Anda di halaman 1dari 15

Pengertian Penelitian

Pengertian Penelitian - Apakah sebenarnya penelitian itu? Apakah tahapan-tahapan yang ada dalam pelaksanaan penelitian? Itulah beberapa pertanyaan yang sering diajukan mahasiswa ketika akan menulis skripsi dan itulah pula pertanyaan-pertanyaan yang akan dibahas dalam artikel ini.

Penelitian adalah penerapan pendekatan ilmiah dalam mengkaji suatu masalah. Ini adalah salah satu cara manusia untuk memperoleh pengetahuan (menjadi tahu tentang sesuatu). Cara lain yang lebih tradisional adalah: melalui pengalaman (orang menjadi tahu setelah mengalami sendiri), otoritas (diberi tahu oleh orang yang memiliki otoritas di bidang itu), cara befikir deduktif (proses berfikir yang bertolak dari pernyataan yang bersifat umum ke pernyataan yang bersifat khusus/spesifik), dan cara berfiki induktif (proses berfikir yang beangkat dari pengamatan hal-hal yang spesifik untuk kemudian menarik kesimpulan yang besifat umum).

Pengertian Penelitian Pendekatan ilmiah adalah proses befikir yang menggabungkan aspek-aspek terpenting dari proses berfikir deduktif dan induktif. Pendekatan ilmiah adalah suatu proses penyelidikan sistematis yang terdiri atas bagian-bagian yang saling bergantung (interdependent). Pada dasarnya, pendekatan ilmiah terdiri

atas lima langkah:

Perumusan masalah; Pengajuan hipotesis (penejelasan sementara tentang masalah tersebut); Penggunaan cara berfikir deduktif (untuk menetapkan implikasi hipotesis tersebut, yaitu apa yang akan dapat diamati apabila hipotesis itu benar); Penggunaan cara berfikir induktif (mengumpulkan data yang relevan melalui pengamatan, tes, dan eksperimen, yang kemudian dianalisa untuk membuktikan apakah hipotesisnya benar. Pengambilan kesimpulan yang berupa peneerimaan atau penolakan hipotesis.

Pendekatan ilmiah biasanya digambarkan sebagai proses di mana peneliti secara induktif bertolak dari pengamatan mereka menuju hipotesis. Kemudian secara deduktif peneliti bergerak dari hipotesis ke implikasi logis hipotesis tersebut. Mereka menarik kesimpulan mengenai akibat yang akan terjadi apabila hubungan yang diduga ada itu benar. Apabila implikasi yang diperoleh secara deduktif ini sesuai dengan pengetahuan yang sudah diterima kebenarannya, maka selanjutnya implikasi tersebut diuji dengan data empiris (yang dikumpulkan). Berdasarkan bukti-bukti ini, maka hipotesis itu dapat diterima atau ditolak . Penggunaan hipotesis ini merupakan perbedaan utama antara cara berfikir induktif dan pendekatan ilmiah. Dalam cara berfikir induktif, kita melakukan pengamatan terlebih dahulu dan baru kemudian menyusun informasi yang kita peroleh. Dalam pendekatan ilmiah, kita memikirkan apa yang akan terjadi jika hipotesis benar, kemudian melakukan pangamatan sistematis guna memutuskan apakah akan menerima atau menolak hipotesis tersebut.

Ini jelas merupakan penelitian kuantitatif, bukan kualitatif. Tetapi memang pendekatan ilmiah itu awalnya dikembangkan oleh para pakar di bidang ilmu alamiah. Tokoh yang umumnya dianggap sebagai pelopor penarapan metode ini dalam mencari pengetahuan adalah Charles Darwin dalam pengembangan teori evolusinya. Metode penelitian kualitatif kebanyakan dikembangkan oleh para ahli di bidang anthropologi yang data penelitiannya kebanyakan bersifat kualitatif, bukan angka. Dalam perkembangannya, metode penelitian ini, kuantitatif maupun kualitatif, merambah juga ke bidangbidang ilmu sosial lainnya seperti pendidikan.

Dalam pelaksanaannya, terutama di bidang pendidikan, penelitian mempunyai beberapa tahapan:

1. Tahap memilih masalah penelitian

Penelitian dimulai dengan suatu pertanyaan yang menyangkut persoalan yang cukup penting untuk

dijadikan masalah penelitian. Masalah tersebut harus merupakan masalah yang dapat dijawab melalui penyelidikan ilmiah (Pertanyaan Apakah kita perlu memberikan pendidikan seks di Sekolah Dasar? adalah contoh pertanyaan yang tidak dapat dijawab secara ilmiah karena menyangkut keyakinan dan nilai-nilai.) Selain itu, masalah tersebut harus juga merupakan masalah yang belum ada jawabnya (belum terjawab), tetapi sarana untuk mencari jawaban itu, yakni melalui pengumpulan dan analisa data, dapat diperoleh.

2. Tahap analisis

Sesudah masalah yang akan diteliti didefinisikan, tahap berikutnya adalah tahap analisis. Tahap ini memerlukan pengkajian yang mendalam atas hasil-hasil penelitian sebelumnya, yang mungkin telah dilakukan tentang masalah tersebut. Pembahasan hasil penelitian yang terkait ini sangat diperlukan guna memperoleh pemahaman yang mendalam mengenai masalah penelitian tersebut, serta agar dapat memberikan latar belakang bagi perumusan hipotesis yang merupakan aspek penting dari tahap analisis ini.

