Anda di halaman 1dari 30

Hari Prasetyo email : prasetyo.jbr2003@gmail.

com

POLITEKNIK NEGERI JEMBER

1. KEMASAMAN TANAH 2. PENGAPURAN TANAH PERTANIAN

09 Mei 2012

Hari Prasetyo

KEMASAMAN TANAH
Reaksi tanah menunjukkan kemasaman dan alkalinitas tanah yang dinyatakan dengan nilai pH pH Tanah menunjukkan konsentrasi ion H (Hidrogen) dalam tanah Semakin tinggi konsentrasi ion H dalam tanah, semakin masan sifat tanah tersebut pH = - log (H+) Kisaran nilai pH tanah
0 7 14 ASAM
09 Mei 2012

NETRAL
Hari Prasetyo

BASA
3

TANAH BEREAKSI MASAM DI INDONESIA ( Juta Ha)


Pulau 1. Jawa dan madura 2. Sumatra 3. Kalimantan 4. Sulawesi 5. Nusa Tenggara 6. Maluku 7. Papua Jumlah Aluvial 2.550 5.682 5.744 1.562 0.312 0.488 2.575 18.913 Latosol 2.775 6.018 4.468 2.649 0.563 0.311 0.356 17.160 Organosol 0.025 8.175 6.523 0.240 0.525 10.875 27.063 Podsol 1.031 4.581 5.612 Podsolik 0.325 14.695 10.947 1.308 2.406 8.706 38.437

09 Mei 2012

Hari Prasetyo

Padanan Nama Tanah menurut Berbagai Sistem Klasifikasi Tanah (disederhanakan)


Sistem Dudal Soepraptohardjo (1957-1961) 1. Tanah Aluvial Modifikasi 1978/1982 (PPT) Tanah aluvial FAO/UENESC USDA Soil Taxonomy O (1975 1990) (1974) Fluvisol Entisol Inceptisol

2. Latosol

Grumusol - Kambisol - Latosol - Lateritik Organosol

Vertisol - Cambisol - Nitosol - Ferralsol Histosol

Vertisol - Inceptisol - Ultisol - Oxisol Histosol

3. Organosol

4. Podsol
5. Podsolik Merah Kuning
09 Mei 2012

Podsol
Podsolik

Podsol
Acrisol
Hari Prasetyo

Spodosol
Ultisol
5

PENYEBAB KEMASAMAN TANAH

1. Bahan Induk Tanah


Tanah yang terbentuk dari bahan induk masan, akan berkembang menjadi tanah masam Tanah yang terbentuk dari bahan induk basa akan berkembang menjadi tanah basa/alkalin

2. Curah Hujan (Iklim)


Curah hujan yang tinggi akan menyebabkan pencucian (leaching) kation-kation basa seperti Kalium, Natrium, Calsium dan Magnesium, sehingga permukaan misel tanah akan didominasi oleh ion H+ dan AL+ 3 sehingga tanah menjadi masam
Hari Prasetyo 6

09 Mei 2012

PENYEBAB KEMASAMAN TANAH


Proses Terjadinya Leaching Unsur Basa Karena Curah Hujan Yang Tinggi

H+ +3 H+ Al K+ H+ Na+ K+ Ca+2 Ca+2 Mg+2


Misel Tanah

Curah Hujan

K+

Ca+2

H+ Al+3 H+ H+ Al+3 H+ + Na+ H+ H Al+3 +3 Al+3 Al K+


Tanah Masam

Dalam larutan tanah

Mg+2

Ca+2 Na+
7

09 Mei 2012

Hari Prasetyo

PENYEBAB KEMASAMAN TANAH

3. Aktifitas ion Al+3


Pada kondisi tanah masam, ion Al+3 akan larut dalam tanah Ion Al+3 akan terhidrolisis dan menghasilkan ion H+

Reaksi hidrolisis Al3+ menghasilkanion H+ adalah sebagai berikut: Al3+ + H2O < ------ > Al(OH)2+ + H+ Al(OH)2+ + H2O < ------ > Al(OH)2+ + H+ Al(OH)2+ + H20 < ------ > Al(OH)3 + H+ (Tisdale & Nelson, 1975).
09 Mei 2012 Hari Prasetyo 8

PENYEBAB KEMASAMAN TANAH

4. Aktifitas Pemupukan Tanaman

Pemakaian pupuk yang bersifat masan dapat meningkatkan kemasaman tanah


Misalnya : NH4SO4 NH4+2

Amonium Sulfat (ZAZwavelzuuur of Amonium))

SO4-2 + H2O H2SO4

09 Mei 2012

Hari Prasetyo

2 H+

SO4-2

PENYEBAB KEMASAMAN TANAH

4. Aktifitas Pemupukan Tanaman


Misalnya : K2SO4
Kalium Sulfat (ZK)

K+2

SO4-2 + H2O H2SO4

2 H+
09 Mei 2012 Hari Prasetyo

SO4-2
10

PENYEBAB KEMASAMAN TANAH

5. Dekomposisi Bahan Organik


Hasil dekomposisi BO oleh jasad mikro berupa : a) Karbon : CO2; CO3-2; HCO3-; CH4 dan C b) Nitorgen : NH4+; NO2-, NO3c) Fosfor : H2PO4-; HPO4-2

