Struktur dan Aktivitas Antibiotik
Struktur dan Aktivitas Antibiotik
Aktivitas Antibiotika
I Gusti Agung Nyoman Prabowo Damar 110115467 (C)
Bill Lewaraja S 110115494 (C)
Andira Yunitya 110115513 (C)
Marlina Umar 1130320 (C)
Gora Dirga Kusuma 1130343 (C)
Tiara sigar 1130208 (C)
Antibiotik B-Laktam
Turunan Amfenikol
Turunan Tetrasiklin
Turunan Aminoglikosida
Turunan Makrolida
OBAT Turunan Polipeptida
ANTIBIOTIK
Turunan Linkosamida
Antibiotik Polien
Turunan Ansamisin
Turunan Antrasiklin
Fosfomisin
Turunan Amfenikol
Turunan amfenikol adalah antibiotika yang
terdiri dari kloramfenikol dan senyawa
sintetik analognya. Merupakan senyawa
bakteriostatik dengan spektrum luas,
bersifat mudah larut dalam lemak sehingga
mudah menembus sel bakteri
Mekanisme Amfenikol
• Menghambat biosintesis protein pada siklus
pemanjangan rantai asam amino, yaitu dg
menghambat pembentukan ikatan peptida.
• Mengikat subunit ribosom 50-S secara
terpulihkan, menghambat enzim peptidil
transferase sehingga mencegah penambahan
asam amino pada rantai peptida.
• Juga menghambat sintesis protein mitokondria
mamalia, karena ada persamaan antara ribosom
70-S bakteri dan mamalia.
Hubungan Struktur dan Aktivitas
a. Modifikasi pada cincin benzene
1) p-nirobenzen dapat diganti dengan bifenil, 4’-metil bifenil, tanpa
kehilangan aktivitas antibakteri secara bermakna
2) Penggantian gugus fenil dengan gugus aromatik atau alisiklik lain,
seperti sikloheksil, furil, naftil, piridil, kuinolil dan tienil,
menghilangkan aktivitas. Hanya turunan nitro tienil yang aktif sebagai
antibakteri, meskipun aktivitasnya lebih rendah dibanding
kloramfenikol.
3) Penggantian gugus nitro dengan gugus penarik elektron kuat, seperti
asetil (setofenikol) atau metilsulfonil (tiamfenikol), senyawa tetap aktif
sebagai antibakteri. Penggantian dengan sunstituen lain, seperti CN,
CONH2, halogen, NH2, NHR, NHCH2R, N(ch3)2, OH, SO2R,
SO2NHR atau gugus heterosiklik, menghilangkan aktivitas karena
terjadi perubahan keelektronegatifan, volume molekul dan sistem p-
kuinoid.
4) Pemindahan gugus nitro ke posisi orto dan meta menurunkan aktivitas
antibakteri.
b. Rantai samping asil sangat penting untuk aktivitas antibakteri, meskipun
demikian pada rantai samping tersebut dapat dilakukan banyak substitusi.
Peningkatan ukuran rantai menyebabkan penurunan aktivitas. Substitusi gugus
dikloroasetil dengan gugus asidoasetil (azidamfenikol) menghasilkan senyawa
yang tetap aktif sebagai antibakteri.
c. Stereokimia sangat berperan untuk aktivitas antibakteri. Karena
kloramfenikol mempunyai dua pusat kiral, maka dapat membentuk empat
isomer yaitu (-) treo, (+) treo, (-) eritro dan (+) eritro, dari keempat isomer
tersebut yang aktif sebagai antibakteri hanyalah isomer D-(-) treo.
d. Penggantian dua gugus hidroksil, perluasan atau pemendekan
gugus CH2OH ujung dan substitusi atom H pada C-2,
menghilangkan aktivitas antibakteri
e. Penggantian atom dikloro dengan dibromo menurunkan
kekuatan antibakteri, sedang penggantian dengan gugus CF3
dapat meningkatkan aktivitas (1,7 kali) terhadap E.coli
Kloramfenikol
(chroramex,chloromycetin, colain, kloramfenikol
fenicol, kemicetine, neophenicol, adalah antibiotik yang bersifat
paraxin) bakteriostatik dan mempunyai
spektrum luas
Contoh
Gugus Gugus
Fenoldiketon Trikarbonilmetan
pKa 2 = 7,7 pKa1= 3,3
Asam kuat
menyebabkan
dehodrasi, dg
mengambil gugus
OH pada C6 dan
atom H dari C5
membentuk ikatan
rangkap, terjadi
perpindahan ikatan
rangkap dari C
11a, C12a ke C11,
C11a membentuk
Anhidrotetrasiklin
yg tidak aktif
Basa kuat pH > 9, akan memacu
reaksi antara gugus OH pada C6
dengan gugus keton pada C11,
sehingga ikatan C11 – C11a
terputus, membentuk cincin
lakton terjadilah isotetrasiklin
yang tidak aktif
Mekanisme kerja
Tempat kerja turunan tetrasiklin adalah ribosom bakteri, mencapai
sasaran melalui 2 proses :
1) Difusi pasif melalui pori hidrofil membran terluar sel.