3. Tahap memilih strategi penelitian dan membuat/memilih instrument

Masalah penelitian yang dipilih akan menentukan metode penelitian yang harus digunakan. Ada masalah yang memerlukan eksperimehn, ada pula yang mungkin dapat diatasi dengan memakai strategi penelitian deskriptif. Berikutnya, pemilihan metode penelitian akan mempengaruhi penyusunan rancangan penyelidikan (design) dan prosedur pengukuran variabel. Alat pengukur variabel ini mungkin sudah tersedia dan merupakan alat pengukur baku, atau bisa juga masih harus dikembangkan dulu oleh peneliti sendiri.

4. Tahap mengumpulkan dan menafsirkan data

Konsekuensi-konsekuensi hipotesis penelitian yang dicapai melalui deduksi harus diuji terlebih dahulu. Oleh karena itu, tahap ini memerlukan pengumpulan data. Berbeda dari anggapan umum, tahap ini biasanya tidak memerlukan waktu yang lebih singkat daripada tahap-tahap perencanaan sebelumnya. Sesudah dikumpulkan, selanjutnya data (informasi) yang telah dikumpulkan itu harus dianalisis, biasanya dengan menggunakan statistic. Setelah itu, peneliti melakukan penafsiran yang tepat terhadap hasil penelitian yang diperoleh.

5. Tahap melaporkan hasil penelitian

Agar dapat memberikan sumbangan yang berarti bagi pengembangan pengetahuan, hasil penelitian itu harus dikomunikasikan ke kalangan akademisi. Untuk itu, peneliti harus berusaha agar prosedur, hasil,

dan kesimpulan penelitiannya disajikan dalam bentuk yang dapat dimengerti oleh orang lain, yang mungkin berminat terhadap masalah tersebut. Biasanya diperlukan suatu penyajian yang jelas dan ringkas entang langkah-langkah yang telah ditempuh dalam penelitian itu.

Penelitian adalah cara untuk memperoleh informasi (biasa disebut data) yang berguna dan dapat dipertanggung jawabkan. Tujuannya adalah untuk menemukan jawaban atas persoalan yang berarti, melalui penerapan prosedur ilmiah. Untuk dapat digolongkan sebagai penelitian, suatu penyelidikan harus melibatkan pendekatan ilmiah seperti yang diterangkan di atas. Meskipun mungkin dilakukan di tempat yang berbeda dan menggunakan metode yang berbeda, secara universal penelitian merupakan suatu usaha sistematis dan obyektif untuk memperoleh pengetahuan yang dapat dipercaya.
Itulah informasi artikel dari admin kampus-info yang bisa kami berikan pada anda semua. Semoga artikelPengertian Penelitian bermanfaat bagi Anda. Jangan lupa bagikan ke teman anda dengan cara share dibawah ini.

Penelitian adalah: Suatu proses penyelidikan secara sistematis yang ditujukan pada penyediaan informasi untuk menyelesaikan masalah-masalah (Cooper & Emory, 1995) Usaha yang secara sadar diarahkan untuk mengetahui atau mempelajari fakta-fakta baru dan juga sebagai penyaluran hasrat ingin tahu manusia (Suparmoko, 1991) Metode Penelitian adalah: Cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu. Cara ilmiah = didasarkan pada ciri-ciri keilmuan yaitu rasional, empiris, dan sistematis. Rasional = Penelitian dilakukan dengan cara-cara yang masuk akal shg terjangkau oleh penalaran manusia. Empiris = cara yang digunakan dapat diamati dengan indera manusia. Sistematis = proses penelitian menggunakan langkah2 ttt yang bersifat logis.

Pengertian penelitian. Apakah pengertian penelitian itu? Jika kamu bertanya pada orang yang berbeda biasanya akan mendapati jawaban yang berbeda pula. Namun meskipun berbeda tetap mampunyai maksud yang sama. Berikut ini beberapa pendapat mengenai pengertian penelitian. Menurut Yoseph dan Yoseph, 1979, penelitian adalah art and science guna mencari jawaban terhadap suatu permasalahan. Karena seni dan ilmiah maka penelitian juga akan memberikan ruang-ruang yang akan mengakomodasi adanya perbedaan tentang apa yang dimaksud dengan penelitian. Penelitian dapat juga diartikan sebagai cara pengamatan atau inkuiri dan mempunyai tujuan untuk mencari jawaban permasalahan atau proseso penemuan, baik itu discovery maupun invention. Discovery diartikan hasil temuan yang memang sebetulnya sudah ada, sebagai contoh misalnya penemuan Benua Amerika adlah penemuan yang cocok untuk arti discovery. Sedangkan invention

dapat diartikan sebagai penemuan hasil penelitian yang betul-betul baru dengan dukungan fakta. Misalnya hasil Kloning dari hewan yang sudah mati dan dinyatakan punah, kemudian diteliti untuk menemukan jenis yang baru Penelitian adalah proses ilmiah yang mencakup sifat formal dan intensif. Karakter formal dan intensif karena mereka terikat dengan aturan, urutan, maupun cara penyajiannya agar memperoleh hasil yang diakui dan bermanfaat bagi kehidupan manusia. Intensif dengan menerapkan ketelitian dan ketepatan dalam melakukan proses penelitian agar memperoleh hasil yang dapat dipertanggung jawabkan, memecahkan problem malalui hubungan sebab dan akibat, dapat diulang kembali dengan cara yang sama dan hasil sama.

