Anda di halaman 1dari 56

The Energetics of Ionic

Bonding

Referensi Utama:

 Atkins, P., Overton, T., Rourke, J., Weller, M., Armstrong, F., 2009,
Shriver and Atkins' Inorganic Chemistry, 5th ed., OUP Oxford, Oxford.
Lattice enthalpy and the Born–Haber cycle

Because lattice disruption is always endothermic, lattice enthalpies are


always positive
Siklus Born-Haber suatu kristal senyawa ionik MX yang tersusun
atas kation logam (M+) anion halogan (X-) adalah suatu siklus
yang dibentuk dengan menggunakan data entalpi:

• Entalpi pembentukan standar/ standard enthalpy of


formation (ΔHfθ), yaitu entalpi yang berhubungan dengan
pemebentukan senyawa ionik dari unsur-unsurnya:
M(s) + X(s, l, g) → MX(s) ΔHfθ

• Entalpi sublimasi/ standard enthalpy of sublimation (ΔatomHθ)


atau dikenal juga entalpi atomisasi, yaitu entalpi yang
berhubungan dengan perubahan padatan M menjadi gas:
M(s) → M(g) ΔatomHθ
• Entalpi disosiasi/ standard enthalpy of dissociation (ΔdisΗθ), yaitu entalpi
yang berhubungan dengan disosiasi molekul diatomik halogen (X)
menjadi atom gas.
X2(g) → 2X(g) ΔdisΗθ

• Entalpi ionisasi/ standard enthalpy of formation of ions/ entalphy of


ionization (ΔionΗθ), yaitu entalpi yang berhubungan dengan ionisasi atom
logam netral dalam wujud gas menjadi ion logam dalam wujud gas yang
bermuatan positif (kation gas) dan melepaskan elektron.
M(g) → M+(g) + e-(g) ΔionΗθ

• Entalpi penangkapan elektron/ electron-gain entalphy (ΔegΗθ), yaitu


entalpi yang berhubungan dengan penangkapan elektron (electron-gain)
oleh atom halogan netral dalam wujud gas menjadi ion halogen dalam
wujud gas yang bermuatan negatif (anion gas). Nilai entalpi
penangkapan elektron merupakan kebalikan (negatif) dari nilai afinitas
elektron.
X(g) + e-(g) → X-(g) ΔegΗθ
Secara sederhana, hubungan antara entalpi dapat
dituliskan sebagai berikut:
Self-test
Calculate the lattice enthalpy of magnesium bromide
Soal:
• Berikut ini adalah data jari-jari ion, entalpi disosiasi, entalpi
electron gain ion halida.
• Berdasarkan nilai tersebut, tentukan nilai entalpi kisi:
• LiF, LICl, LiBr, LiI
• CsF, CsCl, CsBr dan CsI
• LiF, NaF, KF, RbF, CsF
• LiI, NaI, KI, RbI, CsI
Coulombic interaction
•• Energi
  elektrostatik tarik menarik yang dihasilkan oleh kedua
ion dinyatakan dengan:

dimana
• Ec adalah energi elektrostatik yang dialami oleh kedua ion M+
dan X- yang berdekatan,
• Z+ dan Z- adalah muatan ion positif dan negatif,
• o adalah permetivitas pada ruang hampa (8,85 x 10-12 C2m-1J-1
• r adalah jarak yang memisahkan ion M+ dan X-.

