Anda di halaman 1dari 18

LDKO 2014

TEKNIK
PERSIDANGAN
Pengertian Sidang
Sidang merupakan forum formal suatu
organisasi guna membahas masalah tertentu
dalam upaya menghasilkan keputusan, yang
akan menjadi sebuah ketetapan. Keputusan dari
persidangan ini akan mengikat seluruh elemen
organisasi selama belum diadakan perubahan.
Keputusan ini sifatnya final, sehingga berlaku
bagi pihak yang setuju maupun tidak setuju,
hadir atau tidak hadir dalam persidangan.
Jenis sidang :
1. Sidang Pleno

a. Sidang pleno diikuti oleh seluruh peserta dan


peninjau permusyawaratan;

b. Sidang Pleno dipimpin oleh Presidium


Sidang;

c. Sidang Pleno membahas dan memutuskan


segala sesuatu yang berhubungan dengan
permusyawaratan.
Jenis sidang (cont.)
2. Sidang Komisi

a. Sidang Komisi diikuti oleh anggota masing-masing


komisi;
b. Anggota masing-masing komisi adalah peserta penuh
dan peserta peninjau yang ditentukan oleh Sidang
Pleno;
c. Sidang Komisi dipimpin oleh seorang pimpinan
dibantu oleh Sekretaris Sidang Komisi;
d. Pimpinan Sidang Komisi dipilih dari dan oleh anggota
komisi dalam komisi tersebut;
e. Sidang Komisi membahas materi-materi yang menjadi
tugas dari komisi yang bersangkutan.
KERANGKA SUATU PERATURAN
ATAU SURAT KEPUTUSAN
• KONSIDERAN
• DASAR HUKUM
• DIKTUM
• ISI
PERISTILAHAN DALAM
PERSIDANGAN
1. Pending, yaitu menghentikan sidang sejenak dikarenakan terdapat kendala
tekhnis atau prinsip.
2. Skorsing, yaitu menghentikan sidang sejenak untuk melakukan lobying,
dikarenakan sulitnya mencapai kesepakatan antarpeserta sidang yang berseteru.
3. Lobying, yaitu proses diskusi antarpeserta sidang di luar pengaturan pimpinan
sidang.
4. Pencerahan, yaitu upaya peserta sidang untuk meluruskan kesalahpahaman
yang terjadi antara peserta sidang yang lain.
5. Voting, yaitu proses pengambilan keputusan berdasarkan suara terbanyak
setelah jalan musyawarah mengalami kebuntuan.
6. Quorum, yaitu syarat jumlah peserta sidang dimulai, agar keputusan dapat
dianggap sah.
7. Interupsi, yaitu memotong pembicaraan orang lain.
8. Prosidang, yaitu hasil ketetapan sidang/musyawarah yang telah dibukukan
(tertulis).
9. Konsideran, yaitu proses menimbang dalam menetapkan putusan sidang.
10. DEADLOCK suatu keadaan dimana musyawarah tidak menemui
jalan sepakat
11. WALK OUT peserta sidang keluar arena persidangan dengan
alasan tidak setuju atas suatu keputusan
12. AKLAMASI penentuan suatu keputusan dengan cara menawarkan
suara mayoritas.
Aturan sidang

1. Peserta

Peserta dalam proses persidangan dibagi menjadi dua, yaitu peserta penuh dan
peserta peninjau. Peserta penuh adalah pengurus atau anggota penuh dalam
suatu organisasi, sedangkan peserta peninjau adalah orang-orang yang
diundang, atau pihak-pihak yang bukan anggota penuh namun hadir dalam
persidangan.

a. Hak Peserta Penuh

1) Hak Bicara, yaitu hak untuk bertanya, mengeluarkan pendapat, mengajukan


usulan kepada pimpinan sidang, baik secara lisan maupun secara tulisan.
2) Hak Suara, yaitu hak untuk ikut ambil bagian dalam pengambilan keputusan.
3) Hak Memilih, yaitu hak untuk menentukan pilihan dalam proses pemilihan.
4) Hak Dipilih, yaitu hak untuk dipilih dalam proses pemilihan.
b. Hak Peserta Peninjau

Hak yang dimiliki oleh peserta peninjau hanyalah


hak bicara.

