Anda di halaman 1dari 22

SNIKE BITE GRADE II

Dini kurnia sary


012116367
 Nama : An. MH
 Jenis kelamin : Laki-laki
IDENTITAS  Umur : 10 thn
PASIEN  Agama : Islam
 Alamat : Krajan Kulon Jepara
 RM : 00065xxxx
 Masuk RS tanggal : 24 April 2018
 ANAMNESIS : Secara allo-anamnesis dan auto
anamnesis
 Keluhan Utama : Pasien datang ke IGD dengan keluhan
digigit ular
 Riwayat Penyakit Sekarang :
 ± 2 jam SMRS pasien mengeluh digigit ular pada jari tangan kiri dan diketahui bentuk dan warna
ular hijau saat bermain di halaman belakang sekolah. Pasien tergigit sebanyak 1 kali. Pada jari tangan
kanan terdapat 2 luka bekas gigitan ular. Luka disertai nyeri berdenyut dan menjalar hingga lengan kiri
dan tangan terasa kram. Pasien tidak mengeluh mual, muntah, pusing, sesak dan kejang. BAB dan BAK
dalam batas normal.

Riwayat Penyakit Dahulu :
 Sebelumnya belum pernah tergigit ular seperti ini

Riwayat Penyakit Keluarga :
 Tidak ada keluarga mempunyai keluhan yang sama

Riwayat Pengobatan :
 Pasien belum berobat ke Puskesmas/ dokter/ sarana kesehatan lainnya
 Keadaan Umum : Baik
 Kesadaran : Compos Mentis
 Tanda vital
 Nadi : 84 kali /menit
 Pernafasan : 20 kali / menit
 Suhu : 370C
STATUS  Kepala : Normocephali
 Mata : Konjungtiva anemis (-/-), Sklera Ikterik (-/-)
GENERALIS  Tenggorokan : Faring tidak hiperemis
 Leher : Pembesaran KGB (-/-)
 Paru : Bunyi nafas vesikuler, Rhonki -/-, Wheezing -/-
 Jantung : Bunyi jantung I-II regular, murmur (-), gallop (-)
 Abdomen : Datar, supel. Hepar dan Lien tidak ada pembesaran,
bising usus (+) normal
 Ekstrimitas : Akral hangat, edema (-/-)
 Ekstremitas : SuperiorInferior
 Sianosis -/- -/-
 Capillary refill >2”/<2” <2”/<2”
 Udem -/- -/-
 Akral dingin -/- -/-
STATUS  Jejas -/+ -/-
LOKALIS
Regio digiti 1 manus sinistra :
 Inspeksi : tampak pada jari tangan kiri jejas (+) bekas gigitan ular, warna
kulit kehitaman, jaringan nekrotik (+), warna kuku pucat, tampak
edema (+)
 Palpasi : nyeri tekan (+), perabaan suhu hangat, konsistensi
kenyal tegang, capillary refill >2”
Pemeriksaan Hasil Satuan Nilai Normal

HBSAG Negatif (-)

