Anda di halaman 1dari 1

Saya telah membaca keseluruhan dari kasus ini, yang pada akhirnya dilakukan operasi pemisahan, dan Jodie

yang sempat meninggalkan kamar operasi dengan kritis tapi stabil. Menurut saya, tindakan operasi ini merupakan jalan terbaik bagi kedua bayi ini karena Jodie memiliki harapan hidup yang baik dibanding dengan saudaranya, Mary. Meskipun, hal ini akhirnya akan berakibat kematian pada Mary. Namun, jika bayi ini tidak dipisahkan, Mary yang jantung dan paru-paru-nya tidak berfungsi, juga otaknya yang tidak berkembang penuh akan membebani Jodie karena harus membagi fungsi organ vitalnya berdua dengan saudaranya. Yang pada akhirnya, Mary akan menyeret Jodie ke lembah maut juga jika mereka tidak dipisahkan. Sebagai seorang dokter yang professional, yang didik selama 5 tahun, merupakan suatu kewajiban kita untuk melakukan yang terbaik dan tidak membahayakan untuk pasien sebagaimana prinsip beneficience dan non maleficience . Dan upaya yang terbaik adalah melakukan operasi pemisahan agar Jodie dapat bertahan hidup dan Mary tidak memperburuk harapan hidup Jodie. Meskipun, dari sisi Mary, tidak terdapat keadilan yang sama dengan saudara kembarnya. Dalam hal ini, jika dilakukan operasi pemisahan, kemungkinan Mary akan meninggal. Padahal, setiap insan didunia ini mempunyai hak yang sama untuk hidup, hal ini mutlak didapatkan sejak insan tersebut lahir. berdasarkan prinsip itu, maka bayi ini tidak boleh dipisahkan. Akan tetapi, disisi Jodie, hal ini lantas tidak adil pula, karena ia dalam keadaan normal dan bias bertahan hidup. Seandainya pun Jodie hidup, ia akan membutuhkan banyak biaya karena dibutuhkan beberapa operasi untuk memperbaiki kondisi fisiknya. Yang dimasa depan kemungkinan akan menjadi ketidakadilan dan penyesalan bagi Jodie dan orang tuanya. Apalagi, orang tua Jodie telah mengikhlaskan bayi mereka meninggal. Memang terjadi pertentangan, akan tetapi menurut saya, kembali lagi ke prinsip beneficience dan non maleficience, saya lebih menganjurkan operasi pemisahan. Meskipun, dari orang tua bayi tidak setuju, dan seorang dokter harus menghargai autonomy dari pasien atau wali pasien, akan tetapi masih bisa dibicarakan baik-baik dengan orang tua pasien tentang dampak positif dilakukannya operasi ini. Sehingga Jodie dapat selamat dan tidak meninggal bersama Mary. Memang kasus ini sangat rumit, karena beneficience, non maleficience dan justice bertentangan dengan autonomy. Dimana ketiganya yang merupakan elemen penting dan telah lama digunakan, akhirnya akan bergantung dengan autonomy pasien yang saat ini merupakan prosedur awal setiap tindakan medis.