c. Kewajiban peserta penuh dan peninjau

1) Menaati tata tertib


persidangan/permusyawaratan.
2) Menjaga ketenangan persidangan.
PIMPINAN SIDANG (PRESIDIUM)

IDEALNYA TERDIRI DARI 3 ORANG YAITU :


- 1 PRESIDIUM SIDANG
- 2 ANGGOTA PRESIDIUM

a. Presidium sidang dipilih dari dan oleh peserta Permusyawaratan melalui


Sidang Pleno yang dipandu oleh Panitia Pengarah (Steering Committee).
b. Presidium Sidang bertugas untuk memimpin dan mengatur jalannya
sidang seperti aturan yang disepakati bersama.
c. Presidium Sidang berkuasa untuk memimpin dan menjalankan tata tertib
persidangan.
1 2 3

KET :
1. ANGGOTA
2. PIMPINAN
3. ANGGOTA
PALU
SIDANG
Merupakan hal
yang tidak bisa
dipisahkan dalam
persidangan. Palu
sidang merupakan
nyawa sebuah
persidangan.
Tanpa palu
persidangan tidak
akan berjalan.
Aturan Ketuk Palu

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan penggunaan


palu sidang berkaitan
dengan jumlah ketukannya.
1. Satu Kali Ketukan

a. Menerima dan menyerahkan pimpinan sidang;


b. Mengesahkan keputusan poin perpoin (keputusan sementara);
c. Menskorsing dan mencabut kembali skorsing yang waktunya
tidak terlalu lama, sehingga peserta tidak perlu meninggalkan
tempat sidang;
d. Mencabut kembali/membatalkan ketukan terdahulu yang
dianggap keliru.
e. Memberi peringatan kepada peserta sidang.
2. Dua Kali Ketukan

Menskorsing atau mencabut kembali skorsing dalam waktu yang cukup lama,
misalnya untuk lobbying, istrahat dan sebagainya yang waktunya 2 x 15 menit,
dan sebagainya.

3. Tiga Kali Ketukan

a. Membuka atau menutup sidang secara resmi

b. Mengesahkan putusan final atau akhir sidang.

4. Ketukan Berulang-ulang

Menenangkan peserta sidang atau forum.


Interupsi
1. Macam-Macam Interupsi (Interruption)
a. Interruption Point of Order

Dilakukan untuk meminta penjelasan atau memberikan masukan yang berkaitan


dengan jalannya pesidangan. (jika pembahasan melebar atau tidak konsisten)
b. Interruption Point of Clarification

Dilakukan jika terdapat penyampaian pendapat atau informasi yang butuh klarifikasi,
agar tidak terjadi pendangkapan bias ketika seseorang memberikan tanggapan atau
sebuah penegasan terhadap suatu pernyataan.
c. Interruption Point of Information
Dilakukan untuk menyampaiakan informasi tambahan yang dianggap membantu
maupun informasi yang sifatnya teknis.

d. Interruption Point of Personal Previllage


Dilakukan jika terdapat pendapat yang terlalu menyudutkan pihak tertentu diluar
substansi permasalahan.
2. Pelaksanaan Interupsi

a. Interupsi dilaksanakan dengan mengangkat tangan


terlebih dahulu, dan berbicara setelah minta izin dari
presidium sidang.

b. Interupsi di atas hanya berlaku selama tidak menggangu


persidangan.
Apabila dalam persidangan, Presidium Sidang tidak mampu
menguasai dan mengendalikan jalannya persidangan, maka
panitia pengarah (SC) diberikan wewenang untuk
mengambil alih jalannya persidangan, atas permintaan
Presidium Sidang dan/atau Peserta Sidang.
Tata Tertib

Tata tertib persidangan merupakan hasil kesepakatan


seluruh peserta pada saat sidang dengan memperhatikan
aturan umum organisasi dan nilai-nilai universal dalam
masyarakat.

Sanksi

Peserta yang tidak memenuhi persyaratan dan kewajiban


yang ditentukan dalam tata tertib persidangan akan
dikenakan sanksi dengan mempertimbangkan saran dan
usulan peserta.
SEKIAN
KITA LANJUTKAN KE
PRAKTIK TEKNIK
PERSIDANGAN

Anda mungkin juga menyukai