Anda di halaman 1dari 21

Jarak Tanam dan Pengajiran

Hari Prasetyo

prasetyo.jbr2003@gmail.com

Jarak Tanam dan Pengajiran Hari Prasetyo prasetyo.jbr2003@gmail.com Politeknik Negeri Jember
Jarak Tanam dan Pengajiran Hari Prasetyo prasetyo.jbr2003@gmail.com Politeknik Negeri Jember

Politeknik Negeri Jember

Pendahuluan
Pendahuluan

Untuk mendukung pertumbuhan optimal

tanaman budidaya, diperlukan ruang

(space) baik di permukaan tanah maupun

di dalam tanah

Ruang (space) di permukaan tanah untuk

mendukung kegiatan fotosintesis,

transpirasi dan kondisi kelembaban udara

disekitar pertanaman

Ruang (space) di dalam tanah untuk

mendukung tumbuh dan berkembangnya

perakaran tanaman sehingga tanaman

mampu menyerap unsur hara secara optimal dan untuk menghindari terjadinya persaingan dalam mendapatkan unsur hara antar tanaman budidaya

Jarak Tanam Karet Tidak Teratur
Jarak Tanam Karet Tidak Teratur
Jarak Tanam Karet Teratur
Jarak Tanam Karet Teratur

Manfaat Jarak Tanam Teratur

1. Aspek Teknis Budidaya

• Penggunaan lahan lebih optimal

• Mempermudah perhitungan

kebutuhan benih atau bibit

• Mempermudah

perhitungan

tenaga kerja (pengangkutan &

penanaman)

• Mempermudah

tanaman

pemeliharaan

• Mempermudah panen & pengangkutan hasil panen

• Mempermudah tenaga kerja

pengawasan

Pertanaman Lada
Pertanaman Lada
Pertanaman Pepaya
Pertanaman Pepaya

3

2. Aspek Fisiologis Tanaman • Sinar matahari dapat menerpa sebagian besar daun, sehingga proses fotosintesa

2. Aspek Fisiologis Tanaman

• Sinar matahari dapat menerpa

sebagian besar daun, sehingga

proses fotosintesa dapat berjalan

dengan optimal

• Sirkulasi udara berjalan lancar,

sehingga dapat mengoptimalkan

proses fotosintesis & transpirasi

tanaman

• Mengurangi kelembaban di sekitar tanaman, sehingga dapat mencegah berkembangnya penyakit

Pertanaman Mangga
Pertanaman Mangga
Pertanaman Karet
Pertanaman Karet

4

3. Aspek Estetika • Pertanaman terlihat rapi dan teratur • Bila dilihat dari udara dan

3. Aspek Estetika

• Pertanaman terlihat

rapi dan teratur

• Bila dilihat dari udara

dan atau dari daerah

yang

lebih

tinggi

terlihat indah

Perkebunan Kelapa
Perkebunan Kelapa
Perkebunan Kelapa Sawit
Perkebunan Kelapa Sawit
Perkebunan Teh
Perkebunan Teh

5

Jarak Tanam

Pada tanaman tahunan, umunya terdapat dua pola jarak tanam,

yaitu pola tanam segi empat dan segi tiga

umunya terdapat dua pola jarak tanam, yaitu pola tanam segi empat dan segi tiga Pola Tanam
umunya terdapat dua pola jarak tanam, yaitu pola tanam segi empat dan segi tiga Pola Tanam
umunya terdapat dua pola jarak tanam, yaitu pola tanam segi empat dan segi tiga Pola Tanam
umunya terdapat dua pola jarak tanam, yaitu pola tanam segi empat dan segi tiga Pola Tanam
umunya terdapat dua pola jarak tanam, yaitu pola tanam segi empat dan segi tiga Pola Tanam
umunya terdapat dua pola jarak tanam, yaitu pola tanam segi empat dan segi tiga Pola Tanam

Pola Tanam Segiempat

umunya terdapat dua pola jarak tanam, yaitu pola tanam segi empat dan segi tiga Pola Tanam
umunya terdapat dua pola jarak tanam, yaitu pola tanam segi empat dan segi tiga Pola Tanam

Pola Tanam Segitiga

Populasi Tanaman Per Hektar

Tanaman karet ditanam dengan jarak 9 x 9 meter. Berapa populasi

tanaman per hektar bila ditanam dengan pola segiempat dan segitiga ?

POLA SEGI EMPAT :

• Gambar persegi empat sama sisi, dengan

panjang masing-masing sisi = 9 m (ABCD)

• Hitung luas persegi empat ABCD dengan rumus

= Panjang (AB) x lebar (BC)

• Populasi tanaman kelapa sawit = (10.000 m2) /

(luas persegi empat ABCD)

Hasil perhitungan :

• Luas persegi empat ABCD = 9 m x 9 m = 81 m2

• Populasi Tanaman Kelapa Sawit per Hektar = (10.000 m2) / (81 m2) = 124 tanaman

ABCD = 9 m x 9 m = 81 m2 • Populasi Tanaman Kelapa Sawit per
ABCD = 9 m x 9 m = 81 m2 • Populasi Tanaman Kelapa Sawit per

