Anda di halaman 1dari 62

PBL TRANSPORTASI KKP KELAS I TANJUNG PRIOK KELOMPOK 1

Aditya Dina Rizka Mealina Imam Nugroho Lamia Hilwa Nuria Sulastri

Tujuan Praktek
Tujuan Umum Untuk mengetahui gambaran umum kegiatan Hygiene Sanitasi di Pelabuhan Tanjung Priok Tujuan Khusus Mampu mengidentifikasi masalah kesehatan lingkungan disarana dan prasarana dilahan praktek Mampu menentukan factor penyebab masalah Menyusun alternatif pemecahan masalah Membuat / menyusun rencana tindakan untuk penanggulangan masalah

Dasar Hukum
UU No.1 tahun 1962 tentang Karantina Laut UU No.4 tahun 1984 tetang Wabah Penyakit Menular UU No.36 tahun 2009 tentang Kesehatan Permenkes No 356 tahun 2008 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kantor Kesehatan Pelabuhan International Health Regulation tahun 2005 Kepmenkes RI No 492/MENKES/Per/IV/2010 tanggal 19 April 2010 Tentang Persyaratan Kualitas Air Minum Kepmenkes no. 715 tahun 2003 ttg Persyaratan Hygiene Sanitasi Jasaboga Keputusan Gubernur Propinsi DKI Jakarta No.551 Tahun 2001 Tentang Penetapan Baku Mutu Udara Ambien dan Baku Tingkat Kebisingan Di Propinsi DKI Jakarta PP RI No 82 Tahun 2001 Tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 431/Menkes/SK/IV/2007 tentang Pedoman Teknis Pengendalian Resiko Kesehatan Lingkungan di Pelabuhan / Bandara / Pos / Lintas Bantas dalam Rangka Karatina Kesehatan.

METODE PENELITIAN
Populasi Populasi adalah keseluruhan dari objek yang akan diteliti, maka dalam hal ini yang menjadi populasi adalah seluruh gedung, ruangan dan sarana di wilayah perimeter Pelabuhan Tanjung Priok. Sampel Sampel merupakan bagian dari populasi yang akan diteliti, dimana teknik pengambilan sampel yang dipilih menggunakan purposive sampling.

Sampel Lingkungan 1. Dalam pelaksanaan kegiatan Praktek pembelajaran lapangan sampel gudang yang diobservasi diambil berdasarkan izin atau birokrasi ada lima gudang, yaitu : Gudang Gudang 001 Gudang 002 Gudang 003 Gudang 004 Gudang 005 2. Terminal Penumpang Nusantara Pura 2 (R.tunggu,Mushola,Toilet) 3. Gedung/perkantoran : Kantor Denterm Kantor Otoritas Pelabuhan Kantor Gudang 001 Kantor Gudang 002 Kantor Gudang 003 Kantor Gudang 004 Kantor Gudang 005 4. Sampel Alat transportasi yang diobservasi dalam pembelajaran lapangan pada Inspeksi Sanitasi Kapal di wilayah Pelabuahn Tanjung Priok berdasarkan izin atau birokrasi ada sebelas kapal , yaitu: MV.KMTC PORTKELANG MV.THAI BRIGHT YM Interaction MV.Asia Star SV. EXPLORA NUSANTARA SOROWAKO STAR MV.ANTJE WULF Kapal Tongkang MV.Leimans Expresi KMTC INCHEON KOHMA

5. Sampel Tempat pengeloaan makanan yang diobservasi dalam pembelajaran lapangan pada Inspeksi Sanitasi TPM di wilayah Pelabuhan Tanjung Priok berdasarkan izin atau birokrasi ada tujuh TPM, yaitu: RM Rindu Alam RM Sederhana RM Kartika Jaya 1 RM Kartika Jaya 2 RM Surya Baru RM Campago RM Saiyo Sakato 6.Instalasi air bersih yang diobservasi dalam pembelajaran lapangan pada Inspeksi Sanitasi PAB di wilayah Pelabuhan Tanjung Priok berdasarkan izin atau birokrasi ada enam tempat, yaitu: Menara Air (Reservoar) Pelabuhan 1 (Reservoar) Pelabuhan 2 (Reservoar) Pelabuhan 3 (Reservoar) Pelabuhan Nusantara (Reservoar) Pelabuhan Perahu (Reservoar)

7. Pengukuran Kepadatan Lalat TPS 08 TPS 06 TPS 07 TPS Metito Gudang 001 Gudang 002 Gudang 003 Gudang 004 Gudang 005 RM Kartika Jaya 1 RM Kartika Jaya 2 RM Surya Baru RM Campago RM Saiyo Sakato Sampel Manusia Sampel manusia di ambil secara purposive sample yaitu pengambilan sampel berdasarkan pertimbangan peneliti. Responden Wawancara ABK (Anak Buah Kapal) Sampel yang dijadikan sebanyak 5 responden.

METODE PENELITIAN
Metode Pengumpulan Data
Metode pengumpulan data yang dilakukan pada sanitasi transportasi ini adalah sebagai berikut: Wawancara Observasi Pengukuran Suhu Kelembaban Pencahayaan Pengukuran kepadatan lalat Memasang perangkap tikus Memasang perangkap kecoa Pemeriksaan kualitas air secara fisik,kimia dan biologi

METODE PENELITIAN
Pemeriksaan laboratorium Mengidentifikasi larva nyamuk dan identifikasi nyamuk dewasa Mengidentifikasi tikus dan pinjal tikus Mengidentifikasi secara fisik bau, rasa, dan suhu Mengidentifikasi secara kimiawi pH air bersih

GAMBARAN UMUM
Adapun letak atau batas batas wilayah tanjung priok adalah : Sebelah Utara Berbatasan denga Laut jawa Sebelah Selatan berbatasan dengan Jalan R.E Martadinata. Sebelah barat berbatasan dengan Taman Impian jaya Ancol Sebelah Timur berbatasan dengan Kecamatan Koja. Adapun wilayah kerjanya meliputi : Wilayah Kerja Kali Baru Wilayah Kerja Muara Angke Wilayah Kerja Muara Baru Wilayah Kerja Sunda Kelapa Wilayah Kerja Marunda