PEMERIKSAAN
PENUNJANG Pemeriksaan Hasil Satuan Nilai normal

26 April 2018 golongan darah B, RH(+)

Waktu pembekuan 4’15’’ Menit 2-6

Waktu perdarahan 2’10’’ Menit 1-3

GDS 114 Mg% 80-150


pemeriksaan Hasil Satuan Nilai normal

Hemoglobin 15,8 Gr% 14-18

Leukosit 13.180 Mm3 4000-10000

Trombosit 454000 Mm3 150000-400000

Hematokrit 46,2 % 40-48


Pemeriksaan Hasil Satuan Nilai normal

GDS 118 Mg% 80-150

UREUM 15,8 Mg% 10-50

CREATININ 0,5 Mg/dl 0,7-1,2

URIN ACID 2,8 Mg% 2-6


 Seorang anak laki – laki, usia 10 tahun, datang dengan keluhan jari tangan
kiri tergigit ular diketahui bentuk dan warna ular hijau saat sedang
bermain di halaman belakang sekolahnya. Pasien merasa jari tangan
kirinya nyeri dan menjalar hingga lengan kiri dan terasa kram. Nekrosis di
tempat gigitan (+) aktif dan bengkak (+).
 Keadaan Umum : baik, sadar, tampak kesakitan
 Kesadaran : komposmentis
RESUME  Tanda Vital : suhu 36c, nadi : 84x/mnt, RR: 20x/mnt
 Status Generalis : dalam batas normal
 Regio digiti 1 manus sinistra :
 Inspeksi : tampak pada jari tangan kiri jejas (+) bekas gigitan ular, warna
kulit kehitaman, jaringan nekrotik (+), warna kuku pucat, tampak edema
(+)
 Palpasi : nyeri tekan (+),perabaan suhu hangat, konsistensi kenyal
tegang, capillary refill >2”
 Snake bite grade II
DIAGNOSIS
KERJA
 Quo ad vitam : bonam

PROGNOSIS  Quo ad fungtionam : bonam


 Quo sanationam : bonam
Non-medikamentosa:
 Menjelaskan tentang penangan luka pada keluarga penderita dan
komplikasi yang mungkin terjadi.
 Menjelaskan mungkin dapat terjadi kerusakan jaringan sehingga
memerlukan tindakan amputasi pada jari pasien.

PENATALAKS Medikamentosa:
 - Debridement luka, tutup luka dengan kassa steril
ANAAN  - inf. D5% + Abu 2 amp 15tpm
 - inj. Ceftriaxone 750mg/24jam
 - inj. Ketorolac 15mg/8jam
 - inj.ranitinde 25mg/8jam
 -inj.dexamethasone 1/2amp/24jam
Kondisi Pasien 24 April 2018 (H1)

Keluhan Nyeri pada jari hingga lengan kiri (+)

Keadaan Umum Cukup

Kesadaran Composmentis
FOLLOW-UP
Tekanan Darah -

Nadi 82 x/menit

Respiratory Rate 18 x/menit

Suhu Tubuh 36,5 0C

Kepala & Leher Pembesaran KGB (-)

Cor I IC tak terlihat

P IC tak teraba

P Redup di ICS IV PSL dextra sampai di ICS V MCL sinistra

A S1S2 tunggal, reguler, gallop (-), murmur (-)

Simetris, ketinggalan gerak (-),


Pulmo I
retraksi (-)
P Fremitus Raba N/N

P Sonor +/+

A Vesikular +/+, Rh -/-, Wh -/-

Abdomen I Cembung

A BU (+) normal

P Tympani
P Supel, nyeri tekan (-)

Urogenital Dbn
Ekstremitas Akral hangat +/+ +/+
Oedem -/+/-/-

Status lokalis
Regio manus digiti 1 sinistra
edem(+), nyeri (+), kehitaman (+)

Diagnosis Snake Bite grade II regio manus digiti 1 sinistra

inf. D5% + Abu 2 amp 15tpm


inj. Ceftriaxone 750mg/24jam
inj. Ketorolac 15mg/8jam
Terapi inj.ranitinde 25mg/8jam
inj.dexamethasone 1/2amp/24jam
Kondisi Pasien 25 April 2018 (H2)

Keluhan Nyeri digiti 1 sinistra berkurang

Keadaan Umum Cukup


Kesadaran Composmentis
Tekanan Darah -
Nadi 68 x/menit
Respiratory Rate 18 x/menit
Suhu Tubuh 36,8 0C
Kepala & Leher Pembesaran KGB (-)
Cor I IC tak terlihat
P IC tak teraba

P Redup di ICS IV PSL dextra sampai di ICS V MCL sinistra

A S1S2 tunggal, reguler, gallop (-), murmur (-)

Simetris, ketinggalan gerak (-),


Pulmo I
retraksi (-)

P Fremitus Raba N/N


P Sonor +/+
A Vesikular +/+, Rh -/-, Wh -/-
Abdomen I Cembung

A BU (+) normal

P Tympani

P
Supel, nyeri tekan (-)

Ekstremitas
Akral hangat +/+ +/+
Oedem -/+/-/-

Status lokalis

Rgio manus digiti 1 sinistra


edem(+), nyeri(+), kehitaman (+)

