Anda di halaman 1dari 15

Pengenalan Alat-Alat Ekologi 1. Water sample a.

Golongan alat (klimatik):

b. Prinsip kerja: Botol nansen diturunkan dari kapal dengan menggunakan bantuan tali yang diikat pada botol nansen dan dipasang secara terbalik, setelah itu diturunkan pada kedalaman laut yang diinginkan, kemudian menggunakan bantuan massengger, nansen yang dipasang terbalik tadi akan kembali menutup secara otomatis, setelah di dalamnya terisi dengan air laut, setelah itu botol nansen tersebut siap diangkat dari laut ke atas kapal. Contoh air laut selanjutnya dialirkan dari botol nansen dengan bantuan selang karet yang dipasang pada bagian krannya.

c. Fungsi/kegunaan Untuk mengambil sample air laut, danau dan sungai pada kedalaman tertentu. d. Cara penggunaan alat

e. Spesifikasi alat Botol ini terbuat dari tabung acrylic dengan ketebalan 5 mm dan bahan-bahan lainnya yang tahan karat serta memiliki sepasang steering fins yang berguna untuk menstabilkan botol ketika digunakan pada arus deras memiliki kapasitas 2.2 lt, 3.2 lt atau 4.2 lt dilengkapi termometer tali dan massanger Merk GET buatan Indonesia. f. Cara penyimpanan

g. Deskripsi Terdapat beberapa jenis water sample diantaranya adalah botol nansen. Botol nansen dirancang pada tahun 1910 oleh penjelajah awal abad ke-20 bernama Fridtjof Nansen ahli kelautan dan dikembangkan lebih lanjut oleh Shale Niskin. Botol Nansen telah diganti dengan botol Niskin, yang terbuat dari plastik, dengan demikian tidak menimbulkan korosi logam seperti botol nansen. botol niskin ini juga sering disebut sebagai botol nansen karena desain dasarnya sama seperti botol nansen. Botol nansen adalah alat instrumen oseanografi yang digunakan untuk mendapatkan sampel air dan pembacaan suhu di berbagai kedalaman di laut. Botol ini merupakan sebuah sampel botol air laut dengan katup pegas di kedua ujungnya yang tertutup pada kedalaman yang sesuai dengan perangkat massengger yang diturunkan untuk menghubungkan kabel botol ke permukaan. Jenis-jenis Botol Nansen 1. Vertikal Point Water Sampler

Fungsi :

kegunaan umum water sampling - fisik (suhu) - kimia (gas terlarut, nutrisi, logam) - biologis (photozooplankton)

freeflushing, pembatasan sampel non-logam sederhana, sure-fire mekanisme penurunan vertikal beberapa sampel di kawat tunggal dapat digunakan "inseries" mengambil sampel dari berbagai kedalaman

2. Horizontal Point Water Sampler

Fungsi :

lapisan tipis

- fisik (suhu) - kimia (gas terlarut, nutrisi, logam) - biologis (phytobacteriaplankton)


penahanan sampel non-logam penurunan massenger memudahkan untuk mengisi Botol nansen yang terbuat dari logam atau plastik diturunkan dengan menggunakan tali ke dalam laut, ketika telah mencapai kedalaman yang diinginkan maka massengger akan jatuh ke tali setelah mencapai botol, botol tersebut akan terbalik dan menjebak sampel air di dalamnya. Botol dan sampel di ambil dan diangkut menggunakan tali. Massengger yang kedua dapat diatur agar terlepas oleh mekanisme pembalik dan bergeser ke bawah tali sehingga sampai mencapai botol nansen. Dengan memperbaiki urutan botol dan massengger pada interval sepanjang tali, serangkaian sampel pada setiap tingkatan kedalaman dapat diambil. Suhu air laut di kedalaman akan direkam dengan menggunakan Termometer termometer ini adalah tertentu termometer ke air botol raksa nansen. dengan

penyempitan dalam tabung kapilernya, ketika termometer tersebut terbalik, menyebabkan tali berhenti dan termometer akan membaca suhu. Karena tekanan air pada kedalaman akan memampatkan dan mempengaruhi dinding termometer untuk menunjukkan suhu, maka termometer dilindungi oleh lapisan dinding yang tebal. termometer yang tidak dilindungi terlebih dahulu akan dipasangkan dengan pelindung, biasanya

termometer ini digunakan untuk pembacaan suhu titik sampling pada tekanan yang memungkinkan.

