Anda di halaman 1dari 19

MEMAHAMI MANUSIA

LEWAT ALQUR’AN
Drs. Machfudz Asyrofi, M.Si
Tentang Manusia
• Mahluk apa manusia itu ?
• Kapan kita menyadari sebagai manusia ?
• Karakteristik yang membedakan manusia dengan
binatang ?
• Tabiat manusia, baik atau buruk ?
• Manusia berkehendak atau terpaksa ?
• Benarkah manusia mahluk rasional ?
• Mampukah “rasionalitas” manusia menjaga
kesempurnaan potensinya ?
• Manusia mahluk bertanggung jawab ?
• Jika ya, apa tanggung jawab manusia ?
• Untuk apa tanggung jawab itu ?
• Dari mana manusia datang ?
• Untuk apa manusia ada ?
• Akan kemana manusia ?
PROSES PENCIPTA’AN MANUSIA
77:20-23/76:1-4/40:67
Proses Dalam Rahim
3:6 /53:32

DALAM
DALAMTIGA
TIGA
SEGUMPAL DIBERI KEGELAPAN
KEGELAPAN LAHIR
SEGUMPAL SEGUMPAL DIBERI LAHIR
SEGUMPAL 39:6
DARAH
DARAH DAGING
DAGING RUH
RUH 39:6 64:3,
64:3,
96:2, DAN
DANTULANG
TULANG 32:7-9, 76:28,
96:2, 32:7-9, Dlm Kandungan 76:28,
75:37-40 22:5,
22:5, 7:172-174 Dlm Kandungan 40:64
75:37-40 23:12-16
7:172-174 Dlm Rahim
Dlm Rahim 40:64
23:12-16 Dlm Plasenta
Dlm Plasenta

SEMPURNA/
SEMPURNA/
TIDAK
TIDAK
SEMPURNA
SEMPURNA 1. Anak sebagai anugerah, 14 : 39
13:8
13:8 2. Anak sebagai penyenang hati, 25:74
3. Anak sholeh 37/100, 17:24
4. Anak sebagai cobaan, 8:28, 64:15
5. Anak sebagai musuh, 64:14
6. Anak sebagai ujian Allah, 63:9
AlQUR’AN TENTANG MANUSIA
An nahl, 78

    

   


  
  
  
Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam Keadaan tidak
mengetahui sesuatupun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan
hati, agar kamu bersyukur.

• Manusia makhluq berpikir, mampu melahirkan ilmu


pengetahuan, dan membangun kehidupannya.
• Fungsionalisasi potensi melalui proses “pendidikan”
bersifat “evolusi” berdasar perkembangan dan
pertumbuhan.
• Kebutuhan jasmani dan ruhani, adalah
“fitrah” manusia.
• Pemenuhan terhadap jasmaniyah, dapat
melahirkan “kebencian” terhadapNya,
pemenuhan terhadap ruhaniah,melahirkan
“cinta” kepada-Nya (hubb).
• Kebutuhan ruhaniah bersifat eksistensial,
kebutuhan jasmaniah bersifat
kondisional/temporer.
SUDUR-QOLBU-FUAD
dilengkapi Pendengaran, Penglihatan dan Hati
16:78, 67:23, 76:1-2, 32:9

Berita
AD DIEN

SUDUR (dada) / AKAL


Berfikir

QOLBUN/HATI
Bimbang/Batu
Melihat Merasakan
KEJADIAN FUAD/FITRAH AD DIEN
Kokoh

QOLBUN/HATI
Bolak-balik

SUDUR / DADA
Goncang

Mendengar
BERITA
HATI – NAFSU – AKAL
Mukmin x Syetan
Kafir = Syetan

AKAL / &
ALQUR’AN
NAFSU
Rahmat/Jahat

INDERA HATI INDERA Kejadian


Berita Menangkap Fitrah Menangkap

PENGGERAK
Musuh/teman

MENIMBANG
Baik/Buruk
Karakteristik Manusia
Penciptaannya berdasarkan Fitrah, sebagai sifat dasar.
(arruum, 30) :

     

    


     
   
   
 
Maka hadapkanlah wajahmu dengan Lurus kepada agama Allah; (tetaplah atas) fitrah
Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. tidak ada peubahan pada
fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui
Memiliki potensi Nafs, sebagai usaha pertahanan diri
(assyams, 7-8) :

     


  
Dan jiwa serta penyempurnaannya (ciptaannya), Maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu
(jalan) kefasikan dan ketakwaannya.

