MAKALAH SOSIOLOGI-ANTROPOLOGI IDENTIFIKASI WILAYAH Kelurahan Tinjomoyo Kecamatan Banyumanik,Kota Semarang Disusun untuk memenuhi tugas

mata kuliah Sosiologi Antropologi Kesehatan

Disusun oleh : KELOMPOK II R1-A2 2011

FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT UNIVERSITAS DIPONEGORO 2012

MAKALAH SOSIOLOGI-ANTROPOLOGI IDENTIFIKAS WILAYAH Kelurahan Tinjomoyo Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Sosiologi Antropologi Kesehatan

Oleh : Isnaini Avia Nita Nur Syamsiyah Fathin Faridah Adi Nur Rahman Fadyan Ratna Dewi Diana Fairuz Muflikhatun Umammah Nadya Ayu Ginanti Anggi Yohana Sinabariba Siti Fatonah (25010111120061) (25010111120062) (25010111120063) (25010111120064) (25010111120065) (25010111120066) (25010111120067) (25010111120068) (25010111120069) (25010111120070)

FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT UNIVERSITAS DIPONEGORO SEMARANG 2012

Penulisan makalah ini bertujuan untuk memenuhi tugas mata kuliah Sosiologi-Antropologi Kesehatan. April 2012 Penyusun . makalah ini dapat bermanfaat bagi masyarakat pada umumnya. Penulis mengucapkan terima kasih atas semua pihak yang telah membantu dan mendukung penulis sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah ini. Makalah ini masih jauh dari sempurna. diantaranya dari buku tentang Sosiologi-Antropologi dan data yang didapat dari pihak kelurahan Tinjomoyo.KATA PENGANTAR Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas berkah dan rahmatnya terhadap penulis. Semarang. dan bagi penulis pada khususnya serta menambah wawasan mengenai Sosiologi-Antropologi dan hubungannya dengan kesehatan masyarakat. Makalah ini ditulis dari hasil penyusunan data-data yang penulis peroleh dari berbagai sumber. sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “Identifikasi Wilayah Kelurahan Jatingaleh” dengan lancar. sehingga kritik dan saran yang konstruktif penulis harapkan untuk penulisan makalah yang lebih baik. Harapan penulis.

Hal ini juga yang merupakan tujuan dari ilmu sosiologi.BAB I PENDAHULUAN 1. sosial (Anonim. dan berbagai organisasi politik. Ilmu antropologi-sosial berusaha mencari unsurunsur persamaan masyarakat dan kebudayaan manusia dengan tujuan untuk mencapai pengertian tentang azas-azas hidup masyarakat dan kebudayaan manusia pada umumnya. dan perilaku sosial manusia dengan mengamati perilaku kelompok yang dibangunnya. Ungkapan ini dipublikasikan diungkapkan pertama kalinya dalam buku yang berjudul "Cours De Philosophie Positive" karangan August Comte (1798-1857). . “kebudayaan” adalah keseluruhan sistem gagasan. 1986). perilaku masyarakat. sosiologi merupakan pengetahuan kemasyarakatan yang tersusun dari hasil-hasil pemikiran ilmiah dan dapat di kontrol secara kritis oleh orang lain atau umum. Antropologi merupakan ilmu yang mempelajari tentang budaya masyarakat. Kelompok tersebut mencakup keluarga. Ilmu antropologi serta sub-sub ilmunya mempunyai hubungan yang sangat banyak dengan ilmu-ilmu lain. Masyarakat adalah sekelompok individu yang mempunyai hubungan. dan memiliki budaya. Walaupun banyak definisi tentang sosiologi namun umumnya sosiologi dikenal sebagai ilmu pengetahuan tentang masyarakat. 2012). tindakan dan hasil karya manusia dalam rangka kehidupan masyarakat yang dijadikan milik diri manusia dengan belajar (Koentjaningrat. Adapun hubungan antara Antropologi-sosial dengan Sosiologi apabila ditinjau sepintas. negara. suku bangsa. Sebagai sebuah ilmu. Sosiologi hendak mempelajari masyarakat. LATAR BELAKANG Sosiologi berasal dari bahasa Latin yaitu Socius yang berarti kawan. maka seolah-olah tidak ada perbedaan antara dua displin ilmu tersebut. Menurut ilmu antropologi. Hubungan itu biasanya bersifat timbal balik. memiliki kepentingan bersama. teman sedangkan Logos berarti ilmu pengetahuan. ekonomi.1.

