Anda di halaman 1dari 27

1.

Mahasiswa Farmasi sedini mungkin


memahami arti moral dan etik
2. Memahami norma sosial
3. Mengetahui sistem etik
4. Asas-asas etik
5. Profesionalisme farmasi
6. Pentingnya kedudukan etik dalam profesi
farmasi
7. Mengenal masalah-masalah di bidang etik
Asal kata “ethos” (Yunani) berarti
“yang baik, yang layak”
Merupakan norma2, nilai2, pola
tingkah laku kelompok profesi
tertentu dalam memberikan
pelayanan kepada masyarakat
Dalam perkembangannya arti etik
berarti adat kebiasaan yang baik
Moral dan etik sama, hanya
moral dipakai pada
masyarakat yang luas, etik
pada kelompok tertentu.
Pergaulan dalam masyarakat

Berkaitan dengan sikap tindak


dalam menjalankan profesinya
disebut kode etik profesi
Merupakan bagian dari filsafat
aksiologi yang mempelajari baik-
buruk,benar-salah, pantas-tidak
pantas dalam kehidupan manusia
dan lingkungannya.
Etik → Yunani → ethos = adat kebiasaan

Adat kebiasaan yang baik, yang sepantasnya
dilakukan
mos (tunggal)
Etik moral → latin
mores (jamak)
adat kebiasaan yang baik
Etik moral
sama

Adat kebiasaan Adat kebiasaan


baik yang berla- baik yang men-
ku khusus dalam dasar dan uni-
kelompok/masya- versal misal
rakat tertentu, mi- moral Pancasi-
sal etika kedokte- la, moral maha-
ran, etika jurna- siswa Indonesia.
listik.
Filsafat Moral
Suatu sistem prinsip-prinsip tentang
moral, tentang baik, atau buruk
Apa yang dianggap baik atau buruk di
masyarakat dalam kurun waktu tertentu
Moral bisa berubah seiring waktu
Etika dan moral selalu berjalan
beriringan
Etiket
Berasal dari bahasa Inggris  etiquette
Etika berarti moral, sedang etiket berarti
sopan santun.
Persamaan etika dan etiket :
 Sama-2 menyangkut perilaku manusia

 Memberi norma bagi perilaku manusia

apa yang harus dilakukan atau apa


yang tidak boleh dilakukan
Etiket = sopan santun = tata krama = tata pergaulan
yang baik
Contoh : etiket bertamu, etiket makan bersama

Etiket Etika
1.Cara bagaimana 1.Juga dinilai cara
perbuatan harus bagaimana perbuatan
dilakukan dilakukan dan
2.Hanya pada pergaulan perbuatannya sendiri
3.Sifatnya relatif – 2.Berlaku luas dalam
sopan di tempat satu, masyarakat
bisa tak sopan di 3.Sifatnya absolut dan
tempat lain menyeluruh
4.Lahiriah 4.Manusia secara utuh
dari hati nuraninya
Etik = moral = akhlak = susila = aturan
hidup yang baik

Pendidikan etika farmasi merupakan


bagian penting yang tidak dapat
dipisahkan dari pendidikan profesi
farmasi.
Pendidikan profesi farmasi
merupakan pendidikan profesional.
Etika farmasi merupakan rambu2
moral agar perilaku tenaga
kesehatan terjaga secara terhormat
dalam melaksanakan tugas
profesinya.
Dengan menggunakan hati
nuraninya diharapkan tenaga
kesehatan melaksanakan tugas
profesinya dengan sebaik-baiknya.
1. Diperlukan pendidikan khusus
2. Bidang kajian ilmu & teknologi yang terus
berkembang dan dikembangkan
3. Standar profesi
4. Kesetiakawanan profesi
5. Etika profesi
6. Berjiwa pengabdian kepada masyarakat
Isu Moral
Isu = topik yg penting yg perlu
didiskusikan/dibicarakan.
Isu moral di bidang kesehatan:
 Aborsi

 Bayi tabung

 Sewa rahim

 Bank sperma

 Kloning
Konflik Moral
Terjadi karena adanya perbedaan prinsip
moral antar individu
Isu moral

