P. 1
ilmu Bedah

ilmu Bedah

|Views: 121|Likes:
Dipublikasikan oleh Brewok Susanto
bedah dasar
bedah dasar

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: Brewok Susanto on Apr 04, 2013
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/21/2013

pdf

text

original

I LMU BEDAH

Ilmu Penyakit Bedah adalah
Ilmu yang mempelajari tentang penyakit atau
kelainan organ tubuh yang dilakukan
pembedahan,dengan tehnik bedah terhadap
organ yang dilakukan sebelum,selama dan
sesudah pembedahan
PENYAKI T BEDAH
 KONGENITAL
 INFLAMASI : RADANG INFEKSI
 TRAUMA : LUKA FRAKTUR
 NEOPLASMA
 METABOLIK, DEGENERASI
 PENYAKIT KOLAGEN
 LAIN-LAIN
LABIOGNATOPALATOSISIS
MASTITIS MAMMAE
VULNUS PENETRANS ABDOMEN
CA MAMMA
Pembedahan atau Operasi :
Semua tindakan pengobatan yang
menggunakan cara invasif dengan
membuka atau menampilkan bagian
tubuh yang akan ditangani

Sayatan
Penampilan kelainan
Perbaikan kelainan
Penutupan dan penjahitan luka
Perawatan pascabedah
Penyakit Bedah
Penyakit dgn Indikasi pembedahan
Persiapan oleh dokter pembedah
- tentang penyakitnya
- teknik bedah
Persiapan dan perencanaan bedah
Personil yg ikut dlm pembedahan

Penderita
Siap secara fisik dan psikologis
Tahu kalau akan dibedah dan diobati
Telah dijelaskan tindakan pembedahan
Telah dijelaskan komplikasi yang mungkin terjadi
Menandatangani informed consent, sebaiknya
keluarganya juga tahu
Dokter Bedah

Menguasai penyakit yang akan dibedah
Mengenal pasien yang akan dibedah
Dapat melakukan dengan penuh keyakinan

TIM OPERASI
1. OPERATOR
2. ASISTEN I, II
3. ANAESTHESIS
4. PERAWAT
- SCRUB NURSE
( INSTRUMENTARIS I,II)
- CIRCULATING NURSE
STERI LI TAS

Sterilisasi adalah setiap proses baik fisika, kimia
dan mekanik yang membunuh semua bentuk
kehidupan mikroorganisma termasuk
membebaskan alat dan bahan dari segala
bentuk kehidupan suatu mikroba



Sterilization

Processes by which all pathogenic and
non pathogenic micro organisms, including spores
are killed. This term refers only to a process capable
of destroying all forms of microbial life, including
spores.
STERILISASI
CARA FISIS :
1. AUTOCLAVE
2. OVEN
3. DIGODOG
4. NYALA API/DARURAT
5. RADIASI
6. GAS ETHYLENE OXIDE











CARA KEMIS :
1. SOL. BARD PARKER
2. AQUEOUS BENZAL
KONIUM GERMICIDE
STERILITAS


ASEPTIS

TIM OPERASI
PASIEN
ALAT OPERASI / INSTR
RUANGAN = KAMAR OPERASI (O.K )
OPERASI
MAJOR
MINOR
Asepsis
Usaha untuk mempertahankan agar alat dan
perlengkapan bedah tetap dalam keadaan
sucihama (de Jong., Syamsuhidayat,1997)

Absence of microorganisms that cause disease;
freedom from infection; exclusion of
microorganisms. Adj,. Aseptic: without infection
(Atkinson, Kohn, 1986)
Antisepsis
Usaha membunuh kuman diluar tubuh agar tidak
dapat masuk lagi melalui luka bedah dan tumbuh
didalam tubuh (de Jong.,Syamsuhidayat,1997)

Prevention of sepsis by exclusion, destruction, or
inhibitition of growth or multiplication of
microorganisms from body tissue and fluids
(Atkinson., Kohn, 1986)
Alat dan pembedahan

Alat bedah, personil, dokter pembedah, adalah pembawa
yang potensial untuk memindahkan bakteri
Kulit Penderita
Flora komensal, stfilokokus epidermidis
Flora transien, dipindahkan kekulit penderita melalui
sumber pencemaran, S aureus
Visera
Sumber bakteri, ke luka operasi melalui anus,bedah usus.
Darah
Penderita infeksi/sepsis, darah mengandung virus/ bakteri—
pindah ke orang lain lewat alat
TEHNIK ASEPTIK
- Dasar pembedahan harus memenuhi syarat
asepsis
- Keadaan Asepsis diperoleh dengan Sterilisasi

