Anda di halaman 1dari 18

MAKALAH KEPERAWATAN KRITIS PROSES

KEPERAWATAN PADA AREA


KEPERAWATA KRITIS

OLEH :

EKO PRASETYA BUDI


ENI SETYAWATI
IKA FARIDA R.
NATALIA SOMBOALLO
RAHEME ZAM ZAM SHEIRA BANU

KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA


POLITEKNIK KESEHATAN KALIMANTAN TIMUR
2018
PENDAHULUAN

Berdasarkan peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia


nomor 10 tahun 2015 tentang standar pelayanan keperawatan
rumah sakit Pasal 2 disebutkan bahwa Pengaturan Standar
Pelayanan Keperawatan di Rumah Sakit Khusus bertujuan untuk
meningkatkan mutu pelayanan keperawatan di rumah sakit khusus
dan rumah sakit umum yang memiliki pelayanan keperawatan
kekhususan yang disusun berdasarkan kompetensi dan
kewenangan perawat dengan memperhatikan keselamatan,
keamanan, kesehatan, lingkungan hidup, perkembangan ilmu
pengetahuan dan teknologi, serta pengalaman, perkembangan
masa kini dan masa yang akan datang
Dalam kepmenkes tahun 2001 tentang praktik keperawatan pasal
15 dan 16 disebutkan bahwa seorang perawat dalam melakukan
asuhan keperawatan harus meliputi pengkajian, penetapan
diagnose keperawatan, perencanaan, melaksanakan tindakan
keperawatan sampai evaluasi, baik di ruang perawatan maupun
ruangan khusus (kritis)
ASUHAN KEPERAWATAN

Asuhan keperawatan dilakukan


dengan menggunakan pendekatan
proses keperawatan yang
merupakan metode ilmiah dan
panduan dalam memeberikan
asuhan keperawatan yang
berkualitas guna mengatasi
masalah pasien. Langkah-langkah
yang harus dilakukan meliputi
pengkajian, masalah/diagnose
keperawatan, rencana tindakan,
implementasi dan evaluasi
TUJUAN PROSES KEPERAWATAN
Muhlisin ( 2011 ) menjelaskan bahwa penerapan proses
keperawatan dalam pemberian asuhan keperawatan mempunyai
beberapa tujuan, yaitu :
 Sebagai standar pemberian asuhan keperawatan.

 Mempraktekkan metode pemecahan masalah dalam praktek

keperawatan.
 Memperoleh metode yang baku, sistematis, dan rasional.

 Memperoleh metode yang dapat digunakan dalam berbagai

macam situasi.
 Memperoleh hasil asuhan keperawatan dengan kualitas tinggi
PENGKAJIAN
Pengkajian keperawatan pada pasien kritis merupakan
tahap awal yang sangat penting untuk menentukan
rencana keperawatan berikutnya mengingat kondisi
pasien yang belum stabil.

Ada beberapa model pengkajian yang telah


dikembangkan, antara lain model pengkajian dari the Nort
Coast Area Health Service yang mengelompokkan
menurut sistim tubuh, Functional Health Pattern yang
dikembangkan oleh Lewis (2000), Pengkajian kritis yang
dikembangkan oleh Bemis (2001) dan model pengkajian
lainnya.
1. Pengkajian
sebelum pasien TUJUAN
datang (pre arrival)

Sebelum pasien akan 1. Untuk persiapan


dikirim, dilakukan penerimaan pasien
pengkajian meliputi saat datang di icu
identitas pasien, 2. Agar saat pasien
diagnose, tanda vital, datang di icu, semua
alat bantu invasive yang peralatan yang
dipakai, modus ventilasi dibutuhkan tersedia
mekanik yang sedang dan siap digunakan
dipakai bila pasien 3. Persiapan dokter
mengunakan ventilator. spesialis terkait yang
harus dihubungi
PENGKAJIAN ICU
 Pengkajian segera setelah pasien datang
 Pengkajian lengkap

 Pengkajian berkelanjutan
Kriteria hasil ditetapkan untuk
mencapai tujuan dari tindakan
Penetapan
keperawatan yang diformulasikan
masalah/diagnose
berdasarkan pada kebutuhan
keperawatan
klien yang dapat diukur dan
realistis

(craven & himle, 2000).