Struktur Fungsi
KEPALA
KABAG TATA USAHA
SUBAG UMUM SUBAG PROG & LAP

KABID KARSE

KABID PRL KASIE KESLING

KABID UKP KASIE KESJA

KASIE KARANTINA

KASIE SE

KASIE PBPP

KASIE LB & MATRA

INSTALASI

KELOMPOK JAFUNG

WILAYAH KERJA

Gambaran Kerja
Struktur organisasi Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas 1 Tanjung Priok Jakarta Utara brdasarkan SK Menkes No.356 tahun 2008, terbagi menjadi dua tipe yaitu KKp tipe A dan tipe B. Perbedaan antara tipe A dan tipe B adalah dari beban kerja dan cakupan daerah kerja yang berbeda. Sedangkan KKP Tanjung Priok merupakan KKP yang memiliki tipe A yang terdiri dari tiga seksi. KKP terdiri dari beberapa bidang yaitu 1. Bidang Pengendalian Risiko Lingkungan (PRL) 2. Bidang Pengawasan Kekarantinaan dan Surveilance Epidemiologi 3. Bidang Upaya Kesehatan dan Lintas Wilayah 4. Bidang Tata Usaha

Tugas Bidang Pengendalian Risiko Lingkungan Seksi Pengendalian Vektor dan Binatang Penular Penyakit 1.melakukan penyiapan bahan perencanaan, pemantauan, evaluasi, penyusunan laporan 2.koordinasi pelaksanaan pemberantasan serangga penular penyakit, tikus, dan pinjal 3.pengaman pestisida, kajian dan diseminasi informasi 4.pengembangan jejaring kerja, kemitraan dan teknologi serta pendidikan dan pelatihan bidang pengendalian vektor dan binatang penular penyakit di lingkungan bandara, pelabuhan, dan lintas batas darat negara. Seksi Sanitasi dan Dampak Risiko Lingkungan 1.melakukan penyiapan bahan, perencanaan, pemantauan, evaluasi, penyusunan laporan, dan 2.koordinasi pelaksanaan pengawasan penyediaan air bersih, serta pengamanan makanan dan minuman, 3.hygiene dan sanitasi kapal laut dan pesawat, 4.hygiene dan sanitasi gedung/bangunan 5.pengawasan pencemaran udara, air, tanah, 6.kajian dan diseminasi informasi pengembangan jejaring kerja, kemitraan dan teknologi serta pendidikan dan pelatihan bidang sanitasi lingkungan bandara, pelabuhan, dan lintas batas darat negara.

Fungsi Bidang Pengendalian Risiko Lingkungan


Pengawasan penyediaan air bersih, serta pengamanan makanan dan minuman Hygiene dan sanitasi lingkungan gedung/bangunan Pengawasan pencemaran udara, air, dan tanah Pemeriksaan dan pengawasan hygiene dan sanitasi kapal /alat transportasi lainnya di lingkungan pelabuhan Pemberantasan serangga penular penyakit, tikus dan pinjal di lingkungan bandara, pelabuhan, dan lintas batas darat negara Kajian dan pengembangan teknologi di bidang pengendalian risiko lingkungan bandara, pelabuhan, dan lintas batas darat negara Pendidikan dan pelatihan bidang pengendalian risiko lingkungan bandara, pelabuhan, dan lintas batas darat dan negara Pelaksanaan jejaring kerja dan kemitraan di bidang pengendalian risiko lingkungan bandara, pelabuhan, dan lintas batas darat negara Penyusunan laporan di bidang pengendalian risiko lingkungan

HASIL DAN PEMBAHASAN


A. Fasilitas Umum

Tabel Distribusi Frekuensi Pengukuran Suhu Fasilitas Umum di KKP Kelas I Tanjung Priok Bulan Desember Tahun 2011

No 1 2

Kategori MS TMS Jumlah

Frekuensi 13 7 20

Persentase (%) 65 % 35 % 100

Berdasarkan pengukuran suhu yang telah dilakukan di fasilitas umum KKP Kelas I Tanjung Priok hasilnya setelah dibandingkan dengan Kepmenkes RI No 1405/Menkes/SK/XI/2002 Tentang Persyaratan Kesehatan Lingkungan Kerja Perkantoran dan Industri, didapatkan 35 % dikategorikan Tidak Memenuhi Syarat dan 65 % Dikategorikan Memenuhi Syarat.

Tabel Distribusi Frekuensi Pengukuran Kelembaban Fasilitas Umum di KKP Kelas I Tanjung Priok Bulan Desember Tahun 2011 No 1 2 Kategori MS TMS Jumlah Frekuensi 13 7 20 Persentase (%) 65 35 100

Berdasarkan pengukuran kelembaban yang telah dilakukan di fasilitas umum KKP Kelas I Tanjung Priok hasilnya setelah dibandingkan dengan Kepmenkes RI No 1405/Menkes/SK/XI/2002 Tentang Persyaratan Kesehatan Lingkungan Kerja Perkantoran dan Industri , didapatkan 35 % dikategorikan Tidak Memenuhi Syarat dan 65 % Dikategorikan Memenuhi Syarat.

Tabel Distribusi Frekuensi Pengukuran Pencahayaan Fasilitas Umum di KKP Kelas I Tanjung Priok Bulan Desember Tahun 2011
No 1 2 Kategori MS TMS Jumlah Frekuensi 11 4 15 Persentase (%) 73,3 26,7 100

Berdasarkan pengukuran pencahayaan yang telah dilakukan pada Fasilitas Umum di KKP Kelas I Tanjung Priok, hasilnya setelah dibandingkan dengan Kepmenkes RI No 1405/Menkes/SK/XI/2002 Tentang Persyaratan Kesehatan Lingkungan Kerja Perkantoran dan Industri ,maka terdapat 26,7 % yang dikategorikan Tidak memenuhi syarat dan 73,3 Memenuhi Syarat.

Tabel Distribusi Frekuensi Pengukuran Kebisingan di KKP Kelas I Tanjung Priok Bulan Desember Tahun 2011
No 1 2 Kategori MS TMS Jumlah Frekuensi 1 5 6 Persentase (%) 16,7 83,3 100

Berdasarkan pengukuran kebisingan yang telah dilakukan di KKP Kelas I Tanjung Priok, hasilnya setelah dibandingkan dengan KepGub DKI Jakarta No. 551 Tahun 2001 Tentang Baku Mutu Tingkat Kebisingan Lingkungan,maka terdapat 83,3 % yang dikategorikan Tidak memenuhi syarat dan 16,7 Memenuhi Syarat.

