0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
303 tayangan12 halaman

Tugas Entomologi Lalat

Dokumen tersebut memberikan informasi tentang klasifikasi tiga jenis serangga lalat yang penting dari sudut kesehatan, yaitu lalat rumah, lalat hijau, dan lalat buah. Lalat-lalat tersebut diklasifikasikan berdasarkan ciri-ciri morfologi dan taksonominya masing-masing.

Diunggah oleh

Atin Wati
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
303 tayangan12 halaman

Tugas Entomologi Lalat

Dokumen tersebut memberikan informasi tentang klasifikasi tiga jenis serangga lalat yang penting dari sudut kesehatan, yaitu lalat rumah, lalat hijau, dan lalat buah. Lalat-lalat tersebut diklasifikasikan berdasarkan ciri-ciri morfologi dan taksonominya masing-masing.

Diunggah oleh

Atin Wati
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

TUGAS ENTOMOLOGI

KLASIFIKASI SERANGGA “LALAT”

Dosen Pembimbing :
Ngadino, S.Si,M.Psi

Disusun Oleh :
1. Dhea Vara Adellya (P27833320042) 10. Kirana Beryl P. (P27833320051)
2. Dyah Ayu Villa D. (P27833320043) 11. Laily Masruroh (P27833320052)
3. Fani Rida Wanti (P27833320044) 12. Marliyane Naurah (P27833320054)
4. Fania Ardelia L. (P27833320045) 13. Maulida Fauziatur (P27833320055)
5. Ferdiansah Ananda P. (P27833320046) 14. Moch. Arifin M. (P27833320056)
6. Hanif Azizah S. (P27833320047) 15. Moch. Rizaldi (P27833320057)
7. Ichtiary Shinta S. (P27833320048) 16. Nafilatul Karimah (P27833320058)
8. Indah Puspita T. (P27833320049) 17. Nailul A. (P27833320059)
9. Indana Zulfa Salim (P27833320050)

Kelas : D4-2B

PROGRAM STUDI SARJANA TERAPAN SANITASI LINGKUNGAN


POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES SURABAYA
TAHUN AKADEMIK 2020/2021

1
KATA PENGANTAR

Assalamualaikum Wr Wb.

Alhamdulillah puji syukur kehadirat Allah Swt atas segala rahmat dan limpahan berkah
dan karunianya kepada kami, tugas klasifikasi serangga “ Lalat “ dapat kami selesaikan dengan
baik. Tugas ini dibuat untuk menyelesaikan dan memenuhi tugas dalam pembelajaran mata
kuliah Entomologi.

Tidak lupa Saya mengucapkan terimakasih kepada Bapak Ngadino, S.Si,M.Psi selaku
pembimbing dan pengajar mata kuliah Entomologi. Dalam makalah ini menjelaskan tentang
klasifikasi serangga yaitu lalat. Tugas ini dibuat berdasarkan referensi dan sumber-sumber yang
ada.

Demikian pengantar dari kami, semoga tugas klasifikasi serangga ini dapat bermanfaat
bagi pembaca dan menambah wawasan dan pengetahuan tentang serangga, dan kami sadar tugfas
ini tidak sempurna dan terdapat banyak sekali kekurangan. Oleh karena itu, kami mengharapkan
pendapat dari pembaca ataupun kritik sehingga tugas ini dapat kami perbaiki.

Wassalamualaikum Wr Wb.

Surabaya, 03 Februari 2021

Penulis

2
DAFTAR ISI

Kata Pengantar .................................................................................................................... i

Daftar Isi ............................................................................................................................ ii

BAB I PEMBAHASAN

1.1 Pengertian Lalat ............................................................................................................4


1.2 Klasifikasi Lalat ..................................................................................................................... 4
1.3 Siklus Lalat ....................................................................................................................9
1.4 Reproduksi Lalat ..........................................................................................................11
DAFTAR PUSTAKA ......................................................................................................12

3
BAB I

PEMBAHASAN

1.1 Pengertian Lalat

Lalat merupakan salah satu ordo Diptera. (berasal dari bahasa Yunani di berati dua
dan ptera berarti sayap). Perbedaan yang paling jelas antara lalat dan ordo serangga lainnya
adalah lalat memiliki sepasang sayap terbang dan sepasang halter, yang berasal dari sayap
belakang, pada metatoraks (kecuali beberapa spesies lalat yang tidak dapat terbang). Satu-
satunya ordo serangga lain yang memiliki dua sayap yang benar-benar berfungsi dan memiliki
halter adalah Strepsiptera. Tetapi, berbeda dengan lalat, halter Strepsitera berada di
mesotoraks dan sayap di metatoraks. Tiga subordo Diptera yang penting yaitu Nematocera,
Brachycera dan Cyclorrhapha. Famili yang penting dari subordo Cyclorrhapha yaitu
Muscidae, Sarcophagidae, Calliphoridae, Gasterophilidae, Oestridae dan Hippoboscidae.
Dalam Australian/Oceanian Diptera Catalog disebutkan bahwa ada sekitar 3.880 spesies lalat
yang ditemukan berdasarkan sebaran zoo geografinya. Di kawasan Australia/Oceania terdapat
kurang lebih 1000 spesies dari famili Muscidae.

