0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
418 tayangan19 halaman

QC Tablet - Kelompok B

Dokumen tersebut membahas tentang evaluasi mutu sediaan tablet, termasuk uji keseragaman ukuran, kekerasan, kerapuhan, waktu hancur, dan disolusi. Beberapa parameter yang dievaluasi antara lain keseragaman diameter dan tebal tablet, kekerasan antara 4-10 kg, kerapuhan kurang dari 1%, waktu hancur kurang dari 30 menit, dan laju disolusi minimal 80% dalam 30 menit.

Diunggah oleh

Happy Prima
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
418 tayangan19 halaman

QC Tablet - Kelompok B

Dokumen tersebut membahas tentang evaluasi mutu sediaan tablet, termasuk uji keseragaman ukuran, kekerasan, kerapuhan, waktu hancur, dan disolusi. Beberapa parameter yang dievaluasi antara lain keseragaman diameter dan tebal tablet, kekerasan antara 4-10 kg, kerapuhan kurang dari 1%, waktu hancur kurang dari 30 menit, dan laju disolusi minimal 80% dalam 30 menit.

Diunggah oleh

Happy Prima
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

DBSO I

EVALUASI MUTU SEDIAAN


TABLET
ADINDA NUR RAMADHANI (2111015220011) G
FITRI ANGGRAENI (2111015220023) R
INDAH MARIA KASIH S. PANE (2111015220033)
JOHAR LATIFAH (2111015320005)
LIDIA HANDAYANI (2111015320017) O
NURHAYATUS SYIFA KAMILAH (2111015220011)
HELMINA SALWA (2111015320007)
RIA ANDINI (2111015220007)
U
SYIFA NUR CAHYANI (2111015320003) B
KESERAGAMAN
UKURAN
Uji keseragaman adalah uji yang dilakukan untuk memastikan bahwa tablet mempunyai
ketebalan dan diameter yang seragam. Keseragaman ukuran suatu tablet dipengaruhi oleh
sifat alir, keseragaman densitas dan stabilitas punch pada alat cetak tablet (Sugianto et al.,
2017).
Alat yang digunakan untuk pengujian keseragaman ukuran adalah jangka sorong.
KESERAGAMAN
UKURAN
Cara kerja
1.Dipilih 20 tablet dari masing-masing formula.
2. Diukur tebal dan diameter masing-masing tablet menggunakan alat ukur.
3.Dicatat dan dihitung hasil yang didapat.
( Rori et al., 2016).
Pesyaratan
Persyaratan uji keseragaman ukuran adalah diameter suatu tablet tidak boleh lebih dari 3 kali al
tebtablet dan tidak kurang dari 1 1/3 tebal tablet (Sugianto et al., 2017).
KESERAGAMAN
UKURAN
Contoh perhitungan dan data pengujian
Perhitungan
3 x tebal tablet = 3 x 4,45 mm = 13,35 mm
1 1/3 x tebal tablet = 1 1/3 x 4,45 mm = 5,933 mm

Hasil
Hasil yang diperoleh sebesar 13,509 mm hasil ini tidak sesuai dengan literatur yang menyatakan
persyaratan uji keseragaman ukuran adalah diameter suatu tablet tidak boleh lebih dari 3 kali
tebal tablet dan tidak kurang dari 1 1/3 tebal tablet (Sugianto et al., 2017).
U JI K EK ER A S A N

Uji kekerasan tablet adalah teknik menentukan titik


pecahnya tablet integritas struktural tablet dan
memprediksi kondisi tablet selama penyimpanan serta
penanganan sebelum digunakan. Uji kekerasan tablet
(hardness test) dilakukan dengan menggunakan alat yang
disebut hardness tester sebagai berikut (Wikantyasning
et al., 2021)
U JI K EK ER A S A N

Uji kekerasan tablet digunakan untuk memberi tekanan terhadap diameter tablet kekuatan
tablet diberi skala dalam kilogram. Kekerasan tablet yang baik adalah 3-5 kP. Faktor-
faktor yang memengaruhi kekerasan tablet adalah tekanan kompresi dan sifat bahan yang
dikempa. Kekerasan ini dipakai sebagai ukuran dari tekanan pengempaan. Semakin besar
tekanan yang diberikan saat cetak tablet akan meningkatkan kekerasan tablet (Latifiana et
al., 2021).
U JI K EK ER A S A N