ANTI SEPTIK :
* YODIUM ( BETADIN / ISODIN)
* ALKOHOL 70%
* FORMALIN , FORMALDEHYD, GLUTARALDEHYDE
* ANTI SEPTIKA KULIT
- HEXACLOROPHENE, SOHEX
* HIBISCRUB SOL (4%)
* HIBITANE (3%)
* RESIGUARD LIQUID
Yang dibutuhkan dalam keadaan Asepsis :

- Tim Operasi
- Mengenakan baju dan Jas Operasi
- Pasien
- Daerah operasi harus asepsis,di cukur
- Ditutup duk steril
- Alat operasi
- Ruang Operasi (OK)
OPERASI
±STERILISASI
± KERJA ASEPTIS
± TEKNIK HALSTED
± PENUTUPAN LUKA BAIK
± USAHAKAN SEMBUH PRIMER
± BENANG YANG TEPAT
± ANTIBIOTIKA
OPERASI MINOR
- INCISI
- EKSISI / DEBR
- EKSTIRPASI
- EKSTRAKSI
- PUNGSI
- CIRCUMSISI
OPERASI MAJOR
¯ OPERASI HERNIA
¯ OPERASI APPENDIX
¯ SECTIO ALTA
¯TRACHEOSTOMI
Asepsis dan pencegahan infeksi

Prinsip bedah untuk mempertahankan bebas kuman
Syarat mutlak tindakan pembedahan
Antisepsis, tindakan untuk mencapai bebas kuman
Kuman penyebab sepsis :
stafilokokus-----------kulit
E. coli-----------------usus
Pengendalian Infeksi

Lingkungan pembedahan
Personil kamar bedah
Pakaian dasar dan gaun bedah
Cuci tangan dengan air mengalir
Teknik tanpa singgung
Penyucihamaan
Penutupan lapangan pembedahan
Pengenadalian infeksi dari usus
Sterilisasi mekanis usus
Penggunaan antibiotika
Sterilisasi alat bedah
Hemostasis
Penyaliran/drainage

PRINSIP PENANGANAN LUKA
1. ASEPTIK
2. HALUS (CARA KERJA)
3. ALAT HALUS
4. TAJAM
5. JARUM ATRAUMATIK
6. HOMEOSTATIS perdarahan
7. JARINGAN BASAH
8. JARINGAN MATI BUANG
9. HEMAT KULIT
10.HINDARI DEAD SPACE TENSION
11. DRAIN KALAU PERLU SAJA
12. ISTIRAHAT elevasi
13. JANGAN AGUNGKAN A.B
14. BALUT LUKA
kontaminasi
sekresi
dead sp
FAKTOR -FAKTOR INFEKSI
1. Jumlah Mikroorganisme
2. Virulensi
3. Ketahanan Tubuh

MICROORGANISME / KUMAN


udara kecelakaan]

KAMAR OPERASI
Tim Operasi
Ruang Operasi
Sarung Tangan
Alat

STERIL

OPERASI
± STERILISASI
± KERJA ASEPTIS
± TEKNIK HALSTED
± PENUTUPAN LUKA BAIK
± USAHAKAN SEMBUH PRIMER
± BENANG YANG TEPAT
± ANTIBIOTIKA

OPERASI MINOR
- INCISI
- EKSISI / DEBR
- EKSTIRPASI
- EKSTRAKSI
- PUNGSI
- CIRCUMSISI
OPERASI MAJOR
¯ OPERASI HERNIA
¯ OPERASI APPENDIX
¯ SECTIO ALTA
¯TRACHEOSTOMI
TEKNIK OPERASI
INCISI

DEFINISI
SYARAT :
¨ SCALPEL TAJAM STERIL
¨ IRISAN LANGSUNG
¨ IRISAN SECUKUPNYA
¨ GARIS LANGER
¨ AXIS SENDI
¨ DISEMBUNYIKAN
¨ SIFAT SIMETRIS
¨ ONDERMYN
¨ JARUM
¨ BENTUK IRISAN
¨ BENANG
¨ JAHITAN
JARUM
ATRAUMATIK
JARINGAN
KULIT
BENANG
ABSORBABLE

