Anda di halaman 1dari 13

BAB I PENDAHULUAN 1. LATAR BELAKANG Penelitian etnografi adalah termasuk salah satu pendekatan dari penelitian kualitatif.

Penelitan etnografi di bidang pendidikan diilhami oleh penelitian sejenis yang dikembangkan dalam bidang sosiologi dan antropologi. Penelitian etnografi pernah dilakukan oleh peneliti bernama Jonathan Kozol, dalam rangka melukiskan perjuangan dan impian para warga kulit hitam dalam komunitas yang miskin dan terpinggirkan di daerah Bronx, New York . Penelitian kualitatif dengan pendekatan ini kemudian banyak diterapkan dalam meneliti lingkungan pendidikan atau sekolah. Dengan perkembangannya maka penelitian ini juga sudah banyak digunakan untuk meneliti hakikat suatu bahasa yang dikaji dari sudut pandang budayanya. Dengan penelitian ini akan diperoleh pengetahuan tentang hubungan antara pemakaian bahasa dengan status sosial seseorang dan budaya berkomunikasinya. Dengan tutur bahasanya kita mengetahui asal muasal seseorang. Hal ini dapat dilakukan dan diketahui serta dikaji melalui penelitian kualitatif dengan jenis etnografi. 2. BATASAN MASALAH Adapun makalah ini kami batasi pembahasannya pada 3 sub topik yaitu: 1. pengertian dan tujuan etnografi 2. pengolahan dan analisis data penelitian etnografi 3. format proposal penelitian etnografi 3. TUJUAN PENULISAN Adapun tujuan penulisan makalah ini adalah untuk memberikan pemahaman kepada penulis dan pembaca tentang topik-to[pik yang dibicarakan didalam makalah ini, disamping itu makalah ini juga disusun untuk menunjang lancarnya proses perkuliahan pada mata kuliah metode penelitian bahasa arab. BAB II

PEMBAHASAN 1. Pengertian dan Tujuan Etnografi Etnografi adalah studi yang sangat mendalam tentang perilaku yang terjadi secara alami di sebuah budaya atau sebuah kelompok sosial tertentu untuk memahami sebuah budaya tertentu dari sisi pandang pelakunya. Para ahli menyebutnya sebagai penelitian lapangan, karena memang dilaksanakan di lapangan dalam latar alami. Peneliti mengamati perilaku seseorang atau kelompok sebagaimana apa adanya. Data diperoleh dari observasi sangat mendalam sehingga memerlukan waktu berlama-lama di lapangan, wawancara dengan anggota kelompok budaya secara mendalam, mempelajari dokumen atau artifak secara jeli. Tidak seperti jenis penelitian kualitatif yang lain dimana lazimnya data dianalisis setelah selesai pengumpulan data di lapangan, data penelitian etnografi dianalisis di lapangan sesuai konteks atau situasi yang terjadi pada saat data dikumpulkan. Penelitian etnografi bersifat antropologis karena akar-akar metodologinya dari antropologi. Para ahli pendidikan bisa menggunakan etnografi untuk meneliti tentang pendidikan di sekolah-sekolah pinggiran atau sekolah-sekolah di tengah-tengah kota.1 Dr. Abdul Halim Hanafi mengemukakan etnografi secara bahasa berasal dari kata etno dan grafi yang berarti kelompok sosial tertentu yang memiliki budaya tertentu.2 Etnografi adalah suatu bentuk penelitian yang berfokus pada makna sosiologi melalui observasi lapangan tertutup dari fenomenal sosiokultural. Biasanya para penelitiannya pada suatu masyarakat (tidak selalu secara geografis, juga memerhatikan pekerjaan, pengangguran dan masyarakat lainnya), pemilihan informan yang mengetahui yang memiliki suatu pandangan/ pendapattentang berbagai kegiatan masyarakat. Para informan tersebut diminta untuk mengidentifikasi informan-informan lainnya yang mewakili masyarakat

http://mudjiarahardjo.com/materi-kuliah/215-jenis-dan-metode-penelitian-kualitatif.html. diakses tanggal 10-03-2012 2 Abdul halim hanafi. Metode penelitian bahasa arab. (padang: STAINPress 2011) h. 190

