100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
281 tayangan57 halaman

Standar MFK - SNARS

Program Manajemen Fasilitas dan Keselamatan (MFK) memberikan panduan standar untuk pengelolaan fasilitas rumah sakit secara aman dan efektif. Dokumen ini menjelaskan tujuan, prinsip-prinsip, dan fokus area MFK termasuk kepemimpinan, keselamatan, bahan berbahaya, tanggap darurat, kebakaran, peralatan medis, dan pendidikan staf.

Diunggah oleh

Garuda
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
281 tayangan57 halaman

Standar MFK - SNARS

Program Manajemen Fasilitas dan Keselamatan (MFK) memberikan panduan standar untuk pengelolaan fasilitas rumah sakit secara aman dan efektif. Dokumen ini menjelaskan tujuan, prinsip-prinsip, dan fokus area MFK termasuk kepemimpinan, keselamatan, bahan berbahaya, tanggap darurat, kebakaran, peralatan medis, dan pendidikan staf.

Diunggah oleh

Garuda
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

MANAJEMEN FASILITAS

DAN KESELAMATAN
(MFK)
OVERVIEW STANDAR MFK – SNARS EDISI 1.1

Kurniawan Arif Mufadlil, SKM., MMRS


Perhimpunan Ahli Kesehatan Kerja Indonesia (PAKKI)
Pengurus Daerah Jawa Barat
• SNSRS Edisi 1.1 Mulai diberlakukan
Januari 2019
• Masa berlaku status Akreditasi Rumah
Sakit adalah 3 tahun
luwi 7 september 2015
MANAJEMEN FASILITAS DAN KESELAMATAN

TUJUAN

Agar RS dalam kegiatannya menyediakan fasilitas


yang aman, berfungsi dan supportif bagi pasien,
keluarga, staf dan pengunjung
Manajemen RS harus
RS menyediakan Fasilitas fisik, 1. Mengurangi dan
mengendalikan
fasilitas yang aman peralatan medis dan
bahaya & risiko
dan suportif bagi peralatan lainnya 2. Mencegah
kecelakaan dan
pasien, keluarga, staf harus dikelola secara cedera
3. Memelihara kondisi
dan pengunjung efektif
aman
PRINSIP - PRINSIP MFK
▪ RS Patuh terhadap peraturan-
perundngan terkait dengan fasilitas
▪ Manajemen fasilitas dan keselamatan
yang efektif melibatkan multidisiplin
dalam perencanaan, pendidikan dan
pemantauan
PRINSIP - PRINSIP MFK

▪ Pimpinan merencanakan ruangan,


peralatan dan sumber daya yang
dibutuhkan, yang aman dan efektif untuk
menunjang pelayanan klinis yang
diberikan
▪ Seluruh staf dididik tentang fasilitas, cara
mengurangi risiko, dan bagaimana
memonitor dan melaporkan situasi yang
dapat menimbulkan risiko
Program Manajemen Fasilitas dan
Keselamatan meliputi :

1. Keselamatan dan keamanan


Tenant/
2. Bahan berbahaya dan beracun (B3) dan penyewa
limbahnya Lahan harus
3. Penanggulangan bencana patuh
terhadap
4. Sistem proteksi kebakaran MFK
5. Peralatan medis
6. Sistem utilitas/penunjang
Pemeriksaan &
Menerapkan Fasilitas yang
pemeliharaan
MFK tersedia aman
berkala

Efisiensi dan Komplain & KTD


Perlu pengelolaan
efektifitas dalam karena fasilitas
efektif
pengelolaan dapat menurun
FOKUS AREA

1 Kepemimpinan dan Perencanaan

2 Keselamatan dan Keamanan

3 Bahan Berbahaya dan Beracun (B3)

4 Kesiapan Penanggulangan Bencana

5 Proteksi Kebakaran

6 Peralatan Medis

7 Sistem Uilitas/Penunjang Non Medis

8 Monitoring Program

9 Pendidikan Staf
KEPEMIMPINAN DAN
PERENCANAAN
Standar MFK 1
Rumah sakit mematuhi peraturan
perundang - undangan tentang
bangunan, perlindungan kebakaran, dan
persyaratan pemeriksaan fasilitas
Pimpinan RS :
• Mengetahui peraturan,
perundangan &
ketentuan Peraturan, perundangan
• Menerapkan & ketentuan-2 yg terkait
ketentuan tsb dng sarana, prasarana &
• Memenuhi kondisi fasilitas di Rumah Sakit
sesuai ketentuan
• Merespon hasil
pemeriksaan
Izin-Izin yang harus dimiliki RS
a) Izin Mendirikan Bangunan
b) Izin Operasional Rumah Sakit yang masih berlaku
c) Sertifikat Laik Fungsi (SLF) bila diperlukan
d) Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL)
e) Izin Genset
f) Izin Radiologi
g) Sertifikat sistem pengamanan/pemadaman kebakaran
h) Sistem Kelistrikan
i) Izin Incinerator (bila ada)
j) Izin Tempat Pembuangan Sementara Bahan Berbahaya
dan Beracun (TPS B3)
k) Izin Lift (bila ada)
l) Izin Instalasi Petir
m) Izin Lingkungan
Standar MFK 2
Rumah sakit mempunyai program
manajemen risiko fasilitas dan lingkungan
yang menggambarkan proses pengelolaan
risiko yang dapat terjadi pada pasien,
keluarga, pengunjung dan staf
Program Manajemen Terkini atau di Ada Program15pada
tahun berjalan
Risiko Fasilitas update