Tabel Distribusi Frekuensi Hasil Pengukuran Debu di KKP Kelas I Pelabuhan Tanjung Priok Bulan Juni Tahun 2011
No 1 2 Kategori MS TMS Jumlah Frekuensi 6 0 6 Persentase (%) 100 0 100

Berdasarkan data pengukuran debu diatas ,hasilnya setelah dibandingkan dengan KepGub DKI Jakarta No. 551 Tahun 2001 Tentang Baku Mutu Ambien Udara, didapatkan seluruh tempat yang dilakukan pengukuran telah Memenuhi Syarat (MS).

Tabel Hasil Inspeksi Sanitasi Terminal Penumpang Nusantara Pura Pelabuhan Kelas I Tanjung PriokTahun 2011 No Variabel Skore 1 2 3 4 5 6 A. Lokasi dan Bangunan
B. Penyehatan ruang dan bangunan

184 97,5 38 257 170 113,5 860 MS

C. ruang kantor D. Fasilitas sanitasi E. Kenyaman dan Keselamatan F. Penyehatan Makanan Jumlah Skore Kategori

Ketentuan (Berdasarkan Ketentuan Format KKP Kelas I pelabuhan Tanjung Priok): 0 s/d 699 : Tidak Memenuhi Syarat Kesehatan 700 s/d 1000 : Memenuhi Syarat Berdasarkan hasil observasi inspeksi sanitasi yang dilakukan didapatkan hasil skore 860 , maka disimpulkan bahwa sanitasi terminal penumpang nusantara pura dua telah memenuhi syarat

Tabel Hasil Observasi Ruang Tunggu Terminal Penumpang Dikantor Kesehatan Pelabuhan Tanjung Priok Kelas I Jakarta Utara Tahun 2011
No 1 Item yang diperiksa Ruang tunggu secara umum (Lokasi dan Lingkungan/halaman) 2 3 Kontruksi Bangunan Fasilitas Sanitasi 15 10 15 11 100 % 90.9 % MS TMS 5 5 100 % MS Skor Skor total % Kategori

Berdasarkan tabel diatas tentang hasil observasi ruang tunggu terminal penumpang di KKP Tanjung Priok Kelas I Tahun 2011 66.7 % memenuhi syarat dan 33.3 % tidak memenuhi syarat yaitu tentang fasilitas sanitasi kontruksi tempat pembuangan sampah sementara tidak memenuhi syarat .

Tabel Hasil Observasi Toilet di Terminal Penumpang Nusantara Pura 2 Pelabuhan Kelas I Tanjung Priok Jakarta Utara Bulan Desember Tahun 2011

No. Item Diperiksa 1 2

yang Score

Score Total

Persenta Kategori se (%) 91 96 TMS TMS

Konstruksi Fasilitas Sanitasi

20 22

22 23

Berdasarkan tabel diatas tentang hasil observasi toilet umum terminal penumpang di KKP Tanjung Priok Kelas I Tahun 2011, dimana sanitasi toilet umum baik dari konstruksi maupun Fasilitas sanitasinya tidak memenuhi syarat.

Tabel Hasil Observasi Mushola di Terminal Penumpang Nusantara Pura 2 Pelabuhan Kelas I Tanjung Priok Bulan Desember Tahun 2011
No . 1 2 3 Item yang Diperiksa Umum Bagian dalam Fasilitas Sanitasi 56 512 400 68 512 400 82 100 100 TMS MS MS Score Score Total Persentase (%) Kategori

Berdasarkan tabel diatas tentang hasil observasi mushola terminal penumpang di KKP Tanjung Priok Kelas I Tahun 2011, dimana observasi secara umum mushola tidak memenuhi syarat. Sedangkan untuk observasi bagian dalam dan fasilitas sanitasi sudah memenuhi syarat.

Tabel Hasil Pemeriksaan Kualitas Udara secara kimia dalam ruangan di KKP Kelas I Tanjung Priok pada bulan Desember 2011
No 1 2 Kategori MS TMS Jumlah Frekuensi 7 0 7 Persentase (%) 100 0 100

Berdasarkan hasil pengukuran debu pada tabel diatas, didapatkan bahwa kualitas udara secara kimia di semua ruangan yang dilakukan pengukuran sudah memenuhi syarat.

Tabel Distribusi Frekuensi Inspeksi Sanitasi Kantor di Gudang KKP Kelas 1 Tanjung Priok Bulan Desember Tahun 2011

No 1 2

Kategori MS TMS Jumlah

Frekuensi 4 0 4

Persentase (%) 100 0 100

Berdasarkan inspeksi sanitasi perkantoran di gudang, dapat disimpulkan bahwa semua kantor yang berada di gudang dari segi sanitasinya sudah memenuhi syarat.

Tabel Inspeksi Sanitasi Gedung / Bangunan dan Pergudangan di KKP Kelas 1 Tanjung Priok Bulan Desember Tahun 2011
No 1 2 Kategori MS TMS Jumlah Frekuensi 4 0 4 Persentase (%) 100 0 100

Berdasarkan hasil inspeksi sanitasi pergudangan pada tabel diatas, dapat disimpulkan bahwa semua gudang yang telah di observasi, dari segi sanitasinya sudah memenuhi syarat.

Tabel Distribusi Frekuensi Hasil Pengujian Parameter Fisika Air Bersih di KKP Kelas I Tanjung Priok Bulan Desember 2011

No 1 2

Kategori MS TMS Jumlah

Frekuensi 11 0 11

Persentase (%) 100 0 100

Berdasarkan tabel diatas Hasil pengujian fisik air bersih dari 11 titik pengambilan sampel, semua sampel memenuhi baku mutu berdasarkan Kepmenkes RI No 492/MENKES/Per/IV/2010.

Tabel Distribusi Frekuensi Hasil Pengujian Parameter Kimia Air Bersih di KKP Kelas I Tanjung Priok Bulan Desember 2011
No 1 2 Kategori MS TMS Jumlah Frekuensi 10 1 11 Persentase (%) 90 10 100

Berdasarkan tabel diatas Hasil pengujian kimia air bersih dari 11 titik pengambilan sampel, 1 sampel kadar Fe tidak memenuhi baku mutu berdasarkan Kepmenkes RI No 492/MENKES/Per/IV/2010.

Tabel Distribusi Frekuensi Hasil Pengujian Parameter Bakteriologis Air Bersih di KKP Kelas I Tanjung Priok Bulan Desember 2011
No 1 2 Kategori MS TMS Jumlah Frekuensi 10 1 11 Persentase (%) 90 10 100

Berdasarkan tabel diatas Hasil pengujian Bakteriologis air bersih dari 11 titik pengambilan sampel, semua sampel memenuhi baku mutu berdasarkan Kepmenkes RI No 492/MENKES/Per/IV/2010.