2. Konduktimeter celup

a. Golongan alat (klimatik):

b. Prinsip kerja Bagian konduktor atau yang di celupkan dalam larutan akan menerima rangsang dari suatu ion-ion yang menyentuh permukaan konduktor, lalu hasilnya akan diproses dan dilanjutkan pada outputnya yakni berupa angka . Semakin banyak konsentrasi suatu misel dalam larutan maka semakin besar nilai daya hantarnya karena semakin banyak ion-ion dari larutan yang menyentuh konduktor dan semakin tinggi suhu suatu larutan maka semakin besar nilai daya hantarnya, hal ini karena saat suatu partikel berada pada lingkungan yang suhunya semakin bertambah maka pertikel tersebut secara tidak lansung akan mendapat tambahan energi dari luar dan dari sinilah energi kinetik yang dimiliki suatu partikel semakin tinggi (gerakan molekil semakin cepat). Sehingga semakin sering suatu konduktor menerima sentuhan dari ion-ion larutan. c. Fungsi/kegunaan: Untuk menentukan daya hantar listrik suatu larutan. d. Cara penggunaan alat

e. Spesifikasi alat:

f. Cara penyimpanan:

g. Deskripsi: Konduktometer adalah alat yang digunakan untuk menentukan daya hantar suatu larutan dan mengukur derajat ionisasi suatu larutan elektrolit dalam dalam air dengan cara menetapkan hambatan suatu kolom cairan selain itu konduktometer memiliki kegunaan yang lain yaitu mengukur daya hantar listrik yang diakibatkan oleh gerakan partikel di dalam sebuah larutan.

3. Point Intercept

a. Golongan alat (klimatik) b. Prinsip kerja Mengukur perubahan kelimpahan tanaman per10cm. c. Fungsi/kegunaan Alat ini berfungsi untuk mengukur kelimpahan rumput. d. Cara penggunaan alat Menancapkan kayu ini kedalam tanah, lalu menghitung tumput yang terkena paku tersebut e. Spesifikasi alat

f. Cara penyimpanan

g. Deskripsi Untuk mengukur perubahan kelimpahan tanaman per10cm. Biasanya untuk menghitung komunitas suatu tanaman, seperti herba, dan spesies dengan kanopi terbuka, misalnya pada rumput.

4. Elektrothermal

a. Golongan alat (klimatik) b. Prinsip kerja Ketika mulai dan berakhirnya semua padatan mencair maka akan terdengar bunyi alarm, sehingga suhunya dapat di atur. c. Fungsi/kegunaan Untuk mengukur titik leleh d. Cara penggunaan alat Pengamatan sangat mudah dilakukan. ketika mulai dan berakhirnya semua padatan mencair maka akan terdengar bunyi alarm. sehingga suhunya dapat di atur, pengamatan dilakukan dengan menggunakan kaca pembesar untuk lebih meyakinkan bahwa semua padatan telah menjadi cair e. Spesifikasi alat - Brand Electrothermal - Temperature range from slightly above ambient to 100 C.

- Accepts up to 50 slides. - Dry slides across the drying bars, angled on the bars or lying flat without bars f. Cara penyimpanan

g. Deskripsi Alat ini merupakan alat yang modern yang berfungsi untuk mempermudah mengamati suatu benda yang meleleh.

5. Insect Net
a. Golongan alat (klimatik) b. Prinsip kerja

Menjaga agar specimen tidak mengalami kerusakan organ atau mati ketika ditangkap. c. Fungsi/kegunaan Jaring digunakan untuk menangkap serangga terbang seperti kupukupu,lalat, belalang, lebah, dan capung d. Cara penggunaan alat Agar serangga tidak kabur, usahakan sewaktu mengambil serangga dengan jaring berjalan perlahan berlawan dengan arah matahari Setelah menemukan serangga yang diburu ayunkan jaring dengan gerakan menyapu untuk menangkap serangga kemudian

kuncidengan melipat jaring agar serangga tidak bisa keluar. e. Spesifikasi alat

f. Cara penyimpanan Letakan insect net secara horizontal, posisi jaring terletak di atas agar tetap aman dan tidak rusak. g. Deskripsi Insect Net merupakan peralatan tambahan yang digunakan untuk

kegiatan praktikum Ekologi Umum. Insect net ini merupakan peralatan yang biasa digunakan sebagai perangkap serangga atau plankton.