6. Respirasi Akar Tanaman


H+ CO2 + H2O
09 Mei 2012

H2CO3 CO3Hari Prasetyo 11

PENYEBAB KEMASAMAN TANAH

7. Aktivitas Mikroorganisme Tanah


Karbon : CO2, CO3=, HCO3- CH4, karbon elementer Nitrogen : NH4+, NO2-, NO3-, gas N2 Sulfur : S, H2S, SO3=, SO4=, CS2 Fosfor : H2PO4-, HPO4= Lain-lain : H2O, O2, H2, H+, OH-, K+, Ca2+, Mg2+ dll
09 Mei 2012 Hari Prasetyo 12

HUBUNGAN ANTARA pH TANAH DENGAN KETERSEDIAAN UNSUR HARA DALAM TANAH

09 Mei 2012

Hari Prasetyo

13

KENDALA TANAH MASAN UNTUK PERTANIAN


Keracunan AL, Mn dan Fe Kekahatan (defisiensi) Ca, Mg dan Mo Dekomposisi Bahan Organik terhambat

Ketersedian unsur hara N dan P kecil


Aktifitas organisme tanah terhambat Produktifitas tanah rendah

09 Mei 2012

Hari Prasetyo

14

CARA MENGATASI TANAH MASAN


Penambahan Kapur Penggunaan pupuk yang tepat Penanaman dengan jenis tanaman yang toleran kondisi masam Penambahan Bahan Organik

09 Mei 2012

Hari Prasetyo

15

PENGAPURAN TANAH PERTANIAN

09 Mei 2012

Hari Prasetyo

16

PENGAPURAN
Kapur adalah setiap bahan yang mengandung Ca maupun Mg yang dapat diberikan kepada tanah untuk menaikan pH Pengapuran adalah pemberian bahan-bahan kapur untuk meningkatkan pH tanah yang bereaksi masam menjadi mendekati netral yaitu sekitar 6,5 7,0 Tujuan pengapuran adalah (1) meningkatkan ketersediaan unsur hara, (2) untuk mengurangi efek racun dari unsur Al, Fe dan Mn pada tanaman budidaya, dan (3) untuk memperbaiki sifat fisik, kimia dan biologi tanah
09 Mei 2012 Hari Prasetyo 17

PENGAPURAN
Pengapuran menaikkan pH tanah :
Lime reduces soil acidity (increases pH) by changing some of the hydrogen ions into water and carbon dioxide (CO2). A Ca++ ion from the lime replaces two H+ ions on the cation exchange complex. The carbonate (CO3-) reacts with water to form bicarbonate (HCO3-). These react with H+ to form H2O and CO2. The pH increases because the H+ concentration has been reduced.
Sumber: http://hubcap.clemson.edu/~blpprt/acidity2_review.html

Charles C. Mitchell Extension Agronomist-Soils & Professor Auburn University


09 Mei 2012 Hari Prasetyo 18

PENGAPURAN
Pengaruh pengapuran terhadap perbaikan sifat fisik, kimia dan biologi tanah :

1. Perbaikan sifat fisik tanah :


Pengapuran berpengaruh terhadap agregasi zarah tanah (butir tanah), aerasi dan perkolasi menjadi lebih baik. Struktur tanah menjadi remah sehingga perkembangan akar menjadi lebih optimal

2. Perbaikan Sifat kimia Tanah


Peningkatan pH tanah akibat pemberian kapur, menyebabkan perubahan kimia yang menguntungkan. Diantaranya : Kepekatan H+ menurun Kelarutan Al, Fe dan Mn menurun Ketersediaan P dan Mo meningkat Kapasitas Tukar Kation (KTK) meningkat
09 Mei 2012 Hari Prasetyo 19

PENGAPURAN
Pengaruh pengapuran terhadap perbaikan sifat fisik, kimia dan biologi tanah : 3. Perbaikan sifat biologi tanah :
Kapur dapat merangsang perkembangan akar dan jasad tanah lainnya. Akar tanaman lebih efisien menyerap hara. Jasadjasad mikro yang berperan dalam pelapukan bahan organik, nitrifikasi, oksida belerang, penambahan nitrogen dari udara bekerja lebih giat

09 Mei 2012

Hari Prasetyo

20

PENGAPURAN

Kapur Kalsit/Karbonat - CaCO3 Kapur Dolomit - CaMg(CO3)2 JENIS-JENIS KAPUR Kapur bakar/tohor/Sirih - CaO
CaCO3 + Panas CaO + CO2