Pengertian Penelitian menurut Kerlinger (1986) adalah proses penemuan yang mempunyai karakteristik sistematis, terkontrol, empiris, dan mendasarkan pada teori dan hipotesis atau jawaban sementara. Beberapa karakteristik penelitian sengaja ditekankan oleh kerlinger agar kegiatan penelitian memang berbeda dengan kegiatan profesional lainnya. Penelitian berbeda dengan kegiatan yang menyangkut tugas-tugas wartawan yang biasanya meliput dan melaporkan berita atas dasar fakta. Pekerjaan mereka belum dikatakan penelitian, karena tidak dilengkapi karakteristik lain yang mendukung agar dapat dikatakan hasil penelitian, yaitu karakteristik mendasarkan pada teori yang ada dan relevan dan dilakukan secara intensif dan dikontrol dalam pelaksanaannya. Dari beberapa pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa pengertian penelitian adalah sauah seseorang yang dilakukan secara sistematis mengikuti aturan-aturan metodologi misalnya observasi secara sistematis, dikontrol dan mendasarkan pada teori yang ada dan diperkuat dengan gejala yang ada. Itulah penjelasan mengenai pengertian penelitian, semoga bermanfaat bagi kamu yang membutuhkan.

referensi : buku metodologi penelitian pendidikan, Prof. Sukardi, Ph.D.

Masalah Hipotesis Penelitian


41 BAB III KERANGKA BERPIKIR, KONSEP, DAN HIPOTESIS ... www.pps.unud.ac.id/.../unud-13-1122373032-... Jenis File: PDF/Adobe Acrobat - Tampilan Cepat KERANGKA BERPIKIR, KONSEP, DAN HIPOTESIS PENELITIAN. 3.1 Kerangka Berpikir. Bunga Kamboja atau frangipani merupakan bunga yang mudah ... [PDF] bab 3.

kerangka konseptual dan hipotesis penelitian - Damandiri www.damandiri.or.id/file/imronrosyadiunairbab3.pdf Jenis File: PDF/Adobe Acrobat Tampilan Cepat KERANGKA KONSEPTUAL DAN HIPOTESIS PENELITIAN. 1.1. KERANGKA KONSEPTUAL PENELITIAN. Berdasarkan hasil eksplorasi dari teori dan pemikiran ... [PDF] BAB 3 KERANGKA KONSEPTUAL DAN HIPOTESIS ... - Damandiri www.damandiri.or.id/file/ahmadrajaulunairbab3.pdf

Bentuk Kesalahan Hipotesis Cara Pengambilan Sampel dengan Probabilitas Sampling Contoh Instrumen Penelitian Kualitatif dan Kuantitatif Contoh Permasalahan Penelitian
Jenis File: PDF/Adobe Acrobat - Tampilan Cepat BAB 3. KERANGKA KONSEPTUAL DAN HIPOTESIS PENELITIAN. 3.1 Kerangka Konseptual. Sesuai dengan tujuan penelitian ini, yaitu menganalisis dimensi ... [PDF] 56 56 BAB 3 KERANGKA KONSEPTUAL DAN HIPOTESIS ... www.damandiri.or.id/file/luvikurniasariunairbab3.pdf Jenis File: PDF/Adobe Acrobat - Tampilan Cepat KERANGKA KONSEPTUAL DAN HIPOTESIS PENELITIAN. 3.1. Kerangka Konseptual Penelitian. Dalam bentuk kerangka konseptual dapat dijelaskan bahwa ... [PDF] BAB 3 KERANGKA KONSEPTUAL DAN HIPOTESIS ... - Damandiri www.damandiri.or.id/file/dwihardaningtyasadunairbab3.pdf Jenis File: PDF/Adobe Acrobat Tampilan Cepat KERANGKA KONSEPTUAL DAN HIPOTESIS PENELITIAN. 3.1. Kerangka Konseptual Penelitian. Kerangka konseptual penelitian ini dapat dijelaskan bahwa ... [PDF] BAB 3 KERANGKA KONSEPTUAL DAN HIPOTESIS ... - Damandiri www.damandiri.or.id/file/rininurhajuunairbab3.pdf Jenis File: PDF/Adobe Acrobat - Tampilan Cepat KERANGKA KONSEPTUAL DAN HIPOTESIS PENELITIAN. 3.1 Kerangka Konseptual. Secara umum dapat dijelaskan bahwa sesungguhnya sikap dosen ... [PDF] 30 BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN DAN DATA 3.1 Hipotesis ... lontar.ui.ac.id/file?file=digital/132580-T%2027739...Metodologi... Jenis File: PDF/Adobe Acrobat - Tampilan Cepat Berdasarkan tinjauan literatur pada Bab 2 maka dapat disusun hipotesis penelitian sebagai berikut: 3.1.1 Pengaruh Indeks CG terhadap Kinerja Perusahaan ... [PDF] bab ii tinjauan pustaka, landasan teori, kerangka pemikiran - USU ... repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/23589/.../Chapter%20II.pdf Jenis File: PDF/Adobe Acrobat - Tampilan Cepat TINJAUAN PUSTAKA, LANDASAN TEORI, KERANGKA. PEMIKIRAN, DAN HIPOTESIS PENELITIAN. 2.1. Tinjauan Pustaka. 2.1.1. Budidaya Keramba Jaring ... [PDF] Pengolahan dan Analisis data dll file.upi.edu/.../9.PENGUMPULAN_%26_ANALISIS_DATA.pdf Jenis File: PDF/Adobe Acrobat - Tampilan Cepat Suatu hipotesis penelitian yang didasarkan atas asumsi atau landasan teoritis yang kuat serta didukung pula oleh langkah-langkah ilmiah yang benar, maka ... [PDF] Setiap penelitian tidak harus berhipotesis! file.upi.edu/Direktori/FPBS/JUR._PEND._BAHASA.../PS_07.pdf Jenis File: PDF/Adobe Acrobat - Tampilan Cepat yang relevan dengan masalah penelitian dan belum berdasarkan data dan fakta di lapangan. Disebut juga hipotesis penelitian atau h ipotesis alternatif, yang ...