Memilki potensi Qalb, menimbulkan tanggung jawab (Qaf, 37) :

      


     
 
Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat peringatan bagi orang-orang
yang mempunyai akal atau yang menggunakan pendengarannya, sedang Dia
menyaksikannya.
. 
• Memiliki dimensi Ruh, menimbulkan kekuatan batin,
(alhijr, 29) :

    


    

Maka apabila aku telah menyempurnakan kejadiannya, dan telah meniup kan
kedalamnya ruh (ciptaan)-Ku, Maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud

• Memiliki potensi Akal, untuk memahami, (ankabuut, 43) :


   

    


 
Dan perumpamaan-perumpamaan ini Kami buat untuk manusia; dan tiada yang
memahaminya kecuali orang-orang yang berilmu.
• Berpikir dan bertindak
• Cendrung berdasarkan nafsu,
kepada perasaan dan akalnya.
kebenaran. • Perbedaan
• Kedamaian, sebagai“internal
perhatian correction”
kepada
orang lain.
Fitrah
Manusia
Konsekuensi
Fitrah
Manusia

Tak pernah hilang, namun dapat


tertutupi fungsinya.

Berkembang melalui pemenuhan


jasmani dan ruhani yang seimbang.

Terwujud dalam dimensi spiritual


secara sosial dan individual.
Potensi Manusia (Al Ghazali)

‫اَلشَّْيطَانِيَّ ْة‬ ‫اَلْ َملَ ِكيَّ ْة‬

‫اَلَْب ْه ِميَّ ْة‬

• Setiap potensi melahirkan kesenangan dan


kesedihan.
• Nilai kesenangan bersifat “relative-
Potensi Manusia

POSITIF NEGATIF

Fitrah, Nafsu Ammarah


Arruum : 30 bissuu’i Yusuf : 53
Akal Thama’
Ali Imran : 190 As Sajdah : 16

Fisik/Jasmani Halu’an
Attien : 4-6 Al Ma’arij : 19-20

Nafsu Muthmainnah Dzoluman Jahulan


Al Fajr : 27-30 Al Ahzab : 72

Nafsu Lawwamah ‘Ajulan


Al Qiyamah : 2 Al Isro’ : 11
NAFSU / KEINGINAN

Lauwamah
Malas 75:2
KECEPATAN
Amarah
Semangat MUTMAINNAH
12;53 89:27-30

EGOIS,
23:71
NAFSU AL QUR’AN
Keinginan ARAH
6:155, 5:16
53:24 TAKLID
2:170
Nafsu yang di
NAIK Rahmati
3:152-154 12:53
PEMICU 37:68-70
3:14, 9:24
5:2, 33:21
TURUN
Kalah/Menang
12:20
Uang/Cinta
/Benci
Dll.
AL QUR’AN merubah TABIAT/NAFSU

1. Menolak
TABIAT
TABIAT 41:52
Diancam
NAFSU
NAFSU 2. Tetap Azab dunia
JAHAT
JAHAT Sami’na Neraka
Waasoina 92/8-16, 88/1-7
2:93, 4:46
Al
AlQur'an
Qur'an 35/32

38/29 Dijanjikan
3. Beriman
Bertaqwa rahmat
FITRAH
FITRAH 1. Di dunia
5/16, 5/7,
BAIK
BAIK Khoiru Ummah
2/285 3/110, 95/4
2. Di akhirat
(Surga)
92/17-21,
88/8-16
KESEMPURNAAN MANUSIA
 Manusia sebagai mahluk terbaik ( ‫قومي‬ ‫ )احسنت‬ditentukan oleh
fungsionalisasi potensi, untuk mewujudkan perilaku terbaik
‫عمال‬
( ‫) احسن‬

   


  
Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya
(Attien : 4)

   


    
   
Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang
lebih baik amalnya. dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun (AlMulk : 2)