Tabel Distribusi Frekuensi Hasil Observasi Tempat Penampungan Sampah Sementara di KKP Kelas I Pelabuhan Tanjung Priok Bulan Desember Tahun 2011
No 1 2 Kategori MS TMS Jumlah Frekuensi 0 5 5 Persentase (%) 0 100 100

Berdasarkan hasil observasi pada tabel diatas , dapat disimpulkan bahwa semua TPS yang telah di observasi tidak memenuhi syarat konstruksi.

Sistem Pengelolaan Sampah Di KKP Kelas I Tanjung Priok


Tahap Pengumpulan Tempat sampah

Trash bag Tahap Pengangkutan Gerobak sampah

Tahap penyimpanan

TPS(Tempat Penampungan Sementara)

TPA (Tempat Pembuangan Akhir)

Pengangkutan dengan truk sampah

Tabel Hasil Pemeriksaan Sampel Air Permukaan di Pelabuhan Tanjung Priok Bulan Mei Tahun 2011
No. Lokasi Parameter yang Diperiksa Cu mg/l PP 82 Tahun 2001 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 Kali Ancol 1 Kali Ancol 2 Kali Ancol 3 Kali Ancol 4 Kali Ancol 5 Kali Japat 1 Kali Japat 2 Kali Japat 3 Kali Japat 4 Kali Japat 5 Kali Kresek 1 Kali Kresek 2 Kali Kresek 3 Kali Kresek 4 Kali Kresek 5 Kali Lagoa 1 Kali Lagoa 2 Kali Lagoa 3 Kali Lagoa 4 Kali Lagoa 5 0.2 1.10 1.65 1.59 1.43 1.49 1.25 1.60 1.48 1.42 1.50 2.85 1.38 2.45 1.48 2.52 0.62 0.68 7.90 0.98 0.82 Cr6+ mg/l 1 0.249 0.218 0.248 0.221 0.234 0.218 0.230 0.242 0.218 0.236 0.131 0.161 0.182 0.148 0.162 0.165 0.182 0.158 0.162 0.161 Fe mg/l 0.3 0.46 0.44 0.50 0.49 0.48 0.48 0.44 0.50 0.59 0.48 0.56 0.66 0.72 0.68 0.59 0.64 0.58 0.69 0.72 0.62 NO2 mg/l 0.06 61 60 55 58 59 60 61 58 60 59 30 25 28 26 27 29 28 26 29 30 NO3 mg/l 20 34.00 29.70 25.90 26.80 27.90 32.00 28.40 29.50 30.40 29.50 12.10 9.90 10.10 12.40 11.80 19.00 18.50 17.80 19.20 18.00 SO4 mg/l 400 500 480 490 470 520 520 490 480 490 500 480 360 395 384 450 190 280 240 250 256 5-9 7.4 7.4 7.3 7.4 7.3 7.4 7.4 7.3 7.4 7.4 7.2 7.2 7.4 7.4 7.2 7.2 7.2 7.4 7.4 7.2 pH

Tabel Hasil Pemeriksaan Sampel Air Permukaan di Pelabuhan Tanjung Priok Bulan September Tahun 2011
No. Lokasi Parameter yang Diperiksa Cu mg/l PP 82 Tahun 2001 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 Kali Ancol 1 Kali Ancol 2 Kali Ancol 3 Kali Ancol 4 Kali Ancol 5 Kali Japat 1 Kali Japat 2 Kali Japat 3 Kali Japat 4 Kali Japat 5 Kali Kresek 1 Kali Kresek 2 Kali Kresek 3 Kali Kresek 4 Kali Kresek 5 Kali Lagoa 1 Kali Lagoa 2 Kali Lagoa 3 Kali Lagoa 4 0.2 1.15 0.44 1.35 1.15 1.46 0.41 0.22 1.46 0.23 0.28 0.31 0.26 0.36 0.12 3.56 0.46 0.28 1.09 0.12 Cr6+ mg/l 1 0.165 0.070 0.210 0.029 0.135 0.1 0.029 0.21 0.031 0.057 0.171 0.058 0.036 0.12 0.210 0.076 0.043 0.147 0.256 Fe mg/l 0.3 0.81 0.36 0.72 0.63 0.66 0.73 0.34 0.36 0.24 0.25 0.54 0.33 0.17 0.07 0.72 0.72 0.43 0.82 0.29 NO2 mg/l 0.06 41 13 60 35 30 12 13 12 41 52 12 51 54 10 8 20 13 37 28 NO3 mg/l 20 17.2 5 17.5 13.4 16.1 4.8 3.5 12.5 8.4 8.3 15 9.5 10.8 2.7 1 9 4.8 20.1 7.7 SO4 mg/l 400 111 118 138 132 141 3.5 93 43 49 52 48 39 43 35 0.18 0.33 0.14 0.60 0.43 5-9 7.2 6.2 7.6 7.2 7.4 7.1 7.1 6.4 7.0 7.1 7.7 7.3 7.6 7.3 7.6 7.2 8.2 7.2 8.1 pH

Berdasarkan data kualitas kimia air permukaan dari bulan mei sampai bulan september mengalami perubahan penurunan tingkat cemaran, yaitu dimana pada bulan Mei cemaran berupa kadar Cu, Fe, NO3, NO2, SO4 sementara pada bulan september cemarannya menjadi Cu, Fe, NO3, NO2, berarti kadar SO4 sudah memenuhi syarat pada bulan September.

Tabel Hasil Identifikasi Tikus


Panjak Telapak Gigi No Species tikus Sex BB Badan ekor belakan g 1 Rattus Norvegicus 2 Gigi Jantan 150 seri gr 200mm 175 mm/87, 5 % dari P.badan 40 mm 23 mm Hasil Fumigasi Telinga Panjang Panjang kaki g daun Mamae Pinjal Panjan Jumlah Metode

Berdasarkan tabel diatas, maka tikus yang diidentifikasi itu merupakan jenis tikus Rattus Norvegicus yang memiliki ciri-ciri sebagai berikut : Punggung berwarna coklat Dada dan perut berwarna abu-abu Ekor berwarna gelap pada bagian bawah, 2 warna bercampur pada sisi ekor Habitat di got dan sekitar nya, biasanya hidup di kota dan pelabuhan

Tabel Distribusi Frekuensi Hasil Kuesioner Tentang Pengetahuan Responden Mengenai pengendalian Tikus di Kapal Pelabuhan Kelas I Tanjung Priok Bulan Desember Tahun 2011
NO 1 2 3 4 Jumlah Kategori Baik Cukup Kurang Kurang Sekali Jumlah 2 2 1 5 % 40 40 20 100