Diagnosis Snake Bite grade II Regio manus digiti 1 sinistra

inf. D5% + Abu 2 amp 15tpm


inj. Ceftriaxone 750mg/24jam
inj. Ketorolac 15mg/8jam
Terapi
inj.ranitinde 25mg/8jam
inj.dexamethasone 1/2amp/24jam Diet Bebas
 Pada kasus, seorang anak berusia 10 tahun yang digigit ular saat
bermain di halaman belakang sekolah pada siang hari. Lokasi gigitan
adalah pada jari 1 tangan kiri pasien.
 Pada kasus gigitan ular penting untuk mengetahui apakah ular
tersebut berbisa atau tidak berbisa. Gigitan ular berbahaya jika
ularnya tergolong jenis berbisa. Berdasarkan teori yang telah
dijelaskan sebelumnya, untuk membedakan apakah ular berbisa atau
tidak diketahui berdasarkan jenis ular, gambaran luka gigitan, serta
gambaran klinis dari korban gigitan ular. Pada kasus ini, diketahui
ANALISIS bahwa korban mengatakan bahwa ular berwarna hijau, segera setelah
ular menggigit muncul gejala dan tanda pada korban, didapatkan
KASUS tanda dan gejala lokal berupa rasa nyeri pada daearah gigitan (jempol
tangan kiri) yang dirasa terus-menerus dan menjalar hingga lengan
kiri. Tangan pasien juga terasa panas, baal (kesemutan) dan
membengkak, bekas gigitan berdarah. Tanda dan gejala sistemik yang
didapatkan berupa keringat dingin dan berdebar-debar. Tidak
didapatkan gejala mual, muntah, pusing, serta syok. Pada
pemeriksaan fisik kepala, leher, thorax, dan abdomen, tidak
didapatkan kelainan. Pada ekstremitas, didapatkan luka gigitan pada
jempol tangan kiri pasien. Gambaran luka yaitu berbentuk dua buah
titik pada ujung jempol tangan kiri terjadi edema serta perubahan
warna kulit merah-keunguan disertai nyeri pada penekanan.
Tujuan penatalaksanaan pada kasus gigitan ular berbisa adalah
menghalangi/ memperlambat absorbsi bisa ular, menetralkan bisa ular
yang sudah masuk ke dalam sirkulasi darah, serta mengatasi efek lokal
dan sistemik. Metode pertolongan pertama yang dilakukan adalah
menenangkan korban yang cemas; imobilisasi (membuat tidak
bergerak) bagian tubuh yang tergigit dengan cara mengikat atau
menyangga dengan kayu agar tidak terjadi kontraksi otot, karena
pergerakan atau kontraksi otot dapat meningkatkan penyerapan bisa
ke dalam aliran darah dan getah bening; pertimbangkan pressure-
immobilisation pada gigitan Elapidae; hindari gangguan terhadap luka
gigitan karena dapat meningkatkan penyerapan bisa dan menimbulkan
pendarahan lokal.
Pada kasus ini, penanganan yang dilakukan pada korban kurang baik
disebabkan saat awal terkena, pada daerah tangan korban sempat
dilakukan pengikatan erat karena kurangnya pengetahuan keluarga
terhadap penanganan gigitan ular. Metode penggunaan torniket (diikat
dengan keras sehingga menghambat peredaran darah), dapat
mempercepat terjadinya nekrosis jaringan karena aliran darah menuju
lokasi terhambat, serta apabila tornikuet dibuka maka tekanan yang
tinggi pada daerah tersebut menyebabkan racun akan semakin
menyebar melalui pembuluh darah dan menumbulkan efek sistemik
yang lebih berat.
Pada pasien juga dilakukan tidakan cross incision, yang ditandai dengan
bentuk luka seperti huruf X. Selama perawatan di rumah sakit, pada
pasien ini diberikan terapi berupa antinyeri, anti mual, antiperadangan
serta antibiotika. Pemberian antibiotika pada korban gigitan ular dapat
diberikan, tapi umumnya bermanfaat hanya pada kasus gigitan ular yang
berat. Walaupun demikian, pemberian antibiotik spektrum luas tetap
direkomendasikan disamping itu untuk mencegah infeksi sekunder dari
luka setelah dilakukan insisi.
TERIMA KASIH