Case Report Session
Pneumoperitoneum
FASHION GENERAL
Mizla Dinnillah (1710070100013)
PRESEPTOR :
dr. Vina Tri Septiana, Sp.Rad
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS
BAITURRAHMAH
KEPANITERAAN KLINIK SENIOR BAGIAN RADIOLOGI
RSI SITI RAHMAH PADANG
2022
Latar Belakang
Pneumoperitoneum adalah istilah
yang menggambarkan adanya udara
bebas / free air pada intraperitoneal
penyebab paling umum dari peritoneum
adalah perforasi organ viscus (>90%)
Latar Belakang
Pencitraan radiologi yang digunakan untuk mendeteksi
pneumoperitoneum meliputi foto polos abdomen, USG,
MRI, CT scan yang dapat juga dilakukan dengan kontras.
anatomi peritoneum
TEXT HERE
• Peritoneum adalalah membran serosa
paling besar, semipermeabel yang
Peritoneum membentuk garis batas
adalalah membran daripaling
serosa kavum besar, semipermeabel yang membentuk garis batas dari kavum
abdomen.
abdomen.
• Peritoneum melapisi sebagian besar
organ intraabdomen
• terdiri dari 2 lapisan yaitu peritoneum
parietal dan viseral.
anatomi rongga peritoneum
TEXT HERE
• 2 lapisan peritoneum disebut dengan
rongga peritoneum
• normal berisi 50 - 100 ml cairan serosa
Peritoneum adalalah membran serosa paling besar, semipermeabel yang membentuk garis batas dari kavum
yang memungkinkan kedua lapisan abdomen.
saling bergerak bebas satu sama lain.
pneumoperitoneum
adanya udara bebas / free air pada intraperitoneal /
kavum peritoneum.
Normalnya udara tidak terdapat pada kavum
peritoneum,
Peritoneum adalalah membran serosa paling ekstraperitoneal, yang
besar, semipermeabel dinding usus, maupun
membentuk garis batas dari kavum
sistem bilier.
abdomen.
Pemeriksaan foto polos abdomen maupun
thoraks dapat mendeteksi adanya udara
bebas / free air intrapertioneal, namun
apabila jumlahnya sedikit hanya dapat
terdeteksi pada pemeriksaan CT – Scan.
Etiologi Pneumoperitoneum
1. Perforasi organ viscus
yaitu perforasi ulkus peptikum, necrotizing
3. infeksi rongga peritoneum
enterocolitis,megakolon toksik, penyakit usus
inflamasi
dengan organisme membentuk gas
2. faktor iatrogenik dan atau pecahnya abses
Peritoneum adalalah membran serosa paling besar, semipermeabel yang membentuk garis batas dari kavum
yang berdekatan
yaitu pembedahan perut terakhir, trauma abdomen.
abdomen,perforasi endoskopi, dialisis peritoneal,
paracentesis 4. Pneumatosis usus
Etiologi Pneumoperitoneum
Pneumoperitoneum Pneumoperitoneum
dengan peritonitis tanpa peritonitis
• Perforated viskus • Thoracic
• Necrotizing enterocolitis • Ventilasi tekanan positif
• Infark ususadalalah membran serosa paling besar, semipermeabel
Peritoneum • Pneumomediastinum/pneumotoraks-
yang membentuk garis Penyakit
batassaluran
dari kavum
• Cedera perut napas obstruktif kronik
abdomen.
• Asma
• Abdomen
• Pasca laparotomi
• Pneumatosis cystoides coli/ intestinalis
• Divertikulosis jejunum
• Endoskopi
• Paracentesis/peritonealdialisis/laparoskopi
• Transplantasi sumsum tulang
Gambaran Klinis
Penyebab yang ringan biasanya gejalanya Tanda dan gejala berbagai penyebab
asimtomatik dan nyeri perut yang hilang perforasi peritoneum
timbul
• kaku dan tegang pada abdomen
• tidak ada bising usus, nyeri epigastrium yang
tetapi pasien mungkin mengalamiPenyebab
nyeri perutyang
samarringan biasanya gejalanya
asimtomatik, • tetapi hebat sampai
pasien mungkin mengalami nyerisyok.
perut samar
akibat perforasi viskus perut, tergantung pada
perkembangan selanjutnya bisa akibat
berupa perforasi
peritonitis.viskus perut, tergantung pada
perkembangan selanjutnya bisa berupa peritonitis.
