribution of
resisitivity resulting from
the invasion of fluids having
different conductivity than
the formation fluids.
• Resistivity Profiles can tell a
client about permeability on
a qualitative level.
Laterolog
• Laterolog
Principle:
– Measuring the
voltage difference
between two
electrodes is the
fundamental idea
behind laterolog
devices.
Example Log With Resistivity
001) BONANZA 1
GRC ILDC RHOC DT
0 150 0.2 200 1.95 2.95 150 us/f 50
SPC SNC CNLLC
-160 MV 40 0.2 200 0.45 -0.15
ACAL MLLCF
6 16 0.2 200

10700

Resistivity
Log

10800

10900
Referensi
1. Asquith, George B, Log Evaluation of Shaly Sandstone: A Practical Guide,
The American Association of Petroleum Geologists, Tulsa Oklahoma.
2. Desbrandes, R, Encyclopedia of Well Logging, Gulf Publishing Company
Book Division, Houston, Texas, 1985.
3. Dewan, John T, Essential of Modern Open-Hole Log Interpretation, Penn
Well Publishing Company, Tulsa Oklahoma, 1983.
4. Harsono Adi, Evaluasi Formasi dan Aplikasi Log.
5. Helander, Donald P, Fundamental of Formation Evaluation, OGCI
Publications, Oil and Gas Consultants International Inc, Tulsa, 1983.
6. Pirson, Sylvain J, Well Log Analysis for Oil and Gas Formation Evaluation,
Prentice Hall, Inc Englewood Cliffs, New Jork, 1963.
7. Wyllie M.R.J, The Fundamental of Well Log Interpretation, 3th Edition
Academic Press, Inc 1963.

Anda mungkin juga menyukai