Anda di halaman 1dari 19

Statistika Matematika I

Dosen :
1. Suyitno 2. Haeruddin
Sumber :
1. Pengantar Teori Peluang :
Maman A. Djauhari . Dikti 1996
2. Statistika Matematika Modern : Satya N.
Misra, Edward J. dudewicz
3.Introduction to mathematical Statistics :
Hogg. R.V- Craig 1978
4. An Introduction to Probability Theory ang
Mathematical Statistcs : Rohatgi V K 1972
I. Teori Peluang
A. Ruang Sampel dan Peristiwa
1. Eksperimen acak (Random Experiment)
Dalam berbagai kegiatan sering dilakukan percobaan
atau eksperimen.
Hasil ekperimen akan memberikan informasi tentang
masalah yg dihadapi, dalam kegiatan tersebut.
Suatu eksperimen dinamakan eksperimen acak jika
mempunyai karakteristik :
a. Hasil eksperimen tidak dapat diduga sebelumnya dg
tingkat keyakinan yg pasti
b. Semua hasil yg mungkin dapat diidentifikasi
terkandung dalam suatu himpunan
c. Dapat diasumsikan bisa dilakukan berulang-ulang
dalam kondisi yg sama
2. Ruang sampel
Ruang sampel (sample space) adalah himpunan semua
hasil yg mungkin suatu eksperimen acak . Pada bahasan
ini ruang sampel dinotasikan dg S.

Contoh 1 :
Periksa apakah berikut merupakan eksperimen acak, jika
ya tentukan ruang sampelnya :
1. eksperimen melantunkan sebuah mata uang
2. eksperimen melemper dadu sekali
3. memilih secara acak pengunjung di mall, kemudian
dicatat usianya.

Misalkan S adalah ruang sampel acak dan A adalah
suatu himpunan bagian dari S . Jika hasil eksperimen
terkandung dalam S , maka dikatakan bahwa peristiwa A
telah terjadi.
Jadi, peristiwa suatu eksperimen acak memberikan hasil
dg sifat tertentu yaitu himpunan bagian dari ruang
sampel.

Contoh 2 ;
Sebuah mata uang dilantukan 3 kali
a. Tentukan ruang sampelnya
b. Tulislah peristiwa-peristiwa berikut dalam betuk
himpunan :
U = peristiwa M (muka) 1 kali
V = peristiwa M muncul 2 kali
W = peristiwa M muncul paling banyak 1 kali

A

Contoh 3 : (seperti contoh 2)


Dua buah dadu dilempar sekaligus
A menyatakan peristiwa jumlah nilai kedua dadu 7
B menyetakan peristiwa jumlah nilai kedua dadu < 5
C menyatakan peristiwa beda nilai kedua dadu > 4

Dalam teori himpunan terdapat berbagai operasi antar
himpunan seperti gabungan, irisan, komplemen dll.
Bagaimana pengetian operasi-operasi tsb, jika istilah
himpunan diganti dengan peristiwa ?
Beberapa bentuk operasi dasar antar peristiwa dan
opersi dasar antar himpunan serta lambangnya
dikemukankan pada tabel berikut :
.
Lambang Pengertian Himpunan Pengertian Peristiwa



A - B
S

gabungan A atau B
irisan A dan B
komplemen dari A
selisih A dan B
himpunan semesta
himpunan kosong

A himpunan bagian
dari B
peristiwa A atau B
peristiwa A dan B
peristiwa bukan A
peristiwa A ttp bukan B
peristiwa yg pasti terjadi
peristiwa yg pasti tdk
terjadi
jika peristiwa A terjadi
maka peristiwa B terjadi
pula
B A
B A
c
A
C
B Ac
Untuk memperjelas pengertian yg disajikan
pada tabel, perhatikan gambar berikut :
S S

A B A B


Daerah berwarna = Daerah yg diarsir =
A U B = peristiwa A A n B = peristiwa A
atau B dan B

c
A
.
S S

A B




Daerah yg tidak diarsir adl Derah yg diarsir adalah
A
c
= peristiwa bukan A A - B = peristiwa A tetapi
bukan B
Contoh 4 :
Dikethaui ruang sampel :
S = { (x,y)| x = 0, 1, 2 dan y = 0, 1, 2 }
dan peristiwa-peristiwa :
A = {(x,y) | (x,y) = (0,0), (1,0), (1,1) }
B = { (x,y) | (x,y) = (1,1), (1,2), (2,1)}
Tentukan peristiwa :
a. b. c. A B
d. A
c
dan B
c
e. (A B)
c.
B A B A
} 1
1
1
| { s s
+
x
k
x
}
1
0 | {
k
x x < <
Contoh 5 ;
Diket ruang sampel : S = { x | 0 < x < 1 } dan
peristiwa-peristiwa :

Ak =


Bk =

k = 1, 2, 3, . . .

Tentukan : a.

b.

