Anda di halaman 1dari 8

PROPOSAL MAGANG

PENERAPAN SMK3 DALAM UPAYA PENCEGAHAN KECELAKAAN KERJA DI PT PERTAMINA EP UBEP LIMAU 2012

Diajukan Oleh : DIANA AULYA (NIM : 109101000028)

PEMINATAN KESELAMATAN & KESEHATAN KERJA PROGRAM STUDI KESEHATAN MASYARAKAT FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA TAHUN 2012/1433 H

BAB I PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG Setiap perusahaan selalu berupaya untuk meningkatkan kualitas pekerjaan yang ada dan memperluas lapangan kerja untuk menampung tenaga kerja yang terus bertambah serta menginginkan tidak terjadinya kecelakaan kerja. Kemajuan teknologi telah mampu meningkatkan produktivitas tanah, modal dan tenaga kerja. Oleh sebab itu produktifitas kerja yang tinggi harus menjadi salah satu target dalam kegiatan industri saat ini. Inovasi dan penemuan baru di bidang ilmu dan teknologi telah berhasil mendorong industrialisasi dan memberikan kemudahan bagi tenaga kerja dalam melalukan pekerjaannya, dan telah berhasil pula membuka lapangan kerja baru. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi modern membuat dunia industri berlomba- lomba melakukan efisiensi dan meningkatkan produktivitas dengan skala pengusahaan lebih besar dalam waktu relatif singkat. Hal ini dapat memicu perkembangan industri secara cepat. Dengan adanya percepatan perkembang industri dapat memperbesar resiko bahaya kecelakaan kerja yang terjadi dalam kegiatan perindustrian. Keselamatan dan Kesehatan Kerja dapat menciptakan terwujudnya kesejahteraan tenaga kerja yang lebihbaik . Penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja ini mulai ditanamkan pada diri masing-masing individu karyawan dengan cara penyuluhan dan pembinaan yang baik agar mereka menyadari arti penting keselamatan kerja bagi dirinya maupun untuk perusahaan. Apabila kecelakaan itu terjadi maka akan menimbulkan kerugian. salah satuanya yaitu kerugian dari segi ekonomi adalah segala kerugian yang bisa dinilai dengan uang, seperti rusaknya bangunan, peralatan, mesin, dan bahan, biaya pengobatan perawatan atau santunan lain bagi tenaga kerja yang menderita sakit atau cidera, serta hari kerja yang hilang karena operasional perusahaan terhenti. Sedangkan kerugian dari segi non ekonomi dapat terjadi pada tenaga kerja baik menimbulkan kecacatan bahakan kematian yang dapat menyebabkan terhambatnya perkembangan industri itu sendiri. Karena begitu pentingnya Keselamatan dan Kesehatan Kerja maka suatu perusahaan wajib memberikan perlindungan atas keselamatan para pekerja dalam melakukan pekerjaan untuk kesejahteraan dan meningkatkan produksi serta produktivitas nasional yang bertujuan

untuk menekan seminimal mungkin risiko timbulnya kecelakaan yang mungkin terjadi di tempat kerja. Masalah-masalah K3 itulah yang kemudian dikembangkan di dalam penanganan
bidang keselamatan dan kesehatan kerja dan pengadaan pengendalian potensi bahaya yang mengikuti pendekatan sistem yaitu dengan menerapkan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3). Perbuatan tidak aman (unsafe act) maupun keadaan yang tidak aman (unsafe condition) berakar lebih dalam daripada kecelakaan yang terlihat atau teralami. Seandainya manajemen keselamatan dan kesehatan kerja mengingatkan sedini mungkin mengenai faktor bahaya dan risiko kecelakaan kerja serta mewajibkan penggunaan alat pelindung yang sesuai dengan potensi bahaya yang ada di perusahaan maka para pekerja pun akan waspada pada saat berada di lokasi berbahaya dan beresiko kecelakaan kerja tersebut. Jadi, dapat disimpulkan bahwa kecelakaan kerja yang terjadi berasal dari Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) yang tidak dilakukan dan diterapkan dengan baik. Dalam UU No. 13 tahun 2003 pasal 87 ayat 1 tentang ketenagakerjaan dinyatakan bahwa Setiap perusahaan wajib menerapkan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) yang terintegrasi dengan sistem manajemen perusahaan. Selanjutnya ketentuan mengenai penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) diatur dalam Permenaker RI. No. Per. 05/MEN/1996 pasal 3 ayat 1 dan 2 tentang Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) yang menyatakan bahwa Setiap perusahaan yang mempekerjakan tenaga kerja sebanyak 100 orang atau lebih dan atau mengandung potensi bahaya yang ditimbulkan oleh karakteristik proses atau bahan produksi yang dapat mengakibatkan kecelakaan kerja seperti peledakan, kebakaran, pencemaran lingkungan dan penyakit akibat kerja wajib menerapkan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3).