Musca domestica atau disebut lalat rumah merupakan salah-satu penyebab penyakit
saluran pencernaan yaitu diare. Jenis lalat yang dapat merugikan manusia seperti lalat rumah,
Lalat biru (Calliphora vamituria) dan lalat hijau (C. Megacephala dan Lucilia sp). Lalat hijau
mempunyai dampak negatif bagi kesehatan manusia seluruh dunia. Lalat bisa tersebar secara
kosmopolit dan bersifat sianantropik yang artinya lalat memiliki ketergantungan yang tinggi
(berasosiasi) dalam kehidupan manusia karena sumber makanan manusia menjadi sumber
makanan lalat.

1.2 Klasifikasi Lalat


Sebagai makhluk hidup, lalat tentunya memiliki banyak spesies. Berdasarkan pembagian
spesiesnya, lalat memiliki beberapa spesies yang terpenting dari sudut kesehatan yaitu :

1. Lalat Rumah (Musca domestica)

4
Lalat rumah termasuk family Muscidae sebarannya di seluruh dunia, berukuran
sedang dan panjang 6-8 mm, berwarna hitam keabu-abuan dengan empat garis
memanjang gelap pada bagian dorsal toraks dan satu garis hitam medial pada
abdomen dorsal, matanya pada yang betina mempunyai celah yang lebih lebar
sedangkan lalat jantan lebih sempit, antenanya terdiri dari tiga ruas, bagian mulut atau
proboscis lalat disesuaikan khusus dengan fungsinya untuk menyerap dan menjilat
makanan berupa cairan, sayapnya mempunyai vena 4 yang melengkung tajam ke arah
kosta mendekati vena 3, ketiga pasang kaki lalat ini ujungnya mempunyai sepasang
kuku dan sepasang bantalan disebut pulvilus yang berisi kelenjar rambut”.
Sebagaimana umumnya tubuh insekta lainnya, tubuh Musca domestica dibagi
menjadi 3 bagian, yaitu kepala, dada (toraks) dan perut (abdomen). Lalat ini
berukuran medium, yaitu panjang 6-9 mm, berwarna abu-abu, dan mempunyai empat
pita yang berupa garis memanjang pada permukaan toraks. Memiliki mata majemuk
yang besar, pada bentuk jantan kedua mata majemuk agak berdekatan, tetapi bentuk
betina lebih berjauhan. Lalat ini berukuran medium, yaitu panjang 6-9 mm, berwarna
abu-abu, dan mempunyai empat pita yang berupa garis memanjang pada permukaan
toraks. Memiliki mata majemuk yang besar, pada bentuk jantan kedua mata majemuk
yang berdekatan, tetapi bentuk betina lebih berjauhan.
Morfologi Lalat rumah ( musca domestica ) Lalat ini memiliki tubuh beruas-ruas
dengan tiap bagian tubuh terpisah dengan jelas. Anggota tubuhnya berpasangan
dengan bagian kanan dan kiri simetris, dengan ciri khas tubuh terdiri dari 3 bagian
yang terpisah menjadi kepala, thoraks dan abdomen, serta mempunyai sepasang
antena (sungut) dengan 3 pasang kaki dan 1 pasang sayap (Menkes RI No.50, 2017).
Klasifikasi ilmiah lalat rumah antara lain, yaitu :
 Kindom : Animalia
 Filum : Arthropoda
 Kelas : Insecta
5
 Ordo : Diptera
 Famili : Muscidae
 Genus : Musca
 Spesies : M. domestica

2. Lalat Hijau (Lucilia sericata)

Lalat hijau (Lucilia sericata) merupakan salah satu jenis lalat yang dapat
menularkan penyakit. Lalat hijau (Lucilia sericata) merupakan lalat yang termasuk
ektoparasit yang ditemukan pada daging dan bangkai hewan, dan penyebab myiasis
pada manusia dan hewan herbivora domestik (Morsy TA et al., 1991). Lucilia sericata
tidak hanya menyebabkan myiasis, tetapi juga berperan sebagai vektor mekanik dari
tetanus. Keberadaan lalat dapat menyebarkan mikroorganisme seperti bakteri, virus,
protozoa, telur, dan “ciste” cacing pada manusia, sehingga dapat menimbulkan
infeksi penyakit seperti disentri, kolera, tifus, diare, cacingan dan penyakit-penyakit
lainnya yang berkaitan dengan kondisi sanitasi lingkungan yang buruk (Riana, 1992).
Klasifikasi Lalat Hijau (Chrysomya megacephala) Menurut Borror et al., (1992),
klasifikasi Chrysomya megacephala sebagai berikut.
 Kingdom : Animalia
 Filum : Arthropoda
 Kelas : Insecta
 Ordo : Diptera
 Familia : Calliphoridae
 Genus : Chrysomya
 Spesies : Chrysomya megacephala
 Sifat Lalat Hijau (Chrysomya megacephala)