6. Botol Nansen (Nansen Bottle Sampler) a. Golongan alat (klimatik) b. Prinsip kerja Mengetahui suhu di berbagai kedalaman di laut dan mendapatkan sampel air di dalam danau atau laut c. Fungsi/kegunaan Botol nansen merupakan alat yang digunakan oleh survyor untuk mengambil sample air laut, danau dan sungai pada kedalaman tertentu. d. Cara penggunaan alat Botol nansen yang terbuat dari logam atau plastik diturunkan dengan menggunakan tali ke dalam laut, ketika telah mencapai kedalaman yang diinginkan maka massengger akan jatuh ke tali setelah mencapai botol, botol tersebut akan terbalik dan menjebak sampel air di dalamnya. Botol dan sampel di ambil dan diangkut menggunakan tali. Massengger yang kedua dapat diatur agar terlepas oleh mekanisme pembalik dan bergeser ke bawah tali sehingga sampai mencapai botol nansen. Dengan memperbaiki urutan botol dan massengger pada interval sepanjang tali, serangkaian sampel pada setiap tingkatan kedalaman dapat diambil. Suhu air laut di kedalaman akan direkam dengan menggunakan termometer tertentu ke botol nansen. Termometer ini adalah termometer air raksa dengan penyempitan dalam tabung

kapilernya, ketika termometer tersebut terbalik, menyebabkan tali berhenti dan termometer akan membaca suhu. Karena tekanan air pada kedalaman akan memampatkan dan mempengaruhi dinding termometer untuk menunjukkan suhu, maka termometer dilindungi oleh lapisan dinding yang tebal. termometer yang tidak dilindungi terlebih dahulu akan dipasangkan dengan pelindung, biasanya termometer ini digunakan untuk pembacaan suhu titik sampling pada tekanan yang memungkinkan. e. Spesifikasi alat

f. Cara penyimpanan Botol sampler disimpan pada tempat yang aman diletakan secara vertikal agar perangkat yang terdapat pada alat tersebut tidak berubah posisi g. Deskripsi Botol nansen adalah alat instrumen oseanografi yang digunakan untuk mendapatkan sampel air dan pembacaan suhu di berbagai kedalaman di laut. Botol ini merupakan sebuah sampel botol air laut dengan katup pegas di kedua ujungnya yang tertutup pada kedalaman yang sesuai dengan perangkat massengger yang diturunkan untuk menghubungkan kabel botol ke permukaan. Botol Nansen atau botol sampler terbuat dari silinder logam atau plastik. Botol sampler ini terbuat dari tabung acrylic dengan ketebalan 5 mm dan bahan-bahan lainnya yang tahan karat serta memiliki sepasang steering fins yang berguna untuk menstabilkan botol ketika digunakan pada arus deras

memiliki kapasitas 2.2 lt, 3.2 lt atau 4.2 lt dilengkapi termometer tali dan massanger Merk GET buatan Indonesia.

7. Termometerf Tanah a. Golongan alat (edafik): b. Prinsip Kerja Alat ini bekerja berdasarkan proses pemuaian, jika suhu naik maka air raksa dalam reservoir akan naik. c. Fungsi alat Berfungsi untuk mengukur temperatur atau suhu tanah berumput pada masing-masing kedalamannya. d. Cara Pengamatan dengan Termometer Tanah Pengamatan suhu tanah berumput dan gundul dapat dilakukan dengan cara: Pengamatan pada temperatur tanah dilakukan 3 kali dalam sehari yaitu pada jam 07.30, 13.30 dan 17.30 waktu setempat. Pada jam 07.30 dan 13.30 pengukuran suhu tanah dilakukan pada kedalaman 0 cm, 2 cm, 5 cm, 10 cm, dan 20 cm. Sedangkan pada jam 17.30pengukuran suhu tanah dilakukan pada kedalaman 0 cm, 2 cm, 5 cm, 10 cm, 20 cm, 50 cm dan 100 cm. Prosedur pengamatan dilakukan sebagai berikut: 1. Membaca termometer tanah berumput pada kedalaman 0 cm, 2 cm, 5 cm, 10 cm, dan 20 cm dengan melihat ujung air raksa dalam skala derajatCelcius yang termometer sampai persepuluhan. 2. Untuk termometer tanah pada kedalaman 50 cm dan 100 cm, pembacaan dilakukan dengan cara: o Buka tutup tabung besi. o Tarik tabung gelas yang terikat pada rantai dengan hati-hati. o Pegang ujung gelas yang tertarik pada rantai. o Baca termometer sampai persepuluhan dengan cepat dan cermat. terdapat pada tabung kaca