Dengan adanya peraturan tersebut maka setidaknya tenaga kerja akan merasa aman dalam melakukan pekerjaannya, sebab perusahaan sudah memperhatikan keselamatan dan kesehatan kerja para tenaga kerjanya dan memberikan jaminan atas terjadinya kecelakaan kerja serta penyakit akibat kerja. Maka dari itu motivasi dari perusahaan itu penting sehingga produktivitas tenaga kerja akan meningkat. PT. Pertamina, perusahaan milik negara yang bergerak di bidang usaha minyak dan gas bumi tentu memiliki resiko keselamatan dan kesehatan yang tinggi. Sehingga sebagai perusahaan yang strategis dan terus berkembang memiliki beban tanggung jawab yang berat

terhadap keselamatan dan kesehatan karyawannya. Penerapan aspek K3 yang konsisten dan secara berkesinambungan ditingkatkan adalah wujud komitmen nyata PT. Pertamina. Komitmen nyata tersebut juga harus diikuti dengan adanya penerapan SMK3. Perusahaan menyadari pentingnya penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja guna mendukung segi operasional serta untuk pemenuhan tuntutan yang tinggi dari para pelanggan akan standar pengelolaan keselamatan dan kesehatan kerja. Atas dasar landasan pemikiran diatas, penulis kemudian mengajukan proposal magang dengan judul PENERAPAN SMK3 DALAM UPAYA PENCEGAHAN KECELAKAAN KERJA DI PT PERTAMINA EP UBEP LIMAU

1.2 TUJUAN MAGANG 1.2.1. Tujuan Umum Tujuan umum dari magang ini adalah untuk mengetahui keberhasilan penerapan SMK3 di PT. Pertamina EP UBEP Limau sebagai upaya pencegahan kecelakaan kerja. 1.2.2. Tujuan Khusus a) Diketahuinya gambaran umum PT. Peramina EP UBEP Limau b) Diketahuinya gambaran penerapan SMK3 di PT. Pertamina EP UBEP Limau c) Diketahuinya potensi bahaya yang ada dilingkungan kerja PT. Pertamina EP UBEP Limau d) Diketahuinya ruang lingkup kecelakaan kerja di PT. Pertamina EP UBEP Limau e) Diketahuinya gambaran proses kerja di PT. Pertamina EP UBEP Limau

1.3 MANFAAT 1.3.1. Bagi mahasiswa a) Dapat menerapkan keilmuan Kesehatan dan Keselamatan kerja dan

mengaplikasikan antara teori yang diperoleh dari bangku kuliah ke dalam lingkungan kerja PT. Pertamina EP UBEP Limau b) Menambah Pengetahuan di bidang Kesehatan dan Keselamatan kerja yang dapat dipelajari di lingkungan kerja PT. Pertamina EP UBEP Limau c) Memperoleh kesempatan bekerja sama dengan profesi lain yang ada di PT. Pertamina EP UBEP Limau

d) Memperoleh pengalaman bekerja sesuai dengan topik yang akan di teliti di PT. Pertamina EP UBEP Limau e) Dapat menambah wawasan mengenai dunia industri dan meningkatkan keterampilan serta keahlian praktek kerja.