Salah satu langkah dalam memahami masyarakat suatu daerah yakni dengan melakukan identifikasi. . Selain itu. TUJUAN Adapun tujuan dari pembuatan makalah ini yaitu : a. kesehatan. Belajar mengidentifikasi masyarakat dalam lingkup kelurahan. Proses identifikasi penting untuk dilakukan guna mengetahui gambaran umum suatu kelompok masyarakat yang nantinya akan berguna untuk menentukan langkah-langkah dalam kesehatan masyarakat. Oleh karena itu. dalam kesehatan masyarakat objek utama adalah masyarakatnya. kesehatan. Mengetahui kondisi dan potensi masyarakat. b. perlu adanya pendekatan-pendekatan khusus terhadap budaya masyarakat setempat dengan menggunakan ilmu sosiologiantropologi. pengumpulan data mengenai masyarakat untuk mendeskripsikan keadaan di wilayah tersebut.2. 1986). baik itu sosial kemasyarakatan. ekonomi dan budaya. 1. Ilmu antropologi juga dapat memberi kepada para dokter kesehatan masyarakat ysng akan bekerja dan hidup di berbagai daerah dengan aneka warna kebudayaan. ekonomi dan kebiasaan atau budaya.Ilmu sosiologi-antropologi memiliki kaitan dengan ilmu kesehatan masyarakat. metode-metode dan cara-cara untuk saling mengerti dan menyesuaikan diri dengan kebudayaan dan adatistiadat lain (Koentjaningrat. Metode ini dilakukan dengan terjun langsung ke daerah objek untuk melakukan mapping. di mana dalam prakteknya nanti ilmu kesehatan masyarakat juga membutuhkan ilmu sosiologiantropologi. bukan individu. dengan adanya identifikasi dapat diketahui potensipotensi serta kondisi masyarakat yang ada baik itu kondisi sosial. Hal ini dikarenakan.

BAB II ISI Kami melakukan pengamatan di Kelurahan Tinjomoyo Kecamatan Banyumanik Kota Semarang. kami mendapatkan informasi sebagai berikut : 1) Potensi sosial – ekonomi – budaya   Nama wilayah identifikasi : Kelurahan Tinjomoyo Kecamatan Banyumanik. Setelah melakukan pengamatan. kebudayaan. Komposisi penduduk berdasarkan tingkat usia : Balita Anak – anak (6-14 tahun) Remaja (15-20 tahun ) Dewasa I (24-35 tahun ) Dewasa II (36-55 tahun ) Lansia ( 55 tahun ke atas) : 853 jiwa : 1.114 Kepala Keluarga. Pendekatan emik digunakan untuk mengetahui permasalahan atau informasi yang khas dari masyarakat di wilayah tersebut seperti bahasa.268 jiwa dan terbagi menjadi 1. Kami memilih untuk melakukan pengamatan dengan menggunakan pendekatan emik. agama. Pendekatan emik adalah pengenalan masalah masyarakat berdasarkan sudut pandang masyarakat itu sendiri (subyektif ). kebiasaan.440 jiwa : 2.723 jiwa : 828 jiwa : 2.370 jiwa  Komponen demografi . dan social kemasyarakatan yang terbentuk.382 jiwa : 3. Kota Semarang Letak geografis Utara Timur Selatan Barat  : Jalan tol : Jalan Teuku Umar dan Jalan Setiabudi : Jalan Ngesrep barat I : Kaligarang Jalan Bonbin Tinjomoyo dan kuburan Jumlah penduduk Penduduk berjumlah 9.

Tingkat perekonomian Berdasarkan hasil survey yang kami lakukan .268 jiwa . Peran serta masyarakat  Kebiasaan baik i.Komonen demografi dari data yang kami dapat pada bulan januari 2012. masih terdapat kebiasaan atau tradisi kesehatan masyarakat setempat seperti kerja bakti rutin tiap hari minggu yang dilakukan di lingkungan RT oleh bapak-bapak setempat . 2. Posyandu dilakukan rutin tiap sebulan sekali pada tanggal 9 . : Mayoritas Islam : Jawa dan Indonesia : 212 jiwa : 9. masyarakat Kelurahan Tinjomoyo memiliki tingkat perekonomian yang menengah ke bawah . terdiri atas : Fertilitas Mortalitas Migrasi keluar Migrasi masuk  Tingkat pendidikan : Belum sekolah Belum tamat SD : 110 jiwa : 31 jiwa : 26 jiwa :7 jiwa : 743 jiwa : 870 jiwa : 4090 jiwa : 1470 jiwa Tamat SD atau sederajat Tamat SLTP atau sederajat Tamat SLTA atau sederajat : 1650 jiwa Tamat akademi atau sederajat : 233 jiwa Tamat perguruan tinggi Jumlah   Tingkat pekerjaan Para penduduk daerah ini mayoritas bermatapencaharian sebagai buruh industry .    Agama Bahasa Posyandu Memiliki kader posyandu. Tiap Rw memiliki 2 orang kader posyandu dari puskesmas .