Cara Kerja:
• Diambil tablet sebanyak 10 tablet
• Dinyalakan hardness tester dengan cara menekan tombol ON
• Diubah skala pada hardness testes pada satuan Kg dan diposisikan pada angka nol (0)
• Diambil satu tablet dan diletakkan pada posisi tengah hardness tester
• Diputar sekrup ke depan hingga tablet pecah
• Kekerasan tablet ditunjukkan dengan skala (Kg) pada alat saat tablet pecah. Tablet yang baik memiliki kekerasan antara
4-10 kg.
(Fadilah & Saryanti, 2019).
U JI K EK ER A S A N

Persyaratan sesuai monograph:


Tablet yang baik dinyatakan memiliki kekerasan antara 4-10 Kg. Namun, hal ini tidak mutlak, artinya kekerasan tablet dapat
lebih kecil dari 4 atau lebih tinggi dari 8 kg. Kekerasan tablet kurang dari 4 kg masih dapat diterima dengan syarat
kerapuhannya tidak melebihi batas yang diterapkan, tetapi biasanya tablet yang tidak keras akan memiliki kerapuhan yang
tinggi dan lebih sulit penanganannya pada saat pengemasan dan transportasi. Kekerasan tablet lebih besar dari 10 kg masih
dapat diterima, jika masih memenuhi persyaratan waktu hancur/disintegrasi dan disolusi yang dipersyaratkan (Depkes
RI,1979).
UJI KERAPUHAN
Uji friabilitas atau uji kerapuhan adalah pengujian yang dilakukan
untuk mengetahui ketahanan tablet terhadap guncangan yang
terjadi selama proses pembuatan, pengemasan, dan pendistribusian.
Beberapa hal yang mungkin dapat mengakibatkan tingginya
persentase kerapuhan dari tablet yaitu tablet yang tidak dikempa
dengan baik sehingga menyebabkan adanya rongga pada tablet
dan menyebabkan tablet menjadi rapuh (Barmi et al., 2016).
.
UJI KERAPUHAN
Cara kerja :
1.Ditimbang tablet sebanyak 20 tablet
2. Dicatat berat awal tablet
3.Dimasukkan tablet kedalam alat Friability Tester dan alat dijalankan selama 4 menit
(100 kali putaran)
4.Dikeluarkan dan dibersihkan tablet dari serbuk-serbuk halus, lalu ditimbang berat akhir
dari tablet
5. Dihitung menggunakan rumus friabilitas
F = berat awal-berat akhir/berat awal x
100% (Rori et al., 2016).

Persyaratan sesuai monograph :


Syarat kerapuhan tablet dianggap baik apabila memiliki persentase kurang dari 1%, maka
apabila tablet memiliki persentase hasil uji kerapuhan lebih besar dari 1% tablet tersebut
dapat dikatakan kurang baik (Marwati et al., 2020).
U JI K ES ER A G A M A N
KANDUNGAN

Uji keseragaman kanduungan dilakukan untuk mengetahui apakah kandungan dan


kadar suatu tablet memenuhi persyaratan atau tidak. Keseragaman kandungan
juga salah satu uji untuk memastikan mutu dari suatu tablet (Arista et al., 2018).
U JI K ES ER A G A M A N
KANDUNGAN
Cara kerja:
• Ditimbang 10 tablet satu per satu, masin-masing dimasukkan dalam labu ukur 50 ml.
Ditambahkan 25 ml HCl 0,1N.
• Ditambahkan HCl 0,1N sampai tanda batas, lalu dihomogenkan.
• Disaring dengan kertas saring. Dipipet 2 ml dimasukkan dalam labu ukur 100 ml.
• Diukur serapan larutan ini pada panjang gelombang maksimum 245 nm.

Persyaratan :
Keseragaman sediaan memenuhi syarat jika L1 (nilai penerimaan) kurang dari 15,0% dan L2
(rentang deviasi) kurang dari 25,0%.
U JI K ES ER A G A M A N
KANDUNGAN

Rumus Pe rhitung a n

NP = | M − X͞ | + KS.
Arista et al., 2018
WAKTU HANCUR
Uji waktu hancur adalah waktu yang dibutuhkan sejumlah tablet untuk hancur menjadi
granul atau partikel penyusunnya yang mampu melewati ayakan no. 10 yang terdapat
dibagian bawah alat uji. Alat yang digunakan adalah disintegration tester, yang
berbentuk keranjang, mempunyai 6 tube plastik yang terbukadibagian atas, sementara
dibagian bawah dilapisi dengan ayakan/screen no. 10 mesh (Ulfa et al., 2018).
.
WAKTU HANCUR
Cara kerja menggunakan alat disintegration tester:
Dimasukkan air ke dalam bejana hingga keenam tabung tempat tablet
akan diletakkan dapat terendam, lalu diatur temperature pada suhu 37°C
Dimasukkan 6 buah tablet yang telah dicetak ke dalam masing-masing
tabung.
Jalankan alat hingga tabung bergerak naik turun secara cepat.
Dinyalakan stopwatch saat menjalankan alat untuk
mengetahui waktu yang diperlukan tablet hancur.