Contoh Permasalahan Penelitian

Secara fungsional masalah penelitian mempunyai arti penting bagi para peneliti. Masalah penelitian dapat digunakan sebagai pedoman kegiatan di lapangan. Mengingat pentingnya posisi tersebut, para peneliti dianjurkan untuk mengetahui ciriciri permasalahan yang baik serta layak untuk diteliti. Ciri-ciri permasalahan tersebut di antaranya, yaitu dapat diteliti, mempunyai manfaat teoretis maupun manfaat praktis, dapat diukur, sesuai dengan kemampuan dan keinginan peneliti. Beberapa karakteristik tersebut akan dijabarkan seperti berikut. Permasalahan Penelitian Harus Dapat Diteliti Suatu permasalahan dapat dikatakan dapat diteliti atau researchable, apabila masalah tersebut dapat diungkap kejelasannya melalui tindakan koleksi data dan kemudian dianalisis. Sebagai contoh, dalam bentuk apakah informasi pekerjaan dapat diberikan kepada para pencari kerja? Seorang peneliti tidak akan dapat memberikan jawaban secara pasti. Oleh karena itu, guna memperoleh jawaban tersebut mereka mencari informasi dengan beberapa cara, misalnya: 1. Bertanya pada responden, dengan melakukan wawancara, dengan orang-orang yang terlibat langsung, para pimpinan di kantor tenaga kerja, atau para pakar yang menguasai bidang ketenagakerjaan. 2. Melakukan observasi langsung di mana para pencari kerja berada, yaitu di tempattempat pendaftaran tenaga kerja baik di kabupaten maupun di provinsi terdekat yang berkaltan erat dengan masalah tenaga kerja. 3. Menggunakan angket dan menyebarkannya kepada responden yang terkait. Cara-cara tersebut akan dibahas lebih lanjut di bab yang Iehih tepat, yaitu pembahasan tentang instrumen penelitian. Isu filosofis dan yang berhubungan dengan agama juga perlu dicermati secara hati-hati karena mungkin saja kedua masalah itu bukan masalah yang baik untuk diteliti. Permasalahan Penelitian Mempunyai Kontribusi Signifikan Ciri-ciri suatu masalah penelitian yang kedua adalah mempunyai kontribusi nyata. Masalah penelitian dikatakan baik jika itu mempunyai manfaat bagi peneliti yang bersangkutan maupun bagi masyarakat pada umumnya. Ada dua manfaat yang perlu diperhatikan dalam mengidentifikasi masalah. Kedua masalah itu, yaitu manfaat teoretis yang berkaitan erat dengan perkembangan ilmu pengetahuan, dan yang kedua, yaitu manfaat praktis yang langsung dapat

digunakan atau dirasakan oleh masyarakat. Penelitian tentang teknologi terapan bidang pertanian, industri, dan usaha adalah contoh-contoh penelitian terapan yang mungkin lebih banyak manfaatnya bagi kepentingan manusia dalam memecahkan persoalan hidup menjadi lebih baik. Permasalahan Penelitian Dapat Didukung dengan Data Empiris Karakteristik yang ketiga yang juga penting untuk dipertimbangkan adalah fenomena masalah tersebut dapat diukur baik secara kuantitatif maupun secara empiris. Ukuran empiris atau ukuran yang didasarkan pada fakta yang dapat dirasakan oleh orang yang terlibat mempunyai peranan penting. Karena dukungan data empiris memberikan hubungan yang erat antara fakta dan konstruk suatu fenomena. Permasalahan akan menjadi lebih kuat lagi perlunya untuk didukung dengan data empiris, jika peneliti ingin mendudukkan penelitian kuantitatif lebih mendasarkan pada sesuatu variabel yang harus didasarkan pada hukum positif, empiris, dan terukur. Permasalahan yang tidak didukung dengan data empiris dan tidak dapat diukur hanya jatuh pada kategori common sense yang sulit untuk ditindaklanjuti dalam proses pengumpulan data. Permasalahan Penelitian Sesuai dengan Kemampuan dan Keinginan Peneliti Karakteristik yang menganjurkan perlunya peneliti menyesuaikan kemampuan dan sesuai dengan keinginannya. Permasalahan yang mernpunyai tiga karakteristik di atas akan memberikan keyakinan untuk dapat meneliti dan mengumpulkan data pendukung. Sedangkan karakteristik terakhir memberikan kepercayaan bahwa apa yang hendak dilakukan di lapangan akan berhasil, karena data yang ada di lapangan dan kemampuan peneliti untuk mengumpulkan dan kemudian menganalisisnya sampai hasil penelitian dapat diperoleh. Keinginan penulis juga mempunyai peranan penting dalam mendukung terselesaikannya penelitian. Karena penelitian adalah kegiatan yang menyangkut kemampuan. Dan kemampuan tanpa ada keinginan maka mungkin saja proses penelitian berlarut-larut dan akhirnya merugikan peneliti itu sendiri. Baca juga tentang Pengertian Penelitian Menurut Para Ahli