: Tanaman

Populasi Tanaman Per Hektar

POLA SEGI TIGA :

Gambar segitiga sama sisi, dengan panjang masing-

masing sisi = 9 m (ABC)

Tarik garis lurus dari sudut B tepat ditengah-tengah

panjang sisi AC

Hitung tinggi segitiga ABC (atau panjang BE) dengan

rumus phytagoras AB2 = AE2 + BE2

Hitung luas segitiga ABE dengan rumus = (1/2 x AE x BE)

Hitung luas jajaran genjang (ABDC) = 4 x luas ABE

Populasi tanaman kelapa sawit = (10.000 m2) / (luas

jajaran genjang ABDC)

Hasil perhitungan :

Luas segitiga ABE = (1/2 x 4,5 m x 7,79 m) = 17,54 m2

Luas Jajaran genjang ABDC = 4 x 17,54 m2 = 70,15 m2

Populasi Tanaman Kelapa Sawit per Hektar = (10.000 m2) / (70,15 m2) = 143 tanaman

A

9

Tanaman Kelapa Sawit per Hektar = (10.000 m2) / (70,15 m2) = 143 tanaman A 9
Tanaman Kelapa Sawit per Hektar = (10.000 m2) / (70,15 m2) = 143 tanaman A 9
Tanaman Kelapa Sawit per Hektar = (10.000 m2) / (70,15 m2) = 143 tanaman A 9
Tanaman Kelapa Sawit per Hektar = (10.000 m2) / (70,15 m2) = 143 tanaman A 9

C

B

Tanaman Kelapa Sawit per Hektar = (10.000 m2) / (70,15 m2) = 143 tanaman A 9

7,79

9

F

9

Tanaman Kelapa Sawit per Hektar = (10.000 m2) / (70,15 m2) = 143 tanaman A 9

7,79

9

D

Tanaman Kelapa Sawit per Hektar = (10.000 m2) / (70,15 m2) = 143 tanaman A 9

: Tanaman

8

E

9

Kesimpulan anda

Pola tanam mana yang lebih

banyak populasinya ?

Kesimpulan anda Pola tanam mana yang lebih banyak populasinya ? 9

9

Pengajiran Tanaman

LAHAN DATAR LAHAN MIRING 10
LAHAN
DATAR
LAHAN
MIRING
10
Pengajiran Tanaman
Pengajiran Tanaman

a) Lahan Datar

• Pertama kali

harus

diperhatikan adalah amati kondisi

lahan yang akan di ajir (bentuk &

batas lahan, Jalan utama kebun,

alur sungai dll)

yang

• Bila tidak ada jalan utama dalam

kebun, buat ajir kepala (lingkaran

merah) arah utara-selatan dengan

jarak sesuai yang ditentukan (mulai

dari tengah lahan)

• Buat ajir anakan (lingkaran kuning) arah timur-barat dengan jarak sesuai yang ditentukan (mulai dari tengah lahan)

4 3 2 3 2 1 2 3 2
4
3
2
3
2
1
2
3
2
kuning ) arah timur-barat dengan jarak sesuai yang ditentukan (mulai dari tengah lahan) 4 3 2

11

Pengajiran Tanaman
Pengajiran Tanaman
4 3 2 3 2 1 2 3 2
4
3
2
3
2
1
2
3
2
Pengajiran Tanaman 4 3 2 3 2 1 2 3 2 a) Lahan Datar • Selanjutnya

a) Lahan Datar

• Selanjutnya tarik garis lurus ke arah

Timur-Barat di setiap ajir kepala

• Taris garis lurus Utara-Selatan

disetiap ajir anakan

• Titik pertemuan garis, merupakan

titik lubang tanam

• Titik pertemuan garis, merupakan titik lubang tanam 12 Perhatikan gambar, terlihat bahwa di bagian tepi
• Titik pertemuan garis, merupakan titik lubang tanam 12 Perhatikan gambar, terlihat bahwa di bagian tepi
• Titik pertemuan garis, merupakan titik lubang tanam 12 Perhatikan gambar, terlihat bahwa di bagian tepi
• Titik pertemuan garis, merupakan titik lubang tanam 12 Perhatikan gambar, terlihat bahwa di bagian tepi
• Titik pertemuan garis, merupakan titik lubang tanam 12 Perhatikan gambar, terlihat bahwa di bagian tepi

12

Perhatikan gambar, terlihat bahwa di

bagian tepi lahan pertanaman menjadi tidak teratur (estetika kebun kurang baik). Hal ini tidak menjadi masalah, karena tidak ada jalan utama di bagian dalam & disekeliling Kebun

Pengajiran Tanaman

a) Lahan Datar

Bila di tengah kebun ada jalan

utama, maka agar terlihat

estetikanya oleh siapapun yang

melewati jalan utama kebun,

lakukan pengajiran dengan langkah

sebagai berikut :

Dari tepi kanan-kiri jalan utama dari

bagian tengah kebun, tancapkan ajir

kepala (warna merah) berjarak sekitar ½ dari jarak tanam yang ditentukan (yang penting pertumbuhan kanopi tanaman nantinya tidak keluar sampai ke jalan utama)