=
=
1
3 2 1
k
k
A A A A

=
=
1
2 1
k
k
A A A
B A B A dan
Contoh 6 :
Diket ruang sampel S = { (x,y) | 0 < x < 1 ; 0 < y < 1 } , dan
peristiwa-peristiwa :
A = { (x,y) | 0 < x + y < 1 }
B = { (x,y) | x + y > 1/2}
Tentukan :

B. Peluang Suatu Peristiwa
a. Pengertian Lapangan (Field)
Sebelum membahas tentang lapangan memerlukan
konsep ketertutupan berikut :
Misal koleksi himpunan bagian dari ruang sampel
S, (artinya anggota dari adalah himpunan bagian
dari S). Maka dikatakan tertutup terhadap operasi
* jika pengoperasian * terhadap satu atau beberapa
himpunan dalam menghasilkan himpunan dalam
lagi.
Contoh :
1. Jika untuk setiap A di , maka berlaku di
maka dalam hal ini tertutup terhadap operasi
komplemen.
O
O
O
O
O
c
A
O
O
O
2. Jika untuk setiap A dan B berlaku di , maka
tertutup terhadap operasi gabungan dua himpunan.
3. Misal koleksi semua himpunan bagian dari
himpunan bilangan riil R yang berbentuk
Buktikan bahwa tertutup terhadap operasi gabungan
hingga ( gabungan beberapa atau sejumlah berhingga),
irisan hingg, tetapi tak tertutup terhadap operasi
komplemen.
4. Misalkan :
S = dan
= { , S , { x| 0 < x < 3/4} , {x| 3/4 < x < 1} } , buktikan
bahwa tertutup terhadap operasi gabungan, irisan
dan komplemen
B A O O
O
} ; | { < < e r x R r r
O
}
4
3
0 | { s s x x
O C
O
Definisi lapangan
Suatu koleksi himpunan yang tertutup
terhadap komplemen dan irisan hingga dinamakan
lapangan atau field
Catatan :
Sifat tertutup terhadap gabungan hingga atau irisan
hingga, belum tentu berlaku terhadap gabungan
terbilang (countable) atau irisan terbilang.
Definisi :
Koleksi himpunan yang tertutup terhadap
komplemen dan irisan terbilang dinamakan lapangan
sigma
Catatan :
Setiap lapangan sigma pasti tertutup terhadap
gabungan terbilang.
C = O
C = O
Melalui konsep lapangan sigma, maka pada tahun 1933
Kolmogorov merumuskan definisi peluang sbb :
Definisi :
Misalkan S ruang sampel suatu eksperimen acak dan
adalah suatu lapangan sigma yang terdiri atas himpunan-
himpunan bagian dari S . Peluang pada S adalah fungsi P
dari ke dalam [0 , 1] dengan sifat :
(1) P(A) > 0 untuk setipa A di
(2) P(S) = 1
(3) untuk setiap


Catatan : untuk setiap


;

O
O
O

=
1 1
) ( ) (
i i
i i
A P A P
C = O e
j i i
A A A dan
j i =

n
i
n
i
i i
A P A P
1 1
) ( ) (
= =

=
C = O e
j i i
A A A dan
j i =
Teorema
1. Untuk setiap A di , berlaku
2.
3. Jika A dan B di dan , maka P(A) < P(B)
4. Jika A dan B di maka

Pengertian Peluang suatu Peristiwa
Misal S = { c1, c2, c3, . . . , cn} dengan P(c1) = P(c2) = . . . =
P(cn) atau P( { x }) berharga konstan untuk setiap x di S.
Dalam hal S berhingga, lapangan sigma adalah koleksi
semua himpunan bagian S. Selanjutnya untuk S ber hingga
dan uniform, fungsi P dari ke dalam [ 0 , 1 ] yang
didefinisikan oleh :
P(C) = N(C)/N(S),
untuk setiap S di , dengan N(C) menyatakan banyaknya
anggota himpunan C
O ) ( 1 ) (
c
A P A P =
O
0 ) ( = C P
B Ac
O ) ( ) ( ) ( ) ( B A P B P A P B A P + =
O
O
O
P(C) adalah peluang peristiwa C.
Contoh 1 :
Sebuah dadu seimbang dilempar dua kali dengan
kondisi dan cara sama.
Jika A = { (1,1), (2,1), (3,1), (4,1) (5,1)} dan
B = { (1,1), (2,2), (3,2) },
hitunglah : P(A) , P(B) dan
Contoh 2 :
Dua mata uang yang sama dan seimbang diberi
lambang I dan II, dilantunkan sekaligus.
Misalkan :
O
) ( B A P
Misalkan :
V = peristiwa mata uang I menghasilkan M
W = peristiwa mata uang II menghasilkan M,
Hitunglah : P(V) , P(W) , dan
Contoh 3 :
Sebuah kotak berisi 10 bola, 6 bola berwarna putih dan
4 bola berwarna biru. Dari kotak itu diambil 5 bola sekali
gus secara acak. Hitunglah peluangyang terambil 3 bola
putih dan dua bola biru.


) ( W V P ) ( W V P
Latihan :
1. Dari 1 set kartu bridge, diambil sebuah kartu secara
acak . Misalkan :
A = peristiwa terambil sapade
B = peristiwa terambil kong
Hitunglah P(A), P(B), P(AUB) dan P(A n D).
2. Sebuah mata uang seimbang dilantunkan berkali-kali
sampai muncul muka. Misalkan :
A = peristiwa yang diperlukan paling banyak 5 kali
lantunan.
B = peristiwa yg diperlukan lebih dari 4 dan kurang dari 7
kali lantunan.
Hitunglah P(A), P(B), P(A n B) dan P(A U B).
3. Misalkan ruang sampel S = AUB. Jika P(A) = 0,8 ;
P(B)=0,5 hitunglah P(A n B)