o Waktu membaca usahakan membelakangi matahari, hal ini untuk menghindari pembacaan. o Kembalikan termometer ke tempat semula dengan hati-hati. 3. Dicatat di buku observasi, lalu disalin di back-up synop. 4. Untuk pengamatan berikutnya lakukan seperti hal tersebut di atas. e. Spesifikasi Alat 1. Thermomter Tanah untuk 0,5,10,20, dan 30 cm Bahan Sensor: Air Raksa, Bahan Badan : Gelas Bening (tembus cahaya),Diameter luar tabung badan : 1.4 s/d 1.7 cm, Rentang Pengukuran : minimal 0o s/d 45oC, Ketelitian : 0.1oC, Pembagi Skala : 0.2oC, Lebar Tiap Skala : 0.8 s/d 1.2 mm, Standar (dudukan) lengkap untuk setiap kedalaman, Tabung badan memiliki bengkokan dengan sudut antara 50o s/d 70o terhadap permukaan tanah (horizontal). pengaruh sinar matahari pada ketelitian

2. Thermometer tanah untuk 50 dan 100 cm Bahan Sensor: Air Raksa, Bahan Badan : Gelas Bening (tembus cahaya),Diameter luar tabung badan : 1.4 s/d 1.7 cm, Rentang Pengukuran : minimal 0o s/d 45oC, Ketelitian : 0.1oC, Pembagi Skala : 0.2oC, Lebar Tiap Skala : 0.8 s/d 1.2 mm, Standar (dudukan) lengkap untuk setiap kedalaman, DAN memiliki bola sensor dilindungi dengan parafin dan dilengkapi dengan pengait dan rantai penggantung.

f. Cara penyimpanan Diletakan pada ruangan dan tempat kering. g. Deskripsi Alat yang digunakan untuk mengukur suhu tanah berumput dan gundul yaitu termometer tanah. Satuannya derajat Celcius. Pengukuran suhu tanah umumnya dilakukan pada kedalaman 0 cm, 2 cm, 5 cm, 10 cm, 20 cm, 50 cm dan 100 cm. Untuk mungukur suhu tanah pada kedalaman kurang dari 50 cm dipakai termometer tanah yang dibengkokkan dan skalanya menghadap ke atas sehingga mudah dibaca tanpa mengganggu termometernya. Termometer tanah untuk kedalaman 50 cm dan 100 cm bentuknya berbeda dengan kedalaman lain. Termometer berada dalam tabung gelas yang berisi parapin, kemudian tabung diikat dengan rantai lalu diturunkan dalam selongsong tabung logam ke dalam tanah sampai kedalaman 50 cm atau 100 cm. Pembacaan dilakukan dengan mengangkat termometer dari dalam tabung logam, kemudian dibaca. Benda kuning pada termometer 50 cm dan 100 cm adalah parapin yang berfungsi agar memperlambat perubahan suhu ketika termometer terbaca di udara. Untuk mencegah kemungkinan air masuk ke dalam tabung besi, maka tabung bagian atas harus selalu tertutup. Karena perubahan suhu di dalam tanah berlangsung

lambat, maka kekurangpekaan dari termometer tanah tidak mengurangi ketepatan suhu tanah yang diamati.

Daftar Pustaka Nurtafita nita. 2009. Suhu tanah, (online) tersedia (10 di:

http://nitanurtafita.blogspot.com/2011/10/suhu-tanah.html. 2013) Ramadan wahyu. 2011. Peralatan BMKG, (online)

februari

tersedia

di: (10

http://coretanguesendiri.blogspot.com/2012/07/peralatan-bmkg.html. februari 2013) Azam. 2010. Prinsip Kerja Konduktometer. [Online].

Tersedia:

http://khoirulazam89.blogspot.com/2012/05/prinsip-kerjakonduktometer.html (9 Februari 2013) Anonim. (__). S 255507 tohodo. [Online]. Tersedia:

http://w32.indonetwork.co.id/pfimage/07/s_255507_tohodo.jpg ( Februari 2013) Abillah, Yayat. 2010. Botol Nansen. [Online]. Tersedia:

http://yayatabdillah.blogspot.com/2010/05/botol-nansen.html (9 Februari 2013) Yunengsih, Neni. (2012). Peralatan Trap. [Online]. Tersedia:

http://www.scribd.com/doc/81532348/Peralatan-Trap (8 Februari 2013) Abdillah, Yayat. (2010). Botol Nansen.[Online]. Tersedia:

http://yayatabdillah.blogspot.com/2010/05/botol-nansen.html (8 Februari 2013) Kundiarto, Randy. 2010. Botol Nansen (Nansen Bottle Sampler). [Online]. Tersedia: http://randykundiarto.wordpress.com/2010/05/10/botol-nansennansen-bottle-sampler/ (8 Februari 2013)