CATGUT : OTOT SUBRUTIS
CHROMIC : FACIC APENEUMORIS

NON ABSORBABLE

Sutra / Zyde
Cotton
Nylon
Dexon
Dermalon
Horse Hair
Kulit Arteri


2
1
LUKA
Causa :

Fisik
- mekanis
- thermis
- elektris
- radiasi

Kemik
- asam
- basa
- garam

Bakteri Pathogen
streptococcus
staphylococcus
LUKA
VULNUS
COMBUSTIO
(luka bakar)
LUKA INFEKSI
BENTUK LUKA :
¯ LUKA TERBUKA
¯ LUKA TERTUTUP

LETAK :
_ TERSEMBUNYI
_ JELAS

JARINGAN YANG TERKENA :
® LUKA DALAM
® LUKA DANGKAL

BERAT / RINGANNYA :
+ LUKA RINGAN
+ LUKA BERAT
+ LUKA PARAH
BERDASARKAN KLINIS

LUKA BERSIH
LUKA KONTAMINASI
“ GOLDEN PERIOD”
LUKA INFEKSI
GOLDEN PERIODE
BERSIH
KONTAMINASI
INFEKSI
0

JAM
8

JAM
JAHITAN
PRIMER
DEBRIDEMENT



JAHITAN PRIMER
PERAWATAN
TERBUKA


JARINGAN
GRANULASI


JAHITAN
SEKUNDER
LUKA TERTUTUP (CONTUSIO)
PENANGANAN

24 JAM PERTAMA KOMPRES DINGIN

KOMPRES HANGAT
INCISI
PUNGSI
HEMATOM
ABCES
DEAD SPACE
BAKTERI
LUKA TERBUKA
1. VULNUS EXCORIATIVUM
2. V. INCICIVUM = SCISSUM
3. V. CAESUM
4. V. TRAUMATICUM
5. V. LACERATUM
6. V. PUNCTUM
7. V. MORSUM
8. V. SCLOPETORIUM :
- V. PENETRANS
- V. PERFORANS
P3K LUKA KONTAMINASI
TOILET LUKA : PEMBERSIHAN DES INFEKSI
SEBAGIAN DEBRIDEMENT
+ letakkan kasa steril diatas luka
+ kulit dicuci dengan : air sabun dibilas air
zat anti septik : jodium/betadin dibilas alkohol 70%
+ kasa diambil luka disiram dengan air steril NACL
membasuh bekas darah / kotoran
+ kotoran yang tak hanyut diambil dengan pincet steril
+ tutup luka dengan sofratule, luka ditutup dengan kassa agak tebal
+ dibalut dengan balutan yang menekan
GAMBARAN KLI NI S LUKA
1. PERDARAHAN
BESAR, KECIL, LUAS, VASA YANG PUTUS
ARTERIAL, VENA, CAPILER
12 JAM - 36 JAM ANEMI
2. RASA SAKIT
SHOK
3. PEMBENGKAKAN
2 JAM
4. ERYTEM ECHYMOSIS HEMATOM
5. DISABILITY
OTOT, TENDO, SYARAF, TULANG

1. ASEPTIK
2. HALUS (CARA KERJA)
3. ALAT HALUS
4. TAJAM
5. JARUM ATRAUMATIK
6. HOMEOSTATIS perdarahan
7. JARINGAN BASAH
8. JARINGAN MATI BUANG
9. HEMAT KULIT
10.HINDARI DEAD SPACE TENSION
11. DRAIN KALAU PERLU SAJA
12. ISTIRAHAT elevasi
13. JANGAN AGUNGKAN A.B
14. BALUT LUKA
kontaminasi
sekresi
dead sp

PERAWATAN & PENANGANAN
LUKA TERBUKA
ANAMNESA

1. PENANGANAN VITAL
perdarahan, pernafasan, shock
2. INSPEKSI LUKA
- bentuk
- fraktur, syaraf tendo
3. ANTI SEPTIK
4. ANESTESI
5. TOILET, DEBRIDEMENT

I NDI KASI SUNTI KAN A.T.S :
1. Luka-luka ditempat ada kotoran kuda
paku berkarat
2. Luka-luka yang besar
3. Luka-luka yang terlambat dirawat
4. Luka-luka tembak
5. Luka-luka dileher dan muka
6. Luka-luka tusuk & gigitan yang dalam
7. Luka-luka dengan gejala TETANUS

ATS 1500 UI Profilaksi

ATS > 10.000 UI Terapi


- sekitar luka
- I.V.
- I.M.