sedekah bumi di karenakan dalam wilayah tersebut masih banyak . Belum terciptanya hubungan social kemasyarakatan yang baik antara penduduk asli dengan kaum pendatang . para ibu mau menerapkannya di keluarganya masing-masing . Diantaranya : Masih terdapat kebudayaan sedekah bumi. tapi masih ada sampah yang berserakan . kepedulian untuk memeriksakan kondisi kesehatan anak pada posyandu tinggi . Pertemuan rutin ibu-ibu yang dilakukan sebulan sekali tiap RT yang dilakukan pada tanggal 16. saat dilakukan penyuluhan tentang kondisi kesehatan lingkungan . sehingga menyebabkan kondisi jalan berlubang dan berbahaya bagi pengendara. ii. contohnya malam 1 syuro. iii.  Kebudayaan Terdapat beberapa kebudayaan yang masih dilakukan oleh masyarakat setempat. vii. dan malam 1 syuro . Pertemuan rutin tiap satu minggu sekali oleh bapak-bapak . v. kendaraan yang berlalu lalang juga membahayakan pejalan kaki . Selain itu . Meskipun ada tempat sampah . vi. ada beberapa rumah tangga yang sudah menggunakan tong sampah . Banyak kendaraan berukuran besar yang lalu lalang . Kebiasaan buruk i. iii. mauludan. iv. dalam aktivitasnya sebagian besar menggunakan air tanah atau sumur artesis dan PDAM sehingga tidak mencemari ekosistem sungai .ii. ada kunjungan dari petugas puskesmas untuk memeriksa jentik nyamuk di setiap rumah .  Bentuk akulturasi Di satu wilayah kelurahan budaya masih kental seperti kebiasaan kebiasaan perayaan budaya .  masyarakat mayoritas sudah mempercayai tenaga medis dalam menangani masalah kesehatannya .

penduduk asli. bukan warga pendatang. . Kami melihat Kelurahan Tinjomoyo ini mengalami akulturasi budaya yang cukup baik. Selain itu juga terdapat pertemuan rutin yang diadakan sebulan sekali oleh bapak-bapak dan organisasi PKK oleh ibu-ibu setempat .  Berdasarkan pengamatan secara Emik Penilaian yang kami lakukan di Kelurahan Tinjomoyo Kecamatan Banyumanik adalah secara emik. maka masalah tersebut hanya ditangani oleh pihak Rt maupun Rw. Tetapi jika masalah tersebut masuk dalam kategori permasalahan yang besar atau berat. Hasil interaksi social yang terbentuk  Bentuk interaksi social yang terbentuk adalah gotong royong . Hal itu terbukti bahwa Kelurahan Tinjomoyo ini tidak melupakan adat-adat atau tradisi kebudayaan yang sudah ada.maka masalah tersebut dapat dibicarakan di kelurahan secara terbuka dan bersifat musyawarah mufakat. Bahkan di bidang kesehatan mereka mengikuti olahraga bersama. 3. sedangkan pada wilayah lain kebanyakan masyarakatnya dari kaum pendatang dan masyarakatnya cenderung tertutup . Jika masalah tersebut masuk dalam kategori permasalahan yang kecil atau ringan. sedekah bumi dan acara gotong royong.  Bentuk asimilasi contoh bentuk asimilasi yang terjadi adalah bentuk rumah warga setempat yang kini semakin mengikuti model rumah perumahan yang modern .Selain itu juga terlihat pada masyarakat pendatang yang berasal dari luar daerah tersebut sudah tidak menganut budaya asli mereka sendiri. sebab berdasarkan pengamatan kami mayoritas warganya adalah warga asli setempat.melainkan sudah menganut pada wilayah setempat yang mereka tinggali saat ini . Dapat dilihat berdasarkan rutinitas warga yang masih mengadakan kegiatan bersih-bersih desa secara bergotong royong . tetapi sedikit mengalami asimilasi. Hal ini dibuktikan dengan penyelesaian masalah yang terjadi dilihat dari besar kecilnya bentuk masalah tersebut .  Penyesuaian interaksi social adalah kompromi dan toleransi terhadap sesama warga setempat .