Diagnosis
Pemeriksaan Fisik
inspeksi : distensi (+)
palpasi : nyeri tekan, nyeri lepas
perkusi :hipertimpani
auskultasi : bising usus menghilang atau melemah
Peritoneum adalalah membran serosa paling besar, semipermeabel yang membentuk garis batas dari kavum
abdomen.
Anamnesis Pemeriksaan penunjang
keluhan, riwayat trauma • foto polos thorax dan
abdomen, riwayat penyakit abdomen
dahulu • CT-Scan
• USG
Pemeriksaan Radiologi
• Gambaran Foto Polos Radiologis
• Gambaran Foto Polos Radiologis
Peritoneum adalalah membran serosa paling besar, semipermeabel yang membentuk garis batas dari kavum
abdomen.
Posisi Left Lateral Dekubitus Terdapat
udara bebas di antara dinding abdomen
dengan hepar (panah putih)
Erect chest x-ray
Merupakan salah satu pemeriksaan
penunjang yang paling sensitif untuk deteksi
free gas intraperitoneal dalam keadaan darurat.
Peritoneum adalalah membran serosa paling besar, semipermeabel yangdapat
Pada foto toraks membentuk
ditemuigaris
free batas
gas dari kavum
abdomen.
subdiafragmatik.
Udara di bawah diafragma merupakan
tanda radiografi pertama dari
pneumoperitoneum
Falciforme ligamentum sign
Peritoneum adalalah membran serosa paling besar, semipermeabel yang membentuk garis batas dari kavum
abdomen.
Tampak adanya free air yang mengelilingi
ligamentum falciforme, sehingga terlihat
gambaran sebagai pita vertikal dengan densitas
soft tissue yang paralel dengan batas kanan
korpus vertebra.
Falciforme ligamentum sign
Peritoneum adalalah membran serosa paling besar, semipermeabel yang membentuk garis batas dari kX - foto
X - foto polos abdomen supine
polos abdomen supine memperlihatkan pneumoperitoneum masif. Ligamentum falsiforme (panah), tepi hepar
(kepala panah), dan memperlihatkan
Vesika felea (GB) dikelilingi oleh free airavum abdomen.
pneumoperitoneum masif.
Ligamentum falsiforme
(panah), tepi hepar (kepala
panah), dan Vesika felea (GB)
dikelilingi oleh free air
Cupola sign
adalah gambaran lusensi bentuk
arkuata yang
Peritoneum melapisi
adalalah permukaan
membran serosa paling besar, semipermeabel yang membentuk garis batas dari kavum
vertebra thorakal bawah dan abdomen.
diproyeksikan pada bagian bawah
jantung. Batas atasnya tegas,
sedangkan batas bawahnya tidak jelas
Rigler’s sign
adalah gambaran dimana dua sisi dari dinding
bowel dapat tervisualisasi pada foto polos abdomen.
X- foto abdomen supine memperlihatkan free air
Peritoneum adalalah membran serosa paling besar, semipermeabel yang membentuk garis batas dari kavum
ekstensif yang membatasi dinding luar usus diantara
abdomen.
multipel loop usus yang terisi udara. Panah putih
menunjukkan dinding usus antara udara
intraluminer dan free air intraperitoneal.
Peritoneum adalalah membran serosa paling besar, semipermeabel yang membentuk garis batas dari kavum
abdomen.
X- foto polos abdomen posisi supine.
Panah menunjukkan dinding usus terlihat dengan
jelas karena adanya free air
Peritoneum adalalah membran serosa paling besar, semipermeabel yang membentuk garis batas dari kavum
abdomen.
Football Sign
adalah gambaran bayangan bentuk oval besar yang
yang membatasi tepi perifer kavum peritoneum.
Football Sign
menggambarkan pengumpulan
udara di dalam kantung dalam
Peritoneum adalalah membran serosa paling besar, semipermeabel yangmembentuk garis batas dari kavum
jumlah besar sehingga udara abdomen.
tampak membungkus seluruh
kavum abdomen, mengelilingi
ligamen falsiformis sehingga
memberi jejak seperti gambaran
bola kaki.