Berdasarkan hasil wawancara mengenai pengetahuan tentang pengendalian tikus di kapal, didapatkan : 2 dari 5 responden yang diwawancarai pengetahuan tentang pengendalian tikus di kapal dikategorikan cukup. 2 dari 5 responden yang diwawancarai pengetahuan tentang pengendalian tikus di kapal dikategorikan kurang 1 dari 5 responden yang diwawancarai pengetahuan tentang pengendalian tikus di kapal dikategorikan kurang sekali

Tabel Distribusi Frekuensi Hasil Kuesioner Tentang Sikap Responden Mengenai Pengedalian Tikus di Kapal Pelabuhan Kelas I Tanjung Priok Bulan Desember Tahun 2011

NO 1 2 3 4 Jumlah

Kategori Baik Cukup Kurang Kurang Sekali

Jumlah 1 1 3 5

% 20 20 60 100

Berdasarkan hasil wawancara mengenai sikap responden tentang pengendalian tikus di kapal, didapatkan : 1 dari 5 responden yang diwawancarai sikap responden tentang pengendalian tikus di kapal dikategorikan Baik. 1 dari 5 responden yang diwawancarai sikap responden tentang pengendalian tikus di kapal dikategorikan Cukup. 3 dari 5 responden yang diwawancarai sikap responden tentang pengendalian tikus di kapal dikategorikan Kurang.

Tabel Hasil Survey Jentik di Wilayah Perimeter Pelabuhan Tanjung Priok Bulan Desember Tahun 2011
House Jumlah Bangunan yg diperiksa 15 10 + 5 50 Jumlah container yg diperiksa 44 + 6 % 33.33 % 12.00 % 40.00 5 Index (HI) Container Index (CI) Breteau Index (BI) Density Figure (DF)

Density figure sama dengan 5 berarti besar kemungkinan transmisi penyakit demam kuning (yellow fever).

Tabel Distribusi Frekuensi Hasil Observasi Tempat Untuk Pengendalian Vektor Jentik di Wilayah Perimeter Pelabuhan Tanjung Priok Bulan Desember Tahun 2011
No Kategori . 1 2 Memenuhi Syarat Tidak Memenuhi Syarat Jumlah 0 15 15 0 100 100 Jumlah Persentase (%)

Berdasarkan tabel diatas tentang hasil observasi tempat untuk pengendalian vektor jentik di wilayah perimeter pelabuhan tanjung priok bulan desember tahun 2011 bahwa 100% tidak memenuhi syarat kesehatan sehingga mendukung untuk menjadi breading place jentik atau rest area nyamuk.

Tabel Hasil Penangkapan dan Identifikasi Nyamuk di Area Kantor KKP Kelas I Tanjung priok Bulan Desember Tahun 2011
Jumlah Lokasi Area KKP Waktu tertangkap Kantor Pukul 21.30 s/d 18. Ekor Kelas I 22.30 16 nyamuk jenis Culex sp betina 2 nyamuk jenis culex ekor yang Hasil identifikasi

Tanjung Priok

sp betina

Dari tabel diatas setelah dilakukan penangkapan dan identifikasi didapatkan 16 nyamuk Culex sp betina dan 2 nyamuk Culex sp jantan.

Tabel Distribusi Frekuensi Kepadatan Lalat di TPS,Rumah Makan dan Gudang KKP Kelas I Tanjung Priok bulan Desember Tahun 2011
No 1 Kategori Tidak bermasalah 2 3 4 Rendah Sedang Padat Jumlah 2 3 8 14 14,28 21,42 57,14 100 Frekuensi 1 Persentase (%) 7,16

Berdasarkan pengukuran kepadatan lalat yang telah dilakukan di TPS, Rumah Makan dan Gudang KKP Kelas I Tanjung Priok hasilnya setelah dibandingkan dengan indeks kepadatan lalat , didapatkan 57,14 % dari 14 tempat yang dilakukan pengukuran dikategorikan padat.

Tabel Hasil Pemeriksaan Kualitas Makanan Secara Bakteriologis Tempat Pengelolaan Makanan Wilayah KKP Kelas I Tanjung Priok Bulan Oktober Tahun 2011
No . 1 2 Memenuhi Syarat Tidak Memenuhi Syarat Jumlah 6 0 6 100 0 100 Kategori Jumlah Persentase (%)

Berdasarkan tabel diatas, kualitas makanan secara bakteriologis pada bulan Oktober 2011 semua sampel yang diperiksa memenuhi syarat.

Tabel Distribusi Frekuensi Inspeksi Sanitasi Tempat Pengelolaan Makanan Wilayah KKP Kelas I Tanjung Priok Bulan Desember Tahun 2011
No . 1 2 Memenuhi Syarat Tidak Memenuhi Syarat Jumlah 0 5 5 0 100 100 Kategori Jumlah Persentase (%)

Dari hasil tabel diatas, didapatkan bahwa semua TPM di KKP Kelas I Tanjung Priok dikategorikan tidak memenuhi syarat.

GRAFIK DISTRIBUSI KEDATANGAN KAPAL BULAN DESEMBER TAHUN 2011

60 50 JUMLAH KAPAL 40 30 20 10 0 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18

WAKTU KEDATANGAN KAPAL

Dari grafik diatas, dapat diketahui kedatangan kapal paling banyak yaitu pada tanggal 2 desember 2011dengan jumlah 56 kapal dan paling sedikit yaitu pada tanggal 4 desember 2011 dengan jumlah 4 kapal.

Tabel Distribusi Frekuensi Inspeksi Sanitasi Kapal KKP Kelas I Tanjung Priok Bulan Desember Tahun 2011

No . 1 2

Kategori

Jumlah

Persentase (%)

Memenuhi Syarat Tidak Memenuhi Syarat Jumlah

8 3 11

72,7 27,3 100

Berdasarkan tabel diatas, kapal yang dilakukan inspeksi sanitasi di pelabuhan tanjung priok bulan desember tahun 2011 didapatkan sebanyak 3 kapal tidak memenuhi syarat dari sanitasinya dengan persentase 27,3 %.