tersebut, menggunakan sampling berantai untuk memperoleh suatu kelengkapan informan dalam semua wilayah empiris penyelidikan3 Menurut Miles & Hubberman seperti yang dikutip oleh Lodico, Spaulding & Voegtle, Etnografi berasal dari bahasa Yunani ethos dan graphos. Yang berarti tulisan mengenai kelompok budaya. Sedangkan Menurut Le Clompte dan Schensul etnografi adalah metode penelitian yang berguna untuk menemukan pengetahuan yang terdapat atau terkandung dalam suatu budaya atau komunitas tertentu. Menurut Gay, Mills dan Airasian, penelitian etnografi adalah suatu studi mengenai pola budaya dan perspektif partisipan dalam latar alamiah. Menurut Haris seperti yang dikutip oleh Cresswell, etnografi adalah suatu desain kualitatif dimana seorang peneliti menggambarkan dan menginterpretasikan pola nilai, perilaku, kepercayaan dan bahasa yang dipelajari dan dianut oleh suatu kelompok budaya. Menurut Cresswell etnografi berfokus pada keseluruhan kelompok. Seorang etnografer meneliti pola yang diikuti satu kelompok misalnya oleh sejumlah lebih dari 20 orang, jumlah yang lebih besar daripada yang biasa diteliti dalamgrounded theory. Namun bisa juga lebih sedikit misalnya sejumlah guru dalam suatu sekolah namun tetap dalam lingkup keseluruhan kelompok besar (dalam hal ini sekolah). Selanjutnya menurut Lodico maksud penelitian etnografi adalah untuk menggali atau menemukan esensi dari suatu kebudayaan dan keunikan beserta kompleksitas untuk bisa melukiskan interaksi dan setting suatu kelompok. Jadi suatu penelitian etnografi adalah penelitian kualitatif yang melakukan studi terhadap kehidupan suatu kelompok masyarakat secara alami untuk mempelajari dan menggambarkan pola budaya satu kelompok tertentu dalam hal kepercayaan, bahasa, dan pandangan yang dianut bersama dalam kelompok itu. Penelitian etnografi terhadap sastra dan bahasa bertujuan untuk menjelaskan dan menafsirkan tindak tutur, pemakaian bahasa, gaya
Emzir, Metodologi Penelitian Pendidikan: Kuantitatif dan Kualitatif, (Jakarta: PT Raja Grafindo, 2008), h. 143-144
3

berkomunikasi, cara berfikirdari seseorang atau kelompok orang dan kaitanya dengan budaya, tradisi, situasi, dan lingkungan yang berkembang dalam suatu masyarakat tutur, sehingga mendapat gambaran tentang makna budaya dibalik fakta-fakta yang ada. 4 2. Pengolahan dan Analisis Data Penelitian Etnografi a. Analisis Domain Analisis domain adalah memperoleh gambaran umum dan menyeluruh dari objek penelitian atau situasi sosial. Melalui pertanyaan umum dan pertanyaan rinci peneliti menemukan berbagai kategori atau domain tertentu sebagai pijakan penelitian selanjutnya.semakin banyak domain yang dipilih semakin banyak waktu yang diperlukan untuk penelitian. b. Analisis Taksonomi Analisis taksonomi adalah menjabarkan domain-domain yang dipilih menjadi lebih rinci untuk mengetahui struktur internalnya. Hal ini dilakukan dengan melakukan pengamatan yang lebih terfokus. c. Analisis Komponesial Analisis komponesial adalah mencari cirri spesifik pada setiap struktur internal dengan cara mengontraskan antar elemen. Hal ini dilakukan melalui observasi dan wawancara terseleksi melalui pertanyaan yang mengontraskan. d. Analisis Tema Budaya Analisis tema budaya adalah mencari hubungan di antara domain dan hubungan dengan keseluruhan, selanjutnya dinyatakan ke dalam tematema sesuai dengan focus dan subfokus penelitian.

Langkah-langkah analisis data pada studi etnografi, yaitu: a. Mengorganisir file.


