Anda di halaman 1dari 5

Kasus etika Adam williams baru saja diterima bekerja sebagai asisten kontroler dari GroChem Inc.

, yang memproses bahan kimia untuk digunakan dalam pupuk. Williams dipilih untuk posisi ini karena pengalamannya dimasa lampau dibidang pemrosesan bahan kimia. Selama bulan pertamanya di pekerjaan baru tersebut, williams memulai untuk mengenal orang-orang yeng bertangguang jawab atas operasi pabrik dan mempelajari bagaiman semua hal dilakukan di GroChem. Dalam suatu percakapan dengan penyedia pabrik, williams menanyakan tentang prosedur perusahaan dalam menangani limbah beracun. Penyedia tersebut menjawab bahwa ia tidak terlibat dalam pembuangan limbah dan menyarankan williams untuk sebaiknya mengabaikan masalah ini. Tanggapan ini semakin memperkuat keinginan williams untuk menyelidiki lebih jauh, dan memastikan perusahaan tidak rentan terhadap tuntunan hukum. Pada investigasi lebih lanjut, Williams menemukan bukti bahwa GroChem menggunakan tanah kosong untuk perumahan di dekat perusahaan untuk membuang limbah beracun. Tampaknya beberapa anggota manejmen GroChem mengetahui situasi ini dan mungkin terlibat dalam mengatur pembuangan tersebut, tetapi Williams tidak dapat menentukan apakah atasan langsungnay, sanga kontroler, juga terlibat. GroChem tidak memiliki kebijakan yang baku mengenai cara untuk menyelesaikan masalah semacam ini. Tidak pasti bagaimana ia harus bertindak, Williams mulai mempertimbangkan pilihan-pilihannya dengan menuliskan tiga alternatif tindakan berikut: 1. Meminta saran dari atsan langsungnya, sang kontroler 2. Memberikan informasi tersebut secara anonim kepada koran lokal 3. Mendiskusikan situasi tersebut dengan anggota dewan komisaris di luar perusahaan yang kebetulan adalah kenalannya.

Dimintan : 1. Sesuai dengan fakta bahwa Williams baru saja direkrut dan bahwa pekerjaannya tidak melibatkan pembuangan limbah, apakah ia memiliki tanggaung jawab etis untuk mengambil tindakan tertentu? Kutiplah standart of ethical conduct untuk mendukunag jawaban anda.

Ya Williams memiliki tanggung jawab etis untuk mengambil tindakan tertentu berdasarkan masalah di atas. Dilihat dari posisi jabatan yang di pegang oleh adalah seoarng asisten kontroler, dimana peran dari kontroler sangat dibutuhkan dalam perencanaan dan pengendalian perusahaan. Kontroler adalah menejer eksekutif yang bertanggung jawab atas fungsi akuntansi. Kontroler mengordinasikan partisipasi manejmen dalam perencanaan dan

pengendalian pencapaian tujuan, dalam menentukan efektifitas dari kebijakan, dan dalam menciptakan struktuk dan proses organisasi. Kontroler juga bertanggung jawab untuk melakukan observasi atas metode dari perencanaan dan pengendalian di seluruh perusahaan dan untuk mengusulkan perbaikan atas metode-metode tersebut. Kemudian dilihat dari bagan organisasi berdasarkan konsep lini staf dimana kontroler memiliki tanggung jawab besar dimana membawahi bidang akuntansi umum, akuntansi biaya, pajak, audit internal, serta menejmen umum. Dari kasus di atas terlihat jelas bahwa masalah yang terjadi terdapat pada tempat pembuangan limbah beracun yang salah yaitu berkaitan dengan aktivitas dari perusahaan di bidang produksi. yang merupakan bagaian dari tugas departemen biaya. Departemen biaya di bawah pimpinan kontroler bertangguang jawab untuk mengumpulkan, menyusun, dan mengkomunikasikan informasi mengenai aktifitas-aktifitas dari suatu perusahaan.departemen tersebut menganalisis biaya dan menerbitkan laporan kinerja serta data-data lainnya yang dibutuhkan untuk pengambilan keputusan bagi maneger untuk digunakan dalam pengendalian dan memperbaiki operasi. Dari kasus di atas sangat jelas terlihat terdapat kesalahan operasi produksi dimana limbah beracun yang dibuang sembarangan. Sudah menjadi tangguang jawab dari kontroler dalam menindak lanjuti maslah yang terjadi tersebut demi kelangsungan perusahaan agar tidak terlibat dalam tuntutan hukum yang akan mengancam. Dari tanggung jawab Williams tersebut sangat mencerminkan standar dari perilaku etis yaitu kompetensi diaman Williams melakukan tugas-tugas profesionalnya sesuai dengan hukum, peraturan, dan standart teknis yang berlaku. Menyusun laporan dan rekomendasi lengkap serta jelas setelah melakukan analisis yang benar terhadap informasi yang relevan dan dapat dipercaya. Karahasiaan, dimana Williams memberitahu bilamana perlu, mengenai kerahasiaan dari informasi yang mereka peroleh saat menjalankan tugas-tugas mereka dan melakukan monitoring aktivitas mereka guna menjaga kerahasiaan tersebut. Dalam hal objektivitas daan integritas Williams harus mengungkapkan semua informasi yang ia ketahui yang baik maupun yang buruk sesuai dengan otorisasi yang berlaku. 2. Tanggung jawab dalam standards of ethical conduct yang sesuai dengan kondisi Williams. - Kompetensi, berkaitan dengan tugas-tugas profesionalnya, mengembangkan pengetahuan dan keahlian serta menyusun laporan seetelah melakukan analisis yang benar. - Kerahasiaan, berkaitan dengan kerahasiaan dari aktivitas produksi perusahaan, menahan diri untuk tidak menyebarluaskan kerahasiaan dari perusahaan kepada pihak lain diluar perusahaan. - Integritas, berkaitan dengan mengkomunikasikan informasi yang baik maupun yang buruk serta penilaian atau opini professional, dll.