RUMUSAN MASALAH
(Masalah A) 4 Dari 15 titik pengukuran pencahayaaan ruangan pada bulan Desember tahun 2011 di Pelabuhan Kelas I Tanjung Priok Jakarta , pencahayaan ruangannya dikategorikan tidak memenuhi syarat. (Masalah B ) 7 dari 20 titik pengukuran suhu di Pelabuhan Kelas I Tanjung Priok Jakarta pada bulan Desember tahun 2011 suhu ruangannya dikategorikan tidak memenuhi syarat. (Masalah C ) 7 dari 20 titik pengukuran kelembaban di Pelabuhan Kelas I Tanjung Priok Jakarta pada bulan Desember tahun 2011 kelembaban ruangannya dikategorikan tidak memenuhi syarat. (Masalah D ) 5 dari 6 titk pengukuran tingkat kebisingan di Pelabuhan Kelas I Tanjung Priok Jakarta pada bulan Desember tahun 2011, tingkat kebisingannya dikategorikan tidak memenuhi syarat. (Masalah E ) 6 dari 11 lokasi pengambilan sampel air di Pelabuhan Kelas I Tanjung Priok Jakarta pada bulan Desember tahun 2011 kualitas air bersih secara kimia tidak memenuhi syarat. (Masalah F) 5 dari 20 lokasi pengambilan sampel air permukaan di Pelabuhan Kelas I Tanjung Priok Jakarta pada bulan Desember tahun 2011 kadar Fe pada air permukaannya tidak memenuhi syarat.

(Masalah G) 17 dari 20 Lokasi pengambilan sampel air permukaan di Pelabuhan Kelas I Tanjung Priok Jakarta pada bulan Desember tahun 2011 kadar Cu pada air permukaannya tidak memenuhi syarat. (Masalah H) 5 dari 15 bangunan ya ng diperiksa jentik nyamuknya di Wilayah Perimeter Pelabuhan Kelas I Tanjung Priok Jakarta pada bulan Desember tahun 2011 terdapat jentik dengan nilai density figure 5 (Masalah I ) 8 dari 14 titik yang dilakukan pengukuran kepadatan lalat di Pelabuhan Kelas I Tanjung Priok Jakarta pada bulan Desember tahun 2011 kepadatan lalatnya dikategorikan padat. (Masalah J) Semua tempat sebanyak 20 lokasi pengambilan sampel air permukaan di Pelabuhan Kelas I Tanjung Priok Jakarta pada bulan Desember tahun 2011 Kadar NO2 pada air permukaannya tidak memenuhi syarat. (Masalah K) 1 dari 20 lokasi pengambilan sampel air permukaan di Pelabuhan Kelas I Tanjung Priok Jakarta pada bulan Desember tahun 2011 Kadar NO3 pada air permukaannya tidak memenuhi syarat (Masalah L) 3 dari 11 kapal yang dilakukan inspeksi sanitasi di Pelabuhan Kelas I Tanjung Priok Jakarta pada bulan Desember tahun 2011 terdapat keberadaan kecoa. (Masalah M) 1 dari 11 kapal yang dilakukan inspeksi sanitasi di Pelabuhan Kelas I Tanjung Priok Jakarta pada bulan Desember tahun 2011 terdapat keberadaan tikus.

Penetapan Prioritas Masalah


Tabel Pemilihan dan Penetapan Prioritas Masalah Kesehatan Lingkungan
No Nilai criteria/indicator Masalah Kesehatan Lingkungan 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Masalah A Masalah B Masalah C Masalah D Masalah E Masalah F Masalah G Masalah H Masalah I Community Prevalence Seriousness Manageability Concern 2 3 3 2 3 2 2 5 3 2 2 4 4 2 2 2 2 2 2 3 4 4 4 1 3 3 2 2 2 2 4 2 2 4 3 3 1 2 3 4 3 3 3 3 2 2 3 3 2 1 4 4 penilaian 32 36 36 36 72 16 24 240 108 48 2 96 144 Hasil

10 Masalah J 11 Masalah K 12 Masalah L 13 Masalah M

Hasil Perkalian dari nilai masing masing kriteria/indikator yang dinilai dari setiap masalah kesehatan lingkungan dengan 2 angka tertinggi merupakan prioritas utama masalah yang harus segera diselesaikan. Dengan demikian berdasarkan hasil penilaian (scoring) terhadap 13 masalah kesehatan lingkungan yang ditetapkan sebagai prioritas utama dengan menggunakan metode Bryant adalah : Masalah H dengan nilai 240 yaitu 5 dari 15 bangunan yang diperiksa jentik nyamuknya di Wilayah Perimeter Pelabuhan Kelas I Tanjung Priok Jakarta pada bulan Desember tahun 2011 terdapat jentik dengan nilai density figure 5 Masalah M dengan nilai 144 yaitu 1 dari 11 kapal yang dilakukan inspeksi sanitasi di Pelabuhan Kelas I Tanjung Priok Jakarta pada bulan Desember tahun 2011 terdapat keberadaan tikus.

Faktor Penyebab
A) Penyebab Langsung 1. Didalam kapal terdapat sampah yang berserakan 2. Tempat sampah tidak dibedakan antara sampah basah (organik) dengan sampah kering (anorganik) 3. Kapal tidak dilengkapi dengan Rat Guard pada setiap tali kapal, saat kapal sandar 4. Penyimpanan makanan tidak disimpan dengan rapi dan tidak tertutup B) Penyebab Tidak Langsung  Unsur Manusia - Aspek Pengetahuan 1. 40 % dari 5 responden ABK kapal di Pelabuhan Kelas I Tanjung Priok pada bulan Desember 2011 berpengetahuan kurang baik tentang Cara Pengendalian Tikus di Kapal. 2. 40 % dari 5 responden ABK kapal di Pelabuhan Kelas I Tanjung Priok pada bulan Desember 2011 berpengetahuan kurang baik tentang Agent penular penyakit pes. 3. 40 % dari 5 responden ABK kapal di Pelabuhan Kelas I Tanjung Priok pada bulan Desember 2011 berpengetahuan kurang baik tentang Cara Penularan penyakit yang disebabkan oleh tikus. 4. 40 % dari 5 responden ABK di Pelabuhan Kelas I Tanjung Priok pada bulan Desember 2011 berpengetahuan kurang baik tentang Cara pemberantasan tikus dan pinjal di kapal. - Aspek Sikap 60% dari 5 ABK di Pelabuhan Kelas I Tanjung Priok pada bulan Desember 2011 mempunyai sikap kurang baik dalam melakukan pengendalian tikus.

Rumusan Tujuan Penyelesaian Masalah


Menurunnya keberadaan tikus di kapal pelabuhan kelas I Tanjung Priok pada bulan Desember 2011 dari 1 ekor menjadi bebas tikus pada bulan Januari 2012 melalui usaha petugas fumigasi di KKP Kelas I Tanjung Priok.