a. Keselamatan & • Ada daftar


Dilaksanakan
kemanan risiko (Lihat
MFK 4, 5, 6 7,
b. Bahan berbahaya 8, 9,)
c. Manajemen • Ada laporan
emergensi Ada evaluasi insiden MFK
10
d. Kebakaran periodik

e. Peralatan Medis
f. Sistem Utilitas

Bukti evaluasi
Standar MFK 2
Program manajemen risiko diperlukan untuk mengelola risiko-
risiko di lingkungan pelayanan pasien dan tempat kerja staf.
Rumah sakit menyusun satu program induk atau beberapa
program terpisah yang meliputi sebagai berikut:

a) KESELAMATAN DAN KEAMANAN


• KESELAMATAN 🡪 sejauh mana bangunan, area dan
peralatan RS tidak menimbulkan bahaya atau risiko bagi
pasien, staf atau pengunjung
• KEAMANAN perlindungan terhadap kerugian,
kerusakan, gangguan atau akses atau penggunaan oleh
pihak yang tidak berwenang
b) BAHAN BERBAHAYA DAN BERACUN (B3) DAN LIMBAHNYA
Penanganan, penyimpanan dan penggunaan bahan radioaktif dan
lainnya dikendalikan, dan limbah berbahaya ditangani secara aman
c) PENANGGULANGAN BENCANA (EMERGENSI)
Respons pada wabah, bencana dan keadaan darurat direncanakan
dan berjalan efektif.
d) PROTEKSI KEBAKARAN (FIRE SAFETY)
Properti dan para penghuni dilindungi dari bahaya kebakaran dan
asap
e) PERALATAN MEDIS
Pemilihan, pemeliharaan dan penggunaan teknologi dengan cara
yang aman untuk mengurangi risiko
f) SISTEM PENUNJANG (UTILITAS)
Pemeliharaan sistem listrik, air dan sistem penunjang lainnya
dengan tujuan untuk mengurangi risiko kegagalan operasional.
Standar MFK 3
Ada individu atau organisasi yang kompeten yang
ditugasi untuk melakukan pengawasan terhadap
perencanaan dan pelaksanaan program manajemen
risiko fasilitas dan lingkungan
MANAJEMEN FASILITAS &
KESELAMATAN PROGRAM PENGAWASAN
a. merencanakan program;
b. melaksanakan program;
PROGRAM MANAJEMEN c. mendidik staf;
RISIKO FASILITAS d. memonitor & uji coba
program;
e. evaluasi dan revisi program;
PERLU INDIVIDU YANG f. memberikan laporan tahunan
MENGAWASI PROGRAM g. pengorganisasian dan
MANAJEMEN RISIKO pengeleloaan secara konsisten
FASILITAS dan terus-menerus

Tetapkan Siapa yang mengawasi


> K3 RS /lainnya

Sistem pelaporan insiden/


Susun Program
Kecelakaan/Kejadian terkait dng
Pengawasan
risiko fasilitas
MFK 4 KESELAMATAN DAN KEAMANAN