Pengertian Penelitian Menurut Para Ahli


Pertanyaan itu adalah pertanyaan hakiki yang berkaitan dengan dasar filosofis yang berkaitan erat dengan ontologi suatu penelitian yang menjawab tentang pertanyaan What is real? Atau apakah realitas dari penelitian? Untuk memperoleh jawaban tersebut, alangkah baiknya jika seorang peneliti mencari masalah yang berkaitan dengan realitas penelitian yang biasanya dijabarkan dalam bahasan penelitian.

Pengertian Penelitian Menurut Para Ahli


Penelitian yang akan kita bahas ini adalah penelitian kuantitatif yang memiliki dasar positivis dan banyak diterapkan dalam bidang-bidang ilmu pengetahuan alam, sosial, ekonomi, dan pendidikan. Adapun ciri-ciri penelitian yang memiliki dasar positivis, di antaranya adalah sebagai berikut. 1. 2. 3. Menekankan objektivitas secara universal dan tidak dipengaruhi oleh ruang dan waktu. Menginterpretasi variabel yang ada melalui peraturan kuantitas atau angka. Memisahkan antara peneliti dengan objek yang hendak diteliti. Membuat jarak antara peneliti dan yang diteliti, dimaksudkan agar tidak ada pengaruh atau kontaminasi terhadap variabel yang hendak diteliti. 4. Menekankan penggunaan metode statistik untuk mencari jawaban permasalahan yang hendak diteliti. Bila diperhatikan secara lebih cermat, dalam mencari batasan tentang apakah penelitian itu maka akan diperoleh bahwa setiap pakar akan memberikan jawaban yang berbeda-beda. Perbedaan tersebut di antaranya dipengaruhi oleh adanya faktor yang melatarbelakangi seorang peneliti di samping juga faktor pengalaman yang telah dimiliki dalam hidup seorang peneliti. Mengenai beberapa macam batasan penelitian, berikut akan diberikan beberapa contoh tentang macam-macam batasan penelitian. Pengertian Penelitian Penelitian tidak lain adalah art and science guna mencari jawaban terhadap suatu permasalahan (Yoseph dan Yoseph, 1979). Karena seni dan ilmiah maka penelitian juga akan memberikan ruangruang yang akan mengakomodasi adanya perbedaan tentang apa yang dimaksud dengan penelitian. Penelitian dapat pula diartikan sebagai cara pengamatan atau inkuiri dan mempunyai tujuan untuk mencari jawaban permasalahan atau proses adalah penemuan, baik itu discoverymaupun invention. yang cocok untuk Discovery diartikan hasil temuan yang memang sebetulnya sudah ada, sebagai contoh misalnya penemuan Benua Amerika penemuan arti discovery. Sedangkan invention dapat diartikan sebagai penemuan hasil penelitian yang betulbetul baru dengan dukungan fakta. Misalnya hasil kloning dari hewan yang sudah mati dan dinyatakan punah, Penelitian adalah merupakan proses ilmiah yang mencakup formal dan intensif. Karakter formal dan intensif karena mereka terikat dengan aturan, urutan, aupun cara penyajiannya agar memperoleh hasil yang diakui dan bermanfaat igi kehidupan manusia. Intensif dengan menerapkan ketelitian dan ketepatan dalam melakukan proses penelitian agar memperoleh hasil yang dapat dipertanggungjawabkan, memecahkan problem melalui hubungan sebab dan akibat, dapat ulang kembali dengan cara yang sama dan hasil sama. Penelitian menurut Kerlinger (1986) ialah proses penemuan yang mempunyai karakteristik sistematis, terkontrol, empiris, dan mendasarkan pada teori dan hipotesis au jawaban sementara. Beberapa karakteristik penelitian sengaja ditekankan oleh Kerlinger agar kegiatan penelitian memang berbeda dengan kegiatan profesional innya. Penelitian berbeda dengan kegiatan yang menyangkut tugas-tugas wartawan ing biasanya meliput.dan melaporkan berita atas dasar fakta. Pekerjaan mereka belum dikatakan penelitian, karena tidak dilengkapi karakteristik lain yang mendukung agar dapat dikatakan hasil penelitian, yaitu karakteristik mendasarkan pada teori yang ada dan relevan dan dilakukan secara intensif dan dikontrol dalam pelaksanaannya. Dari beberapa pendapat tersebut jelas kiranya bahwa setiap orang pada prinsipnya akan memberikan pengertian tentang penelitian berbeda-beda. Perbedaan rsebut biasanya tergantung dengan beberapa faktor seperti di antaranya: latar belakang pengetahuan seseorang, kehidupan seseorang, dan pengalaman yang .miliki oleh seseorang tersebut. Sebagai jawaban atas pertanyaan tentang apakah penelitian itu? Dapat simpulkan bahwa penelitian tidak lain adalah usaha seseorang yang dilakukan secara sistematis mengikuti aturan-aturan metodologi misalnya observasi secara sistematis, kontrol, dan mendasarkan pada teori yang ada dan diperkuat dengan gejala yang ada. Baca juga tentang manfaat Korelasi Regresi