Kapur Hidrat/Kapur Tembok - Ca(OH)2


CaO + H2O Ca(OH)2 + Panas

09 Mei 2012

Hari Prasetyo

21

PENGAPURAN
Reaksi Kapur Dalam Tanah H+ H+ K+ H+ H+
Misel Tanah

+ Ca(OH)2 Kapur Tembok

Ca+2 Ca+2 K+ Ca+2 Ca+2


Misel Tanah

2 H2O

H+ H+ K+ H+ H+
Misel Tanah
09 Mei 2012

+ CaO
Kapur Tohor

Ca+2 Ca+2 K+ Ca+2 Ca+2


Misel Tanah
Hari Prasetyo

H2O

22

PENGAPURAN
Reaksi Kapur Dalam Tanah H+ H+ K+ H+ H+
Misel Tanah

+ CaCO3 Kapur Kalsit/Karbonat

Ca+2 Ca+2 K+ Ca+2 Ca+2


Misel Tanah

H2O + CO2

H+ H+ K+ H+ H+
Misel Tanah
09 Mei 2012

MgCO3 Kapur Dolomit

Mg+2 Mg+2 K+ Mg+2 Mg+2


Misel Tanah
Hari Prasetyo

+ H2O

+ CO2

23

PERHITUNGAN KEBUTUHAN KAPUR Ada 2 metode untuk menghitung kebutuhan kapur, yaitu :
1. Metode SMP (Schoemaker Mc Lean dan Pratt) Mengukur jumlah H+ dalam Al2+ yang dapat dipertukarkan yang larut dengan menggunakan larutan SMP buffer.

Ukur pH bila masam, dilanjutkan Tambahkan larutan SMP buffer pada larutan pengukuran pH, kemudian ukur pHnya pH larutan buffer tabel kebutuhan kapur
09 Mei 2012 Hari Prasetyo 24

PERHITUNGAN KEBUTUHAN KAPUR


Tabel Kebutuhan Kapur berdasarkan pengukuran pH dengan larutan SMP buffer
( Donahue, Miller, Sickluna, 1977*)
Kebutuhan kapur giling (ton/ha)**)

pH dengan larutan SMP


7,.0 6,8 6,7 3,1 5,4

Tanah Mineral

Tanah organik

Agar pH tanah menjadi :


6,5 2,7 4,7 6,0 2,2 3,8 5,2 1,6 2,9

6,6
6,5 6,4

7,6
10,1 12,3

6,5
8,5 10,5

5,4
6,9 8,5

4,0
5,4 6,5

*) an introduction to soils and plant growth **) kapur giling 90% CaCO3 ekivalen, 40% < 100 mesh, 50% <60 mesh, 70% < 20 mesh, 95% < 8 mesh
09 Mei 2012 Hari Prasetyo 25

PERHITUNGAN KEBUTUHAN KAPUR


2. Berdasarkan atas kadar Aldd pada tanah permukaan

Kadar Aldd dapat diukur dari contoh tanah di lab. Dengan ekstraksi KCl 1 N Aldd dinyatakan dalam me/100 g Kebutuhan kapur (ton/ha) ditentukan dengan mengalikan kadar Aldd dengan faktor 1; 1,2; 2

09 Mei 2012

Hari Prasetyo

26

PERHITUNGAN KEBUTUHAN KAPUR


Contoh Perhitungan kebutuhan kapur dengan metode Al dd Tanah masam Podsolik Merah Kuning (PMK) mengandung Al-dd : 1 me/100 gr tanah. Berat isi tanah (bulk density) : 1 gr/cm3. Bila kebutuhan kapur ditetapkan 1,5 x Al-dd. Hitung berapa kebutuhan kapur (CaCO3) per hektar untuk kedalaman tanah 20 cm ?
Berat tanah = 20 cm x 1 gr/cm3 x 100.000.000 cm2 = 2.000.000.000 gr = 2.000.000 kg (2.000 ton)

1 Ha

= 100 m x 100 m = 100.00 cm x 100.00 cm = 100.000.000 cm2


Hari Prasetyo 27

09 Mei 2012

PERHITUNGAN KEBUTUHAN KAPUR


Kebutuhan Ca = 1,5 x 1 me/100 gr = 1,5 x (40/2 mg)/100 gr 1 me Ca agar satuannya menjadi mg Ca - 40/2 = 30 mg/100 gr Dimana : = 300 mg/1000 gr 40 BA Ca 2 muatan positif Ca = 2.000.000 x 300 mg = 600.000.000 mg = 600.000 g 600 kg Ca/ha Bila Berat atom Ca = 40; C = 12 dan O = 16 maka berat molekul CaCO3 = 100 Jadi berat Kapur CaCO3 yang diperlukan = (100/40) x 600 kg/ha 2,5 x 600 kg/ha 1.500 kg/ha 1,5 ton CaCO3 /ha

09 Mei 2012

Hari Prasetyo

28

PERHITUNGAN KEBUTUHAN KAPUR


Contoh Perhitungan kebutuhan kapur dengan metode SMP
Tanah seluas 7.500 m2, setelah dianalisa dengan menggunakan larutan buffer SMP pH tanahnya sebesar 6,5. Bila tanah tersebut pH nya ingin dinaikkan menjadi 7,0. Berapa Kapur Kalsit (Kapur giling) yang dibutuhkan ?
JAWAB : CaCO3 yang dibutuhkan = 10,1 ton/ha (lihat Tabel) = 10,1 x (7.500 m2 / 10.000 m2) = 10,1 x 0,75 = 7,575 ton / 7.500 m2

09 Mei 2012

Hari Prasetyo

29