Contoh diagnose keperawatan yang
sering muncul pada intensif care adalah
:
1. Bersihan jalan nafas tidak efektif
(RC : Sepsis)
2. Gangguan pertukaran gas : Airway-
Obstruction (RC : Acidosis (metabolic
Respiratory)
3. Pola nafas tidak efektif (RC :
Hypoxemia)
4. Gangguan perfusi jaringan (RC :
Hypoxemia)
5. Nyeri Akut (RC : Syok Neurogenik)
6. gangguan intergritas kulit/jaringan
PERENCANAAN

MERUMUSKAN
RENCANA
TUJUAN :
TINDAKAN :
1. berfokus pada
1. tetapkan tehnik Kriteria Hasil :
pasien
dan prosedur 1. Menggunaka
2. jelas dan
yang akan
singkat
digunakan n Kata Kerja
3. dapat diukur Yang Tepat
2. mengarah pada
dan diobservasi
tujuan yang akan 2. Dapat
4. realistis
dicapai Dimodifikasi
5. ada target
3. realistis 3. Spesifik
waktu
4. disusun
6. melibatkan
berurutan dan
peran serta
ada rasionalnya
masyarakat
IMPLEMENTASI KEPERAWATAN

Tindakan keperawatan dapat dalam bentuk


observasi, tindakan prosedur tertentu, tindakan
kolaboratif dan pendidikan kesehatan dalam
tindakan perlu ada pengawasan terus menerus
terhadap kondisi klien termasuk evaluasi perilaku.
EVALUASI

Evaluasi dapat dilakukan setiap akhir tindakan


pemberian asuhan yang disebut sebagai evaluasi
proses dan evaluasi hasil yang dilakukan untuk
menilai keadaan kesehatan klien selama dan pada
akhir perawatan. Evaluasi dicatat pada catatan
perkembangan klien.
METODE SKORING

 APACHE
 SAPS
 MPM
APACHE
 Sistem skoring APACHE dikembangkan oleh
Knauset et al pada tahun 1985.
 Bertujuan untuk mengembangkan ukuran yang akan
digunakan dalam menggambarkan kelompok pasien
ICU dan mengevaluasi perawatan mereka
 Sistem skoring APACHE terdiri dari tiga variabel,
yang pertama variabel fisiologi akut, yang kedua
variabel usia, dan yang ketiga variabel penyakit
kronik penyerta
 Heni Armiati : “ Hubungan APACHE II Score dengan Angka
Kematian Pasien di ICU RSUP DR. KARIADI”.

 Departemen Pulmonologi dan Ilmu Kedokteran Respirasi


Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia : “Sistem Skor
Acute Physiology And Chronic Health Evaluation (Apache) II
Sebagai Prediksi Mortalitas Pasien Rawat Instalasi Perawatan
Intensif”
FASTHUG
- digunakan di unit perawatan intensif (ICU) untuk
membantu team medis dalam persiapan untuk
evaluasi kondisi pasien, membantu mengidentifikasi
dan mencegah kesalahan pengobatan,
meningkatkan keselamatan pasien, dan
memaksimalkan intervensi terapeutik

- Setidaknya minimal dilakukan 1x sehari

- Dapat digunakan sebagai informasi yang berkala


untuk setiap team tenaga medis di ICU
GENERAL CARE
F= Feeding
A= Analgesic
S= Sedation
T= Thromboembolic prophylaxis

H= Head- of- bed elevation


U= Ulcer Stresser prevention
G= Glucose control
TERIMA KASIH