Objektivitas, yaitu berkaitan dengan mengkomunikasikan informasi dengan adil dan objektif, mengungkapkan semua informasi yang relevan yang diperkirakan dapat mempengaruhi pemahaman pengguna atas laporan, komentar, serta rekomendasi yang dipersentasikan.

3. Dari ketiga alternative yang diajukan oleh Williams tedapat opsi-opsi yang pantas dan tyika pantas adapun penkelasannya: - Opsi pertama yaitu meminta saran dari atsan langsungnya, sang kontroler. Hal ini cukup pantas untuk dilakukan dengan catatan jika maslah tersebut tidak melibatkan sang kontroler jika dalam kenyataannya sang kontroler terlibat dengan kata lain mengetahui adnya kesalahan dalam system pembuangan limbah beracun tersebut makan Williams melaporkan kegiatan tersebut kepada atasan lain diatsanya. Perlakuan ini termasuk salah satu resolusi dalam hal menangani konfilk etika. Adanya system otorisasi yang baik sangat memungkinkan suatu permaslahan akan dapat teratasi sesuai dengan prosedur yang berlaku. - Opsi kedua, yaitu memberikan informasi tersebut secara anonym kepada Koran local. Tindakan ini termasuk tindakan yang kurang pantas untuk dikaukan. Karena kasus tersebut termasuk dari rahasia perusahaan,salah satu tindakan yang sangat melanggar standart perilaku etis. Walaupun akan disampaikan secara anonym, hal ini akan menarik perhatian para media dan masyarakat luas tentunya. dan akan membawa rumor negative bagi perusahaan. - Opsi ke tiga, yaitu mendiskusikan situasi tersebut dengan anggota dewan komisaris di luar perusahaan yang kebetulan adalah kenalannya. Hal inipun merupakan tindakan yang tidak pantas untuk dilakukan. Menyebar luaskan informasi perusahaan kepada perusahaan lain merupakan yang melanggar standar perilaku etika. Kecuali hal tersebut telah mendapat izin atau otorisasi dari atasan. Dengan memberikan informasi kepada perusahaan lain hal ini akan mengancap kelangsungan dari perusahaan, dampak negative akan banyak timbul, tersebar luasnya informasi tersebut kepada rekanan perusahaan (kolega), ancaman penarikan saham dari investor lain karena kurang baiknya system kerja atau aktivitas dari perusahaan akan sangat memungkinkan terjadi. Serta Ancaman tuntutan hukum dari aktivitas pembuangan limbah beracun yang bukan pada tempatnya. 4. Diasumsikan bahwa Williams meminta nasihat dari atsan langsungnya, sang kontroler, dan menemukan bahwa atsan tersebut terlibat dalam pembuangan limbah beracun. Adapun langkah-langkah yang sebaiknya diambil oleh Williams yang bertindak sebagai asisten kontroler dalam menyikapi kasus di atas ialah sebagai berikut:

a. Melaporkan segera kepada atasan lain yang berada diatasnya. Jika resolusi akhir yang memuaskan tidak dapat dicapai pada saat masalah diungkapkan, sampaikan maslah tersebut kepada manajemen dengan jenjang yang lebih tinggi. b. Klarivikasi masalah-masalah yang relevan melalui diskusi rahasia dengan seorang penasihat yang objektif untuk memperoleh pemahaman yang lebih baik terhadap tindakan yang mungkin dilakukan. c. Konsultasi dengan pengacara mengenai hak dan kewajiban hukum berkaitan dengan konflik etika tersebut. d. Jika konflik etika masih ada setelah dilakukan tinjauan terhadap semua jenjang jabatan, praktisi dan akuntansi menejemen mungkin tidak punya jalan lain kecuali mengundurkan diri dan memberikan memo yang informative kepada perwakilan organisasi yang sesuia.

TUGAS KASUS AKUNTANSI BIAYA

Oleh : Nurfadliayah Ditha adianti Religia Ananda Putri Dae Supartini N Himawan Wahyu W Rahadian Rezky

113141407111001 11314140711100 113141407111003 1131414071110 1131414071110 1131414071110 1131414071110