4

Ibid. h. 192

b. Membaca keseluruhan informasi dan memberi kode. c. Menguraikan setting sosial dan peristiwa yang diteliti. d. Menginterpretasi penemuan. e. Menyajikan presentasi baratif berupa tabel, gambar, atau uraian Menurut Dr. Abdul Halim Hanafi dikutip dari pendapat spradley, analisis data dalam penelitian etnografi ini bisa dilakukan dengan tiga teknis yaitu teknis domain, analisis taksonomi, dan analisis tema. Yang mana masingmasing teknis ini harus melalui empat hal penting yaitu : a. rekursif : pengulangan kelapangan untuk mendapatkan data yang lengkap b. didasarkan pada data : analisis didasarkan pada hubungan fungsional dengan partisipan dalam setting yang alamiah. Data yang dicari berasal dari sumber utama (data primer) dan representatif. c. Komprehensi : data luas dan mendalam. Luas berarti mencakup semua yang berkaitan dengan masalah penelitian, dan mendalam berarti data yang dicari terus ditelusuri hingga keakar-akarnya.
d. Interpretatif : penafsiran terhadap data dan fakta sehingga menemukan suatu

gambaran makna budaya dibalik kata dan tindakan partisipan. 3. Format Penelitian Etnografi Menurut Creswell secara umum prosedur penelitian etografi adalah sebagai berikut : a. Menentukan apakah masalah penelitian ini adalah paling cocok didekati dengan studi etnogafi. Seperti telah kita bahas di atas bahwa etnografi menggambarkan suatu kelompok budaya dengan mengekloprasi kepercayaan, bahasa dan perilaku (etnografi realis); atau juga mengkritisi isu-isu mengenai kekuasaan, perlawanan dan dominansi (etnografi kritis). b. Mengidentifikasi dan menentukan lokasi dari kelompok budaya yang akan diteliti. Kelompok sebaiknya gabungan orang-orang yang telah bersama dalam waktu yang panjang karena disini yang akan diteliti adalah pola perilaku, pikiran dan kepercayaan yang dianut secara bersama.

c. Pilihlah tema kultural atau isu yang yang akan dipelajari dari suatu kelompok. Hal ini melibatkan analisis dari kelompok budaya. d. Tentukan tipe etnografi yang cocok digunakan untuk memlajari konsep budaya tersebut. Apakah etnografi realis ataukah etnografi kritis. e. Kumpulkan informasi dari lapangan mengenai kehidupan kelompok tersebut. Data yang dikumpulkan bisa berupa pengamatan, pengukuran, survei, wawancara, analisa konten, audiovisual,pemetaan dan penelitian jaringan. Setelah data terkumpul data tersebut dipilah-pilah dan dianalisa. f. Yang terakhir tentunya tulisan tentang gambaran atau potret menyeluruh dari kelompok budaya tersebut baik dari sudut pandang partisipan maupun dari sudut pandang peneliti itu sendiri. Adapun format proposal untuk penelitian etnografi ini sebagai berikut : BAB I . PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah B. Identifikasi Masalah C. Fokus dan Sub Fokus Masalah D. Rumusan Masalah E. Kegunaan Penelitian BAB II . KERANGKA TEORITIK A. B. C. A. B. C. D. Deskripsi Teoritik yang Berkaitan Dengan Fokus Deskripsi Teoritik yang Berkaitan Dengan Sub Fokus Penelitian yang relevan Pertanyaan Penelitian Tujuan Penelitian Tempat dan Waktu Penelitian Metode Penelitian

BAB II . METODOLOGI PENELITIAN

1. Data dan Sumber Data 2. Teknik Pengumpulan Data 3. Validitas dan Reliabilitas Data E. Analisis Data

BAB IV . PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Data B. Pembahasan BAB V . PENUTUP A. Kesimpulan B. Saran C. Implikasi 4. Contoh Penelitian Etnografi Judul penelitian : PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN BAHASA ARAB KOMUNIKATIF DAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHINYA DI MAKN BANDAR LAMPUNG. 1. Masalah Penelitian
a. Bagaimana pelaksanaan pembelajaran bahasa Arab komunikatif