TOXOID
ATS, HIPERTET
IMUNISASI AKTIF / PASIF
LUKA INFEKSI
LUKA TERBUKA
LUKA TERTUTUP
COMBUSTIO
INFLAMASI
C RUBOR
E KALOR
L TUMOR/INDURASI
S DOLOR
U FUNGSIOLESA
S
LUKA INFEKSI
ABSES
CELULITIS/
PHLEGMON
SEPSIS
GANGGREN
MANIFESTASI
LUKA INFEKSI
- LOKAL
- rubor, kalor, tumor, dolor
- INDURASI
- PANAS CEPAT
- LYMPHANGITIS
- Kel. Lymphanodi besar
- Lekocytosis
- ABSES / INFILTRAT
- SISTEMIK
- panas
- sakit kepala
- anorexia, lemes
- pegel
TERAPI LUKA INFEKSI
- ISTIRAHAT
- ANTIBIOTIKA

ABSES,INFIL, SEPSIS
- LUKA KOTOR ?
- LUKA LUAS
- LUKA DALAM
- LUKA JAHITAN ABSES
- VERBAUD
ABSES ?
DEF
TERBENTUKNYA
GEJALA
MACAM
TERAPI
- INCISI
- DRAIN / TAMPON
- EXCOCHLEASI
JAHIT
- ANTIBIOTIKA
CELULITIS, FLEGMON INFILTRAT
- TANDA-TANDA
- TERAPI
- kompres dingin
ABSES
- ANTIBIOTIKA
ABSES - ISTIRAHAT

GAGAL


SEPSIS
SEPSIS
BAKTERIAEMI
TOXAEMI
GEJALA-GEJALA
PEMERIKSAAN
TERAPI
PROFILAKSI
INFEKSI
MANIFEST
SEPSIS

SEPSIS

GEJALA-GEJALA SEPSIS
- FEVER
- CHILL
- APATIS, LEMAH
- LEUCOCYTOSIS
> 20.000
- KULTUR DARAH +
SENSITIVITAS TES
- SENSORIUM DELIR
- SIMTOM DIGESTIF :
NAUSEA
VOMITUS
ANOREXIA
PROFILAKSI
DEBRIDEMENT
ISTIRAHAT / ELEVASI
INFEKSI
NON OPERATIF
OPERATIF

INCISI
ABSES
APLIKASI PANAS
ISTIRAHAT
ANTIBIOTIKA
MANIFEST
- PERAWATAN : K.U
TANDA-TANDA VITAL
BALANCE
- ANTIBIOTIKA
- TRANSFUSI
- PLASMA + VIT. K
- STEROID
GANGREN
GEJALA DINI
- Sensoris : paraestesi

hypaestesi

anaestesi
- Poikiloterm
- Kelemahan otot paralyse
- Discomfort

GEJALA KHAS
- bau busuk
- kulit hitam

GEJALA UMUM : panas
leucooytosi
sakit
NEKROSE
MACAM-MACAM GANGREN
- BENTUK : G. KERING
G. BASAH
-CAUSA :
G. ARTERIOSTEROIS/SENIL
D.M.
THROMOANG OBL (BEURGER)
EMBOLUS/THROMBUS
TRAUMA
BAKTERI
(a.l. GAS GANGREN)
PUNKSI
DEF
TUJUAN

- PUNGSI PERCOBAAN
- ANESTESI : LUMBAL
- DIAGNOSTIK
- TERAPEUTIK
- TEK. INTRAKRANIAL
- DARURAT : BLAAS P
- PUNGSI CAIRAN
- ASCITES
- PLEURITIS EXUDATIVA
LUMBAL PUNGSI
- ANESTESI LUMBAL
INDIKASI
- tek. intrakranial
- spinel anestesi
- pemeriksaan bakteriologis

ANESTESI < 2 JAM
tetap sadar

sectio alta
hemorrhoidektomi
prostatektomi
u.g. externa
herniotomi
KONTRA INDIKASI
- fraktur col. Vert
- spondilitis tbc