Peritoneum adalalah membran serosa paling besar, semipermeabel yang membentuk garis batas dari kavum
Inverted V sign
abdomen.
adalah gambaran dimana ligamentum umbilical
(umbilical fold) dapat terlihat sebagai opasitas linier
bentuk huruf V terbalik, dibatasi oleh lusensi free
air pada kavum pelvis
Peritoneum adalalah membran serosa paling besar, semipermeabel yang membentuk garis batas dari kavum
abdomen.
Umbilicus sign, membentuk gambaran inverted V
pada pasien dengan pneumoperitoneum masif
CT-Scan
CT scan merupakan kriteria
standar untuk mendeteksi
Peritoneum adalalah membran serosa paling besar, semipermeabel yangmembentuk garis batas dari kavum
pneumoperitoneum, yang lebih abdomen.
sensitif dibanding foto polos
abdomen.
CT-Scan
CT-Scan abdomen pada tampak free air
Peritoneum adalalah membran serosa paling besar, semipermeabel yangmembentuk garis batas dari kavum
abdomen.
MRI
• Pneumoperitoneum terlihat sebagai area dengan intensitas rendah
pada semua potongan gambar.
• Pneumoperitoneum dapat secara tidak sengaja ditemukan semua
potongan gambar dengan MRI.
Peritoneum
• MRIadalalah
bukanmembran serosa
modalitas paling besar,
pencitraan semipermeabel yangmembentuk garis batas dari kavum
pertama.
abdomen.
• Adanya gerakan peristaltis usus dapat mengaburkan gambaran
abdomen.
USG
• pneumoperitoneum tampak sebagai daerah linier
peningkatan ekogenisitas dengan artifak reverberasi atau
distal ring down.
• Pengumpulan udara terlokalisir berkaitan dengan perforasi
usus dapat
Peritoneum dideteksi,
adalalah membranterutama jika berdekatan
serosa paling dengan yangmembentuk garis batas dari kavum
besar, semipermeabel
abnormalitas lainnya, seperti penebalanabdomen.
dinding usus.
• Dibandingkan dengan foto polos abdomen, ultrasonografi
memiliki keuntungan dalam mendeteksi kelainan lain,
seperti cairan bebas intraabdomen dan massa inflamasi.
Peritoneum adalalah membran serosa paling besar, semipermeabel yangmembentuk garis batas dari kavum
abdomen.
Gambaran yang Menyerupai
Pneumoperitoneum
1) Chilaiditi’s syndrom
adanya interposisi usus diantara diafragma dan hepar
Peritoneum adalalah membran serosa paling besar, semipermeabel yangmembentuk garis batas dari kavum
abdomen.
Chilaiditi’s syndrom berupa
gambaran distensi usus, flexura
hepatica colon interposisi diantara
hepar dan diafragma, memberikan
gambaran
pseudopneumoperitoneum
Gambaran yang Menyerupai
Pneumoperitoneum
2.) Abses subfrenik
memberikan gambaran multipel lusen
dibawah diafragma, terlokalisir, berbentuk bulat
dengan tepi ireguler, dan tidak berada dalam
struktur loop
Peritoneum usus.membran serosa paling besar, semipermeabel yangmembentuk garis batas dari kavum
adalalah
abdomen.
Tatalaksana dan Prognosis
• Prinsip tatalaksana dan prognosis tergantung dari penyebab
utamanya
• Jika pneumoperitoneum adalah komplikasi dari infeksi,
maka operasi untuk memperbaiki masalah ini diperlukan
secepat
Peritoneum mungkin.
adalalah Perforasi
membran dan
serosa infeksi
paling dengan
besar, cepat dapat
semipermeabel yangmembentuk garis batas dari kavum
menyebabkan kematian dengan segera.abdomen.
Laporan Kasus
I.Identitas Pasien
Nama : Ny. Zainab Lukman
Umur : 71 tahun
Jenis kelamin : Perempuan
Peritoneum adalalah membran serosa paling besar, semipermeabel yang membentuk garis batas dari kavum
Pekerjaan : IRT abdomen.