5 5 4 4 3 3 2 2 3 2 1 1 2 3 4
5
5
4
4
3
3
2
2
3
2
1
1
2
3
4
2
2
3
3

13

Pengajiran Tanaman

a) Lahan Datar 5 5 4 4 • Tarik garis Utara-Selatan (searah jalan utama), ajir
a)
Lahan Datar
5
5
4
4
• Tarik garis Utara-Selatan (searah jalan
utama), ajir kepala sesuai dengan jarak
3
3
tanam yang ditentukan
2
2
• Di setiap titik ajir kepala, tarik garis ke
3
2
1
1
2
3
arah Timur-Barat, kemudian tancapkan
4
ajir anakan (warna kuning) sesuai
2
2
dengan jarak tanam yang ditentukan
3
3
• Titik pertemuan garis, merupakan titik
lubang tanam
Perhatikan gambar, terlihat bahwa pertanaman di
kanan-kiri jalan utama terlihat rapi & teratur
(estetika), tetapi di bagi tepi lahan lainnya
pertanaman tidak teratur
14

Pengajiran Tanaman

b) Lahan Bergelombang

Pengajiran Tanaman b) Lahan Bergelombang 1 2 3 4 5 lahan bergelombang lebih sulit 15 •
1 2 3 4 5 lahan bergelombang lebih sulit
1
2
3
4
5
lahan
bergelombang
lebih
sulit
1 2 3 4 5 lahan bergelombang lebih sulit 15 • Pengajiran dibandingkan lahan datar. Diperlukan

15

• Pengajiran

dibandingkan lahan datar. Diperlukan alat khusus seperti Teodolit, Waterpass, segita sama sisi, Ajir (indukan, kepala dan anakan)

• Karena lahannya miring, maka jarak tanam merupakan rerata air (waterpass)

Pengajiran Tanaman

b) Lahan Bergelombang

Pertanaman Kopi Arabika
Pertanaman Kopi Arabika
Pertanaman Kelapa Sawit
Pertanaman Kelapa Sawit

• Meskipun

sulit,

pola

tanam

yang

dilakukan

harus

tetap

memperhatikan

aspek

estetika

(keindahan)

• Langkah-langkah pengajiran pada

lahan miring :

• Tancapkan ajir indukan (tanda panah

hitam gambar slide 15) di tempat

paling tinggi & dapat dilihat dari berbagai arah di lahan bawah

• Tarik dari ajir indukan lurus ke arah bawah, kemudian tancapkan ajir kepala (lingkaran merah slide 15)

16

Pengajiran Tanaman

b) Lahan Bergelombang

Pertanaman Kopi Arabika
Pertanaman Kopi Arabika
Pertanaman Kelapa Sawit
Pertanaman Kelapa Sawit

• Jarak antar ajir kepala sesuai dengan

jarak tanam yang ditentukan, tetapi

jaraknya tetap menggunakan rerata air

(water pass) dan bukan jarak pada

permukaan lahan yang miring

• Bila jarak tanam tidak terlalu panjang

dapat menggunakan segitiga sama sisi

yang terbuat dari bilah bambu. Panjang

sisi sesuai jarak tanam

Bilah bambu Tali benang dengan pemberat
Bilah bambu
Tali benang
dengan pemberat

17

Pengajiran Tanaman

b) Lahan Bergelombang

Pertanaman Kopi Arabika
Pertanaman Kopi Arabika
Pertanaman Kelapa Sawit
Pertanaman Kelapa Sawit

• Tarus salah satu sudut segitiga (A)

tepat pada ajir indukan, kemudian atur

segitiga sehingga pemberat tepat di

tengah-tengah sisi bawah segitiga (O).

Kemudian tancapkan ajir pada proyeksi

kebawah di sudut segitiga (B).

Demikian seterusnya sehingga seluruh

ajir kepala terisi

Bilah bambu Tali benang dengan pemberat
Bilah bambu
Tali benang
dengan pemberat

18

Pengajiran Tanaman

b) Lahan Bergelombang

Pertanaman Kopi Arabika
Pertanaman Kopi Arabika
Pertanaman Kelapa Sawit
Pertanaman Kelapa Sawit

• Tempatkan sudut (A) tepat di titik ajir

kepala. Kemudian atur segitia sedemikian

rupa segitiga sehingga pemberat tepat di

tengah-tengah sisi bawah segitiga (O).

Kemudian tancapkan ajir anakan pada

proyeksi kebawah di sudut segitiga (B).

Demikian seterusnya sehingga seluruh

ajir anakan terisi

• Ajir Kepala dan Ajir anakan merukan

tempat penanaman tanaman yang akan dibudidayakan

• Dengan cara ini, maka pola tanam akan

terlihat teratur (estetika)

19

Contoh Visual Pengaturan Pola tanam Yang Baik

Kebun Anggur Kebun Karet
Kebun Anggur
Kebun Karet
Kebun Kelapa Sawit
Kebun Kelapa Sawit
Kebun Jati Mas
Kebun Jati Mas

20

Terima kasih

semoga tulisan sederhana ini bermanfaat

sebelum sel-sel otak ini rapuh & mati