BLAAS PUNGSI
retensio urine
- PPPK
- Oystostomi
kateter
TROICAR
INDIKASI

tak dapat bernafas
- corpal dalam trachac
- kompl. Abses retro ph
- kompl anginer
- glottis oederm
- diphteri
- tumor extra / intratracheal
- trauma leher /
- paralisis n. rec duplex

tracheostomi elektif
tumor otis nasopharynk
FASE INITIAL
HARI - 1 :
- DEPOSISI
NJENDAL

HARI 2-6
- PEMBUANGAN +
- PEMBERSIHAN
FAGOCYT
ENZYM PROTEOLYTIK
CIRCULASI
FASE FIBROLASI
HARI 2-6 :
- PENJEDALAN HUMORAL
- MIGRASI & PROLIFERASI
ENDOTEL KAPILER
CELULER

-JARINGAN
GRANULASI
HEXOSAMIN
FIBROBLAS
TENSILE STRENGTH
- JAR. KOLAGEN

- JAR. CICATRIX
HIDROXIPROLIN
FASE KONTRAKSI PARUT
- AKHIR HARI - 6 :
CICATRIX

- KONTRAKSI defek
menekan
memeras

- NEOVASCULARISASI
- EPITELISASI


LUKA MENUTUP

LUKA DANGKAL TERTUTUP KERAK
(ALAMI)
FAKTOR PENGHAMBAT LUKA
I. DARI DALAM TUBUH :
- < VIT. C 0,4 M/100 cc)
- HIPOPROTEINAEMI
- D.M.
- URAEMI
- MALNUTRISI DEHIDRASI
- ANEMI HEBAT

FASE II TERHAMBAT
II. DARI LUAR TUBUH :

1. INFEKSI
2. PENUTUPAN LUKA TIDAK TEPAT
3. TRAUMA SELAMA OPERASI (HALSTEB)
4. TRAUMA MEKANIS
KHEMIS (SALEP KOH)
5. < ISTIRAHAT
6. CORPUS ALIENUM
7. SIRKULASI TERGANGGU
8. KEGANASAN
• KOMPLIKASI
• CARA HINDARI
• CARA MENGELOLA
PENYEMBUHAN LUKA
I. INFEKSI

• STERIL KERJA
DEBRIDEMEN JELEK

• ASEPTIK
HALSTREAD
HINDARI DEAD SPACE

• BUKA JAHITAN SEBAGIAN
INCISI/COUNTER INCISI
ANTIBIOTIKA ADEKUAT MASIF
2. FISTULA / SINUS
• INFEKSI
CORPAL
JAR. MATI
• DEBR. YANG BAIK
BENANG
CORPAL
• EXCISI, FISTELEKTOMI ANTIBIOTIKA

3. HEMATOMA / SEROMA
• PENTUTPAN TAK RAPI DEAD SPACE
• JAGA HOMEOSTASIS
JAGA VASKULARISASI
KURANGI TEKANAN
HINDARI DEAD SPACE
• HARI 1 KOMPRES DINGIN
HARI 2 SOLUX, HANGAT
PUNGSI / INCISI
4. DEHISIENSI
• PENUTUPAN TAK TEPAT
TEGANG, INFEKSI
• ONDERMYN. LAPIS DEMI LAPIS
FLAP
•PERBAHARU, TEPI LUKA
+ TAK TEGANG
FLAP
5. PARUT HIPERTROFI / KELOID
• FASE III < AKTIF
- TEMPAT : DADA PUNGGUNG
- BAKAT
- CARA KASAR
•HALSTED
• DIAMKAN BESAR
OPERASI RESIDIF
INJEKSI KENACORT A DERMOJECT
6. KONTRAKTUR
• LUKA DALAM INFEKSI GRANULASI KAKU
LUKA BAKAR
• GRAFTING
FISIOTERAPI
• EKSISI JAR. PARUT
TUTUP FLAP
7. KISTA RETENSI
• TERPOTONG DUCT GL. EXCR
TERJAHIT SEKRET TAK BISA KELUAR
BIBIR
ATEROM
• KERJA HATI-HATI
• EKSISI
EKSTIRPASI BESERTA KAPSUL
DESM
DERMAT

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->