MR : 235028
Tanggal masuk : 16 September 2022
Laporan Kasus
II. Anamnesa
Keluhan Utama : Seorang pasien perempuan usia 71 tahun dibawa oleh keluarganya
ke IGD RSI Siti Rahmah dengan keluhan nyeri perut sejak 1 minggu dan
Peritoneum adalalahmemberat
semakin membran serosa
sejak paling
3 haribesar,
SMRS. semipermeabel yang membentuk garis batas dari kavum
abdomen.
Laporan Kasus
Riwayat penyakit sekarang
- Pasien mengeluhkan nyeri yang menyesak ke dada sejak 3 hari SMRS
- Pasien mengeluhkan mual namun tidak ada muntah sejak 3 hari SMRS
- Pasien tidak ada BAB dan buang angin sejak 3 hari SMRS
Peritoneum adalalah membran serosa paling besar, semipermeabel yang membentuk garis batas dari kavum
- Pasien mengeluhkan batuk dan demam dirasakan hilang timbul sejak 3 hari
abdomen.
SMRS
- Pasien mengeluhkan nafsu makan menurun sejak 1 minggu SMRS
- Perut dirasakan semakin membesar sejak 1 minggu SMRS
Laporan Kasus
Riwayat penyakit sekarang
- Pasien mengeluhkan nyeri yang menyesak ke dada sejak 3 hari SMRS
- Pasien mengeluhkan mual namun tidak ada muntah sejak 3 hari SMRS
- Pasien tidak ada BAB dan buang angin sejak 3 hari SMRS
Peritoneum adalalah membran serosa paling besar, semipermeabel yang membentuk garis batas dari kavum
- Pasien mengeluhkan batuk dan demam dirasakan hilang timbul sejak 3 hari
abdomen.
SMRS
- Pasien mengeluhkan nafsu makan menurun sejak 1 minggu SMRS
- Perut dirasakan semakin membesar sejak 1 minggu SMRS
Laporan Kasus
Riwayat penyakit dahulu Riwayat penyakit keluarga
- Tidak ada Riwayat keluarga yang
- Riwayat hernia umbilikalis 5 menderita sakit yang sama seperti pasien
tahun yang lalu
Peritoneum adalalah membran serosa paling besar, semipermeabel yang membentuk garis batas dari kavum
- Riwayat hipertensi (+) Riwayat kebiasaan dan sosial
abdomen.
- Riwayat penyakit jantung (-) Seorang wanita 71 tahun, tinggal
- Riwayat DM (-) bersama anaknya, bekerja sebagai IRT
Laporan Kasus
III. PEMERIKSAAN FISIK
Keadaan Umum : Tampak Sakit Sedang
Kesadaran : CMC
Peritoneum adalalah membran serosa paling besar, semipermeabel yang membentuk garis batas dari kavum
Berat badan : 66 kg
abdomen.
Tinggi badan : 155 cm
IMT : 27,5 (Obesitas I)
Laporan Kasus
IV. STATUS GENERALISATA
IV. STATUS GENERALISATA
Kepala Kepala
Mata : tidak Thorax
dilakukan
Mata : tidak dilakukan
Mulut : tidak dilakukan : gerakan dinding dada simetris
Inspeksi
Mulut : tidak dilakukan Leher : tidak dilakukan
Leher : tidak dilakukan Thorax kiri dan kanan
Palpasi
Paru: : taktil fremitus sama kiri dan
Inspeksi : gerakan dinding dada kanan
simetris kiri dan kanan
Palpasi : taktil fremitus sama kiri dan kanan
Perkusi : sonorPerkusi : sonor
di kedua lapang parudi kedua lapang paru
Auskultasi
Auskultasi : vesikuler (+/+), : vesikuler
rhonki (+/+), wheezing(+/+),
(-/-) rhonki (+/+),
wheezing (-/-)
Laporan Kasus
IV. STATUS GENERALISATA
IV. STATUS GENERALISATA
Jantung : Kepala
Mata : tidak dilakukan
Inspeksi : tidak dilakukan
Mulut : tidak dilakukan
Palpasi : tidak dilakukan Abdomen
Leher : tidak :
dilakukan
Perkusi : tidak dilakukan Inspeksi
Thorax : tampak distensi
Paru: : nyeri tekan (+),nyeri lepas (+)