Kemudian dari segi ekonomi. mereka rutin melakukan kerja bakti lingkungan. Kemudian dari segi letak. dan ada juga jalan yang tidak terurus oleh warganya.  Penggambaran lingkungan Melihat kondisi geografis Kelurahan Tinjomoyo ini. mengikuti posyandu. Selain itu keadaan jalanan dari satu gang ke gang yang lain berbeda dalam hal pembangunan yang tidak merata. dan menajalankan program-program kesehatan. pemerintah yang diberikan lewat penyuluhan/promosi Di kelurahan Tinjomoyo. kita dapat melihat keadaan jalan utama yang rusak dan berlubang akibat seringnya jalanan ini dilewati oleh kendaraan-kendaraan besar. berpaving. melainkan mayoritasnya bermata pencaharian sebagai buruh industri di suatu pabrik. kurang adanya Usaha Mikro Kecil dan Menengah. masyarakat Tinjomoyo memiliki tingkat perekonomian menengah kebawah. yang ditekuni oleh warga setempat. Mereka mengeluarkan pendapat bahwa Kelurahan Tinjomoyo termasuk kedalam masyarakat yang tradisional modern. Selain itu masyarakat setempat sangat peduli akan kesehatan. Dari segi kesehatan. karena tingkat kesadaran warga akan kesehatan cukup tinggi. Padahal dari program UMKM tersebut tentu dapat memberikan dampak pada masyarakat setempat. contohnya dapat memberikan lapangan pekerjaan bagi masyarakat dan itu berdampak pada turunnya tingkat pengangguran di daerah tersebut. ada yang beraspal. . Disini Kelurahan Tinjomoyo berada di dekat pasar tradisional daerah setempat. para warganya dapat dikatakan jarang menderita penyakit berat atau mewabah.  Berdasarkan pengamatan secara Etik Kami telah melakukan wawancara dengan salah satu staff di kelurahan setempat dan beberapa warga sekitar.menjaga kebersihan desa secara menyeluruh secara gotong royong dan mengikuti posyandu secara rutin. Dikarenakan warga daerah tersebut minoritas menjadi pegawai negeri maupun pengusaha. Hal itu dapat dilihat dari warga setempat yang masih menjalankan kebudayaan-kebudayaan tradisional tetapi tetap mengadakan kegiatan-kegiatan peringatan hari besar nasional.

Selain itu warga juga rutin mengikuti posyandu yang diadakan sebulan sekali di lingkunagn Rw masing-masing.Hal itu dapat dilihat dari warga yang mengaplikasikan program-program penyuluhan atau promosi kesehatan yang dilakukan oleh pemerintah dan lembaga-lembaga kesehatan lainnya dalam kehidupan sehari-hari. Tingkat kesadaran warga akan pentingnya pelayanan kesehatan juga tinggi. . buktinya. maka akan dibawa ke puskesmas atau rumah sakit terdekat untuk mendapatkan pertolongan pertama. jika ada anggota kelurga yang sakit.

Ketinggian Tanah dari Permukaan Laut b. Kondisi Geografis : Jalan tol : Jl. Jarak dari Pusat Ibukota Provinsi Dati I B. Ngresep Barat II : Kaligarang Jl.PERTANAHAN 1. Bonbin Tinjomoyo dan kuburan : 300 mdpl : Dataran Rendah : 370C : 2025. Teuku Umar dan Jalan Setiabudi : Jl. Suhu Udara Rata-Rata 3. Luas dan Batas Wilayah a. KECAMATAN BANYUMANIK.479 Ha terdiri dari 8 RW dan 45 RT a. KEPENDUDUKAN 1. Luas Wilayah b. Tanah yang Belum Bersertifikat : 79 ha C. Topografi c. KOTA SEMARANG I. Kondisi Sosial – Ekonomi masyarakat Kelurahan Tinjomoyo A. Orbitrasi ( Jarak dari Pusat Pemerintahan) a. Jarak dari Pusat Ibukota Kotamadya Dati II : 9 km b. Tanah Hak Pengelola 2. BIDANG PEMERINTAHAN 1. Batas Wilayah  Sebelah Utara  Sebelah Timur  Sebelah Selatan  Sebelah Barat 2. Jumlah Penduduk Menurut a. Tanah Bersertifikat : 6 ha : 246 ha : 5 km 3.KONDISI KEMASYARAKATAN KELURAHAN TINJOMOYO. Jenis Kelamin .

