0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
252 tayangan18 halaman

Klasifikasi Ordo Diptera dan Contohnya

Dokumen tersebut membahas tentang klasifikasi ordo Diptera. Ordo ini meliputi serangga yang memiliki dua sayap seperti lalat dan nyamuk. Dokumen menjelaskan ciri-ciri umum ordo Diptera serta contoh-contoh serangga yang termasuk ke dalamnya seperti lalat dan berbagai jenis nyamuk.

Diunggah oleh

syalvira wati
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
252 tayangan18 halaman

Klasifikasi Ordo Diptera dan Contohnya

Dokumen tersebut membahas tentang klasifikasi ordo Diptera. Ordo ini meliputi serangga yang memiliki dua sayap seperti lalat dan nyamuk. Dokumen menjelaskan ciri-ciri umum ordo Diptera serta contoh-contoh serangga yang termasuk ke dalamnya seperti lalat dan berbagai jenis nyamuk.

Diunggah oleh

syalvira wati
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

KLASIFIKASI ORDO

DIPTERA
RIZKIANI NUR HIDAYAH P0723401807
RONALDI 1
SITI NURJANAH APRIANI P0723401807
SITI SARAH ARIS 2
MUNANDAR P0723401807
SURIYANI SADIKIN 3
SYAHRIANA NUR P0723401807
SAKINAH 4
SYALVIRA QUSNUL P0723401807
MULIAWATI 5
WANDA PRADITA ARIYANI P0723401807
WINDY PERMATA SARI 6
YUNDARA PUSPA P0723401807
NINGRUM 7
Pengertian Ordo Diptera
 Dipteraberasal dari kata “Di” artinya “dua”, dan
“Ptera” yang artinya sayap. Arti keseluruhannya
adalah serangga yang memiliki dua sayap
(sepasang sayap) yang bisa terbang. Diptera
memiliki mata faset yang besar jika dibanding
tubuhnya. Antenanya bisa pendek (Brachycera)
maupun panjang (Nematocera). Ciri khas diptera
yaitu hanya menggunakan sepasang sayap tipis
yang fungsional untuk terbang, sayap ini berfungsi
sebagai alat keseimbangan pada saat terbang, alat
untuk mengetahui arah dan juga alat pendengaran.
 Terdapat lebih dari 120 ribu spesies yang
masuk dalam ordo diptera pada masa ini.
Contoh serangga dari kelompok ini
adalah :
 Lalat.
 Nyamuk Culex.
 Nyamuk Anopheles dan Aedes.
1. Lalat
 Lalat merupakan ordo diptera, menurut asal katanya
“Di” artinya “dua”, “Ptera” yang artinya sayap, dan
arti keseluruhannya adalah serangga yang memiliki
dua sayap (sepasang sayap) atau unsecta yang bisa
terbang. Adanya sepasang sayap yang mempunyai
membrane tersebut merupakan sayap bagian depan,
sedangkan sayap bagian belakang tidak berkembang
dan mereduksi menjadi alat keseimbangan (halter).
dan saat ini diseluruh dunia dapat dijumpai sekitar ±
60.000 - 100.000 spesies lalat. Ordo Diptera
merupakan salah satu anggota kelas hexapoda atau
insekta yang mempunyai jumlah genus dan spesies
terbesar yaitu mencakup 60-70 % dari seluruh
spesies arthropoda.
Klasifikasi
 Kingdom : Animalia
 Filum : Arthropoda
 Kelas : Hexapoda
 Ordo : Diptera
 Family : Muscidae, Sarchopagidae,
Challiporidae, dll.
 Genus : Musca, Stomoxys, Phenisia,
Sarchopaga, Fannia, dll.
 Spesies : Musca domestica, Stomoxy
calcitrans, Phenesia sp, Sarchopaga
sp, Fannia sp, dll.
Siklus Hidup
Secara umum, dalam kehidupan lalat dikenal ada 4
(empat) tahapan yaitu mulai dari telur, larva, pupa
dan dewasa.