6
Lalat hijau dapat berkembangbiak pada bahan semi cair yang berasal dari
sampah, lokasi penyembelihan dan tanah yang mengandung kotoran hewan.
Kebanyakan lalat sebagai pemakan zat-zat organik yang membusuk dengan
meletakkan telurnya pada tubuh hewan yang mati dan pada larvanya
mengambil asupan makan dari jaringan-jaringan yang membusuk. Jarak
terbang lalat sangat bergantung pada asupan makanan yang tersedia dengan
sejauh 19-20 km dari tempat berkembangbiak (Indriasih, 2015).

3. Lalat Buah (Bactrocera)

Lalat buah adalah hama penganggu yang termasuk kedalam ordo Diptera famili
Tephritidae. Di dunia famili Tephritidae berjumlah kurang lebih 4000 spesies dan
dikelompokkan ke dalam 500 genus.
Morfologi Lalat buah mempunyai tiga bagian tubuh, yaitu kepala (Caput), dada
(torak), dan perut (abdomen). Lalat buah juga mempunyai tiga pasang tungkai 2 yang
muncul dari ruas-ruas toraknya. Lalat buah hanya mempunyai dua buah sayap. Sayap
yang berkembang adalah sayap bagian depan, dan sayap belakang mengecil dan
berubah bentuk menjadi alat keseimbangan yang disebut halter. Lalat buah
merupakan hama yang sangat merusak tanaman dari jenis holtikultura, khususnya
tanaman buah dan sayur. Jenis tanaman buah dan sayur yang sangat riskan terserang
lalat buah adalah jambu biji, pepaya, belimbing, mangga, melon, apel, cabai merah
dan tomat. Lalat buah mengalami metamorfosis sempurna dari telur, larva (belatung),
pupa dan akhirnya menjadi serangga dewasa (imago). Umur imago atau lalat buah
dewasa bisa mencapai satu bulan. Telur yang berumur 2-3 hari diletakkan oleh
serangga betina kedalam kulit buah menggunakan alat bertelurnya (ovipositor).
Selain itu, telur akan berdiam dibawah permukaan kulit buah dan menetas menjadi
larva atau belatung. Selama hidupnya, larva atau belatung tersebut berada didalam

7
buah dan memakan isi buah. Akibatnya buah tampak busuk dan berkembang
(Kardinan agus 2010
Klasifikasi Lalat buah yaitu:
 Kindom : Animalia
 Filum : Arthropoda
 Kelas : Insekta
 Ordo : Diptera
 Famili : Tephritidae ( Trypetidae=Trupanidae)

4. Lalat Kecil (Fannia)

Lalat Fannia canicularis dan Fannia scalaris dikenal dengan nama Litte house
flies. Lalat ini berkembang biak ditempat kotoran basah hewan piara, orang atau
unggas, atau buah-buahan yang sedang membusuk. Lalat ini lebih menyukai keadaan
sejuk dan lebih lembab dibandingkan jenis-jenis Musca. Lalat ini juga menghabiskan
waktunya lebih banyak di dalam hunian manusia, dan tempat jantan berkeliling di
sekitar lampu-lampu yang menggantung.
Pada umumnya segala jenis atau spesies lalat memiliki kecenderungan pola hidup
dan siklus hidup yang hampir sama. Namun pada keadaan-keadaan tertentu dan
tempat-tempat tertentu ada lalat yang mampu bertahan kuat dibandingkan dengan
lalat-lalat yang lainnya. Tapi hal ini tidak mempungkiri bahwa spesies-spesies lalat
yang telah disebutkan diatas merupakan vektor pembawa penyakit dan merupakan
hewan pengganggu yang harus dikendalikan sehingga perlu diketahui siklus dan pola
hidupnya agar mudah untuk dikendalikan.
Klasifikasi lalat kecil (Fannia)
 Kingdom : Animalia