Faktor-faktor yang mempengaruhi waktu hancur suatu sediaan tablet yaitu sifat fisik
granul, kekerasan, porositas tablet dan daya serap granul. Penambahan tekanan pada
waktu pencetakan tablet menyebabkan penurunan porositas dan menaikkan kekerasan
tablet. Bertambahnya kekerasan tablet akan menghambat penetrasi cairan ke dalam
pori-pori tablet sehingga memperpanjang waktu hancur tablet.
UJI D I S O L U S I
Uji disolusi merupakan salah satu parameter dalammenentukan kualitas
suatu obat dimana bertujuan untuk menentukan jumlah zat aktif
yangterlepas dari sediaan obat dalam satuan waktu tertentu ke dalam
media disolusi (Octavia et al., 2016, hal.19).
Media Disolusi : 900
mL Dapar Fofsat pH
5,8 Alat tipe 2 : 50
rpm Waktu : 30 menit
UJI D I S O L U S I
Cara Kerja:
Lakukan penetapan jumlah C 8 H 9 NO 2 yang terlarut dengan mengukurserapan
alikuot, jika perlu encerkan dengan media disolusi dan serapan larutan
bakuParasetamol BPFI dalam media yang sama pada panjang gelombang serapan
maksimumlebih kurang 243 nm. Toleransi dalam waktu 30 menit harus larut tidak
kurang dari 80% (Q)C 8 H 9NO 2 dari jumlah yang tertera pada etiket. (Kemenkes RI,
2014).

Rumus: Faktor perkalian = V x Fu/Fb x Bb/Ab x Kb/Ke x 100%


Contoh perhitungan data: Faktor perkalian = 900 x 100/100 x 55,5/0,443 x
100/500 x 100%=225,507%
UJI D I S O L U S I
Parameter sesuai monograph:
D A FTA R
P U S TA K A
Sugianto, K, A., D. A Palupil & Y. Adyastutik. 2017. Evaluasi Hasil Keseragaman Ukuran, Keregasan dan Waktu Hancur
Tablet Salut Film Neuralgad Produksi Lafi Ditkesad Bandung. Cendikia Journal of Pharmacy. 1: 35-40.

Rori, W. M., P. V. Y. Yamlean & S. Sudewi. 2016. Formulasi dan Evaluasi Sediaan Tablet Ekstrak Daun Gedi Hijau
(Abelmoschus manihot) dengan Metode Granulasi Basah. Pharmacon Jurnal Ilmiah Farmasi. 5: 243-250.

Barmi, H., L. Andriani & S. Perawati. Manfaat Pati Kentang Pregelatinasi sebagai Eksipien Tablet. Zahir Publishing,
Jakarta.

Marwati, A. D., A. N. Yulianto & L. Setiyabudi. 2020. Formulasi Dan Evaluasi Sifat Fisik Tablet Hisap Kombinasi Ekstrak
Daun Bakau Hitam (Rhizophora Mucronata) dan Vitamin C sebagai Antioksidan. Journal of Pharmacy UMUS. 2: 21-27.

Ulfa, A. M., Nofita & D. Azzahra. 2018. Analisa Uji Kekerasan, Kerapuhan dan Waktu Hancur Asam Mefenamat Kaplet
Salut Generik dan Merek Dagang. Jurnal Farmasi Malahayati. 1: 59-68.

Nurdianti., H. Dewi & F. Rezaldi. 2022. Formulasi Sediaan Tablet dari Pati Ubi Jalar Putih (Ipomoea batatas (L.) Lam)
Sebagai Bahan Penghancur Tablet Allopurinol dengan Menggunakan Metode Granulasi Basah. Jurnal Biofarmasetikal
Tropis. 5: 108-118.

Kemenkes RI. 2014. Farmakope Indonesia Edisi V. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Jakarta.

Octavia, M. D., R. Sandra & A. Halim. 2016. Uji Disolusi Beberapa Tablet Parasetamol yangAda di Perdagangan. Jurnal
Farmasi Higea. 1: 19-23.

Anda mungkin juga menyukai