Anda di halaman 1dari 13

TERAPI KOMPLEMENTER

DALAM PERAWATAN
PALIATIF

Ns. IBNU ABAS, M.Kep.,Sp.Kep.Kom.


Komplementer
• Peraturan Menteri Kesehatan No. 1109 tahun
2007 mengatakan bahwa pengobatan
komplementer dan alternatif dilakukan sebagai
upaya pelayanan yang berkesinambungan mulai
dari peningkatan kesehatan (promotif),
pencegahan penyakit (preventif), penyembuhan
penyakit (kuratif) Jurnal Sains dan Teknologi
Farmasi Vol. 19 Suplemen 1 (Desember 2017)
dan/atau pemulihan kesehatan (rehabilitatif)
(National Institute of Health, 2015).
• Prevalensi penggunaan terapi alternatif
komplementer (complementary alternative
medicine / CAM) pada penderita penyakit
yang tidak ada harapan sembuh cukup tinggi
khususnya pada penderita kanker (
TREND PENGGUNAN CAM
• Penggunaan CAM tersebar luas dan terus meningkat
dari tahun ke tahun (Black et. al., 2012).
• Di Amerika Serikat, sekitar 38% orang dewasa dan 12%
anak-anak menggunakan beberapa bentuk pengobatan
alternatif komplementer (NCCAM, 2014).
• Di Korea Selatan 67% dari penderita kanker payudara
memanfaatkan CAM dalam terapi pengobatan (Hwang
et. al., 2015).
• Indonesia, terapi alternatif komplementer digunakan
lebih dari 40% masyarakat luas dan lebih dari 70%
digunakan oleh masyarakat desa (WHO, 2001).
Terapi alternatif komplementer yang
biasa digunakan
• Obat-obatan herbal : Jamu, olahan tumbuh
tumbuhan, vitamin/ mineral(Bishop et. al.,
2010).
• Hipno caring (Joni, 2014)
• Self heeling
• Terapi spiritual dan relaksasi.
• Akupuntur dan refleksi (Widiastuti, 2017)
TEMULAWAK : ANTI KANKER &
PERADANGAN
• Temulawak atau curcuma xanthorrhiza
merupakan tanaman herbal yang berasal dari
Indonesia terutama dari Pulau Jawa. Temulawak
sering dijadikan sebagai obat tradisional karena
punya segudang manfaat bagi kesehatan.
• Temulawak memiliki warna kuning pekat seperti
kunyit. Dua tanaman herbal tersebut sama-sama
mengandung curcumin. Tak kalah dengan kunyit,
termulawak juga bisa membuat tubuh sehat dan
mencegah berbagai penyakit.
• Menurut dokter di UCLA, curcumin dapat
memblokir enzim yang mendorong
pertumbuhan kanker di kepala dan leher.
Sementara studi dari Pusat Medis Universitas
Maryland menyatakan sifat antioksidan
curcumin mampu memerangi radikal bebas,
sehingga dapat membuat seseorang terhindar
dari berbagai penyakit kronis, termasuk
kanker.
DAUN SIRSAK (GRAVIOLA)
• Daun sirsak (graviola) memiliki sifat
antikanker. Salah satu contohnya adalah
penelitian yang diterbitkan dalam American
Journal of Cancer Prevention. Penelitian
tersebut melaporkan bahwa kandungan zat
annonaceous acetogenins yang terdapat
dalam daun sirsak dapat menghambat
perkembangan sel kanker.
Daun sirsak
Cara Mengolah Daun Sirsak Menjadi Obat
tradisional Kanker Paru-Paru
• Siapkan daun sirsak sebanyak 10 lembar.
• Cuci semua daun sirsak hingga bersih.
• Rebus dengan 3 gelas air.
• Tunggu sampai airnya mendidih dan tinggal 1
gelas saja.
• Saring air rebusan dan dinginkan.