Anda di halaman 1dari 18

EKSPLORASI BATUBARA

Studi Kasus: Endapan Batubara


Formasi Tanjung, Daerah Binuang,
Kalimantan Selatan
PENYELIDIKAN EKSPLORASI BATUBARA

a. Konsep dasar eksplorasi


- Target eksplorasi
- Mendeskripsikan petunjuk geologi
- Menentukan metode-metode eksplorasi

b. Memenuhi kaidah dasar ekonomis dan perancangan (desain)


- Efektif (penggungaan alat, sumberdaya manusia, metode yang sesuai)
- Efisien (menggunakan prinsip dasar ekonomi)
1. Desain Eksplorasi

a. Pola dasar bujur sangkar


- Topografi datar
- Mineralisasi homogen

b. Pola dasar empat persegi panjang


- Topografi datar
- Mineralisasi homogen ke salah satu arah

(Modul pendidikan dan pelatihan ITB, 1998)


1. Desain Eksplorasi

c. Pola dasar segitiga


- Topografi bergelombang
- Mineralisasi tidak homogeny

d. Pola dasar rhomboid


- Topografi dan mineralisasi berada diantara bujur sangkar dan empat persegi panjang.

(Modul pendidikan dan pelatihan ITB, 1998)


2. Tahapan Eksplorasi Batubara

1. Survei Tinjau (Reconnaissance)


a. Studi literatur
- Peta dasar sudah tersedia atau belum.
- Peta geologi atau topografi (satelit, udara, darat)
- Analisis regional (tektonik dan morfologi)
- Teori dan metode lapangan yang telah ada.
- Laporan dan catatan penyelidikan terdahulu.
- Geografi
- Sosial budaya, adat istiadat, dan hukum
b. Survei dan pemetaan
Inspeksi lapangan pendahuluan menggunakan peta dasar paling kurang 1 : 100.000 dan juga diikuti dengan
penafsiran penginderaan jauh.
Studi Geologi Formasi Tanjung

- Formasi Tanjung dialasi


oleh batuan pratersier
berupa batuan malihan,
beku, vulkanik, dan
sedimen.
- Formasi Tanjung
tersingkap di tiga lajur
yang terpisahkan oleh
sesar yaitu lajur barat,
tengah, dan timur.

Peta Geologi daerah Belimbing dan sekitarnya,Formasi Tanjung berwarna kuning (Heryanto, R., 2009)
- Batubara Formasi
Tanjung dijumpai di
Lajur Barat, Tengah,
dan Timur dengan
ketebalan 50-450 cm.

Korelasi penampang terukur lapisan pembawa batubara Formasi Tanjung di daerah Binuang dan
sekitarnya (Heryanto, R., 2009)
Heryanto, R. (2009)
Lanjutan

2. Tahapan Eksplorasi Batubara

2. Prospeksi (Prospecting)
- Pemetaan geologi dengan skala minimal 1:50.000
- Pengukuran penampang stratigrafi
- Pembuatan paritan
- Pembuatan sumuran
- Pemboran uji (scout drilling)
- pencontohan dan analisis
Lanjutan

2. Tahapan Eksplorasi Batubara

Analisis Petrografi
Bertujuan untuk :
- Identifikasi komponen organik dan anorganik
- Asosiasi dan perhitungan komposisi organik dan anorganik
- Pengujian reflektansi maseral vintrinit untuk mengetahui kematangan batuan dan peringkat batubara.
Lanjutan

2. Tahapan Eksplorasi Batubara

Analisis Petrografi

Sampel batubara:
Vintrinit (V), Eksinit (E),
Pirit (P), Inertinit (I)
berupa sklerotrinit (sk)
dan fusinit (fs).
Hubungan antara Reflektansi vitrinit dengan peringkat batubara menurut Klasifikasi ASTM (American
Society for Testing Material):

Reflektansi Vitrinit (%) Peringkat Batubara


< 0,37 Lignite
0,37 – 0,47 Subbituminous
0,47 – 0,57 High volatilebituminous C

0,57 – 0,71 High volatilebituminous B


0,71 – 1,10 High volatilebituminous A
1,10 – 1,50 Med. volatilebituminous
1,50 – 2,05 Low volatilebituminous
2,05 – 3,00 Semi anthracite
> 3,00 Anthracite
Lanjutan

2. Tahapan Eksplorasi Batubara

3. Eksplorasi Pendahuluan
Bertujuan untuk:
- Mengetahui ketebalan lapisan, bentuk, korelasi, sebaran, struktur, kuantitas, dan kualitas.

Kegiatan eksplorasi pendahuluan berupa:


- Pemetaan geologi dengan skala minimal 1:10.000
- Pemetaan topografi
- Pemboran
- Penampangan geofisika
- Pembuatan sumuran atau parit uji
- Pencontohan yang andal
Lanjutan

2. Tahapan Eksplorasi Batubara

4. Eksplorasi Rinci
Bertujuan untuk:
- Mengetahui ketebalan lapisan, bentuk, korelasi, sebaran, struktur, kuantitas, dan kualitas secara lebih rinci.

Kegiatan eksplorasi rinci berupa:


- Pemetaan geologi dan topografi dengan skala minimal 1:2.000
- Pemboran dan pencontohan
- Penampang geofisika
- Pengkajian geohidrologi dan geoteknik
TERIMA KASIH
Grup Sub grup Maseral

Tabel II.1 standard pengujian Vintrinit Telovintrinit Telinit

Kolotelinit

Detrovintrinit Vitrodetrinit
petrografi organik. Kolodetrinit

Gelovintrinit Korpogelinit

Gelinit

Huminit Telohuminit Tekstinit

Ulminit

Detrohuminit Atrinit

Densinit

Gelohuminit Korpohuminit

Gelinit

Inertinit   Fusinit

Semifusinit

Funginit

Sekretinit

Makrinit

Mikrinit

Inertodetrinit

Liptinit   Sporitinit

Kutinit

Resinit

Alginit

Suberinit

Klorofilinit

Flourinit

Bituminist

Eksudatinit

Liptodetrinit