Energi ini akan meningkat sebanding dengan semakin


berkurangnya jarak yang memisahkan kedua ion.
• Energi
  Coulomb dari pasangan ion yang
berikatan:
• Ion Z+ dan Z- adalah hasil perkalian dengan
muatan elektron, e=1,6 x 10-19 C, sehingga
dapat ditulis sebagai berikut :
•  Pada kisi kristal melibatkan banyak interaksi,
tidak hanya interaksi antara 2 ion yang
berbeda muatan. Sebagai contoh pada kisi
natrium klorida, ada interaksi dengan 6 atom
yang berbeda muatan, tolak menolak dengan
12 ion, dan seterusnya. Jumlah dari interaksi
yang dihasilkan oleh suatu kristal dinyatakan
dengan konstanta Madelung (A), sehingga
energi pasangan ion dalam suatu kristal
dinyatakan sebagai berikut :
•• Penentuan
  nilai konstanta Madelung dapat dilakukan dengan
metode perhitungan pendekatan seperti cara berikut ini:
• Misal pada struktur kristal NaCl
• Dimulai dari satu ion Na+ yang bertetangga dengan 6 ion Cl-
pusat muka (face-centered chloride ion)
• Tetangga selanjutnya adalah 12 ion Na+
• Tetangga selanjutnya adalah 8 ion Cl-
• Jumlah tetangga ion dihitung bergantian dari Cl- kemudian
Na+
• sehingga tetapan Madelung dihitung sebagai berikut:

• tanda (-) menunjukkan ion Cl yang berbeda muatan dengan


ion Na.
The Born–Mayer equation
• Persamaan Born–Mayer digunakan untuk menghitung
entalpi kisi untuk kisi ionik.

• Entalpi kisi padatan ionik dipengaruhi oleh beberapa


faktor, antara lain gaya tarik menarik Coloumb dan gaya
tolak antar ion dan interaksi tolak menolak yang terj adi
apabila densitas elektron ion-ion saling tumpang tindih/
overlap.
• Konstanta Madelung menggambarkan efek
geometri kisi terhadap kekuatan gaya tarik
menarik / Coulombic interaction.

d adalah jarak antara inti kation dan anion yg bertetangga (d= r+ + r-)
NA = konstanta Avogadro (6,022 x 1023 mol-1)
zA, zB = muatan kation dan anion
e = muatan elektron (1,602 x 10-19 C)
ε0 = konstanta permitivitas (8,854 x 10-12 J-1 C2 m-1)
d* = konstanta yang menunjukkan jarak akibat tolakan antara ion
pada jarak dekat (34,5 pm)
A = konstanta Madelung, bergantung pada struktur senyawa ionik
• Konstanta Madelung akan meningkat dengan peningkatan
bilangan koordinasi.

• Ketergantungan terhadap bil koordinasi menunjukkan kontribusi


besar oleh atom tetangga terhadap nilai entalpi kisi.
Entalpi kisi berbanding terbalik dengan jari - jari ion.
• Semakin besar jari - jari ion, energi kisi semakin lemah.
• Seiring meningkatnya ukuran suatu ion, gaya elektrostatik
antar kedua ion semakin melemah sehingga energi kisi juga
melemah (lebih tidak eksoterm).
• Biasanya pembentukan senyawa ionik dengan entalpi kisi
menghasilkan perubahan entalpi negatif (eksoterm)
dikarenakan senyawa ionik yang tersebut dalam keadaan
lebih stabil (energi ikatnya kuat).
• Jika jarak antar kation dan anion (d) jauh/ besar, entalpi kisi
yang dihasilkan besar.
• Pada logam alkali halida, entalpi kisi menurun dari
LiF ke LiI, dikarenakan meskipun jari-jari kation Li+
tetap, jari-jari anion halogen dari F ke I makin
besar, sehingga entalpi kisi juga makin besar.

• Contoh lainnya entalpi kisi dari meningkat dari LiF


ke CsF, dikarenakan meskipun jari-jari anion F
sama, namun jari-jari kation dari Li+ ke Cs+
meningkat.
•Entalpi
  kisi berbanding lurus dengan muatan
ion.
• Semakin banyak elektron yang
terlepas/terikat, semakin tinggi gaya
elektrostatik dari suatu ion.
• Padatan ionik MgO yang memiliki kation Mg2+
dan anion O2- sehingga nilai memiliki entalpi
kisi empat kali lebih besar daripada NaCl yang
memiliki kation Na+ dan anion Cl-1 sehingga .
• Hal tersebut dikarenakan peningkatan muatan
kation dan anion.
• Konstanta Madelung meningkat berbanding lurus dengan
bilangan koordinasi.