Latar Belakang Permasalahan merupakan kunci dari sebuah proposal penelitian. Karena logika penelitian dilakukan berdasar adanya fenomena problematik yang harus diatasi. Sehingga latar belakang harus menunjukkan sistematika yang menjurus ke arah pemilihan suatu masalah tertentu. Masalah tersebut tentunya yang penting dan menarik untuk dilakukan penelitian. Pada tahap ini, peneliti sudah dapat mengidentifikasi awal permasalahan utamanya serta faktor-faktor utama yang menjadi penyebabnya. Pada kondisi ini sudah dapat diketahui variabel terikat (dependent) sebagai akibat dari variabel pengaruh variabel bebas (independent) . Teknik penulisan Latar Belakang Permasalahan dalam penelitian dimulai dari pengungkapan secara sistematis deskripsi masalah secara makro pada tingkat global menuju permasalahan yang bersifat mikro yang terjadi di lokasi penelitian. Penulisan masalah ini dilakukan dengan memaparkan variabel terikat (dependent) sebagai pokok pikiran utama dan variabel bebas (independent) sebagai pokok pikiran penjelas. Unsur pokok yang harus ada dalam penulisan Latar Belakang Permasalahan adalah perlunya menonjolkan bahwa masalah itu sangat penting untuk diatasi dan menarik untuk diteliti. Sehingga fenomena problematika yang akan kita bahas menunjukkan tingkat seriousness of the problem. Tingkat keseriusan masalah ini dapat dilihat dari aspek kegawatan karena sifatnya dapat mengancam jiwa, luasnya wilayah yang terkena dampak masalah, aspek teknologi atau aspek kecemasan yang menimpa pada masyarakat. Aspek ini tentunya harus didukung data pendukung yang meyakinkan. Untuk keperluan data, maka sumber-sumber pustaka seperti jurnal ilmiah, laporan penelitian, publikasi pemerintah sangatlah penting. Masalah yang sering dijumpai, pada awal-awal penulisan Latar Belakang Permasalahan adalah awal yang terlalu lebar dan tidak terstruktur. Meskipun konsep pembahasan dalam Latar Belakang Permasalahan itu mengikuti pola piramida terbalik, namun awal yang terlalu lebar menyebabkan kita dapat kehilangan fokus. Dengan pembahasan secara terstruktur mengikuti pola tersebut, memungkinkan kita memperoleh akhir yang mengerucut pada suatu masalah utama. Jika ada saran-saran silakan berikan komentar di akhir posting ini, atau jika ingin berdiskusi bisa kunjungi saya di Forum Membangun Kinerja Staff.

Setiap individu pasti memiliki keinginan memperoleh informasi maupun hiburan guna melepas penat/stress karena rutinitas sehari-hari, meskipun tingkat kebutuhan tiap individu itu berbedabeda. Informasi sekaligus hiburan itu tidak harus diperoleh dengan mengeluarkan uang yang banyak ataupun biaya yang relatif mahal. Sehingga setiap individu dapat memperolehnya dengan mudah sekali. Cara yang paling tepat dalam memperoleh informasi maupun hiburan yang murah dan tidak akan memberikan kebosanan salah satunya dengan menyaksikan pilihan acaradi televisi. Televisi telah memanjakan pemirsa dengan beragam pilihan acara yang dihadirkan dan pemirsa dapat menyaksikan acaranya sesuai dengan kebutuhannya saat itu.

Peneliti beranggapan bahwa dengan adanya talk show Bukan Empat Mata ditelevisi Trans7 sebagai pengganti talk show Empat Mata, yang merupakan salah satu tayangan berperspektif komedi namun tetap sarat akan informasi

akan sangat mempengaruhi pendapat atau persepsi pemirsa khususnya kalangan mahasiswa. Karena untuk bisa memenuhi kebutuhannya seperti memperoleh informasi sekaligus hiburan, mahasiswa yang notabene masih menggantungkan ekonominya pada keluarga tidak perlu mengeluarkan biaya yang mahal. Dengan menyaksikan pilihan acara di televisi, salah satunya talk show Bukan Empat Mata para mahasiswa dapat memperoleh hiburan yang menarik, terjangkau, dan murah. Hal ini juga dapat dilakukan dengan santai sambil melakukan aktivitas lainnya di rumah sekaligus memperoleh informasi yang sedang hangat diperbincangkan di masyarakat. Atas dasar itulah peneliti ingin meneliti lebih lanjut bagaimana persepsi mahasiswa Ilmu Komunikasi Non Reguler FISIP UNS angkatan 2007 menonton tayangan talk show Bukan Empat Mata di Trans7.