Alternatif Penyelesaian Masalah


Alternatif Penyelesaian No 1. Penyebab Langsung 1. Didalam kapal terdapat sampah yang berserakan Penyebab Masalah Masalah Teknis: -Membuat tempat sampah mencukupi dan

2.Tempat sampah tidak dibedakan antara sampah basah yang (organik) dengan sampah kering (anorganik)

memadai timbulan sampah ada di kapal serta

3. Kapal tidak dilengkapi dengan Rat Guard pada setiap yang tali kapal, saat kapal sandar

Membuat

tempat

sampah

4. Penyimpanan makanan tidak disimpan dengan rapi dan yang dibedakan berdasarkan tidak sesuai dengan jenisnya jenisnya, misalnya ada tempat sampah anorganik. -Memasang Rat Guard pada setiap Tali kapal -Melakukan Fumigasi organik dan

Alternatif Penyelesaian Masalah


2. Penyebab Tidak Langsung Unsur Masukan ( Manusia) -U nsur Manusia Aspek Pengetahuan Rekayasa sosial -Penyuluhan kepada para ABK kapal tentang Faktor-faktor yang

1. 40 % dari 5 responden ABK kapal di Pelabuhan Kelas I Tanjung Priok mempengaruhi keberadaan tikus dan pada bulan Desember 2011 berpengetahuan kurang baik tentang Cara pengendalian tikus di kapal Pengendalian Tikus di Kapal. -Pemberian pamflet kepada para ABK yang berisi tentang

2. 40 % dari 5 responden ABK kapal di Pelabuhan Kelas I Tanjung Priok kapal

pada bulan Desember 2011 berpengetahuan kurang baik tentang pengendalian tikus di kapal Agent penular penyakit pes. 3. 40 % dari 5 responden ABK kapal di Pelabuhan Kelas I Tanjung Priok pada bulan Desember 2011 berpengetahuan kurang baik tentang Cara Penularan pnyakit yang disebabkan oleh tikus. 4. 40 % dari 5 responden ABK di Pelabuhan Kelas I Tanjung Priok pada bulan Desember 2011 berpengetahuan kurang baik tentang Cara pemberantasan tikus dan pinjal di kapal. Aspek Sikap 60 % dari 5 responden ABK di Pelabuhan Kelas I Tanjung Priok pada bulan Desember 2011 mempunyai sikap kurang baik dalam melakukan pengendalian tikus.

Rencana Operasional Pembuatan tempat sampah yang mencukupi dan memadai timbulan sampah yang ada di kapal
Uraian Kegiatan Waktu Tempat Di salah satu ruangan di Kapal Pelaksana Petugas KKP Kelas I Tanjung Priok Memaparkan masalah keberadaan tikus di kapal yang salah satu penyebabnya adalah pengelolaan sampah dan tempat sampah yang tidak memadai di kapal tersebut Pembentukkan Panitia Pelaksanaan 10 Januari 2012 Di salah satu ruangan di Kapal Petugas KKP Kelas I Tanjung Priok dan kepala serta para ABK kapal Persiapan pembelian tempat sampah yang sudah memenuhi syarat dan terpisah antara organik dan anorganik Menata tempat sampah di sudutsudut ruangan kapal, agar terlihat rapi 12 Januari 2012 Seluruh ruangan di kapal Panitia Pelaksana 11 Januari 2012 Panitia Pelaksana Biaya dari pihak kapal yang bersangkutan Ceramah dan Diskusi 09 Januari 2012 Di salah satu ruangan di Kapal Petugas KKP Kelas I Tanjung Priok Ceramah dann Diskusi Metode Penyampaian teori dan diskusi Biaya Tidak ada Melakukan Pertemuan dengan Kepala 08 Januari 2012 Kapal yang bersangkutan

Rencana operasional penyelesaian masalah kesehatan lingkungan dengan fumigasi kapal.


Uraian Kegiatan Melakukan Pertemuan dengan Kepala Kapal yang bersangkutan Memaparkan masalah keberadaan tikus di kapal yang perlu untuk dibasmi karena bisa menjadi pembawa penyakit berbahaya seperti penyakit pes. Pembentukkan Panitia Pelaksanaan 04 Januari 2012 Di salah satu ruangan di Kapal Persiapan alat dan bahan yang dibutuhkan untuk fumigasi 05 Januari 2012 Petugas KKP Kelas I Ceramah dan Diskusi Tanjung Priok Panitia Pelaksana Biaya Anggaran KKP Kelas I Tanjung Priok Mengecek seluruh kapal untuk memastikan tidak terdapat orang di dalam kapal dan tidak terdapat celah udara Melakukan Fumigasi 06 Januari 2012 Seluruh ruangan di kapal Melakukan pembebasan dengan mengecek hasil fumigasi apakah terdapat tikus yang mati atau tidak 07 Januari 2012 Seluruh ruangan di kapal Panitia Pelaksana Observasi Panitia Pelaksana 06 Januari 2012 Seluruh ruangan di kapal Panitia Pelaksana Observasi 03 Januari 2012 Waktu 02 Januari 2012 Tempat Di salah satu ruangan di Kapal Di salah satu ruangan di Kapal Pelaksana Metode Biaya Tidak ada Petugas KKP Kelas I Penyampaian teori Tanjung Priok Petugas KKP Kelas I Tanjung Priok dan diskusi Ceramah dann Diskusi -

Rencana operasional penyelesaian masalah kesehatan lingkungan dengan memasang rat guard pada setiap tali kapal
Uraian Kegiatan Melakukan Pertemuan dengan Kepala/Kapten Kapal yang bersangkutan Memaparkan masalah keberadaan tikus di kapal yang salah satu penyebabnya adalah tidak adanya rat guard untuk mencegah masuknya tikus pada saat kapal mendarat/berlabuh menuju daratan. Pembentukkan Panitia Pelaksanaan 04 Januari 2012 Salah satu ruangan di kapal Petugas KKP Kelas I Tanjung Priok dan kepala serta para ABK kapal Persiapan alat dan bahan pembuatan rat guard 05 Januari 2012 Panitia Pelaksana Biaya dari pihak kapal yang bersangkuta n Pemasangan rat guard 06 Januari 2012 Pada setiap tali kapal Pengawasan terhadap petugas dalam kegiatan pemasangan rat guarad secara rutin. Evaluasi 08 Januari 2012 Panitia Pelaksana Ceramah dan Diskusi 07 Januari 2012 Pada setiap kapal Panitia Pelaksana Observasi Panitia Pelaksana Ceramah dan Diskusi 03 Januari 2012 Waktu 02 Januari 2012 Tempat Salah satu ruangan di kapal Salah satu ruangan di kapal Pelaksana Petugas KKP Kelas I Tanjung Priok Metode Penyampaian teori dan diskusi Biaya Tidak ada