yang dikembangkan di MAKN Lampung? b. Bagaimana pandangan lembaga ini terhadap bahasa Arab dan pembelajarannya? c. Bagaimana lembaga ini merumuskan tujuan pembelajaran bahasa Arab dalam mengembangkan empat keterampilan bahasa? d. Bagaimana lembaga ini mengembangkan kegiatan pembelajaran bahasa Arab yang bervariasri sesuai dengan prinsip-prinsip komunikasi bahasa? e. Bagaiman peran guru dalam pembelajaran untuk mengoptimalkan potensi siswa dalam mencapai tujuan pembelajaran bahasa Arab? f. Bagaimana strategi dan teknik pembelajaran yang dikembangkan dalam menunjang efektivitas pembelajaran bahasa Arab? g. Bagaimana kemandirian belajar siswa dalam rangka menunjang proses pembelajaran bahasa Arab yang efektif h. Factor-faktor apa saja yang mempengaruhi efektivitas pembelajaran bahasa Arab di lembaga ini? 2. Acuan Teoritik

a. Pemerolehan dan pembelajaran bahasa 1) Teori belajar bahasa 2) Pentingnya lingkungan bahasa b. Pembelajaran bahasa Arab c. Metode pembelajaran bahasa d. Desain pembelajaran 1) Tujuan 2) Silabus 3) Peran Siswa dan Guru 4) Fungsi materi belajar e. Kemandirian belajar 3. Metodologi Penelitian a. Tujuan penelitian Mengetahui pelaksanaan pembelajaran bahasa Arab yang dikembangkan di MAKN Bandar Lampung dan factor-faktor yang mempengaruhinya. b. Deskripsi Latar Berisi uraian tentang tempat pelaksanaan penelitian yaitu MAKN Bandar Lampung dan alas an mengapa penelitian dilakukan disana. c. Metode penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode etnografi. d. Instrument penelitian Instrument penelitian adalah peneliti sendiri e. Sumber Daya 1) Peristiwa, proses belajar mengajar bahasa Arab di dalam kelas dan tutorial. 2) Informan, guru/ustadz sebanyak 4 orang, beberapa orang siswa I, II, dan III yang dipilih berdasarkan petunjuk ustadz dan dipilih secara acak. 3) Dokumen, informasi tertulis yang berkenaan dengan pelaksanaan pembelajaran bahasa Arab di MAKN Bandar Lampung.

f. Teknik Pengumpulan data 1) 3) 4) 5) Pengamatan berperan serta Kajian dokumentasi dan pustaka Membuat catatan lapangan Membuat rekaman data 2) Wawancara

g. Teknik Analisis Data 1) Analisis domain 2) Analisis taksonomi 3) Analisis komponen 4) Analisis tema budaya h. Pemeriksaan Keabsahan data 1) Kredibilitas data melalui: a. Perpanjangan waktu tinggal di lokasi penelitian b. Melakukan pengamatan secara tekun c. Menguji secara triangulasi d. Melakukan pengecekan anggota e. Melakukan diskusi dengan sejawat 2) Keabsahan data dibuktikan dengan triangulasi: a. Triangulasi teknik pengumpulan data b. Triangulasi sumber data c. Triangulasi teori. 4. Hasil Penelitian a. Temuan umum 1. Asrama, ustadz, dan Siswa 2. Visi, Misi, dan Tujuan 3. System pendidikan b. Temuan khusus 1. Pandangan mengenai bahasa Arab dan pembelajarannya 2. Pengembangan silabus pembelajaran bahasa Arab 3. Jenis pelajaran

4. Kegiatan pembelajaran 5. Peran guru 6. Peran siswa 7. Kemandirian belajar siswa c. Faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitas pembelajaran bahasa arab 1. Factor pendukung a. Kewajiban berbahasa Arab b. Organisasi keasramaan, tujuan melakukan pengawasan, dan peningkatan penggunaan bahasa Arab c. Motivasi belajar siswa tinggi, dorongan dari para ustadz dan suasana asrama yang kompetitif. 2. Factor penghambat a. Perilaku tugas. b. Factor lainnya, kesejahteraan guru kurang memadai, kurangnya perhatian pemerintah terhadap MAKN Bandar lampung, jumlah penjaga asrama terbatas, fungsi pengawasan kurang efektif, media pembelajaran kurang memadai. c. Tema-tema budaya 1. Dalam proses pembelajaran diperlukan kejelasan pandangan dan arah tujuan pembelajaran. 2. Pembelajaran 3. Keteladanan dengan menjadi kesadaran kunci lebih efektif daripada pembelajaran dengan paksaan utama dalam keberhasilan pembelajaran bahasa Arab 4. Motivasi, disiplin, dan kesabaran menjadikan belajar lebih bermakna 5. Kemandirian merupakan cerminan kesungguhan siswa dalam belajar. 5. Kesimpulan siswa menyimpang, membolos, tidak disiplin, menggunakan bahasa Indonesia dan daerah, enggan mengerjakan