Diksisiklin & minosiklin kelarutan dalam lemak tinggi dapat
secara langsung lewat membran lemak.
2) Sistem pengangkutan aktif yang tergantung energi. Pompa dari
semua turunan tertrasiklin adalah melalui membran sitoplasma
terdalam, kemungkinan dengan pembawa protein periplasma.
Tetrasiklin menghambat interaksi kodon-antikodon pada tempat
reseptor dari subunit ribosom yang terkecil yaitu 30-S atau 40-S dan
menyebabkan tetrasiklin bersifat kurang selektif dan menimbulkan
efek samping yang relatif rendah
Hubungan Struktur dan Aktivitas
a. Gugus farmakofor dengan aktivitas biologi penuh adalah senyawa
semisintetik sansiklin. Sansiklin mempunyai peran penting pada
pengangkutan turunan tetrasiklin ke dalam sel bakter dan
penghambatan protein didalam sel.
b. Pengaturan linier dari empat cincin adalah dapat menimbulkan
aktivitas biologis. Sistem fenol diketon pada cincin BCD
merupakan planar dan penting untuk aktivitas, sedangan cincin
AB dapat mengalami perubahan bentuk konfirmasi. Turunan
tertrasiklin pada pH fisiologis
Klortetrasiklin
Oksitetrasiklin
Doksisiklin HCl
Minosiklin HCl
Tigesiklin
Struktur Keterangan
Oksitetrasiklin
• Didapat dari Streptomyces
aurofaciens
• Obat ini mempunyai sifat, kegunaan
dan dosis seperti tetrasiklin
kloretrasiklin
Struktur HSA Keterangan
• Doksisiklin
mempunyai sifat-
sifat seperti
• Hasil hidrogenasi
• HCl metasiklin
katalik dari
• Absorpsi pada
metasiklin pada
saluran cernah lebih
gugus metilen C-
baik sehingga dosis
6
Doksisiklin HCl lebih rendah
• waktu paro serum
lama
Struktur HSA Keterangan
Trobtamisin
TURUNAN
AMINOGLIK Amikasin
OSIDA
Netilmisin
Dibekasin
Spektinomisin
HUBUNGAN STRUKTUR
DAN AKTIVITASNYA
Pada umumnya turunan aminoglikosida mengandung tiga
cincin yang dihubungkan melalui jembatan eter.
Contoh : Struktur Kanamycin
III
II
I. MODIFIKASI PADA CINCIN I
Struktur Keterangan
Netilmisin sulfat
Struktur Keterangan
Tobaramin efektif terhadap infeksi gram
negatif, seperti Pseudomonas aeruginosa,
E coli, Enterobacter sp., Klesiella sp.,
Proteus sp., Salmonella sp., Shigella sp.
dan Seratian sp., serta gram positif seperti
S. aureus
Tobramisin digunakan secara parenteral,
untuk pengobatan infeksi pada sistem
saraf pusat, saluran urogenital,saluran
cerna, saluran nafas, kulit, tulang dan
septikemi
Waktu paro ± 2 jam
Spektinomisin HCl
Didapatkan Melalui fermentasi dari
Streptomyces spetabilis.
CH Digunakan secara parenteral sebagai obat
H3 3 pilihan untuk pengobatan gonorhu, yang
C disebabkan oleh Nesseria gonorrhoea
Waktu paro ± 2 jam
O
H3 H
Struktur Keterangan
DIBEKASIN
Struktur Keterangan
FRAMISETIN SULFAT
• Turunan amiglikosida dengan
spectrum luas
• Digunakan secara setempat untuk
pengobatan infeksi pada mata,
telinga dan kulit
NEOMISIN SULFAT
• Dihasilkan dari kultur
Streptomyces fradiae
• Pada penggunaan sistemik
toksisitasnya besar sehingga
dianjurkan hanya untuk
pemakaian setempat
Turunan Antibiotik Makrolida
Cincin lakton yang besar, biasanya
12-17 atom
Gugus keton
Mempunyai
Satu atau dua gula amin
5
karakteristik
Gula netral
Turunan makrolida
klaritromicin
Spiramisin
Mengandung 70% spiramisin I,
Strukturnya terdiri dari gula amin 20% spiramisin II, 10%
spiramisin III, obat ini terutama
D-forosamin dan gula netral L- digunakan untuk infeksi saluran
mikarosa dan D-mikaminosa nafas, saluran genital, tulang,
kulit dan jaringan lunak.
• Antibiotika polipeptida pd
umumnya punya spektrum aktv
sempit
• Cth : Gramisidin hanya aktif thd
bakteri gram +, sdgkan
polimiksin hanya aktif thd
bakteri gram -.