Petugas KKP Kelas I Ceramah dann Diskusi Tanjung Priok

Rencana operasional penyelesaian masalah kesehatan lingkungan dengan penyuluhan tentang faktor-faktor yang mempengaruhi keberadaan tikus dan pengendalian tikus
Uraian Kegiatan Melakukan Pertemuan dengan Kepala/ Kapten kapal yang bersangkutan Memaparkan masalah mengenai keberadaan tikus di kapal yang salah satu penyebabnya karena masih rendahnya pengetahuan ABK mengeani pengendalian tikus di kapal Pembentukkan Panitia Pelaksanaan 04 Januari 2012 Petugas KKP Kelas I Tanjung Priok Persiapan alat, tempat untuk penyuluhan 05 Januari 2012 Panitia Pelaksana Ceramah dann Diskusi Biaya Anggaran KKP Kelas I Tanjung Priok Pelaksanaan Penyuluhan 06 Januari 2012 Salah satu ruangan di wilayah KKP Kelas I Tanjung Priok Panitia Pelaksana Biaya Anggaran KKP Kelas I Tanjung Priok Evaluasi 07 Januari 2012 Panitia Pelaksana Ceramah dan Diskusi 03 Januari 2012 Waktu 02 Januari 2012 Tempat Pelaksana Metode Penyampaian teori dan diskusi Ceramah dann Diskusi Biaya Tidak ada Salah satu ruangan Petugas KKP Kelas I di kapal Tanjung Priok

Salah satu ruangan Petugas KKP Kelas I di kapal Tanjung Priok

Rencana operasional penyelesaian masalah kesehatan lingkungan dengan pemberian pamflet


Uraian Kegiatan Melakukan Pertemuan dengan Kepala/Kapten Kapal yang bersangkutan Waktu 02 Januari 2012 Tempat Salahsatu ruangan di kapal Pelaksana Petugas KKP Kelas I Tanjung Priok Memaparkan masalah mengenai keberadaan tikus di kapal yang salah satu penyebabnya karena masih rendahnya pengetahuan ABK mengeani pengendalian tikus di kapal Pembentukkan Panitia Pelaksanaan 04 Januari 2012 Petugas KKP Kelas I Tanjung Priok Persiapan alat dan bahan pembuatan pamfet 05 Januari 2012 Panitia Pelaksana Biaya Anggaran KKP Kelas I Tanjung Priok Pemberian pamflet mengenai pengendalian tikus pada kapal yang berisiko terdapat tikus. Evaluasi 07 Januari 2012 Panitia Pelaksana Ceramah dan Diskusi 06 Januari 2012 Panitia Pelaksana Ceramah dann Diskusi 03 Januari 2012 Salahsatu ruangan di kapal Petugas KKP Kelas I Tanjung Priok Ceramah dann Diskusi Metode Biaya

Penyampaian teori Tidak ada dan diskusi

Kesimpulan
1. Pelabuhan Tanjung Priok berlokasi di Jalan Raya Pelabuhan No. 17 Tanjung Priok 14310 dan termasuk pelabuhan Kelas I yang susunan organisasinya terdiri dari bagian tata usaha; bidang pengendalian karantina dan surveilans epidemiologi; bidang pengendalian risiko lingkungan; bidang upaya kesehatan dan lintas wilayah; instalasi; wilayah kerja; dan kelompok jabatan fungsional. 2. Masalah kesehatan lingkungan yang didapat dari data primer dan sekunder adalah pencahayaan yang tidak memenuhi syarat, suhu dan kelembaban yang tidak memenuhi syarat, kualitas air bersih secara kimia yang tidak memenuhi syarat, kualitas air permukaan yang tidak memenuhi syarat, kepadatan lalat di TPM dan TPS yang berkategori padat, keberadaan jentik di wilayah perimeter, keberadaan kecoa dan tikus di kapal. 3. Prioritas masalah kesehatan lingkungan di pelabuhan kelas I Tanjung Priok yaitu 1 dari 11 kapal yang diperiksa di Pelabuhan Kelas I Tanjung Priok Jakarta Utara pada bulan Desember 2011 ditemukan keberadaan tikus.

Kesimpulan
4. Faktor penyebab dari masalah yang diprioritaskan yaitu : untuk penyebab langsung adalah Didalam kapal terdapat sampah yang berserakan, Tempat sampah tidak dibedakan antara sampah basah (organik) dengan sampah kering (anorganik), Kapal tidak dilengkapi dengan Rat Guard pada setiap tali kapal, saat kapal sandar, Penyimpanan makanan tidak disimpan dengan rapi dan tidak sesuai dengan jenisnya. Faktor Penyebab tidak langsung yaitu kurangnya pengetahuan ABK tentang Cara Pengendalian Tikus di Kapal, Agent penular penyakit pes, Cara Penularan penyakit yang disebabkan oleh tikus, Cara pemberantasan tikus dan pinjal di kapal, sikap yang kurang baik dari ABK dalam melakukan pengendalian tikus. 5. Alternatif penyelesaian masalah yaitu untuk rekayasa teknis : Membuat tempat sampah yang mencukupi dan memadai timbulan sampah yang ada si kapal, Membuat tempat sampah yang dibedakan berdasarkan jenisnya, misalnya ada tempat sampah organik dan anorganik, Memasang Rat Guard pada setiap Tali kapal, Rekayasa sosial : Penyuluhan tentang pengendalian tikus dan Pemberian pamflet.

Saran
Segera melakukan tindakan untuk penanggulangan masalah kesehatan lingkungan pada sarana dan prasarana transportasi yang masih tidak memenuhi sayarat dan disosialisasikan kepada pengambil kebijakan yang hubungannya dengan transportasi tersebut. Secara tekhnis program pengendalian factor risiko lingkungan di kawasan pelabuhan sudah terprogram dengan baik namun perlu ditingkatkan koordinasi penanggung jawab program dengan stake holder yang ada di kawasan pelabuhan. Pengawasan dan pelaksanaan pada program yang sudah ada dilakukan secara berkala dan dilakukan sesuai protap sehingga menghasilkan data yang lengkap.

TERIMA KASIH