• Misal nilai A=1,763 untuk struktur (8-8)-koordinasi caesium-


chloride, namun A= 1,748 untuk struktur (6-6)-koordinasi rock-
salt dan A=1,638 untuk struktur (4-4)-koordinasi sphalerite.

• Hubungan ini menunjukkan ketergantungan terhadap jumlah


tetangga terdekat dari ion. Namun, besarnya bilangan
koordinasi yang besar bukan berarti bahwa interaksi yang besar
pula.

• Tidak berarti bahwa struktur caesium-chloride memiliki


interaksi antar ion paling besar dibandingkan struktur rock-salt
atau struktur sphalerite, karena potensial energi kisi bukan
hanya ditentukan dari bilangan koordinasi, tapi juga ditentukan
dari ukuran kisi padatan ionik.
• Nilai d besar pada kisi dengan ukuran ion-ion
padatan ionik yang besar pula membentuk
struktur kubus dengan bilangan koordinasi 8,
namun jarak pisah ion-ion yang besar membuat
nilai konstanta Madelung menjadi kecil, sehingga
entalpi kisi juga kecil.

• Nilai entalpi kisi CsCl dengan struktur (8-8)-


koordinasi caesium-chloride adalah 652,3 kJ/mol,
sedangkan NaCl dengan struktur (6-6)-koordinasi
rock-salt adalah 777,8 kJ/ mol (Huheey, et al.,
1993).
•• Kontribusi
  lain yang mempengaruhi nilai entalpi kisi adalah
interaksi van der Waals antara ion dan molekul.

• Interaksi intermolekular yang lemah ternyata berpengaruh


terhadap pembentukan fase terkondensasi ion dari senyawa netral.

• Kontribusi lain diberikan oleh interaksi dispersi (interaksi London).


Interaksi dispersi ini muncul dari fluktuasi densitas elektron dan
interaksi momen dipol). Interaksi ini bersifat tarikan antara dipol
listrik, yang berbanding terbalik dengan pangkat 6 jarak antar ion.
Energi potensial molar dari interaksi ini dinyatakan dengan V, yaitu:

• Berdasarkan persamaan tersebut, nilai konstanta C khas untuk


setiap senyawa. Karena gaya van der Waals paling besar harganya
1% dari harga total gaya Coulomb, pengabaian gaya ini dalam
perhitungan entalpi kisi dapat diterima.
• Jika polarisasi ion kecil, nilai energi potensial
ini dapat diabaikan dalam perhitungan entalpi
kisi padatan ionik.
• Namun, jika polarisasi ion besar, seperti Tl+
dan I-, nilai energi potensial ini dapat
mempengaruhi entalpi kisi, meskipun hanya
beberapa persen saja.
• Interaksi dispersi LiF memberikan konstribusi
16 kJ/mol pada entalpi kisi dan interaksi
dispersi dari CsBr memberikan kontribusi 50
kJ/mol pada entalpi kisi senyawa tersebut.
The Born–Lande equation
Perhitungan entalpi kisi berdasarkan penjumlahan Coulombic
interaction dan Born repulsions (electron-electron and nucleus-
nucleus) antara ion-ion pada kisi kristal.

Coulombic interaction

Born repulsions

The Born–Lande equation


The Kapustinskii equation
• Persamaan Kapustinskii: digunakan untuk penentuan
energi kisi bagi struktur dengan tidak memperhtikan
struktur kristalnya dgn pasti.
• A.F.Kapustinskii meneliti jika konstanta Madelung untuk
sejumlah struktur dibagi dengan jumlah ion per unit
formula (Nion), sehingga pengaruh nilai Madelung
terhadap bilangan koordinasi dapat diminimalisir.
• Jari-jari ion akan berbanding lurus dengan bilangan
koordinasi. Jika semakin besar bilangan kooordinasi
padatan ionik, semakin besar pula jari-jari ionnya, maka
variasi nilai A/Nion.d dari satu struktur ke struktur lain,
diharapkan kecil.
Kapustinskii mengajukan hipotesis bahwa:
• Struktur hipotetik rock-salt memiliki energetika yang
ekuivalen dengan struktur padatan ionik lainnya.
• Entalpi kisi padatan ionik yang tidak diketahui
strukturnya dapat dihitung dengan menggunakan
konstanta Madelung struktur rock-salt dan pendekatan
jari-jari ion untuk (6,6)-coordination.