Mekanisme kerja
antibiotika polipeptida :
Bbrp antibiotika polipeptida spt :
Tirotrisin,polimiksin B & Kolistin
adalah mol amfifil
• Antibiotika polipeptida dapat
menyebabkan ketidakaturan struktur
membrane sitoplasma & kehilangan
fungsinya sbg rintangan permeabel,
shg ion-ion yg scr normal ada dlm sel
akan keluar & menyebabkan bakteri
mengalami kematian.
Mekanisme kerja
antibiotika polipeptida :
• Gramisidin :
Membentuk saluran transmembran“pori”,
di mana ion-ion keluar-masuk secara difusi
melalui“pori “ yg berbeda sehingga
membran kehilangan fungsinya sbg
rintangan yg permeabel
• Basitrasin :
Sbg bakteriolitik hny pd fase pertumbuhan
bakteri. Dapat mnghambat scr langsung
enzim peptidoglikan sintetase &
menyebabkan hambatan pembentukan ddg
sel bakteri shg bakteri mengalami kematian
Antibiotika polipeptida :
(Linkobiotic, Lincocin,
Lincomec, Nichomycin) (Albiotin, Dalacin C, Xeledac)
diisolasi dari Bacillus didapat dengan mengganti gugus
linconensis, efektif terhadap hidroksi pada C7 dari linkomisin
gram positif, seperti dengan gugus Cl.
staphylococcus aureus
Antibiotik Polien
Diproduksi oleh Streptomyces Sp. Adanya cincin
yang mengandung lakton da ikatan rangkap
terkonjugasi.
Antibiotik polien tidak memiliki aktivitas
antibekteri atau antiriketsia. Tapi aktif terhadap
jamur dan yeast.
contoh : banyak digunakan sebagai antijamur
adalah Amfoterisin B, Kandisidin dan Nistatin.
TURUNAN ANSAMIN
• Turunan ansamisin pada umumnya dihasilkan oleh
Streptomyces sp, dikarakterisasi oleh adanya struktur siklik
yang mengandung gugus aromatik dan jembatan makrosiklik
alifatik panjang, yang dinamakan ansa, diantara posisi dua inti
aromatik yang tidak saling berdekatan. Pada umumnya turunan
ansamisin menimbulkan toksisitas tinggi dan hanya satu yang
digunakan dalam klinik, yaitu rifampisin.
• Rifampisin diisolasi dari fermentasi kultur Nocardia
mediterranea, sering disebut sebagai “obat ajaib” mengandung
17 anggota rantai ansa, dan mempunyai spektrum antibakteri
yang luas. Pada umumnya rifampisin digunakan sebagai obat
antituberkolosis. Penejalasan lebih lanjut tentang rifampisin
dapat dilihat pada bab obat antituberkolosis.
TURUNAN ANTRASIKLIN
Turunan Antrarsiklin adalah turunan antibiotic antrasiklinon pada
umumnya tetrasiklik, dan dihasilkan oleh Streptomyces sp.
Turunan antrasiklin digunakan sebagai obat antikanker
Mengandung gula pada konfigurasi L yang terikat pada gugus 7-
hidroksil antrasiklinon melalui ikatan glikosidik
Antrasiklinon adalah aglikon yang mengandung kromofor
antrakuinon dalam rangka hidrokarbon yang linier mirip dengan
tetrasiklin
Perbedaan struktur diantara turunan antrasiklin adalah jumlah dan
posisi gugus hidroksil fenol, derajat oksidsi dari dua atom C rantai
samping pada posisi 9 dan adanya ester dari asam karboksilat pada
posisi 10
Contoh daunorubisin HCl, doksorubisin HCl, epirubisin dan
pilkamisin
Turunan Fosfomisin
Strukturnya berbeda dengan antibiotika yang lain, merupakan turunan
epoksida asam fosfonat. Mekanisme kerjanya yaitu mengikat secara ireversibel gugus
SH ezim enol-piruvil transferase yang mengkatalisir reaksi antara UDP-
asetilglukosamin dengan fosfoenolpituvat membentuk asam uridindifosfo-N-
asetilmuramat
Fosfomisin tidak dapat diberikan secara oral karena tidak stabil terhadap
asam lambung, sehingga pemberian dilakukan secara intravena. Waktu paro plasma
kurang lebih sekitar 2 jam setelah pemberian i.v. Toksisitas relatif rendah dan tidak
menunjukan reaksi alergi-silang atau resistensi-silang dengan antibiotika lain.
Design, synthesis, and biological evaluation of
hexacyclic tetracyclines as potent, broad
spectrum antibacterial agent
Serangkaian analog tetracycline
baru “hexacyclines” dirancang,
disintesis, dan dievaluasi untuk
aktivitas antibakteri terhadap
berbagai macam isolate bakteri,
termasuk multidrug resisten,
pathogen gram-negatif.
Hubungan struktur aktivitas yang
diidentifikasi dan aktivitas
spectrum antibakteri yang kuat,
termasuk aktivitas anti
pseudomonas aeruginosa in vitro
dan in vivo
Scheme 1 : Synthesis of 7-Fluorohexacycline Analogues
RESULT