1. Fase Telur
2. Fase Larva / Tempayak
3. Fase Pupa / Kepompong
4. Lalat Dewasa
Morfologi
 Pada umumnya berukuran kecil, sedang sampai berukuran
besar, kira– kira 2- 3 mm, mempunyai sepasang sayap di
bagian depan dan sepasang halter sebagai alat
keseimbangan di bagian belakang, bermata majemuk
dan sepasang antena yang seringkali pendek terdiri atas
tiga ruas, struktur tubuh berbulu. Mata lalat jantan lebih
besar dan sangat berdekatan satu sama lain sedang yang
betina tampak terpisah oleh suatu celah dan berbentuk
lebih besar daripada lalat jantan.

Morfologi umumnya seperti pada insecta. Kepala yang
relatif besar mempunyai dua mata majemuk yang
bertemu digaris tengah (holoptik) atau terpisah oleh ruang
muka (dikhoptik), dan biasanya tiga ocelli atau mata
sederhana.
 
Spesies-Spesies Lalat

1. Genus Musca (lalat rumah)


Siklus Hidup
2. Famili Psychodidae,Genus Phlebotomus
(lalat pasir)
Patogenitas
Gigitan lalat menyebabkan papula warna merah
muda, dikelilingi oleh daerah eritem dengan diameter
10-20 mm. Timbul rasanyeri yang menusuk dan gatal
menetap untuk beberapa waktu. Pada orang yang
sensitif reaksi lokal dapat lebihhebat dan dapat disertai
nausea, demam dan malaise.
Vektor penyakit
3. Blackflies (Lalat Hitam)
Morfologi
Lalat tinggal berpindah-pindah sepanjang aliran
air yang teduh. Jarak migrasi biasanya 2-3 mil,
jarang yang melebihi 3 mil.
Patogenitas
Luka gigitan pada permulaan tidak nyeri, sering
mengeluarkan darah terus menerus. Kemudian
timbul pembengkakan, gatal dan nyeri yang
terus berlangsung untuk beberapa hari. Pada
individu yang rentan, gigitan sedikit saja dapat
menyebabkan peradangan setempat dan
kelainan umum.
4. Lalat kandang yang menggigit/biting
stable fly (Stomaxys caleitrans)
5. Lalat daging (Genus Sarcophaga)
2. Nyamuk
 Nyamuk termasuk jenis serangga dalam ordo
diptera dari kelas insecta. Nyamuk mempunyai
mempunyai dua sayap bersisik, tubuh yang
langsing dan enam kaki yang panjang. Antar
spesies berbeda-beda tetapi jarang sekali
panjangnya melebihi 15 mm. Nyamuk
mengalami empat tahap dalam siklus
hidupnya, yaitu telur, larva, pupa dan dewasa.
Nyamuk jantan dan betina hanya memakan
cairan nektar  bunga. Nyamuk menghisap
darah bukan untuk mendapatkan makanan,
melainkan untuk mendapatkan protein yang
ada pada darah sebagai nutrisi untuk telur,
demi kelangsungan spesiesnya.
Klasifikasi
 Kingdom: Animalia
 Phylum     : Arthopoda
 Class        : Insecta
 Ordo        : Diptera
 Family      : Culicidae
 Genus : Aedes, Culex, Mansonia, dan
Anopheles
Berikut klasifikasi  jenis jenis nyamuk
berdasarkan perbedaan bentuk  morfologi
nyamuk dewasa
1. Genus Aedes
2. Genus Culex
3. Genus Mansonia
4. Genus Anopheles
Morfologi Secara Umum
Nyamuk berukuran kecil (4-13 mm) dan
rapuh.Kepalanya mempunyai probosis halus
dan panjang yang melebihi panjang
kepala.Pada nyamuk betina probosis dipakai
sebagai alat untuk menghisap
darah,sedangkan pada nyamuk jantan untuk
menghisap bahan-bahan cair seperti cairan
tumbuh-tumbuhan,buah-buahan dan juga
keringat.Dikiri kanan probosis terdapat palpus
yang terdiri atas 5 ruas dan sepasang antena
yang terdiri atas 15.
Siklus Hidup

Anda mungkin juga menyukai