8
 Phylum : Arthropoda
 Class : Insecta
 Ordo : Diptera
 Famili : Muscidae
 Genus : Fannia Spesies

1.3 Siklus Lalat


Metamorphosis merupakan siklus perubahan vektor lalat yang mulai dari stadium telur,
larva/tempayak, kepompong sampai stadium imago (dewasa). Dalam metamorphosis akan
terjadi proses pergantian kulit yang disebut eksedis. Lalat adalah salah-satu serangga kelas
insekta yang mengalami proses metamorpohosis. Lalat buah adalah contoh serangga yang
mengalami metamorphosis secara sempurna yang keberadaan spesiesnya kurang lebih 4500
spesies.
Lalat membutuhkan waktu dalam menyelesaikan siklus hidupnya dimulai sejak masih telur
sampai dengan dewasa antara 12 sampai 30 hari. Rata-rata lalat membutuhkan waktu antara
7-22 hari dalam proses perkembangbiakan, tergantung dari kondisi temperature dan
makanan yang tersedia bagi kehidupan lalat.
Siklus hidup lalat mulai dari telur, larva/tempayak, pupa/kepompong dan dewasa.
a) Telur

Telur diletakkan pada bahan-bahan organik yang lembab (kotoran


binatang, sampah dan lain-lain) pada tempat yang secara langsung tidak
terkena sinar matahari. Ciri-cirinya telur berwarna putih dan biasanya
menetes setelah 8-30 jam, tergantung dari temperature sekitarnya.

b) Larva/tempayak

 Tingkat I : Instar I atau yang disebut telur yang baru menetes, yang
memiliki ciri-ciri panjang 2 mm, berwarna putih, tidak bermata dan

9
kaki, amat aktif dan ganas terhadap makanan, setelah 1 - 4 hari
melepas kulit keluar instar II.

 Tingkat II : Ukuran besarnya 2 kali instar I, setelah satu sampai


beberapa hari, kulit mengelupas keluar instar III.

 Tingkat III: Larva berukuran 12 mm atau lebih, tingkat ini memakan


waktu 3 sampai 9 hari. Larva mencari tempat dengan temperatur
yang disenangi, dengan berpindah-pindah tempat, misalnya pada
gundukan sampah organik. Temperatur yang disukai adalah 30 – 350

c) Pupa/kepompong

Pada masa ini, jaringan tubuh larva berubah menjadi jaringan tubuh
dewasa. Stadium ini berlangsung selama 3-9 hari. Temperatur yang disukai ±

350C.

d) Dewasa

Proses pematangan menjadi lalat dewasa membutuhkan waktu


kurang lebih 15 jam dan setelah itu siap untuk mengadakan perkawinan.
Seluruh waktu yang diperlukan 7-22 hari, tergantung pada kondisi
temperature setempat, kelembaban dan makanan yang tersedia. Umur
lalat dewasa dapat mencapai 2-4 minggu.

10
1.4 Reproduksi Lalat
Ketika lalat kawin, jantan awalnya terbang di atas perempuan, menghadap ke arah yang
sama, tetapi kemudian berbalik untuk menghadapi dalam arah yang berlawanan. Kemudian
munculah telur lalat berbentuk pisang dan berwarna putih kekuningan. Ekor lalat betina
dewasa dapat menghasilkan 120-150 butir setiap peneluran. Selama hidupnya lalat bertelur
minimal enam kali dengan selang waktu tiga atau empat hari.
Penetasan telur menjadi larva sekitar sekitar 2-3 hari. Waktu yang diperlukan untuk
perkembangbiakan telur mulaioviposisi sampai menetas dipengaruhi oleh suhu.
Perkembangan larva setiap stadium dan pupa waktu yang dibutuhkan untuk moulting setiap
stadium sangat bervariasi. Setelah itu pupa yang dibiarkan menetas menjadi lalat dewasa
secara sempurna.

11
DAFTAR PUSTAKA

Harwood RF, James MT. Entomology in Human dan Animal Health New York: 7th
Ed.Macmillan Publishing Co. Inc; 1979.
Keiding J. The House Fly. Biology and Control. Vector Biology and Control Division WHO;
1986.
Intan. Ahmad & Silvi Susant. 2015. Resistensi lalat rumah, Musca domestica Linnaeus
(Diptera: Muscidae) dari empat kota di Indonesia terhadap permetrin dan propoksur. Jurnal
Entomologi Indonesia. No. 3. Vol. 12. Hal. 123–128.
Sanjaya,Yayan. 2008. Pengujian Feromon Seks Pada Lalat Hijau Lucilia Sericata Meigen
(Diptera: Calliphoridae). Jurnal Bionatura, No. 1. Vol. 10. Hal. 49 – 57.
Pertiwi aniya, R ayu. 2019 . Definisi tentang lalat rumah. Diakses pada tanggal 4 Februari 2021
dari Repositori.unsil.ic.idfile:///C:/Users/ Windows%2010/Downloads /Documents/BAB
% 20II%20Lalat.
Mosokuli. ( Tahun 2001 ). Klasifikasi Lalat Rumah. Diakses pada tanggal 4 februari 2021,
dari Repository.unimus.ac.id file:///C:/Users/ Windows%2010/Downloads/ Documents/
BAB% 20II_5.pdf.

12

Anda mungkin juga menyukai