Buddha e. Hindu 3. Lulusan Pendidikan Umum b. Jumlah Penduduk Menurut Agama a. Buruh Tani c. Jumlah Penduduk Menurut Tingkat Pendidikan a. Kristen Protestan d.440 orang  35-49 tahun : 1. Buruh Bangunan : 29 orang : 29 orang : 1 orang : 728 orang : 655 orang .064 orang c. Kewarganegaraan : 4. Lulusan Pendidikan Khusus : 9. Kelompok Usia Lanjut  65 tahun ke atas : 423 orang 4. Pengusaha d. Laki-laki  Perempuan b. Kelompok Tenaga Kerja : 857 orang : 866 orang : 828 orang : 7. Islam b.709 orang : 4. Jumlah Penduduk Menurut Mata Pencaharian a. Kelompok Pendidikan  5-9 tahun  10-14 tahun  15.114 orang  WNI : 9.555 orang : 1. Petani Sendiri b. Kepala Keluarga c.264 orang :- 5. Kristen Katolik c. Jumlah Penduduk Menurut Usia a.933 orang  50-64 tahun : 1.264 orang  WNA :2. Buruh Industri e.19 tahun b.984 jiwa : 823 jiwa : 413 jiwa : 23 jiwa : 25 jiwa  20-34 tahun : 2.

PEMBINAAN RT / RW 1.194 . PAJAK BUMI dan BANGUNAN (PBB) 1. ABRI j. Jumlah RT 2.112 3. Jumlah Wajib Pajak 2.536 orang : Rp 1. Jumlah Penduduk Menurut Morbilitas atau Mutasi Penduduk a. Jumlah Anggota Hansip : 115 orang : Rp 1. Datang d. Sekretaris Lurah 2. Tunggakan PBB G. KEAMANAN KELURAHAN 1. Kasie 3. Pensiunan k.377. Pindah : 110 orang : 31 orang : 31 orang : 26 orang D. Lain-lain (Jasa) : 200 orang : 67 orang : 366 orang : 157 orang : 29 orang : 3.f. Mati c.438.112 4.535.569 orang 6. Jumlah RW : 45 unit : 8 unit : 1 orang : 3 orang :5 orang F. PNS i.288. Pedagang g.918 : Rp 246.535. Jumlah Pokok ke-Tahun Bersangkutan : Rp 1.938. Lahir b. Pembinaan Hansip a. JUMLAH PERANGKAT KELURAHAN 1. Realisasi PBB 5. Staf E.377. Target PBB Tahun : 2. Pengangkutan h.

715 orang : 4. Jumlah Penduduk Akhir  Laki-laki : 4.555 orang B.b. Jumlah Pemilih dalam Pemilihan Umum :6. 20-24 tahun 6. Datang  Laki-laki  Perempuan 4. KEPENDUDUKAN 1. Poskamling : 31 unit 2. Pindah  Laki-laki  Perempuan 3. 25-29 tahun 7. Mati Laki-laki Perempuan : 4. Lahir   5. Penduduk Awal Bulan  Laki-laki  Perempuan 2. 0-4 tahun 2. 15-19 tahun 5.553 orang : 11 orang : 15 orang : 3 orang : 4 orang : 8 orang : 2 orang : 6 orang : 2 orang  Laki-laki  Perempuan 6. Laporan Kelurahan Tinjomoyo Kecamatan Banyumanik Bulan Januari 2012 A. PENDUDUK dan ANGKATAN KERJA 1.709 orang  Perempuan : 4.524 orang II. 5-9 tahun 3. 30-34 tahun : 853 orang : 857 orang : 866 orang : 828 orang : 803 orang : 820 orang : 817 orang . Ideologi dan Politik a. 10-14 tahun 4.

Pensiunan 11.8.830 orang D. Pedagang 7. 35-39 tahun 9.264 orang : 29 orang : 29 orang : 1 orang : 728 orang : 655 orang : 200 orang : 67 orang : 366 orang : 157 orang : 29 orang : 3. Tamat SLTA 4. PENDUDUK MENURUT PENDIDIKAN 1. 65+ 15.569 orang : 5. 40-44 tahun 10.672 orang : 1. Tamat SD : 210 orang : 230 orang : 1. Pengusaha 4. Jumlah Penduduk C. PNS 9. Petani Sendiri 2. ABRI 10. Jumlah : 732 orang : 646 orang : 555 orang : 449 orang : 349 orang : 266 orang : 423 orang : 9.470 orang : 2.542 orang . Buruh Industri 5. Perguruan Tinggi 2. Tamat Akademi 3. 50-54 tahun 12. Buruh Bangunan 6. MATA PENCAHARIAN 1. Buruh Tani 3. Pengangkutan 8. 60-64 tahun 14. Lain-lain (Jasa) 12. Tamat SLTP 5. 55-59 tahun 13. 45-49 tahun 11.