Palpasi
Auskultasi : tidak dilakukan
Inspeksi : gerakan dinding dada simetris kiri dan kanan
Palpasi : taktilPerkusi
fremitus sama: hipertimpani
kiri dan kanan
Perkusi Auskultasi
: sonor : Bising
di kedua lapang Usus menurun
paru
Auskultasi : vesikuler (+/+), rhonki (+/+), wheezing (-/-)
Ekstremitas
Ekstremitas superior : tidak dilakukan
Ekstremitas inferior : tidak dilakukan
Laporan Kasus
IV. Pemeriksaan penunjang
1. RO Thorax
Expertise :
Ny. ZL 71 tahun
Ro. Thorax proyeksi AP supine
- Trakea relatif ditengah
- Kedua hilus tidak menebal
- Aorta dan mediastinum superior tidak melebar
- Jantung kesan tidak membesar
- Corakan bronkovaskular kedua paru relatif baik
- Difragma dan sinus kostofrenikus baik
- Tidak tampak infiltrat maupun nodul di kedua
paru
- Tulang-tulang kesan intak
- Area lusen di subdiafragma
Kesan : Pneumoperitoneum
Laporan Kasus
IV. Pemeriksaan penunjang
2. Foto polos abdomen 3 posisi
Laporan Kasus
Laporan Kasus
Foto polos abdomen 3 posisi
Expertise :
Ny. ZL 71 tahun
Ro. Abdomen proyeksi AP supine, AP erect
dan LLD
- Lemak preperitoneal baik
- Psoas line dan kontur kedua ginjal tertutup
bayangan udara usus
- Distribusi udara usus masih mencapai distal
- Tidak tampak dilatasi maupun penebalan
dinding usus
- Tidak tampak multiple air fluid level
- Tampak udara bebas ekstralumen
- Tulang-tulang intak
Kesan : Pneumoperitoneum
Laporan Kasus
V. Diagnosis Kerja
Pneumoperitoneum ec. Susp.IV.
Perforasi
STATUSorgan viscus
GENERALISATA
Kepala
Mata : tidak dilakukan
Mulut : tidak dilakukan
VI. Pemeriksaan anjuran Leher : tidak dilakukan
Thorax
CT-Scan abdomen
Paru:
Inspeksi : gerakan dinding dada simetris kiri dan kanan
Palpasi : taktil fremitus sama kiri dan kanan
VII. TatalaksanaPerkusi : sonor di kedua lapang paru
Auskultasi : vesikuler (+/+), rhonki (+/+), wheezing (-/-)
- NGT VIII. Prognosis
- Kateter Quo ad vitam : Dubia at bonam
- IVFD RL Quo ad functionam : Dubia at bonam
- Analgetik Quo ad sanationam : Dubia at bonam
KESIMPULAN
Pneumoperitoneum adalah istilah yang menggambarkan adanya udara bebas /
free air pada intraperitoneal. Pneumoperitoneum dideteksi dengan pemeriksaan
radiologis foto polos abdomen, CT scan, MRI, dan ultrasonografi.
Pada foto polos abdomen, pneumoperitoneum paling baik terlihat dengan posisi
lateral dekubitus kiri yang menunjukkan gambaran radiolusen antara batas lateral
kanan dari hepar dan permukaan peritoneum.
KESIMPULAN
CT scan merupakan kriteria standar untuk mendeteksi pneumoperitoneum,
namun tidak selalu dibutuhkan jika dicurigai pneumoperitoneum dan lebih mahal
serta memiliki efek radiasi yang besar.
Dengan MRI, pneumoperitoneum terlihat sebagai area dengan hipointens pada
semua potongan. Dengan USG, pneumoperitoneum tampak sebagai daerah linier
peningkatan ekogenisitas dengan artifak reverberasi atau Distal Ring Down. Foto
polos abdomen menjadi pencitraan utama pada akut abdomen, termasuk pada
perforasi viskus abdomen, walaupun pencitraan standar adalah dengan CT scan.
TERIMAKASIH
Peritoneum adalalah membran serosa paling besar, semipermeabel yang membentuk garis batas dari kavum
abdomen.