Cara Membuat Proposal yang Baik Biasanya apabila anda ingin melakukan suatu kegiatan dan membutuhkan donator atupun sponsor maka anda harus membuat proposal kepada donator yang anda inginkan. Untuk mendapatkan donator maka sebaiknya buatlah proposal yang menarik, sehingga dapat memikat hati donator yang dimaksud. Ada pepatah yang mengatakan bahwa peluang atau kesempatan itu tidak datang dua kali, oleh sebab itu anda harus dapat memanfaatkan peluang tersebut secara bijaksana. Salah satu cara untuk mengambil peluang usaha yang ada tersebut adalah dengan membuat perancanaan usaha. Perencanaan usaha dibuat agar kita dapat melihat peluang yang ada tersebut dapat menghasilkan keuntungan atau tidak. Biasanya perencanaan usaha tersebut dituangkan dalam bentuk proposal bisnis. Lalu bagaimanakah cara membuat proposal yang baik? Ada beberapa hal dasar yang perlu diperhatikan dalam membuat proposal. Berikut adalah cara membuat proposal yang benar, diantaranya adalah: Menentukan masalah atau latar belakang kegiatan. Sebagai contoh, proposal tentang penanggulangan kemiskinan di suatu desa, maka masalah yang kita ajukan yaitu soal pengangguran atau problem ekonomi lainnya. Perkirakan jumlah pengangguran, tingkat ekonomi dan lain-lain. Menjelaskan apa yang membuat Anda dan perusahaan anda berbeda dari pesaing. Misalnya mungkin Anda memiliki keterampilan khusus dan pengalaman, anda mungkin memiliki teknologi baru termasuk di dalam cara menulis proposal bisnis, Bicarakan tentang prestasi Anda di industri. Melibatkan semua pemangku kepentingan dan mencoba untuk mendapat dukungan dari masyarakat setempat. Mengidentifikasi calon pelanggan apabila anda akan membuat proposal usaha. Jelaskan mengapa Anda menargetkan mereka. Meringkas bagaimana rencana pemasaran Anda, berikan rincian, tetapi singkat. Mendiskusikan setiap masalah. Mengidentifikasi tim manajemen. Siapa sajakah orang yang terlibat? Berikan sketsa biografi singkat. Menunjukkan bagaimana alokasi dana tersebut. Misalnya, menyediakan perkiraan biaya yang dikeluarkan untuk memulai kegiatan tersebut.

Menyertakan setiap dokumen pendukung, misalnya susunan tim penanggulangan kemiskinan, dan lain-lain, atau surat ijin kegiatan. Mengedit proposal dengan hati-hati untuk setiap kesalahan ketik atau kesalahan lainnya serta mengikuti sistematika yang baku mengenai proposal. Jika proposal itu ditujukan ke suatu badan atau birokrasi pemerintah, anda harus mempunyai orang/channel /jaringan, sehingga proposal tersebut ada yang mengurusi. Susunan Proposal Penelitian Bab I Pendahuluan 1.1 Latar belakang 1.2 Perumusan Masalah 1.3 Batasan Masalah 1.4 Tujuan Penelitian 1.5 Manfaat Penelitian Bab II Tinjauan Pustaka (pembahasan dan perbandingan metode yang akan digunakan untuk mengatasi masalah yang telah ditetapkan pada bab 1+ sumber data) Bab III Rencana Pemecahan Masalah dan Hipotesis 3.1 Waktu penelitian 3.2 Langkah-langkah penelitian 3.2.1 Kerangka Teoritis / Definisi Operasional 3.2.2 Hipotesis 3.2.3 Langkah-langkah penelitian Lampiran (Kuesioner, Lembar Observasi, dll)

Susunan Proposal Kegiatan I. PENDAHULUAN Di bagian pendahuluan ini berisi tentang latar belakang dari di adakannya suatu kegiatan, biasanya dibagian ini juga terdapat gambaran umum tentang organisasinya atau kegiatannya. II. DASAR PEMIKIRAN Pada bagian ini berisikan landasan pemikiran di adakannya suatu kegiatan, dasar pemikiran dapat diambil dari berbagai sumber,misal Ayat Al-Quran, UUD, Peratutan Sekolah, Dll.

III. TUJUAN KEGIATAN Sesuai dengan judulnya, dibagian ini bersisi tentang Tujuan dari diselenggarakannya sebuah kegiatan. IV. NAMA KEGIATAN

Nama dari kegiatan yang akan dilaksanakan. V. TEMA KEGIATAN Tema dari kegiatan yang akan dilaksanakan. VI. BENTUK KEGIATAN Bentuk kegiatan ini berisi semua rangkaian acara yang akan diselenggarakan. VII. PEMBICARA Bagian ini merupakan bagian tambahan yang berisi siapa pembicara, pembawa materi yang akan mengisi acara. Bagian ini akan ada jika bentuk acaranya seminar,kajian atau talkshow. XI. SASARAN DAN TARGET Jumlah peserta yang akan mengikuti kegiatan dan berasal dari kalangan tertentu atau umum. X. WAKTU DAN TEMPAT Kapan dan dimana kegiatan itu dilaksanakan. XI. SUSUNAN ACARA Susunan acara kegiatan dari awal sampai selesai. Susunan acara selalu disertakan dengan PJ dan waktunya tersusun dengan rapi dan jelas. Dan biasanya ada dilembaran terlampir. XII. SUSUNAN PANITIA Susunan nama - nama yang menjadi panitia dalam kegiatan tersebut serta bagian - bagiannya dan dibagian ini juga Terlampir. berikut adalah contoh susunan kepanitiaan : 1. Penanggung Jawab 2. Pembina 3. Ketua Pelaksana 4. Sekretaris 5. Bendahara 6. Sie. Acara 7. Sie. Humas (Hubungan Masyarakat) 8. Sie. Perlengkapan 9. Sie. Konsumsi 10. Sie. Dokumentasi XII. ANGGARAN BIAYA Anggaran Biaya terdiri dari Pemasukkan dan Pengeluaran dari semua

kebutuhan dalam menjalankan sebuah kegiatan, lalu bagian ini juga Terlampir. XIII. PENUTUP Di dalam penutup ini berisikan harapan dan dukungan dari semua pihak, supaya kegaiatan yang akan diselenggarakan dapat berjalan lancar. XIV. LEMBAR PENGESAHAN Ini merupakan bagian terakhir dari proposal kegiatan dan bagian yang paling penting karena disinilah lembar yang akan di tanda tangani oleh pihak yang berkepentingan sebagai tanda bahwa telah disetujui kegiatan yang akan diselenggarakan. Semoga cara membuat proposal yang baik diatas dapat dimanfaatkan untuk Anda.