Masyarakat

A B C D dst

Konflik moral

Dilema moral
Johnson (1990)  2 tipe
konflik moral
 Konflik dalam prinsip yg sama
 farmasi menjunjung tinggi
otonomi  otonomi farmasi ? /
otonomi pasien ?
 Konflik dalam prinsip yg

berbeda
Dilema Moral
Selalu ada dalam kehidupan manusia,
terutama di dunia kesehatan
Campbell (1984) : dilema moral merupakan
situasi yg menghadapkan individu pada dua
pilihan yg sulit yg harus dipilih salah satu.

tergantung dari moral yg berakar dalam hat


nurani individu
Teori Etika
UTILITARIAN : tindakan moral yg
menciptakan kebahagiaan sebesar-
besarnya bagi banyak orang
 Act Utilitarian : setiap tindakan dinilai

oleh konsekuensi/manfaat yg dihasilkan


 Rule Utilitarian : setiap tindakan dinilai

oleh peraturan moral. Suatu tindakan


dianggap benar jika sesuai dengan
peraturan yang benar.
Deontologi  berasal dari kata “DEON”
(Yunani)  tugas
 Paham ini mendasarkan bahwa sesuatu

yang baik berakar dari keberhasilan


manusia mengerjakan tugasnya /
kewajibannya.
Partikularisme  paham yg mengacu
bahwa penyelesaian masalah etik dengan
membangun sensitivitasnya sendiri
sehingga mampu mengenali mana
tindakan yg benar atau yg salah tanpa
campur tangan orang lain.
1. Etika dasar = apa yang seharusnya
dilakukan]
2. Etika terapan = etika yang mengarah
kepada aplikasi prinsip-prinsip moral
tentang masalah sosial, dimana
keputusan etik harus diambil. Dapat
dipakai sebagai pedoman dalam
kehidupan konkrit.
Contoh : etika farmasi, etika rumah sakit dll.
Program Studi Farmasi Mempunyai 4
Etik Terapan
1. Etik Akademik
Kesadaran dan pedoman bagaimana
menerapkan prinsip-prinsip moral dan etik
sehingga proses belajar-mengajar untuk
menemukan kebenaran dan mempelajari
kebenaran ilmiah dapat berlangsung sebaik-
baiknya.
Etik akademik diterapkan sebagai peraturan-
peraturan akademik yang berisi kewajiban dan
larangan dalam melaksanakan tugas
akademik
2. Etik Profesi Farmasi
Kesadaran dan pedoman yang mengatur nilai-
nilai moral dalam melaksanakan kegiatan
profesi farmasi sehingga mutu dan kualitas
profesi farmasi tetap terjaga secara terhormat.
3. Etik Rumah Sakit
Kesadaran dari pedoman yang mengatur nilai-
nilai moral dalam memberikan pelayanan
kepada pasien yang dirawat di RS, sehingga
mutu pelayanan, keamanan, kenyamanan
pasien serta efisiensi kerja petugas kesehatan
tetap terjamin.
4. Etik Penelitian Farmasi
Kesadaran dan pedoman yang mengatur
nilai-nilai moral dalam melakukan
penelitian farmasi dan biomedik,
sehingga penelitian tidak merugikan
pasien sebagai objek penelitian, dan
penelitian tersebut memberi manfaat bagi
kehidupan manusia.
Mengatur bidang yang sama yaitu
mengatur orang-orang yang
terdapat dalam masyarakat dengan
tujuan untuk menjadikan tata tertib
dan kebaikan dalam masyarakat
ETIKA HUKUM
Mengatur hal2 yang kecil, 1. Mengatur hal2 yang
sederhana. kompleks.
Berjalan pada masyarakat 2. Pada masyarakat yang
yang statis. kompleks harus diperkuat
Berlaku untuk lingkungan oleh hukum.
profesi. 3. Berlaku umum.
Disusun atas kesepakatan 4. Disusun oleh lembaga yang
profesi. berwenang.
Tidak seluruhnya tertulis. 5. Seluruhnya tertulis.
Sanksi berupa 6. Sanksi berupa denda/ganti
teguran/peringatan rugi/penjara.
Penyelesaian oleh MKEK. 7. Penyelesaian PN.
Hubungan Etika, Moral, Hukum
Etika

Moral Hukum
Etik dan hukum memiliki tujuan sama  mengatur
tertib dan tenteramnya pergaulan hidup dalam
masyarakat.
Pelanggaran etik  tidak selalu diikuti dengan
pelanggaran hukum
Pelanggaran hukum  selalu diikuti pelanggaran
etik