1.3.2. Bagi Fakultas a) Terbinanya kerja sama dengan institusi perguruan tinggi dengan perusahaan terkait b) Meningkatkan kualitas pendidikan dan melibatkan tenaga terampil dan tenaga lapangan dalam kegiatan magang c) Memperoleh masukan yang positif untuk dapat ditetapkan dalam program magang selanjutnya

1.3.3. Bagi PT. Pertamina EP UBEP Limau a) Terjalinnya kerja sama dengan pihak institusi pendidikan dalam kaitannya meningkatkan sumber daya manusia. b) Perusahaan dapat melibatkan mahasiswa magang dalam pelaksanaan program Kesehatan dan keselamatan Kerja di lingkungan kerja perusahaan c) Memperoleh masukan positif tentang program K3 yang dapat dijadikan acuan dalam pelaksanaan kesehatan dan keselamatan kerja perusahaan d) Laporan magang dapat menjadi referensi dan masukan terhadap kebijakan perusahaan mengenai K3

BAB II

2.1 RUANG LINGKUP 2.1.1 Tempat Pelaksanaan Kegiatan magang ini akan dilaksanakan di Departemen Keselamatan, Kesehatan Kerja, Lingkungan Hidup (K3LH) PT. Pertamina EP UBEP Limau yang berlokasi di Jl. Jendral Sudirman No.2, Prabumulih- Sumatera Selatan 31122 2.1.2 Waktu Pelaksanaan Kegiatan magang ini akan dilaksanakan minimal selama 28 hari kerja (dimulai 1 Februari- 28 Februari) dan dalam pelaksanaannya peserta magang hadir 5 hari dalam seminggu dengan lama kerja 8 jam per hari. 2.1.3 Proses Kerja Proses kerja peserta magang yaitu berupa: a. Studi literatur: melakukan tinjauan pustaka untuk mencari standar atau acuan seperti undang-undang, peraturan pemerintah, standar internasional dan kebijakan global, serta kebijakan perusahaan. b. Pencarian data meliputi, a) Tinjauan dokumen: meninjau dokumen-dokumen perusahaan yang berkiatan dengan topik magang b) Observasi langsung ke lokasi kerja c. Analisis data d. Interpretasi data e. Evaluasi dan pembuatan laporan

2.2 RENCANA KEGIATAN MAGANG Berikut dibawah ini adalah detail dari rencana kegiatan magang. No Kegiatan Minggu Ke-1

Memperkenalkan diri dengan pembimbing lapangan dan sebagian jajaran di departemen HSE

2 3 4 5

Mempelajari standar K3 di departemen HSE Mempelajari program K3 yang diterapkan diperusahaan magang Ikut serta dalam kegiatan yang diselengarakan oleh departemen HSE Orientasi dan pencatatan data tentang gambaran perusahaan

No

Kegiatan Minggu Ke-2

1 2 3 4 5

Meminta data proses kegiatan di tiap departemen Meminta data sistem manajemen K3 Meminta data kecelakaan kerja yaitu kebakaran dan peledakan Meminta data gambaran pencegahan kecelakaan kerja Evaluasi mingguan serta konsultasi dengan pembimbing lapangan serta melengkapi data yang kurang

No

Kegiatan Minggu Ke-3

Observasi ke tiap departemen yang ada untuk melihat proses produksi yang dapat menimbulkan potensi kecelakaan

2.

Mencari contoh hasil penilaian JSA (job safety analysis) dan laporan pemeriksaan bahaya

3.

Evaluasi mingguan serta konsultasi dengan pembimbing lapangan serta melengkapi data yang kurang

No

Kegiatan Minggu Ke-4

Mengecek peralatan safety yang ada guna mengetahui gambaran penggunaannya di tempat kerja

Observasi kebagian penaggulangan bahaya darurat untuk mengetahui gambaran tindakan penyelamatan dan evakuasi bila terjadi bencana

Evaluasi terakhir selama magang dan mencari data yang masih diperlukan

2.3 PENUTUP Demikianlah proposal magang ini dibuat sebagai bentuk pelaksanaan studi akademik di Program Studi Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Peminatan Keselamatan dan Kesehatan Kerja UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Semoga magang yang akan dilaksanakan dapat menambah ilmu, keterampilan dan wawasan dalam aplikasi ilmu Keselamatan dan Kesehatan Kerja di PT. Pertamina EP UBEP Limau. Dengan mengharapkan ridha Allah, semoga kegiatan ini dapat berjalan dengan baik dan lancar. Amien