Dapatkan berbagai macam contoh dari latar belakang proposal, karya ilmiah, laporan dan skripsi. Semuanya komplit dan lebih penting lagi semuanya gratis. Semua ini ditunjukkan bagi pembaca blog bintang yang sedang kebingungan dalam membuat latar belakang. Diharapkan semua yang ada disini dapat membantu semaksimal dan seefektik mungkin. Sebelumnya, mungkin anda patut juga melihat artikel sebelumnya di blog bintang seperti karya ilmiah, walaupun tidak secara khusus membahas latar belakang, namun eBook yang dishare pastilah mengandungnya bukan? Atau pada contoh skripsi memang tidak membahas secara spesifik tentang latar belakang namun anda bisa mendapatkan contohnya disana. Ya itu saja untuk mengingatkan artikel yang sudah ditulis sebelumnya. Dan berikut kumpulan latar belakang mulai dari proposal, karya ilmiah, skripsi dan laporan. Silahkan dipelajari!!

Contoh Latar Belakang Proposal


Zaman semakin berkembang dengan pesat, teknologi pun juga semakin berkembang begitu juga dengan ilmu pengetahuan. Ilmu biokimia saat ini sedang mengalami perkembangan khususnya di negara Indonesia. Peranan ilmu biokimia bagi kehidupan manusia sangat luar biasa bahkan hamper menyangkup berbagai aspek kehidupan. Contohnya dalam bidang pangan, sekarang sudah banyak produk pangan yang menggunakan enzim untuk mengkatalis proses pembuatan produk tersebut, begitu pula di dalam bidang kesehatan. Contoh lain, berkembangnya metode rekayasa genetika dan kultur jaringan yang dilakukan untuk meningkatkan hasil pertanian dan perkebunan dan masih banyak hal lainnya mengenai ilmu biokimia. Pengembangan dari aplikasi ilmu biokimia di Indonesia dapat dipastikan semakin lama akan menambah kemajuan teknologi di Indonesia dan negara ini dapat memanfaatkan sumber daya alam dengan ilmu biokimia. Alasan inilah yang kemudian mendorong kami untuk mengadakan Lomba Karya Ilmiah Pelajar (LKIP)

se-Indonesia. Lomba ini diharapkan dapat membuat generasi muda untuk mengembangkan ide-ide ilmiah yang inovatif, kreatif, dan bermanfaat untuk kemaslahatan bangsa Indonesia. Harapan kami, lomba karya ilmiah ini dapat menjadi awal dari langkah negara ini untuk terus mengembangkan ilmu biokimia yang nantinya akan bermanfaat di segala bidang kehidupan. Lomba karya ilmiah ini bekerja sama dengan BEM Fakultas Matematika dan Ilmu pengetahuan, Institut Pertanian Bogor. Lomba Karya Ilmiah Pelajar (LKIP) ini merupakan salah satu sub-kegiatan dari acara Pesta Sains 2007.

Contoh Latar Belakang Skripsi


1.1 Latar Belakang Sistem pengolahan data semakin berkembang bahkan dapat digunakan di berbagai perusahaan baik negeri maupun swasta, dimana dengan adanya sistem pengolahan data maka informasi yang dibutuhkan dalam perusahaan manapun juga selalu memerlukan pengolahan data demi kelancaran kegiatan yang dilakukan dalam suatu organisasi tersebut. Pada saat ini usaha di bidang perentalan mobil mengalami perkembangan atau kemajuan, hal ini dapat dilihat dengan banyaknya pelaku bisnis yang memilih membuka usaha perentalan mobil. Dengan berkembangnya usaha perentalan mobil yang semakin kompleks maka usaha ini memerlukan sistem komputerisasi untuk pengolahan data perentalan mobilnya. Rental Fajar Mobil Kendari yang telah berjalan selama 3 tahun sampai saat ini dalam sistem pengolahan data perentalan mobilnya masih dilakukan secara manual yaitu proses pencatatan kedalam buku besar dan menginputnya kedalam aplikasi mikrosoft excel sehingga sering menimbulkan kesulitan dalam penyediaan informasi yang berupa laporan perentalan mobil dan laporan fasilitas dan kapasitas mobil yang dibutuhkan oleh pihak yang bersangkutan. Dari pemaparan singkat diatas maka dirancang suatu sistem pengolahan data perentalan mobil yang mampu menangani masalah-masalah yang sering terjadi yaitu masalah penyajian laporan-laporan perusahaan tersebut. Berdasarkan hal inilah yang melatarbelakangi penelitian ini sehingga diangkat judul Sistem Pengolahan Data Rental Mobil pada Rental Fajar Mobil Kendari. ya itulah berbagai latar belakang yang sangat lengkap dari skripsi, karya ilmiah, proposal maupun laporan. Jika anda ingin menambahkan silahkan lakukan di bagian komentar.