Standar MFK.4

Rumah Sakit mempunyai program pengelolaan

keselamatan dan keamanan melalui penyediaan fasilitas

fisik dan menciptakan lingkungan yang aman bagi

pasien, keluarga, pengunjung dan staf


Program keselamatan dan keamanan meliputi
a) Melakukan asesmen risiko secara komprehensif & pro aktif utk
mengidentifikasi bangunan, ruangan/area, peralatan, perabotan &
fasilitas lainnya yg berpotensi menimbulkan cedera, RS perlu
melakukan pemeriksaan fasilitas secara berkala & terdokumentasi dan
rumah sakit menyediakan anggaran untuk melakukan perbaikan
b) Melakukan asesmen risiko pra kontruksi (pra construction risk
assessment/PCRA) setiap ada kontruksi, renovasi atau penghancuran
bangunan/demolis.
c) Merencanakan dan melakukan pencegahan dengan menyediakan
fasilitas pendukung yang aman. Dengan tujuan untuk mencegah Terjadi
kecelakaan dan cedera, mengurangi bahaya dan risiko serta
mempertahankan kondisi aman bagi pasien, keluarga, staf, pengunjung.
d) Menciptakan lingkungan yang aman dengan penggunaan kartu
identitas oleh seluruh staf dan semua individu yang bekerja di rumah di
rumah sakit serta pemberian identitas pada pasien rawat inap, penunggu
pasien, pengunjung (termasuk tamu) yang memasuki area terbatas
(restricted area) sehingga menciptakan lingkungan yang aman
e) melindungi dari kejahatan perorangan, kehilangan, kerusakan atau
pengrusakan barang milik pribadi
f) melakukan monitoring pada daerah terbatas seperti ruang bayi dan
kamar operasi, daerah yg berisiko lainnya seperti ruang anak, lanjut
usia dan keluarga pasien bantuan bila terjadi bahaya. Monitoring
dapat dilakukan dng memasang kamera sistem closed circuit television
(CCTV) yg dapat dipantau di ruang sekuriti. Namun harus diingat
pemasangan kamera CCTV tidak diperbolehkan di ruang pasien dan
tetap harus memperhatikan hak privasi pasien. Monitoring melalui
pemasangan kamera CCTV juga diperlukan untuk daerah terpencil
atau terisolasi, area parkir dan area lainnya yang kemungkinan terjadi
kehilangan atau gangguan keamanan di RS. Khusus di ICU dan
bangsal jiwa dapat dipasang CCTV terbatas yang dimonitor di nurse
station.
g) Menyediakan fasilitas yang aman sesuai dengan peraturan dan
perundangan, sebagai contoh : Setiap tangga ada pegangannya, lantai
tidak licin,
CCTV
CCTV
Pengendalian Pengunjung
Standar MFK 4.1
Rumah sakit melakukan asesmen risiko
prakontruksi (PCRA), pada waktu merencanakan
pembangunan/ kontruksi, pembongkaran atau
renovasi
Asesmen risiko pra kontruksi (PCRA) meliputi:
▪ kualitas udara
▪ pengendalian infeksi (ICRA)
▪ utilitas
▪ kebisingan
▪ getaran
▪ bahan berbahaya
▪ layanan darurat, seperti respon terhadap kode
▪ bahaya lain yang mempengaruhi perawatan pengobatan,
dan layanan
Renovasi
Standar MFK 4.2
RS merencanakan & menyediakan anggaran untuk
perbaikan sistem-sistem penting
bangunan/komponen-komponen lainnya berdasarkan
hasil pemeriksaan fasilitas & peraturan perundangan
serta anggaran untuk mengurangi risiko sebagai
dampak dari renovasi, kontruksi dan
penghancuran /demolis bangunan
MFK 5 BAHAN BERBAHAYA DAN
BERACUN
Rumah sakit memiliki regulasi tentang inventarisasi,
penanganan, penyimpanan dan penggunaan serta
pengendalian /pengawasan bahan berbahaya dan
beracun (B3) dan limbahnya sesuai dengan
peraturan perundang-undangan
Rumah sakit perlu mempunyai regulasi yg
mengatur :
▪ daftar B3 dan limbahnya yang meliputi jenis, jumlah, dan
lokasi;
▪ penanganan, penyimpanan, dan penggunaan B3 dan
limbahnya;
▪ penggunaan alat pelindung diri (APD) dan prosedur
penggunaan, prosedur bila terjadi tumpahan, atau
paparan/pajanan;
▪ pemberian label/rambu-rambu yang tepat pada B3 dan
limbahnya;
▪ pelaporan dan investigasi dari tumpahan, eksposur
(terpapar), dan insiden lainnya;
▪ dokumentasi, termasuk izin, lisensi, atau persyaratan
peraturan lainnya;
▪ pengadaan/pembelian B3, pemasok (supplier) wajib
melampirkan material safety data sheet / lembar data
pengaman (MSDS/LDP)
MFK 5.1
Rumah Sakit mempunyai sistem penyimpanan
dan pengolahan limbah bahan berbahaya dan
beracun cair dan padat yang benar sesuai
dengan peraturan perundang-undangan
MFK 6 KESIAPAN PENANGGULANGAN
BENCANA
RS mengembangkan, memelihara, program
manajemen disaster untuk menanggapi keadaan
disaster dan bencana alam atau lainnya yang
memiliki potensi terjadi di masyarakat

Standar MFK 6.1

RS melakukan simulasi penanganan/ menanggapi


kedaruratan, wabah dan bencana
HDP

LEDAKAN
ARA N BANJIR
KEBAK

RUMAH SAKIT

WABAH

PA BUMI DISASTER
GEM
HDP

Simulasi Bencana di IGD


HDP
HDP

Simulasi Evakuasi
MFK 7 PROTEKSI KEBAKARAN
RS merencanakan dan menerapkan suatu program
untuk pencegahan dan penanggulangan bahaya
kebakaran dan penyediaan sarana dan fasilitas
jalan keluar (evakuasi) yang aman sebagai respons
terhadap kebakaran dan keadaan darurat lainnya