10

Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengembangan pembelajaran bahasa Arab di MAKN Bandar Lampung dilakukan dengan memerhatikan beberapa hal: a. pandangan dan tujuan pembelajaran yang jelas b. desain pembelajaran yang menekankan penghayatan proses belajar c. lingkungan belajar yang kondusif d. contoh teladan guru yang baik e. motivasi belajar f. kesabaran g. dan kemandirian belajar siswa .

BAB III PENUTUP 1. KESIMPULAN Etnografi secara bahasa berasal dari kata Etno dan Grafi yang berarti kelompok sosial tertentu yang memiliki budaya tertentu. Secara istilah Etnografi

11

adalah metode penelitian yang berguna untuk menemukan pengetahuan yang terdapat atau terkandung dalam suatu budaya atau komunitas tertentu. Penelitian etnografi terhadap sastra dan bahasa bertujuan untuk menjelaskan dan menafsirkan tindak tutur, pemakaian bahasa, gaya berkomunikasi, cara berfikirdari seseorang atau kelompok orang dan kaitanya dengan budaya, tradisi, situasi, dan lingkungan yang berkembang dalam suatu masyarakat tutur, sehingga mendapat gambaran tentang makna budaya dibalik fakta-fakta yang ada Langkah-langkah analisis data pada studi etnografi, yaitu: a. Mengorganisir file. b. Membaca keseluruhan informasi dan memberi kode. c. Menguraikan setting sosial dan peristiwa yang diteliti. d. Menginterpretasi penemuan. e. Menyajikan presentasi baratif berupa tabel, gambar, atau uraian Analisis data dalam penelitian etnografi ini bisa dilakukan dengan tiga teknis yaitu teknis domain, analisis taksonomi, dan analisis tema. Yang mana masing-masing teknis ini harus melalui empat hal penting yaitu : 1. Rekursif : pengulangan kelapangan untuk mendapatkan data yang lengkap 2. Didasarkan pada data : analisis didasarkan pada hubungan fungsional dengan partisipan dalam setting yang alamiah. Data yang dicari berasal dari sumber utama (data primer) dan representatif. 3. Komprehensi : data luas dan mendalam. Luas berarti mencakup semua yang berkaitan dengan masalah penelitian, dan mendalam berarti data yang dicari terus ditelusuri hingga keakar-akarnya. 4. Interpretatif : penafsiran terhadap data dan fakta sehingga menemukan suatu gambaran makna budaya dibalik kata dan tindakan partisipan 2. KRITIK DAN SARAN Dari uraian yang dikemukan didalam makalah ini besar harapan penulis agar pembaca mendapatkan pengetahuan dan pemahaman tentang topik-topik pembahasan. Disamping itu penulid sebagai manusia biasa yang tidak luput dari

12

kekhilafan dan kesalahan maka penulis menyadari bahwa makalah ini tidak terlepas dari kesalahan dan kekurangan. Oleh karena itu penulis meminta maaf dan sangat mengharapkan masukan dari pembaca berupa kritikan dan saran terhadap makalah ini. Mudah-mudah kritikan dan saran yang pembaca berikan menjadi ajang perbaikan bagi kami penulis.

DAFTAR KEPUSTAKAAN Abdul, Halim, Hanafi, 2011, Metodologi Penelitian bahasa, Padang: STAIN Batusangkar, Emzir,2008,Metodologi Penelitian Pendidikan: Kuantitatif dan Kualitatif, Jakarta: PT Raja Grafindo, Http://Sinaukomunikasi.Wordpress.Com/2011/08/10/Metode-Penelitian-KualitatifSelayang-Pandang/dakses tanggal 10-03-2012

13