Misal :
Tentukan energi kisi KNO3 jika diketahui d=327 pm.
• Kelebihan dari persamaan Kapustinskii ini
adalah dapat menghitung entalpi kisi padatan
ionik lainnya tanpa mengetahui strukturnya
secara pasti, dengan asumsi-asumsi yang telah
disebutkan sebelumnya.
• Kapustinskii memperkenalkan parameter yaitu jari-
jari molekul ion.
• Parameter ini disebut dengan jari-jari termokimia/
thermochemical radii.
Soal:
• Tentukan energi kisi NaCl jika diketahui d=283
pm dengan meenggunakan persamaan Born-
Mayer, Born-Lande dan Kapustinskii
Soal
1. Hitunglah entalpi kisi dari senyawa-senyawa berikut ini:
– LiCl
– NaCl
– KCl
– NaBr
– NaI
• jika diketahui r(Li+)= 76 pm, r(Na+)= 102 pm, r(K+)=138 pm,
r(Cl-)=181 pm, r(Br-)= 196 pm, r(I-)= 220pm, meenggunakan
persamaan:
– Born-Mayer
– Kapustinskii
– Born-Lande
Entalpi kisi (kJ/mol)
Senyawa Born- Rata- d (pm)
Kapustinskii Born-
Mayer Lande rata
LiCl 822 822 812 818,67 257
NaCl 755 750 750 751,67 283
KCl 679 675 676 676,67 319

NaCl 755 750 750 751,67 283


NaBr 720 718 724 720,67 298
NaI 671 672 672,33 671,78 322

Jari-jari LiCl < NaCl < KCl, entalpi kisi LiCl > NaCl > KCl
Jari-jari NaCl < NaBr < NaI, entalpi kisi NaCl > NaBr > NaI
Consequences of lattice enthalpies
Stabilitas termal padatan ionik
Reaksi dekomposisi senyawa karbonat:

MgCO3 terdekomposisi ketika dipanaskan pada suhu di atas


300 oC, namun CaCO3 akan terdekomposisi jika dipanaskan
pada suhu di atas 800oC.
• Temperatur dekomposisi senyawa karbonat
dipengaruhi oleh jari-jari kation. Semakin besar jari-
jari kation, semakin besar pula temperatur
dekomposisi senyawa karbonat, karena kation yg
besar menstabilkan anion yg besar, begitu pula
sebaliknya.

• Dekomposisi senyawa karbonat dpt terjadi pd suhu


rendah, jika senyawa karbonat mengandung kation
yg bermuatan positif besar dan jari-jari kecil
• Kestabilan
  yang mempengaruhi kation yang
besar terhadap anion yang tidak stabil dapat
dijelaskan berdasarkan kecenderungan
perubahan nilai entalpi kisi.
• Temperatur dekomposisi senyawa padatan
anorganik dapat dijelaskan melalui energi
Gibbs untuk proses dekompoisi senyawa
karbonat menghasilkan produk.
• Energi Gibbs standar untuk dekomposisi
padatan yang dinyatakan dengan ΔGθ= ΔHθ-TΔS
• Entalpi bernilai negatif apabila temperatur
dekomposisinya terlampaui.
•• Nilai
  ΔdecompHθ besar dan positif. Jika entalpi kisi senyawa
karbonat lebih besar daripada entalpi kisi oksida, sehingga
(MCO3, s)- (MO,s) bernilai positif, maka ΔHθ akan semakin
positif (reaksi keseluruhan menjadi endotermik).
• Kembali ke persamaan , jika ΔHθ besar dan postif, maka
temperatur dekomposisi akan besar (temperatur dekomposisi
berbanding lurus dengan ΔHθ. Namun, ΔHθ juga dapat bernilai
sedikit positif (reaksi keseluruhan menjadi cenderung
berkurang sifat endotermiknya) jika entalpi kisi oksida lebih
besar daripada karbonat, sehingga (MCO3, s)- (MO,s) bernilai
negatif.
• Kembali ke persamaan , jika ΔHθ berkurang nilai postifnya, maka
temperatur dekomposisi menjadi rendah.

• Temperatur dekomposisi akan rendah untuk senyawa oksida


yang relatif memiliki entalpi kisi lebih tinggi daripada entalpi kisi
senyawa karbonat.
• Temperatur dekomposisi MgCO3 paling kecil diantara
senyawa karbonat golongan alkali tanah lainnya. Ini
menunjukkan bahwa senyawa MgCO3 lebih tidak
stabil secara termal dibandingkan senyawa karbonat
dengan kation alkali tanah lainnya.

• Keadaan ini dikarenakan kation Mg2+ paling kecil


diantara kation alkali tanah lainnya, sehingga
menghasilkan entalpi kisi senyawa oksidanya lebih
besar daripada entalpi kisi senyawa oksida golongan
alkali tanah lainnya.
Perbandingan parameter kisi d
antara kation besar (a) dan kation
kecil (b) dengan ukuran anion yang
sama
 

• Mengapa kation Mg2+ yang kecil dapat lebih besar


mempengaruhi kenaikan entalpi kisi oksidanya?
Gambar di atas menunjukkan perbandingan perubahan
jarak d antara kation yang besar dengan anion yang
berbeda ukurannya (besar dan kecil) dan perubahan
jarak d antara kation yang kecil dengan anion yang
berbeda ukurannya (besar dan kecil).
Perbandingan parameter kisi d
antara kation besar (a) dan kation
kecil (b) dengan ukuran anion yang
sama
 

• Perubahan ukuran anion diambil contoh dekomposisi


dekomposisi CO32-(g) menjadi O2-(g).
• Gambar (a) menunjukkan perubahan jarak d
(penjumlahan jari-jari kation dan anion) antara kation
yang berukuran besar dengan anion yang memiliki
ukuran berbeda-beda. Terlihat adanya perubahan jarak
d, namun tidak terlalu besar.
Perbandingan parameter kisi d
antara kation besar (a) dan kation
kecil (b) dengan ukuran anion yang
sama
 

• Gambar (b) menunjukkan perubahan jarak d antara kation yang


berukuran kecil dengan anion yang memiliki ukuran berbeda-
beda.
• Terlihat adanya perubahan jarak d yang lebih besar daripada
Gambar (a).
• Perubahan ukuran kation menjadi kecil menghasilkan
perubahan entalpi kisi lebih besar dan secara termodinamika,
proses ini lebih dipilih, karena entalpi kisi lebih besar
menghasilkan senyawa yang lebih stabil.
• Jika
  dikaitkan dengan persamaan Kapustinskii
atau Born-Mayer, nilai d berbanding terbalik
dengan entalpi kisi.

• Semakin kecil d, maka entalpi kisi semakin


besar.
• Berdasarkan Gambar sebelumnya dapat
diketahui bahwa kation kecil tenyata lebih
mempengaruhi perubahan nilai d daripada
kation yang besar.
• Oleh karena itulah mengapa kation kecil lebih
besar mempengaruhi entalpi kisi.
• Sesuai
  dengan persamaan , dekomposisi
termal karbonat akan terjadi pada suhu
rendah jika senyawa karbonat mengandung
kation dengan muatan positif besar dan
ukuran yang kecil.
• Senyawa karbonat dengan kation logam alkali
tanah (M2+) akan terdekomposisi pada
temperatur yang lebih rendah daripada
senyawa karbonat yang memiliki kation logam
alkali (M+).
Soal
• Pada logam alkali, hanya kation Li yg dapat berikatan dengan
oksigen membentuk senyawa oksida yaitu lithium oksida,
kation Na berikatan dengan oksigen membentuk natrium
peroksida, sedangkan kation K berikatan dengan oksigen
membentuk kalium superoksida. Mengapa demikian?
Jawaban:
• Semakin ke bawah, ukuran kation semakin besar. Jari-jari
kation Li+ < Na+ < K+
• Sedangkan jari-jari anion O2- < O- < O-1/2
• Sehingga Li akan secara termodinamika lebih memilih
berikatan dengan O2- karena akan memberikan entalpi kisi yg
lebih besar (lebih stabil).
Soal
• Prediksikan temperatur dekomposisi senyawa
sulfat dari kation alkali tanah.
Stabilitas bilangan oksidasi

• Secara umum logam dengan bilangan oksidasi (biloks)


besar distabilkan oleh anion yang kecil.
• Ion F- memiliki kemampuan terbesar dibandingkan
anion halogen lainnya untuk menstabilkan logam
dengan biloks besar.
• Oleh karena itu, halida dari Ag(II), Co(II), dan Mn(IV)
hadir sebagai senyawa fluorida (AgF2, CoF2 dan MnF4).
• Penurunan stabilitas halida logam berbiloks tinggi
seperti iodida dari Cu(II) dan Fe(III) terdekomposisi pada
suhu kamar menjadi CuI dan FeI2.
•• Oksigen
  juga merupakan anion yang sangat efektif untuk
menstabilkan logam berbiloks besar karena muatan negatifnya
yang besar dan ukuran ion O2- yang kecil.
• Perhatikan reaksi berikut ini: MX(s) + X2(g) → MX2(g), dimana X
adalah halogen. Reaksi akan berlangsung sangat spontan
apabila X=F. jika kontribusi entropi pada reaksi tersebut
diabaikan, maka reaksi tersebut akan sangat eksotermik untuk
fluorin.
• Salah satu alasan yang dapat menjelaskan hal tersebut terletak
pada pengubahan X2 menjadi X-.
• Meskipun F memiliki afinitas elektron lebih rendah daripada Cl,
reaksi di atas lebih eksotermik jika X=F daripada X=Cl, karena
entalpi ikatan F2 lebih rendah daripada Cl2, sehingga ikatan F2
lebih mudah diputus daripada ikatan X2 halogen lainnya.
Mengapa ikatan pada F2
lebih kecil daripada I2?
• Menurut teori orbital
molekul, molekul F2
memiliki lebih banyak
elektron nonbonding.
Makin banyak elektron
nonbonding, makin
tidak stabil

• Kuatnya tolak menolak antara elektron-elektron


nonbonding antar atom F yg berukuran kecil.
• Alasan lain tentu saja karena entalpi kisinya. Pada pengubahan MX
menjadi MX2, muatan positif kation berubah dari +1 menjadi +2,
sehingga entalpi kisi meningkat. Entalpi kisi, entalpi pembentukan X-
dan entropi berkurang eksotermisnya dari F menuju ke I.

• Jika ukuran kation M sama, semakin kecil ukuran anion X, jarak


antarion (d) semakin kecil, akibatnya entalpi kisi menajdi lebih besar
(ingat bahwa entalpi kisi berbanding terbalik dengan jarak antarion).
Peningkatan stabilitas MX relatif terhadap MX2 terjadi untuk X=F
hingga X=I.

• Fakta-fakta tersebut menjelaskan mengapa banyak iodida tidak hadir


bersama dengan kation logam berbiloks besar. Senyawa CuI2, TlI3 dan
VI5 tidak ada, sedangkan senyawa CuF2, TlF3, dan VF5 sangat mudah
dihasilkan. Logam-logam berbiloks besar mengoksidasi I- menjadi I2,
sedangkan logam-logam itu sendiri tereduksi menajdi Cu(I), Tl(I) dan
V(III).
Kelarutan
• Senyawa dengan perbedaan jari-jari ion yang
besar mudah larut dalam air.
• Sebaliknya, garam-garam yang sukar larut memiliki
kation dan anion dengan perbedaan jari-jari yang
hampir sama atau kecil.
• Secara umum dapat dikatakan bahwa perbedaan
ukuran jari-jari kation dan anion lebih dipilih untuk
mudah larut dalam air.
• Secara empiris ditemukan bahwa senyawa ionik
MX cenderung mudah larut jika perbedaan jari-jari
kation M+ dan anion X- nya lebih besar dari 80 pm.
• Kelarutan garam-garam sulfat pada alkali tanah menurun dari
MgSO4 ke BaSO4. Sebaliknya, kelarutan garam-garam hidroksida
meningkat dari Mg(OH)2 ke Ba(OH)2.

• Berdasarkan jari-jari termokimia Kapustinskii, diketahui bahwa jari-


jari ion OH- adalah 140 pm, sedangkan jari-jari SO 42- adalah 230 pm.
Anion besar (SO42-) membutuhkan kation besar (Ba2+) untuk
membentuk endapan, sedangkan anion yang kecil (OH -)
membutuhkan kation yang kecil (Mg2+) untuk mengendap.

• Kelarutan senyawa ionik bergantung pada energi Gibbs standar


untuk reaksi berikut ini:
MX(s) → M+(aq) + X-(aq)
• Pada reaksi di atas, interaksi yang bertanggung jawab pada entalpi
kisi MX digantikan oleh proses hidrasi (atau solvasi) ion-ion.
Gambar di samping
menunjukkan korelasi
antara entalpi larutan
senyawa halida dan
perbedaan antara entalpi
hidrasi ion-ionnya.

Jika kation memiliki entalpi


hidrasi besar daripada
anionnya (ada perbedaan
ukuran kation dan anion),
kelarutan garam ionik
berlangsung eksotermik Hubungan antara entalpi
(lebih mudah terjadi). larutan senyawa halida
dan perbedaan antara
entalpi hidrasi ion-ionnya
• Entalpi
  kisi berbanding terbalik dengan jarak
antar kation dan anionnya seperti
dideskripsikan oleh persamaan matematis
sebagai berikut:

• Entalpi hidrasi adalah entalpi yang


berhubungan kelarutan masing-masing
ionnya, sehingga:
• Jika jari-jari suatu ion kecil, entalpi hidrasi ion tersebut
besar. Namun, pada persamaan matematis yang
menggambarkan hubungan antara entalpi kisi dengan jari-
jari ionnya, satu ion yang kecil tidak dapat membuat
penyebutnya kecil dengan sendirinya.

• Sebuah ion yang kecil dapat menghasilkan entalpi hidrasi


besar tapi belum tentu menghasilkan entalpi kisi yang
besar pula. Jadi, ukuran ion yang asimetris membuat
proses pelarutan berlangsung eksotermis.

• Jika kedua ion berukuran kecil, entalpi kisi dan entalpi


hidrasi akan besar, sehingga tidak memungkinkan proses
pelarutan berlangsung secara eksotermik.
Bagaimana kecenderungan kelarutan senyawa karbonat
dari logam alkali tanah?

• Ion CO32- merupakan anion yang berjari-jari besar.


Senyawa karbonat akan sukar larut jika anion CO 32-
berikatan dengan kation yang berkuran besar pula,
yaitu Ra2+.
• Sebaliknya, senyawa karbonat akan mudah larut jika
perbedaan ukuran jari-jari antara CO 32- dengan
kationnya besar, yaitu dengan kation yang berjari-jari
kecil, yaitu Mg2+ (kation Be2+ tidak dipilih karena
ikatan dengan Be2+ cenderung memiliki karakter
kovalen yang besar).