Standar MFK 7.1


Rumah sakit menguji secara berkala rencana
proteksi kebakaran dan asap, termasuk semua alat
yang terkait dengan deteksi dini dan pemadaman
api serta mendokumentasikan hasil ujinya
Pemasangan Rambu Evakuasi
Pemasangan Rambu Evakuasi
Pelatihan K3
Pelatihan K3
Sosialisasi Keselamatan Kebakaran dan Penggunaan APAR
Sosialisasi Penggunaan APAR kepada Pegawai
Uji Fungsi Sarana Proteksi Kebakaran (Diskar)
Uji Fungsi Sarana Proteksi Kebakaran (Diskar)
Standar MFK 7.2
RS merupakan kawasan tanpa rokok dan asap rokok
sesuai dengan peraturan perundang-undangan

1. Rumah sakit mempunyai regulasi tentang rumah


sakit sebagai kawasan tanpa rokok dan asap rokok,
larangan merokok bagi pasien, keluarga,
pengunjung dan staf, termasuk larangan menjual
rokok di lingkungan rumah sakit
2. Ada bukti pelaksanaan dan evaluasi dari regulasi
tersebut
Satgas KTR

Monitoring dan Evaluasi Satgas Kawasan Tanpa Rokok


Bukti Penindakan

Monitoring dan Evaluasi Satgas Kawasan Tanpa Rokok


MFK 8 PERALATAN MEDIS
RS merencanakan dan mengimplementasikan
program untuk pemeriksaan, uji coba dan
pemeliharaan peralatan medis dan
mendokumentasikan hasilnya.

Standar MFK 8.1


RS memiliki sistem untuk memantau dan
bertindak bila ada pemberitahuan peralatan medis
yang berbahaya, recall, laporan insiden, masalah
dan kegagalan
MFK 9 SISTEM UTILITAS / PENUNJANG
RS menetapkan dan melaksanakan program untuk
memastikan semua sistem utilitas (sistem
penunjang) berfungsi efisien dan efektif yang
meliputi pemeriksaan, pemeliharaan, dan
perbaikan dari sistem utilitas

Standar MFK.9.1
Dilakukan pemeriksaan, pemeliharaan, dan perbaikan
dari sistem utilitas
Standar MFK 9.2
Sistem utilitas rumah sakit menjamin tersedianya air
bersih dan listrik sepanjang waktu serta menyediakan
sumber alternatif persediaan air dan tenaga listrik
jika terjadi terputusnya sistem, kontaminasi atau
kegagalan

Standar MFK.9.2.1
Rumah sakit melakukan uji beban listrik dan
sumber air alternatif
Standar MFK.9.3
RS melakukan pemeriksaan air bersih dan air
limbah secara berkala sesuai dengan peraturan
perundang - undangan.
Utility

Uji Beban Listrik


Utility

Pemeriksaan Air Bersih RS


MFK10 PROGRAM MONITORING
FASILITAS

Rumah sakit mengumpulkan data dari setiap


program manajemen risiko fasilitas dan lingkungan
untuk mendukung rencana mengganti atau
meningkatkan fungsi (upgrade) teknologi medik

Safety Patrol
MFK10 PROGRAM MONITORING
FASILITAS

⮚ Rumah sakit mempuanyai sistem pelaporan data


insiden/kejadian/kecelakaan setiap program manajemen
risiko fasilitas
⮚ Ada data insiden/kejadian/kecelakaan setiap program
manajemen risiko fasilitas dan sudah dianalisis
⮚ Analisis sudah ditindaklanjuti dengan mengganti atau
meningkatkan fungsi (upgrade) teknologi medik, peralatan,
sistem dan menurunkan risiko di lingkungan
⮚ Seseorang atau lebih individu ditunjuk mengawasi program
manajemen risiko fasilitas dan telah membuat laporan
kepada direktur RS setiap 3 bulan
PENDIDIKAN STAF
Standar MFK 11
RS menyelenggarakan edukasi, pelatihan, tes dan simulasi
bagi semua staf tentang peranan mereka dalam memberikan
fasilitas yang aman dan efektif

Standar MFK 11.1


Staf dilatih dan diberi pengetahuan tentang peranan mereka
dalam program RS untuk proteksi kebakaran, keamanan dan
penanggulangan bencana.

Standar MFK 11.2


Staf dilatih untuk menjalankan dan memelihara peralatan
medis dan sistem utilitas
TERIMA KASIH

Anda mungkin juga menyukai