Talak : 66 jiwa : 8 jiwa : 7.500 ekor . Lahir  Laki-laki  Perempuan 4. Kristen Katolik 3. Nikah 2. Kerbau 2. Jumlah E. JUMLAH HEWAN BESAR DAN KECIL 1. Kambing 3. BANYAKNYA PEMELUH AGAMA 1. BANYAKNYA KEJADIAN 1. Kristen Protestan 4. Hindu G.984 jiwa : 823 jiwa : 413 jiwa : 23 jiwa : 25 jiwa H. Islam 2. Pindah  Laki-laki  Perempuan 2. Belum Tamat SD 8. MUTASI PENDUDUK 1.6. Tidak Tamat SD 7. Ayam Kampung : 40 ekor : 100 ekor : 5. Datang  Laki-laki  Perempuan 3.287 orang : 245 orang : 9.264 orang : 11 orang : 15 orang : 3 orang : 4 orang : 8 orang : 2 orang  Laki-laki : 6 orang  Perempuan : 2 orang F. Tidak Sekolah 9. Buddha 5. Mati : 868 orang : 1.

9 guru. Ayam Ras 5. 116 murid : 3 gedung. 44 guru. Sarana dan Prasarana Kelurahan Tinjomoyo A. Pendidikan Khusus : 1 gedung. Kesehatan  Posyandu  Dokter Praktek B. BIDANG KEMASYARAKATAN 1. SE : Santoso : Kartika Dewi Meilani. 5 guru. Itik : 30 ekor : 100 ekor III. PENDIDIKAN 1. 56 murid : 3 gedung. 6 guru. S. 72 murid IV. 14 guru. 819 murid : 1 gedung.4.Sos : Ismanah : Marjono dan Noor Choiri . Struktur Organisasi Kelurahan Tinjomoyo           Lurah Sekretaris Lurah Seksi Pemerintahan Seksi Pembangunan Seksi Kesos Seksi Trantib Staf Pemerintahan Staf Pembangunan Staf Kesos Staf Trantib : Samanah : Eddy Nurcahyono : Wahyu Nur Handayani : Sadjad Daristiani :: Dwiyanto. Pendidikan Umum  Playgroup  Pendidikan Anak Usia Dini  Taman Kanak-Kanak  Sekolah Dasar Negeri  SLTP Swasta Islam 2. 6 guru. Agama  Masjid  Mushola  Gereja 2. 13 murid : 3 gedung. Sistem Organisasi Sosial Kelurahan Tinjomoyo 1. 60 murid : 6 buah : 12 buah : 3 buah : 8 buah : 8 orang  Madrasah Ibtidaiyah : 1 gedung.

Pendekatan secara emik dan etik. akan diperoleh innformasi seberti kebudayaan. 3. serta karakteristik masyarakat di wilayah tersebut. agar informasi dapat disampaikan dengan baik  Pendekatan emik merupakan pengenalan masalah masyarakat berdasarkan sudut pandang masyarakat itu sendiri. Kota Semarang dengan pengamatan secara kuantitatif dan kualitatif. .  Fungsi dari identifikasi adalah untuk menentukan metode yang akan digunakan untuk mempengaruhi atau mengadvokasi kelompok masyarakat wilayah tersebut  Metode yang dipilih adalah metode yang disesuaikan dengan karakter masyarakat. Kecamatan Banyumanik.1 KESIMPULAN  Dengan melakukan identifikasi wilayah.BAB III PENUTUP 3. potensi sosial ekonomi.2 SARAN  Dengan membaca makalah ini diharapakan dapat mengambil intisari atau pelajaran  Diharapkan kepada penulis supaya lebih rajin dalam membuat makalah  Diharapkan kepada dosen untuk memberikan kritik dan saran demi kesempurnaan makalah ini.  Kami melakukan pengamatan di Kelurahan Tinjomoyo.

wikipedia. .diakses Selasa.36.Jakarta: Aksara Baru.Sosiologi.http://id. 1986. 17 April 2012 jam 15. Pengantar Ilmu Antropologi.DAFTAR PUSTAKA Koentjaningrat. Anonim.org/wiki/sosiologi.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful